cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 173 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Hipermedia untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Peserta Didik Nurul Mutmainnah Herman; Riskawati Riskawati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fisika berbasis hipermedia yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Subjek uji coba lapangan melibatkan 50 peserta didik kelas X IPA di SMAN 2 Bone yang diambil secara Purposive Sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli materi dan media, angket respon pengguna, serta tes keterampilan pemecahan masalah yang mengacu pada indicator Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar berbasis hipermedia yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan skor rata-rata 1,00; (2) tingkat kepraktisan bahan ajar dinilai baik, ditunjukkan oleh respon peserta didik sebesar 79,33% dengan kategori positif dan respon pendidik sebesar 81,00% dengan kategori sangat positif; serta (3) bahan ajar terbukti efektif meningkatkan hasil belajar dengan pencapaian ketuntasan klasikal sebesar 82% yang didominasi oleh kategori "Baik" dan "Sangat Baik". Peningkatan signifikan juga terjadi pada indikator keterampilan spasial dan grafik, menunjukkan bahwa media ini mampu membantu visualisasi konsep fisika yang abstrak.
Integrasi AI Tutor dengan Simulasi Interaktif PHET untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gelombang di Sekolah Menengah Atas Elma Elma; Irhamni Nuhardin; Nabila Febriyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1008

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu bahwa Integrasi AI Tutor dengan simulasi interaktif PhET menjadi mendesak karena pembelajaran konsep gelombang yang abstrak di SMA masih sulit dipahami siswa tanpa pendampingan adaptif dan visualisasi dinamis yang interaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas integrasi AI Tutor dengan simulasi interaktif PhET dalam meningkatkan pemahaman konsep optik peserta didik di SMA Negeri 4 Luwu. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model Borg & Gall yang dimodifikasi, meliputi analisis kebutuhan, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, serta implementasi lapangan. Desain kuasi-eksperimental digunakan untuk membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan AI Tutor–PhET dan kelompok kontrol yang hanya menggunakan simulasi PhET. Sebanyak 60 peserta didik kelas XI terlibat sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep, angket respons, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman konsep optik pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Nilai normalized gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang (g = 0,60), sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori rendah. Selain itu, 87% peserta didik menyatakan AI Tutor memberikan umpan balik yang membantu dan meningkatkan motivasi belajar. Integrasi AI Tutor–PhET terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konsep optik, meningkatkan keterlibatan belajar, serta mendukung pembelajaran abad ke-21 yang adaptif dan berbasis teknologi.
Pengembangan LKPD Fisika berbasis Chat-GPT untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual Siswa tentang Gelombang Bunyi Egidius Simbolon; Muhammad Aswin Rangkuti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1009

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu bahwa Pengembangan LKPD fisika berbasis Chat-GPT sangat mendesak untuk menjawab tantangan pembelajaran konsep gelombang bunyi yang kompleks dan meningkatkan pemahaman konseptual siswa secara efektif di era digital. Penelitian ini diangkat dari permasalahan rendahnya pemahaman konseptual siswa pada materi gelombang bunyi dengan tujuan mengembangkan LKPD berbasis Chat-GPT. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk LKPD divalidasi ahli dan diuji di kelas XI 1 SMAN 11 Medan melalui data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) LKPD valid dengan persentase 88,3% oleh ahli materi dan 85% oleh ahli pembelajaran; 2) LKPD sangat praktis dengan persentase 91% dari guru fisika dan 87,9% dari peserta didik; 3) nilai n-gain dari pretest dan posttest meningkat baik, dengan rata-rata 18,52 dan 75,58, serta n-gain 0,7 (70,29%) kategori cukup efektif. Dengan demikian, LKPD berbasis Chat-GPT yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan cukup efektif meningkatkan pemahaman konseptual siswa pada materi gelombang bunyi.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Simulasi PhET terhadap Hasil Belajar Fisika Loren M Simangunsong; Makmur Sirait
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1151

Abstract

Urgensi penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model Discovery Learning berbantuan simulasi PhET dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Usaha dan Energi yang bersifat abstrak dan sering sulit dipahami oleh siswa kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Simulasi PhET terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain two-group pretest-posttest. Instrumen penelitian ini adalah angket siswa untuk mengetahui respon serta kendala yang dialami selama proses pembelajaran, wawancara dengan guru fisika. Kelas eksperimen diajar menggunakan model Discovery Learning berbantuan Simulasi PhET, sedangkan kelas kontrol diajar dengan model Direct Instruction. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahap. Peneliti melakukan wawancara sebagai studi pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah penelitian. Kemudian, diberikan pretest kepada kedua kelompok untuk mengukur kemampuan awal siswa. Setelah pembelajaran dengan perlakuan berbeda di kedua kelompok, dilakukan posttest guna mengevaluasi hasil belajar siswa. Prosedur penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest 37,16 dan posttest 77,5 dengan peningkatan rata-rata sebesar 40,34 dikategorikan cukup. Sedangkan kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata pretest 45,88 dan posttest 91,3 dengan peningkatan rata-rata sebesar 45,42 serta dikategorikan baik. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan dengan nilai effect size sebesar 5,08 yang berarti model Discovery Learning berbantuan simulasi PhET berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning berbantuan simulasi PhET secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Usaha dan Energi dibandingkan model Direct Instruction.
Pengembangan E-Modul Berbasis STEM Berbantuan Heyzine Flipbook pada Pembelajaran Fisika Materi Fluida Statis Gloryana Ro Sondang Lumban Batu; Rahmatsyah Rahmatsyah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1152

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya pengembangan media pembelajaran digital interaktif berbasis STEM yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman konsep fluida statis dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI di SMA Negeri 17 Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan terhadap bahan ajar berupa e-modul yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fisika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui validitas, praktikalitas, dan efektivitas dari e-modul berbasis STEM berbantuan heyzine flipbook pada materi fluida statis di SMA Negeri 17 Medan. Metode pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implemetation, Evaluation. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket respon guru serta angket respon siswa terhadap e-modul. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, pengisian angket validasi, serta tes hasil belajar. Hasil validasi ahli media dan ahli materi secara keseluruhan menunjukkan kriteria sangat layak, dimana tingkat kelayakan media 91% dan kelayakan materi 87%. Tingkat kepraktisan dapat dilihat dari respon guru sebesar 93% dan respon peserta didik kelompok besar dan kelompok kecil sebesar 84% dan 83% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas dengan n-gain diperoleh skor 0,71 dengan kategori efektif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa e-modul fisika yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan pada pembelajaran fisika. E-modul yang dikembangkan dapat membantu siswa dalam memahami materi fluida statis.
Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Berbantuan Media Flipchart Sarini Lorensa Pihu Walu; Anita Tamu Ina; Yoin Meissy Matulessy
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1159

Abstract

Urgensi penelitian ini penting karena rendahnya hasil belajar IPA siswa menuntut penerapan model pembelajaran kooperatif yang aktif dan didukung media visual agar dapat meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir, dan partisipasi belajar siswa secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hasil belajar siswa meningkat setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) menggunakan media flipchart untuk siswa kelas VIII di SMP Kristen Payeti. Masalah rendahnya hasil belajar diakibatkan oleh proses pengajaran yang masih berpusat pada guru serta minimnya penggunaan alat pembelajaran yang menarik, yang membuat siswa menjadi kurang aktif dan tidak fokus. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) yang dipadukan dengan media flipchart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes kognitif (Posttest), pengamatan afektif dengan menggunakan rubrik observasi,serta dokumentasi yang dianalisis secara kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan berarti dalam aspek kognitif dan afektif siswa. Pada tahap pra-siklus, tingkat ketuntasan kognitif hanya mencapai 34,78% dan afektif 26,08%. Setelah menerapkan model Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) dengan dukungan media flipchart, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 43,4% (kognitif) dan 69,56% (afektif) pada siklus I, kemudian mencapai 78,2% (kognitif) dan 82,60% (afektif) pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif Think Talk Write dengan bantuan media flipchart dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam aspek kognitif maupun afektif di kelas VIII C SMP Kristen Payeti.
Integrating Scratch-Based Educational Games with Problem-Based Learning to Enhance Students' Conceptual Understanding Riskawati Riskawati; Khaeruddin Khaeruddin; A. Zaitun A. Zaitun; Kurnia Alda Katrin; Nayla Salsabila; Nurazizah Ramadani; Zakila Intan Asrab; Mardyanto Barumbun
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.2.2026.1542

Abstract

The urgency of this research lies in the increasing need for innovative instructional approaches that effectively enhance students' conceptual understanding through the integration of Scratch-based educational games and Problem-Based Learning. This study aimed to describe the implementation of Scratch-based Archery Game media integrated with the Problem Based Learning (PBL) model in teaching momentum and collision concepts in physics. The study employed a one-shot case study design involving 28 students of class XII B at SMAN 14 Gowa, while response data were obtained from 26 students. Data were collected through observation, documentation, and student response questionnaires using a Likert scale, then analyzed descriptively using quantitative and qualitative approaches. The results showed that most PBL syntax stages were successfully implemented through discussion activities, simulation exploration, and game-based problem solving. The learning implementation also indicated the emergence of computational thinking activities, including pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking while students explored momentum and collision simulations. Questionnaire results showed that student responses were in the Good category with a percentage of 78.06%, indicating positive responses toward learning engagement, participation, and the perceived ease of understanding concepts through interactive simulations. The novelty of this study lies in the integration of Scratch-based Archery Game media with the PBL model to support exploratory activities and computational thinking in physics learning. The findings suggest that coding-based media and interactive simulations have the potential to become alternative learning tools for abstract physics concepts that are more contextual, interactive, and relevant to 21st-century learning needs.
Integrating Code.org with Discovery Learning through a Number Lock Project to Enhance Conceptual Understanding Riskawati Riskawati; Khaeruddin Khaeruddin; Muhammad Khatibul Umam; Hawaryim Hawaryim; Rahmayanti Rahmayanti; Rismawati Rismawati; Amira Rahma Wati; Sitti Rahma Yunus
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.2.2026.1543

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan mengembangkan media pembelajaran Number Lock Project berbasis Code.org terintegrasi Discovery Learning untuk mendukung pemahaman konsep peserta didik SMP pada materi IPA . Pengembangan media menggunakan model ADDIE dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Makassar. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respons peserta didik, dan tes hasil belajar menggunakan desain one-group pretest-posttest. Analisis data dilakukan melalui uji validitas menggunakan formula Gregory, analisis kepraktisan menggunakan skala Likert, serta analisis keefektifan menggunakan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan koefisien 0,83, tingkat kepraktisan sebesar 93,55% dalam kategori sangat layak, serta nilai N-Gain sebesar 0,73 pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media berbasis coding dan Discovery Learning berpotensi mendukung keterlibatan belajar dan pemahaman konsep peserta didik melalui aktivitas eksploratif dan pemecahan masalah.
Implementasi Model Pembelajaran Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Materi Siklus Air di Kelas V SD Negeri Gayam Lia Nurhayati; Happy Karlina Marjo
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.628

Abstract

Pembelajaran IPA di SD membutuhkan pendekatan konkret. Rendahnya pemahaman siklus air menuntut penggunaan eksperimen untuk meningkatkan konsep, keterampilan ilmiah, motivasi, dan keterlibatan siswa secara lebih efektif. Praktik ini bertujuan untuk mengembangkan dan melaksanakan model pembelajaran berbasis eksperimen guna melihat efektifitas model pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya topik siklus air. Praktik ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara pengamat dan guru kelas V SDN Gayam, Kecamatan Cianjur. Prosedur pelaksanaan dimulai dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis model eksperimen, yang dikembangkan melalui diskusi bersama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyamakan persepsi pelaksanaan di kelas. Sintak dari model pembelajaran eksperimen yang digunakan terdiri dari: (1) orientasi dan identifikasi masalah, (2) merumuskan hipotesis, (3) merancang dan melaksanakan eksperimen, (4) menganalisis dan menafsirkan data, serta (5) menyimpulkan dan mengevaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keaktifan belajar, rasa ingin tahu, serta kemampuan berpikir ilmiah siswa. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti eksperimen sederhana yang berkaitan dengan proses penguapan dan pengendapan sebagai bagian dari siklus air. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran eksperimen efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Tindak lanjut dari praktik ini diarahkan pada penyusunan modul pembelajaran eksperimen dan pelatihan guru untuk memperluas penerapan model serupa di sekolah dasar lainnya.
Peningkatan Kemampuan Penyelesaian Masalah dan Berpikir Kritis melalui Model PjBL Berbasis Pendekatan STEM di SMP Chandra Kumala Sukma Fajri; Hasratuddin Hasratuddin; Udan Kusmawan; Syahril Siregar
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.658

Abstract

Latar belakang dalam penelitin ini adalah kemampuan berpikir siswa masih sulit berkembang atau berperan aktif dalam proses pembelajaran di dalam kelas, sehingga membutuhkan model dan pendekatan yang baik dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) peningkatan kemampuan penyelesaian masalah siswa menggunakan pembelajaran Project-based learning melalui pendekatan STEM dibandingkan dengan pembelajaran biasa; (2) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan pembelajaran Project-based learning melalui pendekatan STEM dibandingkan dengan pembelajaran biasa; (3) interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal IPA siswa terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa; (4) interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal IPA siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, yang melibatkan dua kelas di SMP Chandra Kumala: kelas eksperimen yang menerapkan model PjBL-STEM dan kelas kontrol dengan pembelajaran seperti biasa. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, ANAVA dua jalur, dan perhitungan N-Gain dengan bantuan perangkat lunak SPSS 25 dan Microsoft Excel 2010. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan nilai signifikansi (sig) pada faktor pembelajaran (pembelajaran project based learning) sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Project-based learning melalui pendekatan STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah dan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran guna mendukung penguatan keterampilan berpikir abad ke-21.

Page 11 of 18 | Total Record : 173