cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+6282329058143
Journal Mail Official
lppm@unimus.ac.id
Editorial Address
LPPM Unimus Jl. Kedungmundu Raya No.18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Unimus
ISSN : 26543257     EISSN : 26543168     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Unimus merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Unimus yang diselenggarakan tahunan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2018): Hilirisasi " : 75 Documents clear
Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Peternak Kambing “Kembang Arum” Sleman Winanto Nawarcono; Dhiana Ekowati; Yuri Murdo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi ternak kambing dari tahun ke tahun terus bertambah. Hal itu disebabkan karena minat peternak untukmemelihara kambing semakin meningkat. Alasan utama peternak memelihara kambing adalah untukmendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kambing. Budidaya beternak kambing “Kembang Arum”merupakan kegiatan warisan nenek moyang yang bersifat turun menurun, dimana hasil ternak kambing tersebutbelum maksimal karena hanya berwujud penghasilan tambahan. Kelompok peternak kambing ”KembangArum” merupakan kelompok masyarakat peternak kambing di dusun Pakelan, desa Sumber Arum, KecamatanMoyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembentukan kelompok peternak kambingbertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok peternak kambing. Anggota kelompok inisaling bekerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama. Saat ini yang dijalankan oleh kelompokini adalah memelihara indukan, pembesaran anakan kambing, dan memanfaatkan limbah kotoran kambinguntuk diolah menjadi kompos sehingga dapat membantu usaha pertanian. Salah satu permasalahan yangdihadapi oleh peternak adalah kandang kambing yang masih sederhana, kurang layak dan belum memenuhistandar. Padahal hal pertama yang harus di perhatikan dalam beternak kambing  adalah kualitas dari kandangyang akan di gunakan untuk tempat kambing. Ukurannya harus sesuai dengan jumlah kambing yang akandipelihara dan kandang yang kita buat juga harus memenuhi standar kualitas. Keterbatasan modal menjadikanperkembangan peternakan kambing mengalami kendala. Padahal untuk menghasilkan ternak kambing yanggemuk, sehat dan bernilai jual tinggi diperlukan bibit kambing yang berkualitas. Pemilihan bibit kambing yangbagus dan berkualitas memang harus dilakukan dengan baik dan tepat, karena akan mempengaruhi hasilkesuksesan dalam memulai usaha peternakan kambing. Untuk menambah penghasilan, mitra memanfaatkanlimbah kotoran kambing, menjadi hasil olahan pupuk organik. Namun karena pengetahuan mengenai pembuatanpupuk organik hanya berupa ilmu turun temurun maka kualitas hasil olahan pupuk organik kurangberkualitas.Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan ternak menjadikan mitra tidak selalu berhasilmenangani dengan baik permasalahan kesehatan ternak kambing, sehingga terkadang menyebabkan ternakkurus dan kurang sehat. Kondisi ini menyebabkan harga jual ternak menjadi rendah. Perlu adanya peningkatanpemahaman peternak dalam pemeliharaan ternak, agar ternak kambing berkualitas, gemuk dan sehat.Keterbatasan kemampuan anggota kelompok dalam pengelolaan keuangan menjadikan usaha ternak kambingkurang berkembang, dimana peternak tidak mengetahui dengan pasti berapa keuntungan atau kerugiannya.Keuangan keluarga dengan keuangan usaha belum ada pemisahan keuangan. Dengan PKM, melalui bantuanmodal, peternak mempunyai kandang kambing yang sesuai standar, serta bibit kambing yang bagus akanmempengaruhi hasil kesuksesan dalam usaha peternakan. Peningkatan jumlah kambing melaluipengembangbiakan ternak kambing. Peningkatan penghasilan melalui penjualan pupuk organik yangberkualitas, peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan ternak kambing, manajemen pemeliharaan danpeningkatan pemahaman manajemen usaha, sehingga ada pemisahan  keuangan, antara keuangan keluarga dankeuangan usaha, ada analisis usaha, dan pembukuan sederhana serta mitra mengetahui secara pasti berapa modalsesungguhnya yang telah dikeluarkan dan berapa keuntungan yang diperoleh, serta berapa kerugian yangditanggung bila ternyata ternak sakit atau mati.
Kajian Frekuensi Penyiraman dan Varietas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Tanah Entisol Hadi Supriyo; Anteng Widodo; Risal Khoirula Syihar
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman dan varietas terhadap pertumbuhandan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.)  pada tanah Entisol, dilakukan di lahan berpasirsekitar kawasan pantai Empu Rancak, Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, denganjenis tanah Entisol. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dangan dasar Rancangan Petakterbagi (Split Plot) dengan dua faktor sebagai perlakuan dan masing-masing perlakuan  diulang tiga kali. Faktoryang pertama, yakni frekuensi penyiraman (P) yang ditetapkan sebagai petak utama, dibagi dalam tiga tarafsebagai berikut: penyiraman sekali sehari (P1), dua kali sehari (P2), serta tiga kali sehari (P).Adapun faktor keduayaitu varietas tanaman (V) yang ditetapkan sebagai anak petak, terdiri dari tiga taraf: Varietas Tuk Tuk (V3),Varietas Bima curut  (V2), serta Varietas Tajuk (Thailand Nganjuk)  (V). Hasil penelitian ini menunjukkan,bahwa frekuensi penyiraman (P) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah,sebagaimana ditunjukkan oleh hasil sidik ragam bobot brangkasan dan kering per rumpun, serta bobot segarumbi per rumpun. Varietas tanaman (V) juga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman,kecuali pada parameter kadar air umbi. Namun, hasil penelitian ini tidak menunjukkan adanya interaksi antarafrekuensi penyiraman dan varietas tanaman, baik terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman. Kata kunci: bawang merah, Entisol, frekuensi penyiraman, varietas. 
Pemberian Terapi Senam Yoga Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Kabupaten Sidoarjo Erieska Safitri Hendarti; Ardiyanti Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Lansia merupakan usia yang beresiko tinggi terhadap penyakitpenyakit degenerative. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah hipertensi yang dapat membuat aliran darah menjadi terganggu. Salah satu pengobatan nonfarmakologi yang dapat melancarkan aliran oksigen dalam darah adalah senam yoga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh senam yoga terhadapperubahan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi di Kabupaten Sidoarjo.  Metode Penelitian : Desain penelitian pra-eksperimen menggunakan rancangan penelitian pra eksperimen one group pre test post test design, variabel Independen :senam yoga dan dependent : perubahan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi yang dilakukan pada 04 – 27 Juli 2018 selama 4 minggu dengan frekuensi 1 kali dalam seminggu, lama pemberian senam yoga 30 menit. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami hipertensi di Kabupaten Sidoarjo , diantaranya 50 responden dipilih sesuai criteria inklusi, dengan menggunakan teknik sampling probability sampling dengan metode simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah observasi yang hasilnya dianalisa dengan uji wilcoxon.  Hasil :Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan tekanan darah setelah dilakukan senam yoga selama 4 minggu yaitu 42 responden (84%) yang mengalami penurunan dan 8 responden (16%) tetap. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh senam yoga terhadap perubahan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi di Kabupaten Sidoarjo, dengan nilai (p value = 0,000) < daristandart significan (α = 0,05). Kesimpulan : Terdapat perbedaan hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam yoga terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan nilai yang signifikan.
Pemikiran Kewirausahaan dan Pengalaman Suksesor terhadap Keberlanjutan Bisnis Keluarga di Kampung Batik Laweyan dan Kauman Surakarta Ari Susanti; Utomo Wibisono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran kewirausahaan dan pengalaman suksesor terhadapkeberlanjutan bisnis keluarga di Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman di Surakarta. BisnisKeluarga memiliki tantangan yang sangat besar apabila tidak mempersiapkan generasi penerus dalammenjalankan bisnisnya, sehingga perlu diketahui faktor apa saja yang harus dimiliki dalam usaha bisnis keluargasehingga mampu bertahan dari generasi ke generasi. Mitos dalam bisnis keluarga yang berkembang adalah “generasi pertama yang mendirikan, generasi kedua yang membangun, dan generasi ketiga yang merusak”.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 responden yang merupakan pemilik Batik yang berbasisbisnis keluarga. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 21 dengan analisis linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan Pemikiran kewirausahaan dan pengalaman suksesi berpengaruh positif dansignifikan terhadap keberlanjutan bisnis keluarga.
Aplikasi Mesin Penyedot Debu Pada Industri Kecil Kerajinan Tempurung Kelapa Application Of Dust Collector In Small Industries Of Coconut Shell Craft - Paryono; Edy suwarto; Teguh Budisantoso
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan tempurung kelapa  bagi Industri Kecil Anggerek Jaya  merupakan usaha yang telah lama di tekunidan merupakan usaha kreatif yang sangat unik. Untuk keperluan pembuatan asesoris produk dari bahan tempurung kelapa seperti tas, ikat pinggang, arloji  dan bentuk - bentuk unik lainnya.  Permasalahan yang ada adalah pada saat proses produksi untuk penghalusan tempurung timbul debu yang cukup mengganggu lingkungan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat peralatan yang dapat menangkap debu yangdiakibatkan dari proses penghalusan tempurung kelapa. Metode yang digunakan untuk dapat mencapa tujuan adalah mengambil  solusi yang dianggap paling tepat untuk diterapkan yaitu: penyedot debu portabel, daya rendah, dapat digeser ke unit operasi yang sedang membutuhkan. Spesifikasi dari sistem dust collector: Daya motor blower 380 watt, Kecepatan hisap = 4.55 [m/s], Kapasitas hisap 0.0063037 [m3/s], daya hisap  = 0.0207[W]. Peralatan penyedot debu dapat berfungsi dengan baik dan dapat digunakan untuk menyedot debu yangtimbul akibat proses proses produksi penghalusan tempurung kelapa.Kata kunci: Penyedot debu, Centrfugal blower, kerajinan tempurung kelapa
Kajian Evaluasi Purna Huni di Perumnas Condongcatur Yogyakarta Dita Ayu Rani Natalia; Endah Tisnawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan merupakan hunian massal yang bersifat komoditi dengan bentuk bangunan yang tipikal dan dibangun untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Bangunan akan mengalami perubahan ketikatidak dapat memenuhi kebutuhan penghuni atau mengalami kerusakan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor penghuni dan usia bangunan, sehingga bangunan tidak efisien atau tidak sesuai dengan perkembangan dan perawatan bangunan. Proses atau cara yang digunakan oleh penghuni atau pengguna untuk melakukan perubahan pada bangunan merupakan tahapan dalam proses evaluasi utuk mencapai kenyamanan dan kebutuhan pengguna. Proses evaluasi untuk penggunaan bangunan dalam mencapai hal tersebut disebut dengan Evaluasi Pasca Huni(EPH) yang menekankan pada aspek arsitektur bangunan dan perilaku penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek Evaluasi Purna Huni yang terjadi di Perumahan Condongcatur dari aspekEvaluasi Purna Huni yang terkait dengan penggunaan dan perubahan ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualititaif dengan analisis Post Occupancy Evaluation (POE) atau Evaluasi Purna Huni (EPH). Hasil penelitian yang telah dilakukan menujukkan bahwa adanya penggunaan dan perubahan ruang pada bangunan perumahan untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Faktor perubahan dan penggunaan ruang dipengaruhi oleh faktor intenal pengguna dan faktor eksternal akibat adanya perubahan kawasan. Kata kunci: evaluasi purna huni, perumnas, Condongcatur
Perbedaan Motilitas Spermatozoa Setelah Pemberian Infusa Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Dipapar Timbal : Studi In Vivo Fachru Riza Achmad; Afiana Rohmani; Kanti Ratnaningrum
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia memanfaatkan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) sebagai obat tradisional dengan bentuk rebusan/ infusa. Jahe merah memiliki komponen senyawa bioaktif yang memiliki efek afrodisiaka yang menetralisir radikal bebas sehingga mampu meningkatkan motilitas, viabilitas, total serum testosteron, dan presentasi spermatozoa. Paparan radikal bebas oleh timbal dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas sperma. Masih jarangnya penelitian yang menggunakan jahe merah serta tingginya potensi radikal bebas maka peneliti ingin mengetahui efek infusa jahe merah terhadap motilitas dan morfologi spermatozoa tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) yang dipapar timbal. Penelitian eksperimental menggunakan Post Test Control Group Design dengan simple random sampling. Tikus wistar yang dipilih sesuai dengan dengan kriteria inklusi jenis kelamin jantan, sehat, umur 2-3 bulan, berat 150-200 gr dan eksklusi cacat secara anatomis.Penelitian dilakukan selama 36 hari (7 hari adaptasi, 28 hari perlakuan, 1 hari pemeriksaan) dan dibagi secara acak menjadi 4 kelompok (a) kelompok kontrol negatif (K-), (b) kelompok kontrol positif (K+) diberikan timbal dosis 0,3% oral 2ml/200gBB, (c) kelompok perlakuan (P1) menggunakan timbal dosis 0,3% oral 2ml/200gBB dan infusa jahe merah dosis 10% oral 2ml/200gBB, (d) kelompok perlakuan (P2) menggunakan timbal dosis 0,3% oral 2ml/200gBB dan infusa jahe merah dosis 40% oral 2ml/200gBB. Terminasi dilakukan di hari ke 36 untuk pengamatan motilitas serta morfologi. Aanalisis menggunakan uji Kruskal Wallisdan uji Mann Whitney. Hasilnya, terdapat perbedaan motilitas spermatozoa yang signifikan (p=0,001) pada kelompok perlakuan sedangkan tidak terdapat perbedaan morfologi spermatozoa yang signifikan (p=0,549) pada kelompok perlakuan. Kesimpulan daripenelitian ini adalah  bahwa terdapat perbedaan motilitas spermatozoa setelah pemberian infusa jahe merah pada tikus wistar yang dipapar timbal.Kata kunci: infusa jahe merah, motilitas spermatozoa, tikus wistar
Penentuan Unit Value Hasil Pemulungan Sampah dalam upaya meningkatkan Potensi Margin usaha serta Penguatan Rantai Niaga Pemulungan di TPA Jatibarang Semarang Aziz Fathoni; Tiara Nove Ria; Heru Sri Wulan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kelompok masyarakat pemulung yang kegiatan usahanya sangat rendah tingkatannya, kemampuan internal yang melekat pada pelaku usaha (pemulung) pada dasarnya belum terbentuk. Kondisi ini membentuk perilaku pemulung yang dapat saja menjadi kendala ketika mereka dihadapkan dengan kondisi-kondisi dinamis yaitu aspek-aspek kelayakan yang dibutuhkan pada sebuah usaha yang maju. Untuk mengukur sektor informal seperti pemulungan ini perlu metode yang  memungkinkan semua komoditas yang tidak diperdagangkan di pasar dapat diestimasi nilai ekonominya. Dengan demikian nilai ekonomi suatu benda publik dapat diukur dan dihitung nilai barang yang mendekati nilai sebenarnya, jika pasar dari barang tersebut benar-benar ada. Di dalam pendekatan estimasi nilai ini perlu informasi detail tentang benda yang dinilai, persepsi penilaian terhadap barang. Digunakannya 3 metode analisis 1) analisis RQ ( Resources Value) untuk mengetahui nilai dari sumber daya sampah: 2) analisis Contingent Valuation Method (CVM) 3) analisis faktor faktor yang mempengaruhi besaran kesediaan membayar sisa barang. Berdasarkan hasil uji signifikansi parsial pada Tabel dibawah , diperoleh bahwa variabel yang berpengaruh terhadap willingness to pay perbaikan kualitas pengelolaan sampah TPA Jatibarang adalah variabel usia, pendidikan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, status kepemilikan rumah, dan persepsi masyarakat, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap willingness to pay perbaikan kualitas pengelolaan sampah di TPA Jatibarang Semarang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Kewirausahaan Dan Orientasi Pasar Terhadap Pembelajaran Organisasi UKM Di Tangerang Hendi Eka Sumarga; Dudung Hadiwijaya
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah terbukti tangguh, ketika terjadi krisis ekonomi 1998, hanyasektor UKM yang bertahan dari kolapsnya ekonomi, sementara sektor yang lebih  besar justru tumbang olehkrisis. Peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai gerakan ekonomi, keberadaannya menjadi lokomotifpenggerak (engine of growth) bagi tumbuh kembangnya wirausahawan baru dan meningkatnya kinerja UKM.Namun UKM masih menghadapi kendala dalam hal keahlian teknis, kompetensi, kewirausahaan danmanajemen seada-nya. Selanjutnya masalah yang dihadapi adalah terbatasnya akses terhadap sumber-dayaproduktif seperti bahan baku, permodalan, teknologi, sarana dan informasi pasar. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menganalisis pengaruh sikap kewirausahaan dan orientasi pasar terhadap pembelajaran dalammeningkatkan kinerja bisnis dari UKM itu sendiri. Model penelitian ini terdiri dari dua hipotesis dengan tigavariabel yaitu sikap kewirausahaan, orientasi pasar dan pembelajaran organisasi. Data yang digunakan yaitu 81UKM di Tangerang dilakukan menggunakan alat analisis Pemodelan Persamaan Struktural dalam programSmart PLS. Hasil analisis data membuktikan bahwa semua hipotesis yang diajukan dapat diterima. Sehinggadapat disimpulkan bahwa pembelajaran organisasi dipengaruhi oleh dua faktor baik itu secara langsung maupuntidak langsung, yaitu orientasi pasar dan sikap kewiransahaan.
Analisis Kesesuaian APBDes Dengan Perencanaan Pembangunan Desa Berdasarkan PP 43 Tahun 2014 di Desa Bebengan dan Kaligading Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah Penta Widyartati; Ariyani Indriastuti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yangdibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa, dan ditetapkan denganperaturan desa. APBDes memiliki kekuatan hukum, yang berfungsi untuk  menjamin kepastian rencanakegiatan, dalam arti mengikat Pemerintah Desa dan semua pihak yang terkait, untuk melaksanakan kegiatansesuai rencana yang telah ditetapkan, serta menjamin tersedianya anggaran dalam jumlah tertentu untukmelaksanakan kegiatan. APBDes menjamin kelayakan sebuah kegiatan dari segi pendanaan, untuk dapatdipastikan kelayakan hasil kegiatannya. Kegiatan-kegiatan pembangunan desa yang tercantum di dalamAPBDes didanai dengan dana desa baik yang bersumber dari APBN, APBD, Pendapatan Asli Daerah dan lainlain.Dengan mekanisme penggunaan dana desa yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan,pertanggungjawaban dan pemanfaatan dana desa tersebut, maka agar penggunaan dana desa sesuai sasaran dansesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat, proses perencanaan sebagai dasar pelaksanaan dana desadiharapkan dapat dilakukan sesuai dengan yang tercantum dalam PP No. 43 tahun 2014 pasal 114 dan pasal 117. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini pertama kali adalah koordinasi dengan staf yang bertanggungawab terhadap dana desa untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan yaitu bukti administratif dan buktifisik yang dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara. Dari penelitian dan pengumpulan bukti-bukti dilapangan, maka dapat disimpulkan bahwa proses perencanaan APBDes sudah dilaksanakan sesuai dengan yangdiamanatkan dalam PP 43 tahun 2014 mengenai perencanaan APBDes yang dimulai dengan pengumpulanaspirasi masyarakat yang berakhir dengan penetapan APBDes.