ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles
443 Documents
KEHIDUPAN MARTAROMBO PADA MAHASISWA BATAK TOBA DI UNIVERSITAS RIAU
Putri Sion Siregar;
Ashaluddin Jalil
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1118
Penelitian ini dilakukan di Universitas Riau, yang bertujuan untuk mengetahui hal yang melatarbelakangi mahasiswa suku Batak Toba di Universitas Riau menerapkan tradisi kekerabatan martarombo serta mendeskripsikan penerapan tradisi martarombo sebagai bentuk interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat suku Batak Toba khususnya bagi mahasiswa suku Batak Toba di Universitas Riau. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam analisis observasi penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai terjalinnya tradisi martarombo ditentukan oleh adanya tindakan sosial dan penerapannya sebagai bagian dari proses interaksi sosial. Berdasarkan temuan dari penelitian menunjukkan bahwa yang melatarbelakangi mahasiswasuku Batak Toba Universitas Riau melakukan tradisi martarombo yakni karena timbulnya ikatan batin yang murni diantara sesama mahasiswa Batak Toba di UNRI atau yang dikenal dalam sosiologi yaitu bentuk gemeinschaft (paguyuban) mereka melakukannya karena didasari oleh keinginan untuk mencari dan menjalin ikatan kekerabatan dengan sesama mahasiswa Batak Toba lainnya yang berada di UNRI sehingga hasil dari telah melakukan tradisi martarombo ini adalah timbulnya kedekatan dan keakraban diantara mereka untuk saling membantu dan menjaga satu sama lain layaknya seperti saudara kandung. Tradisi martarombo yang masih dilakukan oleh alumni mahasiswa Batak Toba Universitas Riau juga menjadi wujud tindakan nyata terjalinnya tradisi martarombo sebagai bagian dari tindakan tradisional karena memilki makna yang positif bagi masyarakat Batak Toba antara lain untuk membentuk kepedulian dan solidaritas sosial di dalam kehidupan mahasiswa Batak Toba di Universitas Riau.
IKATAN SOSIAL PUNGUAN MAHASISWA SUKU BATAK TOBA DI PEKANBARU
Yoan S Lumban Gaol;
Ashaluddin Jalil
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1123
Dewasa ini, fenomena masyarakat membentuk asosiasi etnis di kalangan mahasiswa menjadi sorotan penting dalam studi sosial dan budaya. Mahasiswa suku Batak Toba berupaya membentuk sebuah asosiasi guna mencari teman satu marganya di perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dasar-dasar mahasiswa Batak membentuk punguan di Pekanbaru serta makna yang didapatkan oleh anggota punguan dalam partisipasinya ketika mengikuti punguan tersebut. Subjek pada penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan penulis sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori ikatan sosial dari Travis hirschi. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah mahasiswa membentuk punguan marga di pekanbaru demi menjaga etnisitas agar tidak hilang. Faktor-faktor akan kebutuhan identitas etnis, dukungan sosial dari sekitar dan sadar akan pelestarian budaya juga merupakan alasan dalam pembentukan punguan mahasiswa berdasarkan marga di Pekanbaru. Kekompakan etnik juga menjaga kesatuan, kelekatan dan ikatan bagi masing-masing anggota punguan. Selain itu, punguan marga juga menghasilkan makna yang bervariasi bagi anggotanya, mulai dari pengetahuan akan partuturan marganya sendiri, mendapatkan dukungan dalam berbagai aspek kehidupan dan menambah jaring pertemanan di perantauan. kesimpulan dari penelitian ini yaitu dasar mahasiswa suku Batak Toba membentuk punguan melokal yaitu agar ikatan persaudaraan sesama marga tetap kuat dan untuk menghindari perkawinan satu marga. Adapun makna yang dihasilkan mahasiswa mengikuti punguan marga adalah tradisi-tradisi dari suku Batak tetap dilestarikan supaya tidak terkikis oleh zaman modern. Kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan dalam punguan juga membuat ikatan masing-masing anggota semakin erat.
Dampak Keberadaan Objek Wisata Candi Sukuh Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Berjo Kabupaten Karanganyar
Dany Miftah M. Nur;
Muhammad Jodi Prasetiyo;
Risma Amalia
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1138
Indonesia adalah negara yang terdapat banyak candi dari candi Budhha maupun Hindu salah satunya yaitu Candi Sukuh. Objek wisata Candi Sukuh ini terletak di Kabupaten Karanganyar, Candi sukuh ini menjadi obyek wisata dan tempat peribadatan bagi agama Hindu yang ada di karanganyar bahkan juga banyak orang yang hidupnya bergantung pada wisatawan Candi Sukuh terutama warga desa berjo, kehidupan sosial ekonomi warga desa berjo tak lepas dari adanya tempat wisata Candi Sukuh yang mana mereka berprofesi menjadi pedagang maupun tukang ojek di sekitar wisata Candi Sukuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembangunan Candi Sukuh dalam bidang sosial ekonomi masyarakat Desa Berjo. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini fokus pada analisis data primer dan data sekunder. Data primer mencakup informasi yang diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan biro pariwisata, pengelola Candi Sukuh, dan masyarakat sekitar Candi Sukuh. Menurut hasil penelitian, sebelum Candi Sukuh menjadi objek wisata sejarah, masyarakat sekitar umumnya bermata pencaharian agraris, dan taraf hidup sosial ekonomi relatif rendah. Namun setelah Candi Sukuh menjadi objek wisata, kehidupan sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan besar, khususnya di Desa Berjo, dengan peningkatan pendapatan dan potensi desa yang lebih baik. Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan objek wisata Candi Sukuh berujung kekecewaan, Khususnya distribusi pembangunan yang tidak merata. Pemeliharaan jalan merupakan hal yang penting dan perlu mendapat perhatian pemerintah untuk memudahkan wisatawan mengunjungi objek wisata tersebut.
NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI BULUSAN DI DESA HADIPOLO SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS
Suryaningsih, Putri;
Meila Rizqina, Yusrotin;
Miftah M. Nur, Dany
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1140
Kearifan lokal merupakan suatu bentuk identitas suatu daerah dengan berbagai budaya maupun adat yang dikembangkan serta dipertahankan eksistensinya. Sehingga eksistensi tersebut menjadikan unsur pembeda dari budaya maupun kearifan local daerah lainnya. Tradisi bulusan merupakan salah satu kearifan lokal yang terdapat di Kabupaten Kudus lebih tepatnya didesa Hadipolo, dalam tradisi bulusan ini mengandung makna maupun filosofi didalamnya. Tidak hanya itu, tradisi bulusan ini memiliki latar belakang cerita sejarah serta memiliki kaitan mengenai religiusitas. Tradisi bulusan ini dilaksanakan pada 7 syawal setelah lebaran Hari Raya Idul Fitri, sehingga antusiasme masyarakat dalam tradisi bulusan ini sangat tinggi hal tersebut disebabkan nilai-nilai tradisi yang terdapat didalam tradisi bulusan ini sangat bervariatif salah satunya nilai pendidikan karakter, sehingga nilai pendidikan karakter sangat dominan mudah terpengaruh dalam sosial kemasyarakatan hingga dapat dijadikan dalam sumber belajar IPS.
ANALISIS DAMPAK USAHA PEMBUATAN GENTENG TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA NGEMBALREJO
Millatul Lailiyah;
Febrina Nur Hikmah;
Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1141
Penelitian ini dilatar belakangi kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat ngembalrejo yang terganggu akibat adanya industri pembuatan genteng dengan lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Pembuatan genteng tersebut berada pada lokasi desa Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Sehingga kawasan Ngembalrejo memang terkenal sebagai daerah industry pembuatan genteng. Dengan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui hingga bahan untuk pembakaran pembuatan genteng akhirnya muncul berbagai dampak yang mempengaruhi masyarakat sekitar Kawasan desa Ngembalrejo. Munculnya dampak tersebut disebabkan dari factor bahan pembakaran tebu dan sampah plastik limbah dari PT. Pura, sehingga dapat menciptakan resiko dan dampak bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Sehingga dalam penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang terjadi yang disebabkan adanya industri pembuatan genteng desa Ngembalrejo. Dengan menggunakan teknik wawancara dengan Ibu Imro’atul Nasihah sebagai pengusaha industri pembuatan genteng serta wawancara penduduk sekitar hingga penduduk kos dan observasi atau pengamatan pada lokasi yang terdampak hingga lokasi pembuatan genteng, dengan Teknik tersebut kami mengumpulkan data dengan semaksimal mungkin.
PELAKSANAAN FUNGSI KELUARGA DI KELURAHAN BALIK ALAM KECAMATAN MANDAU
Rahma Yuli Suciya;
Teguh Widodo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1144
Penelitian pelaksanaan fungsi keluarga di Kelurahan Balik Alam Kecamatan Mandau (studi kasus single parent pekerja sektor informal) dilakukan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan ibu single parent dalam menjalankan fungsi keluarga dan untuk mengetahui hambatan ibu single parent dalam menjalankan fungsi keluarga oleh single parent pekerja sektor informal. Fungsi keluarga dilaksanakan dalam keluarga agar dapat menciptakan keluarga yang harmonis dan ideal. Dalam menentukan subjek penelitian dengan menggunakan kriteria yang ditentukan peneliti atau disebut dengan Teknik purposive. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian ku alitatif deskriptif dan terdapat 5 informan yaitu single parent pekerja sektor informal. Penelitian ini membahas 6 fungsi keluarga yang dilaksanakan oleh single parent pekerja sektor informal, yakni fungsi sosialisasi, afeksi, edukasi, religi, proteksi, dan ekonomi. Hasil yang diperoleh berdasarkanpenelitian adalah single parent pekerja sektor informal melakukan berbagai macam upaya dalam melaksanakan fungsi keluarga. Namun beberapa fungsi keluarga yang dilaksanakan oleh single parent pekerja sektor informal tidak dilaksanakan dengan maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh hambatan yang mereka miliki dalam kehidupan sehari-hari.
FUNGSI TRADISI TOR-TOR DAN STATUS SOSIAL DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK MANDAILING DI KABUPATEN PADANG LAWAS
Suaidah Mawaddah Harahap;
Syamsul Bahri
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1145
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam Tradisi Tor-tor, fungsi dan status sosial yang melekat dalam pernikahan Adat Batak Mandailing di Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara. Metode yangdigunakan adalah metode kualitatifdeskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknikobservasi, wawancara mendalam dandokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses Tradisi Tor-tor pada acara penikahan Batak Mandailing di Kabupaten Padang Lawas ada beberapa tahap yaitu, Pokat menek/Tahi sapanggodangan (musyawarah pihak keluarga dan kerabat terdekat), Pokat godang/Tahi marhuta (musyawarah satu Desa/kampung), Mangalo-alo Mora (menyambut tamu terhormat dan tamu Raja-raja), Sidang adat/Maralok-alok (lanjutan dari acara mangalo-alo mora), Tor-tor suhut kahanggi, Tor-tor anakBoru, Tor-tor Mora Harajaon, Tor-tor darahBujing dan Tor-tor pengantin. Fungsi tradisi Tor-tor dilihat dari penyembelihan hewan dan patuaekkon, berfungsi untuk para pengantin karena pada saat itu pengantin memperoleh gelar adat yang diberikan oleh Harajaon, bentuk dari penampilan Tor-tor lain juga memiliki banyak fungsi diantaranya berfungsi untuk mengetahui tutur/etika dilingkungan masyarakat dan Tor-tor darah Bujing berfungsi untuk menandakan bahwa masih ada penerus di Desa tersebut. Status sosial yang melekat dalam proses tradisi Tor-tor, yaitu masyarakat yang tidak memiliki nama yang di kobar adat dan sedang berstatus janda dengan kasus cerai hidup maka dia dilarang untuk masuk ke Galanggang Siriaon sebagai Panortor.
Eksistensi Penghayat Kepercayaan Sapta Darma Di Desa Mayong Lor kabupaten Jepara
Naily Avida Defiana;
Rindang Viqriani;
Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1146
Agama yang diakui di Indonesia hanyalah Islam, Budha, Hindu, Konghucu, Katolik, Protestan, dan Hindu, menurut Undang-Undang Nomor 1 PNPS Tahun 1965. Kebijakan-kebijakan tersebut mempunyai dampak yang sangat merugikan bagi penghayat kepercayaan salah satunya Sapta Darma. Namun penghayar Sapta Darma di Desa mayong Lor tetap eksis sampai sekarang. Tujuan penelitian ini yaitu menelusuri alasan mengapa Sapta Darma di Desa Mayong Lor tetap eksis sampa sekarang dan bagaimana interaksi antara warga muslim sekitar dengan penghayat kepercayaan Sapta Darma. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Metodologi studi kasus dikombinasikan dengan penelitian kualitatif deskriptif.Peneliti menggunakan penelitian literatur, wawancara, dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Lokasi penelitian yaitu di Sanggar Sapta Darma di Kecamatan Mayong Lor Kabupaten Jepara. Wawancara dilakukan dengan ketua sanggar Sapta Darma Mayong Lor. Berdasarkan hasil penelitian kepercayaan Sapta Darma masih eksis dikarenakan mereka melakukan agenda pembinaan rutin, ikut berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di desa, dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Kepemimpinan Dilihat dari Perspektif Psikologi : Literatur Review
Halimatus Sa’diyah;
Rika Putri Sholiha;
Mu'alimin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1150
Seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik akan mampu memeksimalkan kinerjanya sehingga dapat terwujudnya cita-cita yang diinginkan. Kepemimpinan dalam prespektif psikologi membahas mengenai kepribadian pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kepribadian pemimpin beradaskan prespektif psikologi meliputi model kepemimpinan yang diterapkan mempengaruhi keberhasilan dalam memimpin. Teori kepemimpinan yang meliputi grand theory, perilaku kepemimpinan dalam berorganisasi. Hasil kajian literature ini diharapkan mampu dijadikan kajian ataupun informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar teoritis penelitian selanjutnya dalam kepimpinan dilihat berdasarkan aspek psikologis. Kepemimpinan aspek psikologisnya mengarah pada bagaimana seorang pemimpin mampu menjadi teladan bagi bawahannya, sehingga apa yang dia inginkan (dalam konteks organisasi) diikuti, segala yang diperintahkan dilakukan sebaik mungkin, dan apa-apa yang dilarang dipatuhi untuk dijauhi. Keteladanan terwujud karena ia memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yang tidak dimiliki oleh bawahannya. Pemimpin diharapkan mengimplementasi teori kepemimpinan yang baik sehingga dapat terwujud cita-cita yang diinginkan.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Barikan Di Desa Sitirejo Tambakromo Pati
Mohammad Ilham Zaki Zakaria;
Irfan Fathoni;
Dany Miftah M Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/arima.v1i4.1151
Kearifan lokal merupakan fenomena yang luas dan komprehensif, kearifan lokal diartikan sebagai dalam kebudayaan tradisional suku ras bangsa yang salah satunya yaitu tradisi barikan, Tradisi barikan Barikan merupakan tradisi atau ritual selametan yang dilakukan oleh penduduk desa untuk memeringati tahun baru islam dan untuk meminta keselamatan kepada Tuhan agar masyarakat terhindar dari bala'. Di desa Sitirejo Upacara tradisi barikan ini dilaksanakan pada satu Sura dalam perhitungan penanggalan Jawa atau satu Muharam di penanggalan Islam, Makanan yang wajib ada pada upacara tradisi barikan ini yaitu ayam ingkung, Bubur merah, Dan jajanan ringan yang mana itu melambangkan rasa syukur masyarakat sitirejo atas nikmat rezeki yang telah diberikan, Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam tradisi barikan didesa sitirejo yaitu: nilai religius, nilai sosial,nilai kedisiplinan, dan nilai santun. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif. Agar nantinya penelitian ini diharapkan mampu mendeskriptifkan secara lebih rinci mengenai tradisi barikan yang ada di desa Sitirejo. Barikan merupakan tradisi atau ritual selametan yang dilakukan penduduk desa untuk meminta keselamatan kepada Tuhan agar terhindar dari bala' (ujian, bencana atau kemalangan).