cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 99 Documents
Keefektifan Model Project Based Learning Berintegrasi Etno-STEM terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa Muslimin, Titik Pitriani; Bahar, Bahar
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.879

Abstract

Kemampuan literasi matematis memiliki peran dalam melatih nalar berpikir siswa untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis, siswa harus mampu memahami konsep matematika dengan baik. Kesulitan siswa dalam mengembangkan konsep materi pembelajaran akan berimbas pada kemampuan literasi matematis siswa. Salah satu inovasi yang dapat meningkatkan literasi matematis siswa yakni dengan mengimplementasikan model Project Based Learning (PjBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engginering, and Mathematics) dan berbasis Etnomatematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental yang melibatkan 25 siswa SMPN 2 Alla sebagai sampel penelitian. Dengan desain penelitian one group pretest-postest design, untuk melihat keefektifan penerapan model PjBL berintegrasi etno-STEM dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Adapun prosedur pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretest dan postest kepada siswa dengan menggunakan lembar tes kemampuan literasi matematis dalam bentuk soal cerita. Selanjutnya data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbasis etno-STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa, hal ini ditandai dengan hasil gain ternormalisasi skor pretest sebesar 0,7178 pada kategori tinggi yang artinya data menunjukkan adanya peningkatan skor kemampuan literasi matematis siswa setelah diberi perlakuan dalam pembelajaran. Selain itu uji hipotesis menggunakan uji-t menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,005 yang berarti bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran project based learning berintegrasi etno-STEM terhadap kemampuan literasi matematis siswa.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran Biologi Materi Ekosistem di Kelas X SMA N 1 Batang Kuis Portuna, Dewi; Hasruddin, Hasruddin
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.884

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar dalam menghadapi tuntutan keterampilan abad ke-21. Kemampuan berpikir kreatif sangat penting karena berkaitan dengan pemecahan masalah, pengembangan ide baru, serta kesiapan menghadapi isu-isu lingkungan yang kompleks, khususnya pada pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif materi ekosistem siswa dan faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang berjumlah 352 siswa dari 10 kelas. Sampel yang digunakan untuk penelitian diambil dengan menggunakan random sampling, dari 10 kelas diperoleh 2 kelas yaitu kelas XA dan XC sebanyak 72 siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes esai kemampuan berpikir kreatif dan angket. Hasil penelitian ditemukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa pada indikator berpikir lancar diperoleh persentase sebesar 57,6% dengan kategori cukup kreatif. Indikator berpikir luwes diperoleh persentase sebesar 53,5% dengan kategori cukup kreatif. Indikator  berpikir orisinil diperoleh persentase sebesar 35,1% dengan kategori kurang kreatif. Indikator berpikir rinci diperoleh persentase sebesar 19,5% dengan kategori tidak kreatif. Berdasarkan hasil angket faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa, dapat diketahui bahwa faktor internal dengan persentase sebesar 60,4% dengan kategori cukup mendukung. Kemudian faktor eksternal dengan persentase sebesar 80,4% dengan kategori cukup mendukung. Kesimpulannya, kemampuan berpikir kreatif siswa masih tergolong sedang hingga rendah pada beberapa indikator, sehingga perlu peningkatan melalui strategi pembelajaran inovatif dan penguatan faktor internal siswa.
Eksplorasi Keterlaksanaan Problem Based Learning pada Pembelajaran Biologi: Studi Kasus di SMA Negeri 6 Medan Zuhra, Umama; Arwita , Widya
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.886

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu untuk mendapatkan gambaran dan menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan melihat kualitas perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen berbasis Problem Based Learning (PBL), maka pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan karaktersitik Problem Based Learning (PBL) dan berdampak pada berjalannya pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL), dan pelaksanaan asesmen pada model Problem Based Learning (PBL) yang dilakukan pada materi biologi kelas X di SMA Negeri 6 Medan T.P. 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan studi dokumen. Sampel terdiri dari dua guru biologi kelas X dan satu kelas dari masing-masing guru. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup instrumen lembar penilaian dokumen, lembar observasi, dan angket. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan angket. Analisis data melibatkan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa guru telah merancang model PBL dengan baik melalui penyusunan Modul Ajar, LKPD, dan asesmen. Modul Ajar disusun secara sistematis dan sesuai dengan komponen yang mendukung pendekatan PBL. LKPD memiliki format yang rapi, tujuan pembelajaran yang jelas, serta kegiatan inti yang mengikuti urutan sintaks PBL. Asesmen juga memenuhi komponen penting seperti penerapan pola pikir bertumbuh, fleksibilitas waktu dan teknik, serta pengolahan hasil. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan kesesuaian aktivitas guru dan siswa dengan tahapan sintaks PBL, dan dilaksanakan sesuai rencana. Namun demikian, ditemukan kekurangan pada kedalaman isi dalam perangkat ajar serta belum optimalnya pelaksanaan asesmen, di mana hanya asesmen formatif dan sumatif yang sepenuhnya diterapkan sesuai perencanaan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan model PBL tergolong baik, namun masih diperlukan penguatan pada aspek kedalaman isi, kelengkapan, dan relevansi serta implementasi asesmen secara menyeluruh.  
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi melalui Tes Three-Tier Berbasis Indikator HOTS Brookhart pada Pembelajaran IPA SMP Materi Ekologi Huda, Putriani Chayati; Widiyanto , Bayu; Hayati , Muriani Nur
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.889

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini yaitu tuntutan kurikulum abad ke-21 yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa SMP pada materi ekologi menggunakan tes three-tier berbasis indikator HOTS Brookhart. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kelas yang sedang atau pernah mempelajari materi ekologi. Hasilnya, sampel penelitian terdiri dari 62 siswa kelas VII A dan VII B SMP N 9 Tegal. Penelitian dilaksanakan pada semester genap, dari tanggal 9 hingga 20 Mei 2025Instrumen tes three-tier divalidasi dengan validitas konten (93,1%), psikometrik (89,1%), dan empiris, menghasilkan 15 butir soal valid. Data dianalisis menggunakan SPSS 26 dan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan 48,60% siswa mencapai kategori cukup baik, dengan rata-rata pencapaian HOTS 84,03%, tertinggi pada indikator evaluasi (87,9%) dan terendah pada analisis (77,3%). Miskonsepsi terjadi pada 24,4% siswa, terutama pada daur biogeokimia. Tes three-tier efektif mengukur HOTS dan mendeteksi miskonsepsi, mendukung peningkatan kualitas penilaian di SMP.
Penerapan Model PjBL Upaya Meningkatkan Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration dan Communication (4C) Siswa pada Pembelajaran Fisika Pane, Endang Novita Agnes; Simamora , Pintor
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.890

Abstract

Hasil observasi keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa diperoleh masih rendah, kolaborasi dan komunikasi siswa juga masih kurang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan abad-21 siswa yang meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, kolaborasi, dan komunikasi (4C). Berdasarkan hasil observasi tersebut maka dilakukan upaya untuk meningkatkan keterampilan 4C siswa dengan penerapan model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Silaen kelas X-1 Teknik pengumpulan data menggunakan lembar penilaian observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran dan tes esai yang dilakukan sebelum dan setelah penerapan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan 4C siswa setelah penerapan model PjBL dari tindakan siklus I ke siklus II. Aktivitas siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, penerapan model PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan 4C siswa serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif. Penelitian ini bermanfaat sebagai referensi dan menjadi acuan bagi sekolah dalam mengintegrasikan model pembelajaran yang inovatif
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik yang Diajar Menggunakan Model Problem Based Learning dengan Discovery Learning pada Pembelajaran Biologi (Studi Eksperimen Materi Ekosistem di SMA Negeri 6 Medan) Hasibuan, Mardhiyah Riswan; Edi, Syahmi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.893

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting abad 21 yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi kompleksitas permasalahan dalam kehidupan nyata. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih rendah akibat dominasi model pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan model Discovery Learning (DL) pada materi ekosistem di SMA Negeri 6 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design, yang melibatkan dua kelas X sebagai sampel penelitian. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMAN 6 Medan, sedangkan sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, terdiri atas dua kelas: kelas eksperimen I menggunakan model problem based learning dan kelas eksperimen II menggunakan model discovery learning. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes berbentuk esai, lembar observasi berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen. Hasil pre test menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama, dengan nilai signifikansi 0,145 > 0,05, sehingga H? diterima. Namun, hasil post test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Nilai rata-rata post-test kelas problem based learning adalah 81,66, sedangkan kelas discovery learning adalah 75,06. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) < 0,001< 0,05, yang berarti H? ditolak dan H? diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan, di mana peserta didik yang diajar menggunakan model problem based learning memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang diajar menggunakan model discovery learning.
Pengembangan Modul Berbasis STEM Pada Materi Ekosistem Untuk Peserta Didik Fase E Tingkat SMA Sederajat Ramadhani, Suci; Afza , Aulia; Susanti, Diana
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.898

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya pengembangan modul berbasis STEM pada materi ekosistem untuk peserta didik fase E tingkat SMA/MA agar pembelajaran menjadi lebih menarik, aplikatif, dan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan abad 21. Di SMA Negeri 3 Padang, keterbatasan buku paket serta tidak tersedianya modul pembelajaran yang lengkap menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi secara mandiri dan sistematis. Modul yang digunakan selama ini bersifat internal dan belum memenuhi kelengkapan komponen sebagai bahan ajar yang ideal. Salah satu pendekatan yang relevan dalam pengembangan bahan ajar adalah Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), khususnya pada materi ekosistem, karena dapat mendorong keterlibatan peserta didik dalam mengamati, menganalisis, serta merancang solusi terhadap permasalahan kontekstual di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul cetak berbasis STEM pada materi ekosistem untuk peserta didik Fase E tingkat SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), namun dibatasi hanya sampai tahap Develop.  Teknik pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket validitas dan angket praktikalitas. Uji validitas dilakukan oleh dua orang dosen ahli materi dan ahli media, sedangkan uji kepraktisan melibatkan satu guru biologi serta 35 peserta didik kelas X. Analisis data dari angket validitas yang diisi oleh dosen Hasil validasi oleh dosen .menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan persentase sebesar 97,70%. Kepraktisan modul juga dinilai sangat praktis oleh guru (97,14%) dan peserta didik (88,51%). Modul ini juga memuat keterpaduan lintas disiplin yang mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan demikian, modul cetak berbasis STEM ini dinyatakan sangat valid dan praktis sebagai bahan ajar pada materi ekosistem di tingkat SMA.
System Literatur Review: Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPA Tiawanti, Tiawanti; Arifin, M. Zainal; Sofyan S, Deddy
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.901

Abstract

Hasil Rapor Mutu Pendidikan Indonesia dan PISA tahun 2022 menunjukkan bahwa siswa Indonesia memiliki kemampuan berpikir kritis yang rendah. Urgensi penelitian ini yaitu kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menanggapi hasil yang menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis, implementasi model dan media pembelajaran belum mampu memfasilitasi siswa berpikir kritis, pembelajaran dinilai kurang efektif dalam mengembangkan minat, bakat, dan potensi siswa, proses pembelajaran hanya menyimak, membaca buku dan mengerjakan soal latihan yang bersifat recall sehingga siswa mengalami kesulitan mengisi soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana pembelajaran berbasis masalah berbantuan media pembelajaran inovatif berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar IPA materi permasalahan lingkungan siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan yaitu Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel-artikel yang terbit tahun 2020-2025 diambil dari basis data Google Scholar dengan panduan PRISMA Statement (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Proses seleksi seleksi menghasilkan 20 artikel yang dianalisis secara tematik.  Hasil analisis 20 artikel menununjukkan masih banyak siswa yang merasa jenuh dan tidak termotivasi untuk mengikuti pembelajaran salah satu penyebabnya karena guru belum menggunakan model dan media pembelajaran inovatif yang dapat melibatkan siswa secara aktif pada proses pembelajaran. Sehingga rekomendasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar IPA materi permasalahan lingkungan yaitu mengimplementasikan pembelajaran berbasis masalah berbantuan media inovatif seperti edugame quizzizz, wordwall, canva.
Penerapan Model Children Learning in Sceince (CLIS) pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD N 40 Lubuklinggau Putra, Agung Suryadi; Krisnawati, Yuni; Andita , Cahyo Dwi
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.937

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketuntasan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 40 Lubuklinggau, di mana hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 40 Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Children Learning In Sceince (CLIS). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan kategori one group Pre test dan Post test grup. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan tes berbentuk Pilihan Ganda yang berjumlah 17 soal. Sampel pada penelitian ini kelas VA SD Negeri 40 Lubuklinggau yang berjumlah 22 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t pada taraf signifikan a = 0,05. Hasil penelitian diperoleh bahwa thitung = 4,95 > ttabel = 1,717 sehingga terbukti bahwa Ha diterima dan Ho di tolak hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 40 Lubuklinggau setelah penerapan model pembelajaran Children Learning In Sceince (CLIS) signifikan tuntas. Rata-rata nilai yaitu 84,77 dan presentase siswa yang tuntas sebesar 81,82%.
Pengembangan Media Pembelajaran IPAS terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Dasar (Media Peta Harta Karun di SD Islam Plus Tahfiz Darul Mujahidin NW Majidi) Sururuddin, Muhammad; Alwi, Mijahamuddin; Sariyanti, Sariyanti; Fadilah, Dina; Kudsiah, Musabihatul
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.939

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar merupakan aspek krusial dalam mencetak generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis permainan yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media peta harta karun pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa kelas IV SD Islam Plus Tahfiz Darul Mujahidin NW Majidi. Model penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas IV. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket kepraktisan guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir tingkat tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes, lalu dianalisis dengan teknik validitas, kepraktisan, serta uji efektivitas menggunakan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media peta harta karun valid berdasarkan penilaian ahli media (69,23%, kategori layak) dan ahli materi (90%, kategori sangat layak). Kepraktisan media sangat baik dengan respon guru sebesar 92%, serta respon siswa pada uji skala kecil sebesar 90,6% dan skala besar sebesar 91,2%. Efektivitas media ditunjukkan dengan N-Gain Score sebesar 0,7 (kategori tinggi) dan efektivitas tafsiran sebesar 74,21% (kategori cukup efektif). Dengan demikian, media peta harta karun terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SD. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media berbasis permainan edukatif tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep IPAS, tetapi juga mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis, evaluatif, dan kreatif siswa. Keterbatasan penelitian ini terletak pada uji coba yang hanya dilakukan di satu sekolah dengan jumlah sampel terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan media serupa pada mata pelajaran dan jenjang yang lebih luas.

Page 7 of 10 | Total Record : 99