cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
tarmijisir@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
ami@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AMI
ISSN : -     EISSN : 30467586     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset aims to publish and disseminate original works and current issues regarding the subject of research and studies in the fields of: 1. Teacher professionalism in Islamic Basic Education 2. Development and Design of Islamic Basic Education Learning 3. Application and development of the field of study or subject matter of Islamic Basic Education 4. Models, Strategies and Learning Methods for Islamic Basic Education 5. Basic education management in Islamic Basic Education 6. Use of Media and Technology in Islamic Basic Education 7. Wahdatul Ulum-based integration in Islamic Basic Education 8. Psychology of Islamic Basic Education Learning 9. Philosophy of Islamic Basic Education 10. Islamic Basic Education Policy
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol 4, no 1 (2026)" : 12 Documents clear
Peran Guru di Sekolah dan di Masyarakat Ahmad Rifandi Lubis; Mariadina Siahaan; Nurmala Br. Saragih; Khairun Nisa
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan elemen fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, peran guru semakin kompleks karena tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, mengintegrasikan teknologi pembelajaran, dan menjadi tokoh moral di masyarakat. Meskipun memiliki peran vital, guru menghadapi berbagai tantangan kompleks yang memerlukan perhatian serius dari pemangku kepentingan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru di sekolah dan masyarakat serta mengkaji tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelaahan literatur relevan meliputi buku sosiologi pendidikan, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan nasional. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki enam peran utama di sekolah yaitu sebagai pendidik, pengajar, fasilitator, motivator, evaluator, dan pembimbing. Di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat, penemu masyarakat, dan agen masyarakat yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan pemerintah. Tantangan yang dihadapi meliputi perubahan kurikulum, adaptasi teknologi digital, kesenjangan aksesibilitas, beban psikologis dan sosial, serta keterbatasan kompetensi dan sumber daya dalam pendidikan inklusi. Profesionalisme dan dedikasi guru dalam menjalankan perannya menjadi kunci keberhasilan pendidikan nasional.
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Digital Untuk Meningkatkan Efektifitas Proses Pembelajaran Nur Nilam Sari; Nazwa Rahmadani Siregar; Dinda Widia Ningsih; Zunidar Zunidar
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis multimedia digital guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Pengembangan model dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media digital, seperti teks, gambar, audio, dan video, untuk mendukung penyampaian materi secara lebih menarik dan interaktif. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) melalui tahap analisis, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis multimedia digital layak digunakan dan mampu meningkatkan partisipasi, pemahaman, serta hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Problematika Kurikulum Integritas dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Cabang Lirboyo Fauzan Fauzan; Zakariyah Zakariyah; Ashari Ashari
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan integritas peserta didik. Namun demikian, implementasi kurikulum integritas pada lembaga pendidikan Islam masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyyah berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kurikulum integritas, problematika implementasinya, serta hasil pembinaan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Cabang Lirboyo Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum integritas diterapkan melalui integrasi nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan amanah dalam pembelajaran PAI serta budaya pesantren. Problematika yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan karakter, minimnya media pembelajaran berbasis integritas, kurang optimalnya sinergi dengan orang tua, serta keterbatasan waktu akibat tuntutan kurikulum nasional. Adapun hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan karakter religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku jujur peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kurikulum integritas memerlukan kolaborasi antara sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Strategi Pengembangan Kurikulum dalam Meningkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar Nabilah Ramadhani Rambe; Naysilla Ramadhani Lubis; Alya Miranti; Khairunnisa Lubis
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kurikulum untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar. Literasi adalah kompetensi fundamental yang mencakup kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka, menganalisis berbagai artikel jurnal, kebijakan pendidikan, dan temuan penelitian yang berkaitan dengan implementasi kurikulum di sekolah dasar. Teknik analisis data meliputi reduksi data, kategorisasi tema, dan kesimpulan deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kurikulum untuk meningkatkan literasi siswa sekolah dasar diimplementasikan melalui beberapa pendekatan utama: mengintegrasikan literasi ke dalam semua mata pelajaran, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, memperkuat budaya literasi sekolah melalui kegiatan membaca rutin, dan mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Lebih lanjut, implementasi Kurikulum Independen memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual dan berpusat pada siswa. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam penguatan literasi, kurangnya fasilitas pendukung, dan kesenjangan implementasi di berbagai sekolah. Oleh karena itu, dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan penguatan kapasitas pendidik diperlukan agar pengembangan kurikulum dapat berjalan optimal dalam meningkatkan literasi siswa sekolah dasar.
Pengaruh Game Interaktif Wordwall Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas III SD Ahkmad Fahmi; Muhammad Shubhi Alwahidi; Gandy Asmara; Ika Dian Rahmawati
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya capaian hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas rendah sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi pendekatan konvensional yang monoton dan bersifat teacher-centered. Kondisi ini memicu ketimpangan karena anak usia 8–9 tahun membutuhkan stimulasi visual konkret untuk memahami materi kebahasaan yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara objektif pengaruh penggunaan game interaktif Wordwall terhadap peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas tiga sekolah dasar. Riset kuantitatif eksperimen ini menerapkan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design pada sampel jenuh yang terdiri dari 30 peserta didik kelas III SDN 2 Keleyan. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes objektif pilihan ganda yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan statistik inferensial berbantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan lonjakan performa akademik klasikal yang mencolok, di mana nilai rata-rata siswa meningkat pesat dari 56,33 saat pre-test menjadi 82,17 saat post-test. Secara inferensial, hasil uji hipotesis melalui Paired Samples T-Test memperoleh nilai t-hitung sebesar 19,42 yang lebih besar dari t-tabel (2,045) dengan nilai signifikansi mutlak 0,000 (< 0,05). Kesimpulannya, penggunaan media interaktif Wordwall berpengaruh secara signifikan dalam mendongkrak hasil belajar kognitif siswa. Aspek gamifikasi pada platform ini efektif mereduksi kecemasan belajar, meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, mengeliminasi kejenuhan model konvensional, serta memperkuat retensi memori jangka panjang siswa sekolah dasar terhadap aturan kebahasaan.
Pemetaan Pendekatan Silo, Embedded, dan Integrated pada Pembelajaran STEM di Indonesia Miranda Puja Rakhmandani; Imam Sujarwo
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk memetakan tingkat keterpaduan pendekatan pembelajaran STEM di Indonesia berdasarkan kategori silo, embedded, dan integrated. Penelitian ini juga menganalisis keterpaduan STEM pada komponen pembelajaran yang meliputi model pembelajaran, bahan ajar, LKPD, dan asesmen. Metode penelitian yang digunakan mengacu pada PRISMA 2020 melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel. Data dianalisis secara kualitatif dengan teknik analisis tematik terhadap 29 artikel terpilih yang diperoleh dari berbagai database ilmiah dalam rentang tahun 2016 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEM di Indonesia didominasi oleh kategori embedded sebesar 72,41%, diikuti oleh integrated sebesar 24,14%, dan silo sebesar 3,45%. Pada analisis komponen pembelajaran, integrasi paling dominan terjadi pada model pembelajaran, sedangkan bahan ajar, media pembelajaran, dan asesmen masih menunjukkan tingkat integrasi yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi STEM di Indonesia masih berada pada tahap transisi menuju pembelajaran yang lebih terintegrasi secara menyeluruh.
Analisis Kesiapan Konselor Muda dalam Mengintegrasikan Budaya Digital Pada Layanan Bimbingan dan Konseling Muhammad Ikhwan Habibie; Asbi Asbi; Dika Madani; Khapi Yanti
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya digital yang semakin pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan konselor muda dalam mengintegrasikan budaya digital pada layanan Bimbingan dan Konseling. Kesiapan tersebut mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan layanan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor muda pada umumnya telah memiliki pemahaman dasar mengenai penggunaan teknologi digital, namun masih terdapat keterbatasan dalam penerapan secara optimal pada layanan BK, terutama dalam hal etika digital, pemanfaatan platform konseling daring, serta pengelolaan informasi konseli secara aman. Selain itu, dukungan institusi dan pelatihan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan konselor muda.
Peran Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Kegiatan Literasi Suwaibatul Sa’diah; Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan literasi dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan membaca, mencatat, dan mengelompokkan informasi dari berbagai sumber, sedangkan teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan. Kegiatan literasi juga berperan dalam memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membantu siswa dalam mengorganisasi ide secara sistematis. Selain itu, keberhasilan penerapan literasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti metode pembelajaran, lingkungan belajar, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.Dengan demikian, penerapan kegiatan literasi secara berkelanjutan dan terencana sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan keterampilan menulis siswa.
Analisis Cognitive Theory of Multimedia Learning oleh Mayer dalam Pengembangan Media Pembelajaran Digital Zunidar Zunidar; Zuhriyyatu Aqila; Sultan Salim; Nuraisyah Fitrah
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital semakin mendorong penggunaan multimedia dalam proses belajar, sehingga meningkatkan cara penyampaian materi pelajaran. Namun, penggunaan multimedia perlu disesuaikan dengan cara berpikir siswa agar bisa menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Artikel ini bertujuan untuk membahas Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) yang dikembangkan oleh Richard E. Mayer menjadi dasar pembuatan pembelajaran digital menggunakan media. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmu pengetahuan yang terkait dengan Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML). Penelitian ini menunjukkan pada tiga asumsi pokok, yaitu adanya beberapa saluran, batasan dalam kemampuan, dan proses yang dilakukan secara aktif. Selain itu, Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) memiliki beberapa prinsip desain multimedia, seperti prinsip multimedia, prinsip koherensi, prinsip kontinuitas, prinsip segmentasi, dan prinsip penandaan, yang membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Menerapkan prinsip-prinsip itu dalam media pembelajaran digital dapat membantu siswa lebih paham konsep, meningkatkan retensi, meningkatkan motivasi belajar, dan mencapai hasil belajar yang lebih baik. Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia memberikan kontribusi penting dalam menciptakan media pembelajaran efektif, interaktif, dan sesuai dengan cara berpikir serta proses kognitif siswa.
Analisis Kompetensi Profesional Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Cantika Cantika; Chana Ronada Silaban; Listhavia Febryana Simbolon; Ona Herpina Purba; Rike Elisabet Limbong
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi profesional guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses implementasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur. Narasumber adalah seorang guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 35 Medan dengan pengalaman mengajar enam tahun yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya membangun kompetensi profesionalnya secara aktif melalui penerapan pendekatan inovatif seperti project-based learning dan discovery learning, penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang diawali asesmen diagnostik, serta pengintegrasian nilai Profil Pelajar Pancasila secara natural dalam pembelajaran. Namun demikian, terdapat delapan kendala utama yang masih dihadapi, yaitu kesulitan adaptasi terhadap kurikulum baru, pelatihan yang belum berbasis praktik, kesulitan penyusunan Modul Ajar, hambatan penerapan pembelajaran berdiferensiasi, keterbatasan fasilitas inovatif, kesulitan menanamkan nilai Profil Pelajar Pancasila, beban administrasi yang tinggi, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Kendala yang paling dominan adalah beban administrasi yang berlebihan dan minimnya pelatihan berbasis praktik. Dukungan pemerintah berupa penyederhanaan administrasi, peningkatan kualitas pelatihan yang lebih kontekstual, dan penyediaan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi profesional guru secara optimal.

Page 1 of 2 | Total Record : 12