cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,727 Documents
POLICY PAPER: STRATEGI PENATAAN RUANG DAN PERUMAHAN DI KABUPATEN KONAWE: TANTANGAN DAN PELUANG Yuliasari Arifin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Policy paper ini bertujuan untuk menganalisis strategi penataan ruang dan perumahan di Kabupaten Konawe yang menghadapi tantangan signifikan akibat laju urbanisasi yang tidak terkendali, ketimpangan infrastruktur, serta lemahnya regulasi dalam pengelolaan tata ruang. Alih fungsi lahan pertanian yang tidak terencana semakin memperburuk ketahanan pangan dan keseimbangan ekologi, sehingga menghambat pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut. Penelitian sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek perumahan di kawasan metropolitan, sementara kajian mengenai penataan ruang di daerah berkembang seperti Kabupaten Konawe masih terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur, observasi lapangan, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategis yang menekankan pada penguatan regulasi tata ruang, penerapan konsep perumahan berbasis kawasan, serta optimalisasi kemitraan publik-swasta dalam pembangunan perumahan yang lebih berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam menyusun strategi tata ruang yang lebih inklusif, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Konawe.
Pengaruh Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Terhadap Kepuasan Kerja dan Implikasinya Pada Peningkatan Kinerja Pegawai Basuki, Rachmawati Prasetyoning; Sawitri, Dyah; Muawanah, Umi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employee performance is a key factor in ensuring high-quality public service delivery. One aspect that influences employee performance is job satisfaction, which reflects a positive feeling toward their work. Job satisfaction can be affected by employee well-being, including financial incentives such as the Employee Income Supplement (TPP). This study aims to analyze the effect of TPP on job satisfaction and employee performance, as well as the role of job satisfaction in mediating the relationship between TPP and employee performance. Using an explanatory research method and a census technique involving 141 employees, the analysis was conducted using SmartPLS. The results show that TPP has a positive and significant effect on job satisfaction, emphasizing the importance of a fair compensation system in enhancing employee well-being. Additionally, TPP positively influences employee performance, indicating that adequate incentives can encourage employees to achieve better results. Job satisfaction is also proven to have a positive effect on performance, as satisfied employees tend to be more dedicated to their work. Furthermore, TPP indirectly affects employee performance through job satisfaction, reinforcing the mediating role of job satisfaction in improving employee productivity.
REFORMASI BIROKRASI DI MERAUKE: EVALUASI KEBIJAKAN DAN TANTANGAN DALAM PELAYANAN PUBLIK Willem Kabuam
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, terutama di daerah dengan karakteristik geografis dan sosial yang kompleks seperti Merauke, Papua Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi reformasi birokrasi di Merauke dengan mempertimbangkan faktor lokal, seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, serta kompleksitas hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kendala dalam reformasi birokrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur pemerintah daerah, tenaga pelayanan publik, tokoh masyarakat, serta pengguna layanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di Merauke telah membawa perubahan positif dalam transparansi dan efisiensi layanan, tetapi masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Keterbatasan infrastruktur, kurangnya kompetensi aparatur sipil negara (ASN), serta regulasi yang belum terkoordinasi secara optimal menjadi hambatan utama. Selain itu, resistensi terhadap perubahan akibat budaya birokrasi yang masih konvensional turut memperlambat proses reformasi. Untuk mengatasi kendala ini, penelitian merekomendasikan strategi berbasis bukti, termasuk penguatan kapasitas ASN melalui pelatihan, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan, serta harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, reformasi birokrasi di Merauke diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
EKONOMI HIJAU DAN TRANSISI ENERGI: TANTANGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM Simon Yanuarius Konorop
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi energi hijau menjadi isu strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Merauke yang memiliki potensi energi terbarukan, seperti tenaga surya dan biomassa. Namun, implementasi energi hijau di daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar fosil, keterbatasan infrastruktur, minimnya investasi, serta kurangnya tenaga kerja terampil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang transisi energi hijau di Merauke serta merumuskan strategi kebijakan yang lebih efektif dan kontekstual guna mempercepat adopsi energi terbarukan dengan mempertimbangkan faktor geografis, sosial, dan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, observasi langsung, serta analisis dokumen kebijakan dan literatur terkait. Teknik analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi transisi energi hijau di Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kebijakan yang mendukung energi hijau, implementasinya masih belum optimal akibat lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah serta kurangnya insentif bagi investor. Untuk mempercepat transisi energi, diperlukan strategi kebijakan yang lebih efektif, seperti pemberian insentif investasi, peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pelatihan, serta optimalisasi kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan kebijakan yang lebih terarah, Merauke berpotensi menjadi contoh daerah yang berhasil dalam transisi energi hijau, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta berkontribusi pada pencapaian target energi bersih nasional dan global.
EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DAERAH PERBATASAN Martinus Wika
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dengan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan solusi yang dapat meningkatkan keberhasilan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan di wilayah perbatasan yang memiliki kondisi geografis dan sosial yang khas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat setempat, serta observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan faktor penghambat dan solusi dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan menghadapi berbagai tantangan signifikan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya koordinasi antar instansi terkait, serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, faktor geografis yang sulit dijangkau dan hambatan sosial budaya juga turut memperburuk proses implementasi kebijakan tersebut. Meskipun demikian, pencapaian positif juga terlihat dalam pembangunan infrastruktur dasar yang telah meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat setempat. Penelitian ini menyarankan agar pengambil kebijakan merumuskan strategi yang lebih inklusif, berbasis pada konteks lokal, dan mengutamakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan. Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.  
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT: STUDI KASUS DI DAERAH TERTINGGAL Rosina Jostina Marise Kebubun
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan tantangan dalam implementasi program pemberdayaan ekonomi di Kampung Wapeko, Kabupaten Merauke, Papua. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus dipilih untuk menggali secara mendalam permasalahan yang dihadapi masyarakat Kampung Wapeko dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta pelaksana dan penerima manfaat program. Analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan identifikasi pola dan tema dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program pemberdayaan ekonomi di Kampung Wapeko memberikan dampak positif dalam peningkatan keterampilan dan pendapatan masyarakat, terdapat berbagai tantangan yang harus diatasi, seperti kurangnya koordinasi antar pihak terkait, rendahnya partisipasi masyarakat, serta terbatasnya akses terhadap sumber daya dan infrastruktur. Potensi sumber daya alam yang melimpah di daerah ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, program pemberdayaan ekonomi perlu disesuaikan dengan kebutuhan lokal, meningkatkan pelatihan yang relevan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan program. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan program pemberdayaan ekonomi dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung Wapeko secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan program pemberdayaan ekonomi yang lebih efektif di daerah tertinggal.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI PELANGGARAN SISWA BERBASIS IOT (STUDI KASUS PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN YAK 1 KOTA BOGOR) Galuh Oka Priyatna; Alexius Ulan Bani; Fifto Nugroho
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada perancangan dan pembangunan alat pendeteksi pelanggaran siswa berbasis ESP32-CAM IoT di SMK YAK 1 Kota Bogor. Tujuannya adalah mengatasi masalah pelanggaran tata tertib, terutama merokok. Metode penelitian mencakup studi pustaka, observasi, wawancara, perancangan, pengujian, dan analisis. Alat yang dikembangkan berhasil mendeteksi pelanggaran dengan akurasi yang baik, menggunakan teknologi ESP32-CAM dan IoT untuk pelaporan real-time. Hasil menunjukkan potensi peningkatan pengawasan, disiplin, dan perilaku siswa. Pihak sekolah memberikan tanggapan positif, melihat alat ini sebagai solusi inovatif untuk lingkungan belajar yang lebih baik. Kesimpulannya, alat ini menawarkan pendekatan baru dalam meningkatkan ketertiban di sekolah dan bisa menjadi model untuk institusi pendidikan lainnya.
Dinamika Peran Guru Dalam Menopang Proses Pembelajaran Siswa di Tengah Keterbatasan Sarana Prasarana di SDN 054935 Paluh Mardan, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura Ardaly Siregar, Dihra; Alfin Siregar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam bagaimana peran guru dalam menopang proses pembelajaran siswa di tengah keterbatasan sarana dan prasarana di SDN 054935 Paluh Mardan, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, siswa, dan komite sekolah, serta dilengkapi dengan observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana sekolah berdampak besar terhadap proses pembelajaran dan perkembangan akademik siswa. Kondisi ruang kelas yang rusak, peralatan belajar seperti meja dan kursi yang tidak layak, serta minimnya alat peraga dan media pembelajaran modern menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan optimal. Keterbatasan fasilitas ini juga berpengaruh pada rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, di mana sebagian siswa menunjukkan kurangnya antusiasme mengikuti pelajaran, bahkan terdapat siswa kelas VI yang belum mampu membaca, menulis, dan mengenal huruf dengan baik. Dalam kondisi yang serba terbatas, guru berupaya maksimal menggunakan kreativitasnya, seperti memanfaatkan benda-benda alami di lingkungan sekitar sebagai alat peraga sederhana untuk memudahkan pemahaman materi pelajaran. Namun, meskipun para guru telah melakukan berbagai inovasi, hasil belajar siswa tetap belum mencapai standar yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru sangat vital dalam menopang proses pembelajaran, tetapi keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan utama yang menghambat pencapaian hasil belajar optimal. Dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan untuk memperbaiki kondisi fisik sekolah, menyediakan fasilitas dan media pembelajaran yang memadai, serta mendukung guru agar dapat menjalankan proses pembelajaran secara efektif. Perbaikan sarana prasarana di sekolah-sekolah dengan keterbatasan semacam ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi perkembangan intelektual serta karakter anak didik.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI UPT SPF SD NEGERI SANGIR Syahrul Pratama Kasman; A Husniati; Andi. Alim Syahri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas V di UPT SPF SD Negeri Sangir. Menggunakan metode ex-post facto dengan sampel 31 siswa, data dikumpulkan melalui skala psikologi dan dokumentasi hasil belajar. Analisis menggunakan Uji Linieritas dengan Uji F dan Uji Hipotesis melalui SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata nilai 200% dan persentase 35,4%. Indikator tertinggi adalah membangun hubungan sosial (91,11%), sedangkan terendah adalah mengenali emosi (68,63%) dan mengelola emosi (68,71%). Meskipun hasil belajar matematika siswa sangat baik dengan rata-rata nilai 82,55 dan persentase 45%, analisis regresi menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dan hasil belajar (sig. 0,503 > 0,05). Dengan demikian, kecerdasan emosional tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa.
Kewirausahaan tentang Literasi Keuangan: Wawasan Kualitatif tentang Strategi Pemasaran Digital di Kalangan UKM di Sulawesi Tenggara, Indonesia Sudarmanto Saeka; Asraf Asraf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional, namun literasi keuangan dan digital pelaku UMKM masih rendah sehingga menghambat penerapan strategi pemasaran digital yang efektif. Khususnya di Sulawesi Tenggara, rendahnya literasi keuangan menyebabkan UMKM menghadapi tantangan serius dalam implementasi teknologi digital untuk pengembangan bisnis mereka. Penelitian terdahulu cenderung lebih berfokus pada aspek teknis pemasaran digital tanpa secara eksplisit mengaitkannya dengan aspek literasi keuangan pelaku UMKM, sehingga penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam narasi entrepreneur mengenai hubungan literasi keuangan dengan implementasi strategi pemasaran digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai instrumen utama kepada lima informan yang relevan, mencakup asosiasi UMKM, organisasi pendamping UMKM, serta instansi pemerintah terkait di Sulawesi Tenggara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi keuangan menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan kas dan pengambilan keputusan strategis terkait anggaran promosi digital, sementara keterampilan digital rendah menghambat optimalisasi media sosial dan e-commerce. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi literasi keuangan dan digital sebagai solusi utama untuk mengatasi hambatan dalam penerapan strategi pemasaran digital di kalangan UMKM, sedangkan penelitian masa depan direkomendasikan untuk memperluas wilayah geografis dan jumlah informan guna memperkuat validitas hasil penelitian.