cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus" : 38 Documents clear
MAKNA TRADISI “MAPPACCING’ ADAT BUGIS Chaerunnufus Chaerunnufus; Akhiruddin Akhiruddin; Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh.Reski Salemuddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan  yang terkandung dalam tradisi  Mappaccing pada adat bugis Sinjai khususnya Desa Panaikang Kecamatan Sinjai Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori Interaksi Simbolik melalui pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan memilih informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terhadap data yang diperoleh selanjutnya diuji keabsahan datanya dengan cara Credibility, Transferbility, Dependability, Confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makna Tradisi Mapacing Adat Bugis Sinjai Desa Panaikang dimulai dari Mappanre Temme (Khataman Al-Qur’an), Mabbarazanji (Pembacaan Barazanji) dan Mappaccing, memiliki makna yang terkandung sendiri di setiap tahapan prosesnya. Selain itu, simbol-simbol yang terkandung dalam prosesi perkawinan adat Bugis Sinjai Desa Panaikang yaitu baik yang tersirat lewat tahapan pelaksanaannya, maupun lewat perangkat-perangkat kelengkapannya, menggambarkan betapa tingginya nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur kita yang tentunya harus tetap dijunjung tinggi dan tetap dilestarikan.
Konflik Sosial Antara Masyarakat Wae Sanodan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Kontradiksi PT. Geo Dipa Energi Tambang Panas Bumi Geothermal ) Rivaldus Agung; Abdul Malik Iskandar; Sriwahyuni Sriwahyuni; Kasman Sinring
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latarbelakang terjadinya konflik sosial antara masyarakat Wae Sano dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. (2) Bentuk-bentuk konflik sosial antara Masyarakat Wae Sano dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, dengan mengunakan teknik purposive sampling. Informan yang di pilih dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Wae Sano. Pengumpulan data di lakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di peroleh melalui tiga  tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian: (1) latarbelakang terjadinya konflik sosial antara masyarakat Wae Sano dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat  adalah pada saat perencanan pembanguan proyek geothermal di wilayah Wae Sano dalam hal, masyarakat wae sano sepakat untuk tidak memberikan  izin kepada pihak pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan pihak PT. Geo Dipa untuk Pembangunan proyek geothermal, agar satu kesatuan tidak terganggu dengan perencanan Pembangunan geothermal. (2) Bentuk-bentuk konflik sosial yang terjadi antara masyarakat Wae Sano dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur di mana adanya tindakan intimidasi, masyarakat Wae Sano sering mengalami yang dilakukan oleh aparat keamanan dengan membawa senjata laras Panjang dan masyarakat wae sano juga sering mengalami bersentuhan fisik pada saat melakukan aksi protes penolakan Pembangunan pryok geothermal.
INTEGRASI PSIKOLOGI DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM MEMBANGUN KESEJAHTERAAN DAN KINERJA KARYAWAN Wasilatur Robihah; Irhason Nastolib; Sevina Atmala Sari; Mu’alimin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana integrasi psikologi dalam pengelolaan sumber dana manusia dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan studi literatur review. penelitian ini memahami pengaruh praktik pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi psikologi, seperti penilaian kebutuhan psikologis, pelatihan dan pengembangan berbasis kompetensi, serta sistem reward yang adil dan memotivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi psikologi dalam pengelolaan sumber dana manusia memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan karyawan, yang diukur melalui kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kesehatan mental. Selain itu, peningkatan kesejahteraan ini juga berdampak pada peningkatan kinerja karyawan, yang tercermin dari produktivitas, kreativitas, dan efisiensi kerja yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan harus mempertimbangkan aspek psikologis karyawan sebagai bagian integral dari strategi pengelolaan sumber dana manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan produktif.
FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KELURAHAN TITIAN ANTUI KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS Andika Santoso Gultom; Syamsul Bahri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1553

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Titian Antui Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis yang bertujuan untuk mengetahui penyebab anak putus sekolah dan mengetahui proses pelaksanaan fungsi keluarga. Dalam menentukan subjek penelitian dengan menggunakan kriteria yang ditentukan peneliti atau disebut dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah subjek dalam penelitian berjumlah enam orang. Teori yang digunakan yaitu Teori Struktural Fungsional dari Robert K. Merton. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor penyebab anak putus sekolah terdiri dari faktor pergaulan, kurangnya minat, kurangnya perhatian dan perceraian. Kemudian penelitian ini menunjukkan proses pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga yang berjalan di dalam keluarga yaitu fungsi sosialisasi, fungsi afeksi, fungsi perlindungan, fungsi ekonomi dan fungsi penentuan status. Namun pada fungsi afeksi tidak sepenuhnya berjalan dalam memberikan kasih sayang dan perhatian lebih kepada anak, disebabkan orang tua sibuk bekerja, tidak mampu membagi waktu menyebabkan kurangnya perhatian dari orang tua membuat anak mencari perhatian kepada teman sepermainan dan tidak jarang anak remaja mengikuti perilaku temannya yang tentu dapat mempengaruhi perilaku anak itu sendiri.
Analisis Strategi Balai Penelitian dan Pengembangan Agama di Makassar Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama Kristin Bumbungan
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1556

Abstract

Pemahaman mengenai nilai-nilai moderasi beragama, perlu secara jauh diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini berangkat dari bagaimana memahami secara mendalam akan nilai-nilai moderasi beragama yang akan mempererat dalam kepluralitasan keIndonesiaan. Nilai-nilai moderasi beragama yang telah diacungkan oleh kementrian agama, diharapkan dapat tembus langsung kedalam lapisan kehidupan masyarakat, sehingga dapat diterapkan bahkan diajarakan sedini mungkin. Namun yang menjadi kendala ialah keterbatasan sumber daya manusia dalam memahami akan apa yang kemudian disebut sebagai moderasi beragama. Kekeliruan paham terhadap pengertian moderasi beragama, berdampak lebih jauh kepada apa yang kemudian disebut sebagai kesalahan pemahaman. Kadangkala, moderasi beragama disebut sebagai pola hidup sekularisasi, yang mana nilai-nilai agama telah mulai dilupakan. Dalam hal ini, perlu dengan jelas ditekankan bahwa pemerintah harus mengambil alih dan menjadi fasilitator dalam penyampaian nilai-nilai moderasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam hal ini, ialah metode penelitian kualitatif. Balai penelitian dan pengembangan agama Makassar, telah mengambil alih akan tugas dan tanggung jawab tersebut yang mana mencoba mensosialisaikan baik bagi masyarakat bahkan juga sekolah. Selain daripada hal tersebut, juga turut menafaatkan akan media sosial sebagai media sosialisasi.
Pengaruh Tayangan Youtube Vindes Terhadap Minat Menonton di Kalangan Mahasiswa Emir Ario Nugroho; Happy Prasetyawati
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1582

Abstract

Media baru (new media) adalah media mampu dapat didukung dengan beberapa alat digital untuk mengakses konten secara instans sehingga memberikan kesempatan bagi para penggunanya dapat menerima serta untuk berpartisipasi active, creative dan interactive terhadap feedback pesan yang pada diberikan untuk membentuk konten baru melalui isi media yang dibuat. Youtube adalah sebuah situs web berbagi video yang populer dimana para pengguna dapat mengupload, menonton, dan berbagi video secara gratis. Vindes adalah Channel Youtube yang memberikan konten comedy talkshow dengan jumlah subscriber sebesar tiga juta delapan ratus ribu (per April 2023). Bertujuan untuk melihat pengaruh apa yang terjadi dari Tayangan youtube vindes Di Youtube Terhadap Minat Menonton, Kemudian menggunakan teori uses and effects. dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode survey. Dengan menggunakan kuesioner online (google form) sebagai instrumen. Populasi berjumlah seratus subscriber berusia 18-24 dengan menggunakan Teknik convenience sampling dengan metode non – probability, teknik pengolahan data menggunakan SPSS Teknik analisis data menggunakan rumus regresi linear sederhana, Teknik konfirmasi data untuk menguji validitasnya menggunakan rumus KMO MSA (Keiser Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy dan Bartletts Test) dan Anti Image Correlation dan uji reabilitasnya menggunakan rumus Cronbach Alpha.. Hasil penelitian ini menunjukkan tayangan youtube Vindes mempengaruhi minat menonton mahasiswa, tetapi pengaruhnya sedang yaitu sebesar 53,7 %.
Analisis Prinsip Good Governance terhadap Pemerintah Provinsi Lampung dalam Rangka Pengawasan Perbaikan Jalan di Provinsi Lampung Nurhana Putri Isna; Rizki Dhiya Ramadhani; Shangra Mulalugina; Silmy Putri Mahandry; Ivan Darmawan
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1591

Abstract

Pembangunan infrastruktur diupayakan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur jalan yang memadai merupakan prasarana vital yang harus dibangun demi menjaga konektivitas antar wilayah sehingga membantu menstimulasi kelancaran berbagai aktivitas masyarakat, tidak terkecuali aktivitas ekonomi. Isu kerusakan jalan di Provinsi Lampung yang sempat ramai diperbincangkan publik di berbagai platform media sosial pada dasarnya mengindikasikan bahwa kinerja pemerintah dalam mengelola maupun memelihara infrastruktur masih belum optimal. Keluhan masyarakat akan minimnya kinerja pemerintah yang disalurkan melalui pemberitaan media tersebut pada dasarnya menunjukan kepedulian terhadap pembangunan di daerahnya. Umpan balik yang dikemukakan masyarakat terhadap kinerja pemerintah sejatinya merupakan upaya pengawasan yang nyata dan sarat akan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Berdasarkan analisis terhadap tiga prinsip good governance: responsif, akuntabilitas, dan transparan, dapat disimpulkan bahwa responsivitas Pemerintah Provinsi Lampung terhadap masalah kerusakan jalan terkesan “lamban” sebab baru merespon tatkala masalah tersebut viral di media sosial. Pada prinsip akuntabilitas, dengan masih banyaknya kasus kerusakan jalan di Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung dapat dikatakan belum secara prima mempertanggungjawabkan kewajibannya kepada masyarakat. Adapun pada prinsip transparan, Pemerintah Provinsi Lampung juga belum menunjukan kemudahan aksesibilitas masyarakat untuk menelusuri informasi secara jelas dan faktual.
Fenomena FoMO dalam Partisipasi Mahasiswa Kristen pada War Takjil di Kampus Multikultural Universitas Pertamina Muhammad Krisna Rachmatullah; Sintya Verawati Siahaan; Lisa Safira
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1592

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dalam partisipasi war takjil di kalangan mahasiswa Kristen Universitas Pertamina mencerminkan tekanan sosial yang diperkuat oleh media sosial, yang membuat identitas sosial dalam era digital menjadi fleksibel dan terus-menerus disesuaikan dengan norma dan harapan interaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi motivasi mahasiswa Kristen dalam berpartisipasi dalam war takjil, termasuk dorongan untuk memenuhi ekspektasi sosial dan menghindari perasaan tertinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam membentuk perilaku sosial dan identitas individu. Partisipasi dalam kegiatan lintas agama ini juga memperkuat ikatan sosial dan pemahaman antarbudaya, tetapi juga dapat mengarah pada pengikisan identitas budaya yang otentik. Penelitian ini menyoroti pentingnya merancang strategi yang tepat untuk mengelola tekanan sosial dari media digital dan mendukung komunikasi antarbudaya yang lebih inklusif dan toleran. Universitas diharapkan dapat mengembangkan program dan kebijakan yang mendukung keberagaman dan inklusi di lingkungan kampus.
ANALISIS STRATEGI LOBI DAN NEGOSIASI DALAM MENYIKAPI PENOLAKAN PA 212 DAN MUI TERHADAP KONSER COLDPLAY DI INDONESIA Ramadhan, Arief Fadillah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1639

Abstract

Penolakan terhadap konser Coldplay oleh PA 212 dan MUI di Indonesia menggambarkan dinamika kompleks dalam tatanan sosial dan budaya yang terjadi di negara ini. Dalam situasi yang dipenuhi dengan perspektif dan nilai-nilai yang beragam, analisis strategi lobi dan negosiasi menjadi esensial untuk memahami interaksi antara pihak-pihak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam strategi lobi dan negosiasi yang diterapkan dalam menanggapi penolakan tersebut oleh PA 212 dan MUI. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif, data yang diperoleh dari sumber-sumber data sekunder, termasuk pernyataan resmi, laporan berita, dan dokumen-dokumen terkait, dianalisis secara cermat. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang strategi lobi dan negosiasi yang efektif dalam menghadapi tantangan semacam ini. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menggambarkan implikasi lebih luasnya terhadap konflik budaya dan agama di Indonesia. Dengan memperluas pemahaman kita tentang dinamika ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih baik untuk mengatasi perbedaan dan mempromosikan dialog yang konstruktif dalam masyarakat yang beragam seperti di Indonesia
Perbandingan Pelaksanaan Pemilu Legislatif Antara Negara Indonesia dan Filipina Berlian Rezki Anggreini; Rhaisa Indriani; Davena Rasyafa Azzura; Kirana Safira Sholeha Iskandar; Grace Jean Manurung; Dian Fitriani Afifah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1644

Abstract

Indonesia dan Filipina merupakan dua negara di kawasan di kawasan Asia Tenggara yang memiliki sejarah politik yang hampir sama. Kedua negara ini diperintah oleh penguasa yang otoriter. Sistem politik pemilihan umum pada masa itu dibuat dan dikontrol secara total melalui semua elemen politik. Setelah runtuhnya rezim otoriter, baik Indonesia maupun Filipina beralih ke demokrasi, Pemilu demokratis di Filipina dimulai pada 1986, sementara Indonesia mengadakan yang pertama pada 1999. Hal Ini memberikan kebebasan ekspresi dan hak pilih kepada warga. Pemilihan umum di kedua negara tersebut telah menghasilkan pemimpin secara berkala, menunjukkan kualitas demokrasi yang semakin baik. Pemilihan umum tidak hanya memilih lembaga eksekutif saja selaku presiden namun juga memilih salah satu lembaga yang penting dalam membuat suatu kebijakan negara dan mengatur arah berjalan suatu negara yaitu dengan pemilihan legislatif. Penelitian ini mencoba membandingkan kedua negara berdasarkan teori comparative government dengan membandingkan bagaimana pemilihan umum legislatif yang diselenggarakan oleh pemerintah masing-masing kedua negara. Pengkajian penelitian ini menggunakan teori dari Robert Dahl yang mengatakan bahwa ukuran sebuah pemilu demokratis  adalah adanya Pemilihan umum yang jujur dan adil, Rotasi kekuasaan, Rekrutmen secara terbuka, serta  Akuntabilitas  publik

Page 1 of 4 | Total Record : 38