cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
NILAI SIMBOLIK IKON FESTIVAL MEMEDEN GADHU DESA KEPUK KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA Muhyi, Thohiroh Nur Muhyi; sofa, Laili Sofa; Dito, Achmad Faizal Dito Farezi; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor apa yang melatarbelakangi munculnya Festival Memeden Gadhu, upaya pelestarian tradisi dan ekologi melalui Festival Memeden Gadhu serta nilai-nilai simbolik apa yang terkandung dalam Ikon Festival Memeden Gadhu. Penelitian ini termasuk dalam jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Lokus penelitian ini dilakukan di Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara sebagai tempat dilahirkannya dan dilaksanakannya Festival Memeden Gadhu sebagai batasan spasial dalam penelitian ini. Teknik Triangulasi adalah teknik yang digunakan dalam penelitian guna mengumpulkan data secara empiris melalui  observasi, Wawancara dan dokumentasi. Sumber primer data dari wawancara ada 3 informan penting dalam penelitian ini yaitu Djadmiko Ketua Gabungan Masyarakat Peduli Tradisi dan Budaya (GAMAPETRA), Didin salah satu penginisiasi Festival Memeden Ghadu dan Zainuddin anggota komunitas Andom Tresno, serta komunitas-komunitas dan partisipan Festival Memeden Gadhu dan yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Festival Memeden Gadhu. Akibat dari perubahan sosial tradisi yang ada di masyarakat desa Kepuk mulai ditinggalkan. Hal tersebut menjadi faktor munculnya Festival Memeden Gadhu. Masyarakat desa Kepuk mendirikan sebuah yayasan GAMAPETRA dengan tujuan melestarikan tradisi dan kesenian, GAMAPETRA mengadakan pelatihan-pelatihan kesenian seperti gamelan, tari, permainan tradisional dan lainnya untuk masyarakat desa Kepuk tanpa dipungut biaya. Hasil dari upaya tersebut ialah terciptanya sebuah grup gamelan dinamakan Gending Pahing dan menciptakan sebuah tari yang dinamakan Tari kolosal Memeden Gadhu. Terdapat tiga macam nilai dalam Festival Memeden Gadhu yaitu, nilai religius, nilai kebersamaan, dan nilai kearifan ekologis.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA PASURUHAN KAYEN PATI Istiqomatul Mutmainah; Ananda Siska Khoirunnisa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat didalam tradisi sedekah bumi yang ada didaerah Pati Jawa Tengah tepatnya di Desa Pasuruhan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa dari sebuah kebudayaan yang ada di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati ini mengandung beberapa nilai-nilai karakter berupa nilai akidah, nilai akhlak, nilai ibadah, nilai sosial, nilai kedisiplinan, serta terdapat suatu keunikan yang ada didalam budaya tersebut yaitu apabila masyarakat setempat mengadakan sedekah bumi, akan tetapi jika didalam acara tersebut tidak diadakan pagelaran wayang maka akan terjadi suatu musibah didesa tersebut. Maka dari itu, pada saat acara sedekah bumi diwajibkan mengadakan acara pagelaran wayang.
Dampak Penambangan Batu Kapur Ilegal Terhadap Kondisi Lingkungan Masyarakat Di Desa Kedung Winong Pati Muhammad Jodi Prasetiyo; Mohammad Ilham Zaki Zakaria; Agus Miftah; Nurul Istiqomah; Luqman Abdurrauf
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1210

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui seberapa buruk fakta yang ada dilapangan serta pengaruh dampak negatif yang didapat masyarakat Desa Kendungwinong akibat penambangan batu kapur ilegal ini pada lingkungan masyarakat Kedungwinong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana penliti menggunakan tehnik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dokumentasi, study literature yang terkait penelitian penelitian sebelumnya serta field research. Yang menjadi subjek pada penelitian ini yaitu masyarakat Kedungwinong yang terdampak pada penambangan batu kapur ilegal ini sebagai responden serta objek yang peneliti kaji lebih dalam yaitu area penambangan dan lingkungan disekitar penambangan Tidak dapat dipungkiri bahwa dampak penambangan batu kapur telah menimbulkan kerusakan ekosistem yang serius dan sangat merugikan masyarakat seperti: rusaknya hutan di wilayah  pertambangan,  tingkat pencemaran, peninggian sumber air di sekitar lahan pertambangan dan/atau sungai yang mengalir di dalamnya. radius tertentu, dan menimbulkan pencemaran berupa penyebaran debu batu kapur akibat pengangkutan hasil pertambangan.
DAMPAK LIMBAH DOMESTIK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI DESA KRIYAN KECAMATAN KALINYAMATAN KABUPATEN JEPARA Aulia Niswati; Firza Amelia Putri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1221

Abstract

Pencemaran air menjadi permasalahan yang terjadi hampir di seluruh Indonesia. Salah satunya terletak di Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Jepara. Sungai di Desa Kriyan. Sungai ini mempunyai risiko pencemaran yang disebabkan oleh limbah domestik atau rumah tangga. Termasuk diantaranya bekas air deterjen, sisa limbah ikan panggang dan bahan kimia rumah tangga lainnya yang mengakibatkan kualitas air sungai menurun. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dan survey lapangan. Limbah domestik, seperti air mandi dan cucian yang terbuang, dapat memberikan dampak buruk terhadap kualitas air. Sungai Sesek di Desa Kriyan yang terdampak limbah domestik, yang menunjukkan adanya permasalahan lingkungan. Penyumbang terbesar limbah domestik di Sungai ini yaitu dari usaha masyarakat pengolahan ikan panggang. Dari perilaku masyarakatnya sendiri mencerminkan bahwa kurangnya kesadaran akan kelestarian air sungai.Hasil dari penelitian yaitu untuk mengurangi pencemaran, air dari aktivitas rumah tangga harus dikelola dengan baik dengan membuat bak rendam dan membuat jalur air kotor. Sedangkan Solusi untuk mengatasi limbah ikan panggang, sebagai penyumbang pembuangan limbah terbesar bisa dilakukan dengan cara mengedukasi kepada pemilik usaha dan masyarakat sekitar, serta mengolah limbah dengan semaksimal mungkin agar tidak mencemari kualitas air sungai.
BUDAK CINTA (BUCIN) DALAM BERPACARAN DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITARS RIAU ( Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ) Vinsty Afrianstika; Yusmar Yusuf
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1228

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kota Pekanbaru. Bertujuan untuk mengetahui bagaimana budak cinta (bucin) dalam berpacaran dikalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan informan berjumlah 5 orang. Dan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori kekuasaan dari Michael foucault. Hasil penelitian dilapangan dapat disimpulkan bahwa Pertama,  pacaran merupakan sikap batin yang terjalin antara sepasang kekasih yang biasanya terdapat pada kalangan anak muda, sikap ini kemudian dibarengi dengan tingkah laku berduaan, saling memegang dan sebagainya yang terjalin antara lawan jenis sehingga timbul sikap yang romantis untuk membina hubungan yang lebih khusus yang disebut dengan pacaran. Budak Cinta (Bucin) adalah istilah baru yang muncul pada era millennials, terutama di kalangan remaja yang sedang berpacaran. Istilah ini mengacu pada perilaku dalam hubungan sosial antara pasangan laki-laki dan perempuan. Budak cinta ini menggambarkan seseorang yang bersedia melakukan segala hal untuk pasangannya, demi kebahagiaan mereka meskipun merugikan diri sendiri, sebagai bentuk perjuangan cinta yang nyata. Fenomena Bucin ini dirasakan oleh sebagian besar remaja, dan ternyata sudah ada sejak jauh sebelum era modern seperti sekarang. Pacaran dan budak cinta menjadi realitas yang erat kaitannya dengan kehidupan remaja. Kedua, terdapat beberapa proses latar belakang terjadinya pacaran mulai dari pertemuan awal yaitu pandangan, saling tukar media sosial berlanjut pada PDKT an atau pendekatan yang mana pada saat ini terjalin komunikasi yang cukup intens yang biasanya diawali dengan chattingan naik level menjadi telponan, saling tukar kabar dan itu secara terus menerus berlanjut. Dari perasaan tersebut timbulah tindakan tindakan untuk menyenangkan lawan jenisnya sehingga berujung dengan pacaran. Ketiga, terdapat beberapa faktor dan praktik bucin di kalangan mahasiswa. Bucin adalah bentuk tindakan dari pasangan dianggap suatu proses perbudakan yang diantaranya berupa sikap yang harus mematuhi dan dilandasi rasa mengalah supaya tidak dapat kecaman akan terjadinya hal yang tidak dinginkan dalam bentuk marahan, putus dan perkataan kotor lainnya. Sehingga seseorang di anggap bucin ketika dia menganggap itu suatu sikap kepedulian tapi tidak lain hanya suatu perbudakan yang tidak harus terjadi dalam pacaran.
Peran Masyarakat dalam implementasi Budaya Tradisi Sedekah Bumi pada Generasi Muda di Desa Jenengan Kabupaten Grobogan Aulia, Dinia; Ussolihah, Anisa; Miftah M.Nur, Dany
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1229

Abstract

Sedekah bumi merupakan suatu ritual keagamaan yang dilakukan dalam agama islam sebagai bentuk rasa syukur terhadap bumi yang telah memberikan rezeki dari berbagai hasil bumi, yang mana tradisi ini masih tetap ada dan dilestarikan hingga saat ini. Sedekah bumi merupakan sebuah tradisi yang masih dilestarikan di Dusun Taban, dimana pelaksanaan upacara tersebut dilaksanakan satu kali dalam setahun dan harus diteruskan kepada generasi muda. Hal ini dilakukan karena terdapat nilai-nilai luhur pada upacara sedekah bumi di Dusun Taban. Tujuan dari pewarisan tradisi ini adalah agar generasi muda di Dusun Taban dapat menanamkan dan melestarikan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaiamana cara dan proses meariskan nilai nilai sedekah bumi yang ada di Taban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tokoh masyarakat sekitar dusun taban yang dapat dipercaya dan memiliki pengetahuan tentang masalah yang akan diteliti. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi
KURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA SECARA MANDIRI Zulia Kharissatul Zumna; Fauzi Fauzi; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1235

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk seiring dengan peningkatan aktivitas perkotaan menjadi penyebab meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Rumah tangga merupakan penghasil sampah/sampah dengan jumlah terkecil, dilihat dari daerah ke daerah dengan volume yang dihasilkan. Sampah rumah tangga sering kali mencakup sampah organik, anorganik, dan berbahaya. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Maka dari itu dalam penelitian ini penulis ingin mengkajian mengenai pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri, sebagai sebuah upaya untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah terkait dengan jumlah sampah yang semakin meningkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif analitik dikarenakan judul yang diangkat penulis mengkaji secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan objek penelitian, menganalisis permasalahan serta mencari alternatif pemecahan masalah, yaitu memberikan deskripsi upaya mengurangi pencemaran lingkungan dengan pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri.
MAKNA TRADISI “MAPPACCING’ ADAT BUGIS Chaerunnufus Chaerunnufus; Akhiruddin Akhiruddin; Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh.Reski Salemuddin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan  yang terkandung dalam tradisi  Mappaccing pada adat bugis Sinjai khususnya Desa Panaikang Kecamatan Sinjai Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori Interaksi Simbolik melalui pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan memilih informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terhadap data yang diperoleh selanjutnya diuji keabsahan datanya dengan cara Credibility, Transferbility, Dependability, Confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makna Tradisi Mapacing Adat Bugis Sinjai Desa Panaikang dimulai dari Mappanre Temme (Khataman Al-Qur’an), Mabbarazanji (Pembacaan Barazanji) dan Mappaccing, memiliki makna yang terkandung sendiri di setiap tahapan prosesnya. Selain itu, simbol-simbol yang terkandung dalam prosesi perkawinan adat Bugis Sinjai Desa Panaikang yaitu baik yang tersirat lewat tahapan pelaksanaannya, maupun lewat perangkat-perangkat kelengkapannya, menggambarkan betapa tingginya nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur kita yang tentunya harus tetap dijunjung tinggi dan tetap dilestarikan.
ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE BAGI PIHAK KONSUMEN DAN PENJUAL Sutrisno, Sutrisno
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.1392

Abstract

Penelitiandengan metode yuridisnormativeyang bertujuan untukmenganalisis terjadinya kesepakatan dan per- tanggungjawaban pihak penjual dalam perjanjian jual beli secara online. Hasil penelitian bahwa kesepakatan transaksi jual beli, meskipun secara online, berdasarkan UU ITE dan PP PSTE tetap diakui sebagai transaksi elektronik yang sah dan mengikat kedua pihak. Persetujuan para pihak ditandai dengan cara melakukan “klik“ persetujuan atas transaksi sebagai tanda “penerimaan“ yang menyatakan adanya kesepakatan. Hal tersebut didahului pernyataan persetujuan atas syarat dan ketentuan jual beli secara online. Sebagai Kontrak Elektronik menurut Pasal 47 ayat (2) PP Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) dianggap sah sebagaimana ketentuan Pasal 1320 dan1337 KUHPerdata dan Pasal 1338 KUHPerdata sebagai “asas kebebasan berkontrak”. Sesuai Pasal 4 UU Perlindungan Konsumen, hak konsumen adalah hak atas kenyamanan, keamanan, keselamatan dalam mengkonsumsi barang atau jasa; hakuntuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang atau jasa tersebutsesuai dengan kondisisertajaminanyang dijanjikan. Penjualsesuai Pasal 7 UU PK adalah:beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya; memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan; mem- perlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
Konflik Sosial Antara Masyarakat Wae Sanodan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Studi Kontradiksi PT. Geo Dipa Energi Tambang Panas Bumi Geothermal ) Rivaldus Agung; Abdul Malik Iskandar; Sriwahyuni Sriwahyuni; Kasman Sinring
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i1.1442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latarbelakang terjadinya konflik sosial antara masyarakat Wae Sano dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. (2) Bentuk-bentuk konflik sosial antara Masyarakat Wae Sano dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Dalam penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, dengan mengunakan teknik purposive sampling. Informan yang di pilih dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Wae Sano. Pengumpulan data di lakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di peroleh melalui tiga  tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian: (1) latarbelakang terjadinya konflik sosial antara masyarakat Wae Sano dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat  adalah pada saat perencanan pembanguan proyek geothermal di wilayah Wae Sano dalam hal, masyarakat wae sano sepakat untuk tidak memberikan  izin kepada pihak pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan pihak PT. Geo Dipa untuk Pembangunan proyek geothermal, agar satu kesatuan tidak terganggu dengan perencanan Pembangunan geothermal. (2) Bentuk-bentuk konflik sosial yang terjadi antara masyarakat Wae Sano dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur di mana adanya tindakan intimidasi, masyarakat Wae Sano sering mengalami yang dilakukan oleh aparat keamanan dengan membawa senjata laras Panjang dan masyarakat wae sano juga sering mengalami bersentuhan fisik pada saat melakukan aksi protes penolakan Pembangunan pryok geothermal.