cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
KEHIDUPAN JURU PARKIR LIAR DI KOTA PEKANBARU Lara Dwi Mei Yendra; Yoskar Kadarisman
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1154

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Juru Parkir Liar yang berada di Jalan HR. Soebrantas Kota Pekanbaru dengan tujuan untuk mengetahui kehidupan Juru Parkir Liar dengan melihat bagaimana aktivitasnya bekerja sebagai Juru Parkir Liar dan latar belakang Tindakan Juru Parkir Liar di dalam memilih pekerjaan yang bisa dikatakan tidak aman jika terjadinya razia oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Penelitian kualitatif dengan dengan subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi data dengan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan Juru Parkir Liar di Jalan HR. Soebrantas Kota Pekanbaru dapat dilihat dari aktivitas yang dilakukan nya sehari-hari. Sebelum melakukan aktivitasnya sebagai juru parkir liar biasanya mereka memiliki pekerjaan yang lain terlebih dahulu. Aktivitas sebagai juru parkir liar rata-rata dimulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB tergantung bagaimana kondisi dilapangan yang dimana melihat bagaimana cuaca dan keramaian pada hari tersebut.
BUDAK CINTA (BUCIN) DALAM BERPACARAN DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITARS RIAU ( Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ) Vinsty Afrians Tika
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1161

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kota Pekanbaru. Bertujuan untuk mengetahui bagaimana budak cinta (bucin) dalam berpacaran dikalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan berjumlah 5 orang. Dan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori kekuasaan dari Michael foucault. Hasil penelitian dilapangan dapat disimpulkan bahwa Pertama, fenomena pacaran merupakan sikap batin yang terjalin antara sepasang kekasih yang biasanya terdapat pada kalangan anak muda, sikap ini kemudian dibarengi dengan tingkah laku berduaan, saling memegang dan sebagainya yang terjalin antara lawan jenis sehingga timbul sikap yang romantis untuk membina hubungan yang lebih khusus yang disebut dengan pacaran. Masa pacaran dianggap masa mengenal pasangan antara satu sama lain, baik laki-laki maupun perempuan yang saling jatuh cinta, melindungi, menyayangi, mengenal masing-masing kepribadian, sikap dan watak dari masing-masing pasangan. Kedua, terdapat beberapa proses latar belakang terjadinya bucin mulai dari pertemuan awal yaitu pandangan, saling tukar media sosial berlanjut pada PDKT an atau pendekatan yang mana pada saat ini terjalin komunikasi yang cukup intens yang biasanya diawali dengan chattingan naik level menjadi telponan, saling tukar kabar dan itu secara terus menerus berlanjut. Dari perasaan tersebut timbulah tindakan tindakan untuk menyenangkan lawan jenisnya sehingga berujung dengan pacaran. Ketiga, terdapat beberapa praktik bucin di kalangan mahasiswa. Bucin adalah bentuk tindakan dari pasangan dianggap suatu proses perbudakan yang diantaranya berupa sikap yang harus mematuhi dan dilandasi rasa mengalah supaya tidak dapat kecaman akan terjadinya hal yang tidak dinginkan dalam bentuk marahan, putus dan perkataan kotor lainnya. Sehingga seseorang di anggap bucin ketika dia menganggap itu suatu sikap kepedulian tapi tidak lain hanya suatu perbudakan yang tidak harus terjadi dalam pacaran.
PILIHAN RASIONAL PEREMPUAN DALAM MENGGUNAKAN KRIM PEMUTIH DI DESA BANGLAS BARAT KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Seri Wahyuni; Teguh Widodo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1162

Abstract

Krim pemutih merkuri adalah sejenis krim berbahaya mengandung logam berat dalam konsentrasi rendah bersifat racun yang digunakan perempuan di Desa Banglas Barat untuk memutihkan wajah mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa perempuan di Desa Banglas Barat Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti lebih memilih menggunakan krim pemutih merkuri dan bagaimana proses terbentuknya pilihan rasional pada pengguna krim pemutih merkuri. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam (indepth interview), serta dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah alasan utama dari perempuan di Desa Banglas Barat menggunakan krim pemutih merkuri yaitu harga krim pemutih yang relative murah dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, selain itu hasil yang diberikan sangat menjanjikan bisa mengatasi permasalahan kulit wajah yang mereka miliki dengan cepat dan Pendidikan juga berpengaruh dalam pemahaman mereka untuk memilih menggunakan krim merkuri. Sedangkan pemilihan krim pemutih merkuri itu rasional atau tidaknya  itu dinilai rasional dan dapat diterima karena pastinya setiap perempuan akan tergiur dengan produk yang harganya murah dan hasilnya bagus akan tetapi untuk pengetahuan sangat diperlukan untuk mempertimbangkan efek negative  dari penggunaan jangka panjang krim pemutih merkuri yang sangat berbahaya bagi kulit wajah dan tubuh.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Colo Kudus Amelia Nurun Nahar; Alifatur Nur Awwaliyah; Lusi Damayanti; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1163

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat telah menjadi fokus utama dalam pengembangan destinasi wisata di Indonesia yang kaya akan budaya dan alamnya. Tulisan ini mengulas konsep "Membangun bersama masyarakat" sebagai kunci pembangunan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan Desa Wisata Colo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai contoh nyata dari prinsip pariwisata berbasis masyarakat. Desa ini berhasil mengintegrasikan atraksi alam dan kekayaan budaya dengan keterlibatan aktif masyarakat. Selain fokus pada Makam Sunan Muria, Desa Wisata Colo juga mengembangkan atraksi alam seperti Bukit Sepuser dan Bukit Puteran. Keberhasilan Desa Wisata Colo tercermin dalam peningkatan popularitas dan jumlah kunjungan wisatawan, menurut data BPS Kabupaten Kudus. Partisipasi masyarakat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk penyusunan inovasi paket wisata, swadaya pembangunan fasilitas ibadah, dan menjaga kebersihan jalur wisata. Faktor pendorong internal dan eksternal, seperti kesadaran akan peluang ekonomi, latar belakang agama, dan dukungan dari pemerintah serta pihak swasta, memainkan peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyoroti bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Colo tidak hanya memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal tetapi juga menjaga keaslian budaya dan lingkungan. Ini menawarkan wawasan mendalam tentang pengembangan pariwisata yang memberdayakan masyarakat lokal, menciptakan keberlanjutan, dan mempromosikan ciri khas budaya dan alam Indonesia.
STRATEGI TIM SUKSES BACALEG PADA PENCALONAN LEGISLATIF 2024 DESA TARAI BANGUN KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR Ryan Mustafa Kamal; Teguh Widodo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1166

Abstract

Strategi tim sukses adalah serangkaian langkah dan taktik yang dirancang dan diimplementasikan oleh sebuah tim untuk mencapai tujuan mereka dengan efektif dan efisien. Strategi ini melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya, dan pelaksanaan tindakan yang terkoordinasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tim sukses membutuhkan perencanaan yang matang. Tim harus mengidentifikasi tugas dan tanggung jawab, mengatur waktu dan sumber daya, serta mengembangkan rencana tindakan yang terperinci. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wawasan terhadap suatu tindakan yang disebut strategi yang di lakukann oleh masyarakat Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar pada dalam pemenangan pemilu Anggi Septiadi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam (indepth interview) serta dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah adapun berbagai macam cara yang mereka lakukan mulai dari pendataan masyarakat di desa, strategi kampanye dan komunikasi, mobilisasi pemilih, pengelolaan dan analisis data, serta pengawasan dan pengelolaan relawan. Pada semua itu melakukan pada saat terjadinya hari pemilu, agar caleg yang mereka bawakan ke masyarakat bisa memperoleh hasil suara yang sesuai mereka targetkan. Pada akhrinya perolehan suara yang di dapat tim sukses di lansir dari kpu sebanyak 467 suara, dapat kita lihat bahwa strategi yang mereka jalankan tidak begitu mempengaruhi sepenuhnya.
NILAI-NILAI TRADISI KIRAB REBO WEKASAN DESA JEPANG SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS di MTsN 2 KUDUS Dany Miftah M. Nur; Agus Miftah; Luqman Abdurrauf
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1177

Abstract

Tradisi Kirab Rebo Wekasan adalah salah satu tradisi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Kirab ini biasanya dilaksanakan pada hari Rabu Pon dalam penanggalan Jawa, Kirab Rebo Wekasan menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya Jawa.Kirab ini dapat menjadi sumber informasi mengenai sejarah dan perkembangan masyarakat di masa lampau. Peserta kirab dapat memberikan penjelasan mengenai makna simbol-simbol yang ada dalam kirab serta latar belakang historis tradisi tersebut. Hal ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memahami warisan budaya dan sejarah lokal mereka. Dalam mata pelajaran IPS, tradisi Kirab Rebo Wekasan dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik. Guru dapat mengajak siswa untuk mempelajari nilai-nilai sosial, budaya, dan sejarah yang ditampilkan dalam tradisi ini. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan penyelidikan dan analisis mereka dengan mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul tradisi dan dampaknya pada kehidupan masyarakat.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menunjukkan secara utuh nilai tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang Mejobo Kudus sebagai sumber pembelajaran IPS. Sementara pendekatan yang diterapkan  yaitu pendekatan fenomenologi yang merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melihat serta mendengarkan secara terperinci serta melibatkan pemahaman individual terkait pengalaman pengalamanya.
Budaya Santri (Ngaji, Ngabdi, Dan Ngabekti) Menjadi Karakteristik Peserta Didik Madrasah Aliyah Darul Ulum Mochamad Miftakhul Afif; Muhammad Rafiqul Usman; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1178

Abstract

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu sedangkan karakteristik adalah ciri atau fitur yang digunakan sebagai identifikasi. Artinya segala sesuatu yang berdominan individual pasti memiliki identitas tersendiri, entah dalam segi fisik maupun watak, akan tetapi karakteristik lebih mengarah kepada watak dan sikap yang ada didalam diri manusia. Terlebih dalam dunia pendidikan yang merupakan wadah dari pembentukan generasi bangsa, pastinya karakter itu dapat terbentuk melalui jalur ini. Seperti halnya di Madrasah Aliyah Darul Ulum Kudus yang merupakan sekolahan berdominan pondok pesantren, sehingga budaya pondok pesantren pun diterapkan dalam sekolahan tersebut yakni ngaji, ngabdi, dan ngabekti yang menjadi karakteristik peserta didiknya. Tentunya ketiga kata tersebut merupakan budaya dari pondok pesantren dimana segala sesuatu yang ada di Pondok Pesantren memiliki keterkaitan antara Ngaji, Ngabdi, dan Ngabekti. Seperti halnya ketika santri melaksanakan hal itu, niscaya mereka akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat lagi berkah. Hal ini menjadi kontroversi dalam lingkup lembaga pendidikan formal, sebab dalam pendidikan formal, Ngaji itu hanya menjadi formalitas belaka atau menjadi ciri khas dari Madrasah Aliyah itu sendiri yang cenderung berlebel Lembaga Pendidikan Islam.
Tradisi Sedekah Bumi Dalam Melestarikan Budaya Lokal Di Desa Mranak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak Kuswaningsih; Evi Wahyuningtyas; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1179

Abstract

Tradisi sedekah bumi yang semua orang sudah tidak asing lagi dan banyak masyarakat pasti sudah banyak mengetahui. Tradisi sedekah bumi yang masih dilestarikan sampai sekarang dan di laksanakan secara turun menurun. Sehingga bisa dijadikan kebudayaan lokal masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada di tradisi sedekah bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab persoalan tentang makna tradisi sedekah bumi, pelaksanaan tradisi sedekah bumi, dan partisipasi masyarakat dalam tradisi sedekah bumi di desa mranak kecamatan wonosalam kabupaten demak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang pertama wawancara kepada narasumber ditempat, yang kedua observasi langsung ke tempat dan yang ketiga dokumentasi disini peneliti meminta kepada masyarakat yang pernah mempunyai dokumen tersebut agar bisa lebih mengetahui banyak hal kejadian nyata yang terjadi di tempat. Hasil dari penelitian ini akan mendeskripsikan makna tradisi sedekah bumi, mendeskripsikan pelaksanaan tradisi sedekah bumi dan partisipasi masyarakat dalam tradisi sedekah bumi di desa mranak kecamatan wonosalam kabupaten demak yang masih di laksanakan sampai sekarang ini.
Non-Conviction Based Asset Forfeiture sebagai Upaya Mengoptimalkan Pemulihan Aset Hasil Korupsi Itok Dwi Kurniawan
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1180

Abstract

The aim of writing this article is to analyze the prospects for implementing Non-Conviction Based Asset Forfeiture in the context of recovering assets resulting from corruption. The method used in this research is a normative legal research method. The approach used in writing this article is a statutory approach and a conceptual approach. The results of this research state that Non-Conviction Based Asset Forfeiture is an effective effort to eradicate corruption in Indonesia, especially to recover assets resulting from corruption. Confiscating assets without depending on the defendant's guilt is an effective effort to prevent the escape of assets resulting from corruption by corruptors.  
Pemanfaatan Kearifan Lokal Sebagai Pengembangan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus Hidayatul Ummah; Nur Eka Safitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1184

Abstract

Wisata Rahtawu ialah salah satu bentuk wisata alam yang berkembang lebih lambat. Desa Rahtawu, tujuan wisata potensial, terletak di sebelah Colo Tourism, yang menawarkan pengunjung akses ke keajaiban alam termasuk air terjun dan sungai dengan pemandangan gunung yang masih jernih dan mempesona. Desa Rahtawu memiliki potensi yang harus ditingkatkan agar lebih menarik bagi wisatawan, antara lain wista colo. Metode yang digunakan bersifat deskriptif dan didukung oleh analisis kualitatif dan teknik analitik. Temuan analisis tersebut melibatkan sejumlah narasumber yang relevan sebagai pemangku kepentingan dalam pertumbuhan pariwisata Desa Rahtawu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa para narasumber memilih untuk memperbaiki diri dan bergabung dengan pariwisata Colo sebagai alternatif untuk mengembangkan Desa Rahtawu. Unsur pariwisata yang dapat memberikan prioritas pengaruh dalam pengembangan pariwisata Desa Rahtawu adalah tempat yang nyaman, unsur transportasi, akomodasi dan promosi sedangkan yang terakhir mengutamakan unsur pengunjung. Pengembangan prioritas utama yang dilakukan adalah memperbaiki daya tarik wisata yang ada serta menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah agar pembaca dapat mengetahui permasalahan dalam pengembangan pariwisata di Desa Rahtawu