cover
Contact Name
Technical Support
Contact Email
jurnalpjpi.lapad@gmail.com
Phone
+6283193714008
Journal Mail Official
jurnal.pjpi@lapad.id
Editorial Address
Jl. Tj.Majid Jl. Tj. Barangan, Bukit Baru, Kec. Ilir Barat. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30153
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
ISSN : 29869439     EISSN : 29869528     DOI : -
Core Subject : Education,
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Secara khusus tema yang di membahas tentang : Pembelajaran Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Learning), Manajemen Pendidikan Islam dan Umum (Management of Islamic and General Education), Teknologi Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Technology), Inovasi Pendidikan Islam dan Umum (Innovation in Islamic and General Education), Strategi Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Strategy), Kurikulum Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Curriculum), Tokoh-Tokoh Pendidikan Islam dan Umum (Figures of Islamic and General Education), Al Quran dan Hadis terkait Pendidikan Islam dan Pendidikan Umum (Al Quran and Hadith related to Islamic Education and General Education), Pendidikan Karakter dan Usia Dini (Character Education and Early Age), Pendidikan Luar Biasa Lainnya (Bencana, Kemasyarakatan, Anti Korupsi, Bela Negara, dll)
Articles 258 Documents
Implementasi Model MENARA Dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah, Kerja Sama, dan Komunikasi Hikmah Hayati; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan pemecahan masalah, keterampilan kerja sama, dan keterampilan komunikasi melalui penerapan model MENARA pada murid kelas IV SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 9 orang murid kelas IV SDN Kuin Selatan 5 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah murid meningkat hingga mencapai kriteria sangat terampil sebesar 88,89%, keterampilan kerja sama mencapai 88,89% dengan kriteria sangat terampil, dan keterampilan komunikasi mencapai 88,89% dengan kriteria sangat terampil. Dengan demikian, penerapan model MENARA terbukti dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, kerja sama, dan komunikasi pada murid kelas IV sekolah dasar.
Integrating Eco-ELT in ESP to Foster Green Communication Competence: Evidence from Indonesian Polytechnic Dian Heriani; Evi Agustina Sari; Trisna Hidayati
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1852

Abstract

Vocational higher education is increasingly expected to prepare graduates who possess not only profession-oriented English proficiency but also the ability to communicate responsibly about sustainability issues. Despite growing interest in Ecological English Language Teaching (Eco-ELT), its integration into English for Specific Purposes (ESP) within polytechnic education remains underexplored. This study investigates how Eco-ELT can be integrated into ESP to foster Green Communication Competence, drawing evidence from polytechnic institutions in Indonesia and China. Employing a mixed-methods design, data were collected through questionnaires and semi-structured interviews involving ESP lecturers from both institutions. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were examined using thematic analysis to identify pedagogical practices, institutional support, implementation challenges, and strategies for integrating sustainability into ESP instruction. The findings reveal that lecturers across both institutions demonstrate positive attitudes toward embedding sustainability into ESP learning. However, successful implementation depends on teacher readiness, institutional commitment, curriculum support, the availability of sustainability-oriented teaching materials, and collaboration with industry partners. Evidence from the two polytechnic contexts suggests that Eco-ELT strengthens Green Communication Competence by connecting language learning with authentic environmental and professional communication tasks. The study concludes that Eco-ELT provides a practical pedagogical framework for transforming ESP instruction in vocational higher education and contributes to preparing environmentally responsible graduates capable of participating in sustainable professional practices.
Self-Efficacy Matematis Mahasiswa dalam Penggunaan Artificial Intelligence pada Pembelajaran Matematika Rabiatul Aeprilia Nuraisyah; Dearezha Priska; Suci Yuniati
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat self-efficacy matematis mahasiswa dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif terhadap 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-efficacy matematis dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy matematis mahasiswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 63,53. Sebanyak 60,00% mahasiswa berada pada kategori sedang dan 40,00% berada pada kategori tinggi, sedangkan tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori rendah maupun sangat rendah. Indikator dengan persentase tertinggi adalah ketangguhan menghadapi kesulitan selama penggunaan AI, sedangkan persentase terendah terdapat pada keberanian mengambil keputusan dalam penggunaan AI sebagai sumber belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa AI dapat mendukung pembelajaran matematika, namun penggunaannya tetap perlu disertai kemampuan mengevaluasi informasi agar tidak mengurangi kemandirian belajar.
Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Perspektif Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah M. Balia Malkan; Maya Safitri
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran Discovery Learning sebagai salah satu pendekatan pembelajaran aktif yang relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Pembelajaran penemuan (Discovery Learning) merupakan model yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep dan prinsip pengetahuan secara mandiri. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber referensi terkait model Discovery Learning, mulai dari konsep dasar, sintaks, kelebihan dan kekurangan, hingga implementasinya di lingkungan madrasah. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian belajar peserta didik. Selain itu, model ini sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam yang mendorong umatnya untuk senantiasa iqra' (membaca) dan tafakur (berpikir mendalam) atas berbagai fenomena alam dan kehidupan. Implementasi Discovery Learning di madrasah memerlukan persiapan yang matang dari guru, ketersediaan sumber belajar yang memadai, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pembelajaran di lembaga pendidikan Islam.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi dan Kerjasama Siswa Muatan IPAS Kelas V Menggunakan Model Pembelajaran Bungas Berbasis Culturally Responsive Teaching di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin Wina Norjannah; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1857

Abstract

Pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka diarahkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama sebagai kompetensi abad ke-21. Namun, hasil observasi di kelas V SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin menunjukkan bahwa aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 16 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skor, persentase, dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat hingga mencapai kategori sangat baik, sedangkan aktivitas siswa meningkat menjadi 81% pada pertemuan ketiga. Penerapan model BUNGAS berbasis CRT juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama siswa yang ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, berdiskusi, bekerja sama, dan menyusun kesimpulan. Peningkatan kualitas proses pembelajaran berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa pada ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Temuan ini menunjukkan bahwa model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna sehingga efektif meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Analisis Pengembangan Media Ajar Inovatif Berbasis Artificial Intelegence : Dampaknya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Anisa Solehah Nurwendah; Kiki Zakiah Khairany; Najma Nafisatul Ma’arifah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1858

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang baru dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan media ajar inovatif berbasis AI menggunakan Canva AI serta dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian mengadapatsi model pengembangan ADDIE. Uji coba dilakukan pada 50 siswa yang terdiri atas 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket motivasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki nilai N-Gain sebesar 0,55, sedangkan kelas kontrol dengan nilai N-Gain sebesar 0,13. Pada aspek hasil belajar, siswa kelas eksperimen memiliki nilai N-Gain sebesar 0,401, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai N-Gain sebesar 0,376. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan peningkatan motivasi dan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen (p < 0,05).
Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Kolaborasi dalam Matematika Menggunakan Model BATUAH di Sekolah Dasar Dewi Kurniawati; Akhmad Riandy Agusta
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1859

Abstract

Penelitian ini membahas masalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama tim siswa, yang disebabkan oleh kurangnya variasi dalam pendekatan pengajaran dan model pembelajaran yang bersifat abstrak dan pasif. Masalah-masalah tersebut diatasi dengan menggunakan paradigma BATUAH. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mendorong pengembangan kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama tim. Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, sebanyak enam belas siswa kelas tiga dari SDN Sungai Jingah 1 turut berpartisipasi. Pendekatan campuran (mixed-methods) digunakan, yang menggabungkan teknik kuantitatif dan kualitatif. Demikian pula, keterampilan berkolaborasi meningkat dari 0% (yang disebut sebagai “cukup terampil”) menjadi 81% (yang disebut sebagai “sangat terampil”). Hasilnya, keterampilan memecahkan masalah dan kerja sama tim dapat ditingkatkan melalui pembelajaran tentang pengukuran panjang dan berat menggunakan model BATUAH. Pendekatan lain dalam mengajarkan pengukuran berat dan panjang adalah paradigma BATUAH.
Implementasi Model PRATAMA Dalam Meningkatkan Motivasi, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Pemecahan Masalah Siswa SD Norhayati Norhayati; Wahdah Refia Rafianti
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1861

Abstract

Rendahnya motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran Matematika menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan aktivitas siswa, motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa melalui penerapan Model PRATAMA. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 14 siswa kelas IV SDN Antasan Kecil Timur 4 Banjarmasin Tahun Ajaran 2025/2026. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat dari 75% menjadi 100%, aktivitas siswa dari 50% menjadi 93%, motivasi belajar dari 43% menjadi 93%, keterampilan berpikir kritis dari 21% menjadi 86%, keterampilan pemecahan masalah dari 21% menjadi 86%, serta ketuntasan hasil belajar mencapai 100% pada aspek kognitif dan afektif, serta 93% pada aspek psikomotorik. Temuan ini menunjukkan bahwa Model PRATAMA efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran Matematika serta berpotensi menjadi alternatif pembelajaran inovatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa di sekolah dasar.
Penerapan Sistem Penatausahaan untuk Meningkatkan Akuntabilitas Keuangan di Sektor Pendidikan Elina Susanti; Nur Baety Habibah Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1862

Abstract

Peningkatan akuntabilitas keuangan di sektor pendidikan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan transparansi dan efisiensi penggunaan dana yang semakin signifikan setiap tahunnya. Penulis ini membahas penerapan sistem penatausahaan sebagai upaya mendukung pengelolaan keuangan yang akuntabel, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, pelaporan, dan pengawasan keuangan di lembaga pendidikan. Penerapan teknologi informasi, seperti sistem akuntansi berbasis digital, menjadi elemen penting untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan transaksi keuangan, sekaligus mempermudah proses audit dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan untuk mengidentifikasi berbagai praktik dan konsep terkait penatausahaan keuangan yang dapat meningkatkan akuntabilitas lembaga pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem penatausahaan yang terintegrasi tidak hanya mendukung transparansi dan akuntabilitas tetapi juga meminimalkan risiko penyalahgunaan dana, meningkatkan efisiensi alokasi anggaran, dan memperkuat kepercayaan publik. Dengan demikian, implementasi sistem penatausahaan yang efektif diharapkan dapat mendorong pengelolaan keuangan pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak positif pada kualitas pendidikan.
Evaluasi Kinerja (Performance Evaluation) Program Pembelajaran PAI pada Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik Salimuddin Mu’min; Zulkifli Musthan
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan evaluasi kinerja dalam program pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mencakup tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta mengidentifikasi tantangan sekalian solusi praktis implementasinya di lapangan sekolah. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif-analitis dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap berbagai jurnal ilmiah bereputasi, buku evaluasi pendidikan, dan dokumen kurikulum terkait, yang kemudian dianalisis secara tajam menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi keberhasilan program PAI tidak boleh hanya mengandalkan nilai ujian kognitif semata. Ranah kognitif harus didorong hingga tingkat analisis dan evaluasi menggunakan instrumen berbasis HOTS. Ranah afektif dievaluasi melalui teknik triangulasi instrumen guna menghindari adanya manipulasi perilaku siswa. Ranah psikomotorik diukur lewat uji kinerja langsung yang terstruktur dengan rubrik penilaian analitis. Kajian ilmiah ini memetakan tiga hambatan utama di lapangan, yaitu keterbatasan waktu mengajar, subjektivitas penilaian sikap, dan sistem administrasi kurikulum yang berorientasi kognitif. Sebagai solusi alternatif, penelitian ini merekomendasikan penerapan model penilaian autentik secara berimbang dan berkelanjutan melalui pemanfaatan e-jurnal ibadah harian serta pengoptimalan fasilitas laboratorium ibadah. Keberhasilan hakiki dari program PAI diukur dari sejauh mana pengetahuan mampu mentransformasikan karakter dan praktik peribadatan nyata siswa sehari-hari.