cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu
ISSN : -     EISSN : 28087232     DOI : https://doi.org/10.54065/28087232
Jurnal PELITA atau Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu  merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Jurnal Pelita menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Pembelajaran IPA Terpadu pada pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta teknologi pembelajaran. Jurnal Pelita menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & Ruang Lingkup, Seperti (1) Implementasi Pembelajaran Tematik dan IPA Terpadu, (2) Penerapan Model/Metode/Strategi Pembelajaran IPA Terpadu, (3) Pengembangan Aplikasi dan Media Pembelajaran IPA Terpadu, (4) STEAM (Science, Technology, Eengineering, Art, Mathematic), (5) Proses dan Hasil Pembelajaran Biologi, Fisika, dan Kimia dll
Articles 106 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament Berbantuan Media Scrapbook diengkapi Question Card terhadap Hasil Belajar Siswa Jawa, Intan Ana; Bano, Vidriana Oktoviana; Ndjoeroemana, Yohana
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.852

Abstract

The urgency of this research is the low learning outcomes of students at SMPN Satap Padammu, as evidenced by the final summative scores for the 2024/2025 semester. This issue necessitates innovative learning methods that can improve student understanding and actively engage students. This study aims to determine the effect of Team Games Tournament Type Cooperative Learning Model assisted by Scrapbook Media Equipped with Question Cards on Student Learning Outcomes at SMPN Satap Padammu. This research is a quasi - experimental research with a comparative quantitative associative. The subjects of this study were students of class VIII IPA A (as a control class) as many as 29 people and class VIII B (as an experimental class) as many as 26 people with a total of 55 people at SMPN Satap Padammu. The data collection instruments used were interviews, observations, and written tests in the form of pretests and postests. The results of this study based on hypothesis testing using the paired sample t test showed that the Asymp. Sig (2-tailed) 0.001 <0.05. Thus, it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted. That is, there is a significant effect of the Team Games Tournament (TGT) learning model assisted by Scrapbook media equipped with Question Cards on student learning outcomes. This research is expected to conduct research development at different levels with other subjects in order to obtain broader and deeper results regarding the TGT (Teams Games Tournament) learning model assisted by scrapbook media equipped with Question cards.
Pembelajaran Ramah Anah melalui Model CLIS (Children Learning in Science) Berbantuan Media Miniatur Tata Surya Abdillah, Candra; Anggara, Dameis Surya
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.1.2025.885

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada peran strategis pembelajaran sains di sekolah dasar sebagai fondasi dalam membangun literasi sains dan kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science) berbantuan media miniatur tata surya ramah anak melalui tingkat pencapaian pemahaman konsep, ketuntasan klasikal, peningkatan pemahaman konsep, dan perbedaan pemahaman konsep yang signifikan. Urgensi penelitian ini adalah meminimalisir miskonsepsi pembelajaran IPA sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodologi quasi experimental times series design. Sampel penelitian adalah siswa kelas V di Jawa Barat. Indonesia. Pemilihan sampel ini menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dengan instrumen tes pemahaman konsep siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t satu sampel, uji binomial satu sampel, uji-N gain, dan uji paired sample t-test. Temuan penelitian berupa pemahaman konsep IPA siswa dapat meningkat setelah penerapan model pembelajaran CLIS berbantuan media miniatur tata surya berbasis ramah anak dengan rincian rata-rata pemahaman konsep siswa sebesar 76,30, ketuntasan klasikal mencapai 78,26%, peningkatan pemahaman konsep siswa dengan kriteria peningkatan sedang sebesar 82,61%, dan terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep siswa sebelum pembelajaran mendapatkan rata-rata 61,30 dan sesudah pembelajaran mendapatkan rata-rata 76,30 sehingga terdapat selisih skor sebesar 15. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran CLIS (Children's Learning in Science) berbantuan media miniatur tata surya ramah anak efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa SD.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif STAD Menggunakan Media Kartu Pertanyaan Disertai LKPD TTS di SMA Negeri 2 Umalulu Ndai, Kartini Rambu; Ina, Anita Tamu; Huda, Marleni Rosalia Ndapa
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.891

Abstract

Peningkatan hasil belajar siswa menjadi salah satu tantangan utama dalam pendidikan. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan penggunaan media inovatif seperti kartu soal dan LKPD TTS diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini penting untuk menguji efektivitas penerapan model dan media tersebut dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan afektif siswa di SMA Negeri 2 Umalulu, dengan harapan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 2 Umalulu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) yang dibantu dengan media kartu soal dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbentuk teka-teki silang (TTS). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA yang terdiri dari 30 peserta didik. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar kognitif dan afektif siswa. Pada hasil belajar kognitif, persentase ketuntasan pada pra-siklus hanya 24%, meningkat menjadi 73% pada siklus I, dan 85% pada siklus II. Begitu pula pada hasil belajar afektif, yang mengalami peningkatan dari 30% pada pra-siklus, menjadi 82% pada siklus I, dan 90% pada siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD dengan media kartu soal dan LKPD TTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis (Fokus Pengembangan Materi Gelombang Bunyi Pada Siswa kelas XI di SMA Negeri 13 Medan) Manurung, Monica Ladena; Simamora, Pintor
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.892

Abstract

Urgensi Penelitian ini penting untuk mengembangkan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi gelombang bunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran fisika berbasis Inkuiri Terbimbing pada materi gelombang bunyi di SMA guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu kelayakan desain modul, kepraktisan, serta keefektifan modul dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (RnD), adapun tahapan model ADDIE yaitu (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, tes dan angket.  Subjek penelitian adalah siswa kelas XI 3 IPA. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 13 Medan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Analisis data dilakukan dengan, uji kelayakan (validasi ahli), uji kepraktisan (respon siswa),  dan efektivitas (hasil tes berpikir kritis). wawancara Hasil validasi menunjukkan bahwa modul tergolong sangat layak, dengan nilai rata-rata 88,39% dari ahli media dan 95,29% dari ahli materi. Efektivitas modul terlihat dari peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis siswa, ditunjukkan oleh hasil posttest yang lebih tinggi dibandingkan pretest. Dengan demikian, modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing ini terbukti layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi gelombang bunyi.
Pengaruh Model Project-Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Biologi (Studi Kasus Siswa Kelas VII MTsN 1 Surakarta) Wijayanti, Dyah Ayu Woro Schindy; Nurcahyanto, Guntur
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.938

Abstract

Pembelajaran IPA di MTs N 1 Surakarta masih didominasi oleh metode konvensional berbasis ceramah yang membuat siswa kurang aktif, jarang berdiskusi, dan memiliki kreativitas rendah. Kondisi ini menjadi tantangan serius di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan aktif dan pengembangan potensi siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa kelas VII pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII Sains 1 sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan model PjBL dan kelas VII Sains 2 sebagai kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, masing-masing terdiri dari 28 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan angket kreativitas yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest hasil belajar dan kreativitas siswa pada kelas eksperimen (90,36) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (78,93), dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Temuan ini membuktikan bahwa model PjBL berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan kreativitas siswa. Model ini terbukti efektif dalam mendorong pemahaman konsep, berpikir kritis, serta meningkatkan kreativitas melalui keterlibatan aktif siswa dalam proyek yang kontekstual dan bermakna. Oleh karena itu, penerapan PjBL direkomendasikan dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar dan kreativitas secara simultan.
Development of Authentic Assessment Instruments to Measure Students' Critical Thinking Skills in Science Learning on Temperature and Heat (Case Study of Grade XI Students of SMAN 2 Medan) Tampubolon, Lioni Widya Sonata; Megalina, Yeni
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.976

Abstract

This research is urgent due to the need for an assessment instrument that measures students’ critical thinking rather than memorization, supporting contextual evaluations aligned with the Merdeka Curriculum. This study aims to develop an authentic assessment instrument in the form of cause and effect multiple choice questions that can measure students' critical thinking skills in the subject of temperature and heat. This study is a research and development. The study uses the ADDIE development model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data collection techniques used in this study included expert validation sheets to assess content validity, student response questionnaires to measure practicality, and test instruments administered to 11th grade students at SMA Negeri 2 Medan to evaluate empirical validity and reliability. The data analysis techniques consisted of Aiken’s V analysis to determine the validity of the items based on expert judgment, reliability testing using Cronbach’s. The validation results showed that the instrument was highly valid based on the Aiken index. Of the 50 questions developed, 36 were declared feasible and valid. The reliability test showed a value of 0.946, which is classified as very high. The difficulty level of the questions ranged from 0.30 to 0.71, with 3 questions classified as difficult, 29 as moderate, and 4 as easy. The discriminating power of the questions ranged from 0.20 to 0.70, with 10 questions in the good category, 23 questions in the fair category, and 3 questions in the poor category. The effectiveness of the distractors showed that 35 questions were very good and 1 question was fair. These results indicate that the authentic assessment instrument developed is suitable for measuring students' critical thinking skills and can assist teachers in conducting more comprehensive and contextual learning evaluations.
The Effectiveness of Collaborative Learning in Chemistry: An Analysis of Students' Perceptions, Self-Confidence, and Motivation Munawwarah, Munawwarah; Ruslan, Zuhra Adminira
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of this research lies in the pressing need to gain an in-depth understanding of how collaborative learning, particularly through group work and presentations, influences students’ self-efficacy and motivation within the context of 21st-century chemistry education. This study examined students' perceptions of collaborative learning in chemistry, specifically group work and presentations, and explored their relationship to self-efficacy and motivation. This study employed a mixed-methods design. The participants consisted of 30 first-year undergraduate students enrolled in an introductory chemistry course. They were selected using a convenience sampling technique. The main instrument used in this study was a questionnaire. Data analysis was carried out in two complementary stages, namely quantitative analysis and qualitative analysis. Descriptive statistics showed that students' overall perceptions of collaborative learning were quite positive, with a mean score of 3.69 on a 5-point scale. Among the five dimensions, interaction and collaboration (M = 3.74) and fairness and accountability (M = 3.73) received the highest ratings, while presentation (M = 3.53) received the lowest. The perception scale demonstrated good reliability with a Cronbach's Alpha of 0.82. Thematic analysis of qualitative responses revealed that group work was perceived as beneficial for understanding complex material through peer explanations, but challenges such as uneven contributions and limited preparation time persisted. Students' self-efficacy increased with adequate preparation and mastery of the material, but was often hampered by nervousness and fear of making mistakes during presentations. Motivation was found to stem from intrinsic factors, such as curiosity and interest in chemistry, as well as extrinsic factors, including grades, recognition, and classroom atmosphere. Students also provided constructive suggestions for improving collaborative learning, such as clearer role assignments, more structured guidance, and fairer assessments. These findings suggest that while collaborative learning in chemistry has great potential, its effectiveness depends on addressing organizational and psychological aspects.
Implementasi Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Materi Perubahan Lingkungan (Studi Kasus: Siswa Kelas X SMA Swasta Pertiwi Medan) Zahra, Mutiara; Handayani, Dina
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.996

Abstract

Penelitian ini memiliki urgensi untuk menjawab tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang menuntut siswa lebih aktif, kritis, dan mampu memecahkan masalah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perubahan lingkungan di kelas X SMA Swasta Pertiwi Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Hasil belajar pretest [M11.1]. Instrumen penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah instrumen tes. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah melalui pelaksanaan tes kepada siswa yang terdiri dari pretest [M11.1] dan postest [M12.1]. Siswa X Ki Hajar Dewantara menunjukkan nilai rata-rata sebesar 42,90 sedangkan untuk nilai postest memperoleh rata-rata sebesar 82,77. Data hasil belajar siswa kelas X-Ibnu Sina pada nilai pretest [M12.1] menunjukkan nilai rata-rata sebesar 41,65 sedangkan untuk nilai postest [M13.1] memperoleh rata-rata sebesar 83,56. Hasil N-Gain siswa sebesar 0,70 dengan kategori tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan hasil statistik yang signifikan yaitu terdapat perbedaan perubahan pada kedua kelas yang menggunakan model Problem Based Learning yaitu dengan signifikansi Sig (2-tailed) ? (0,00 < 0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata pretest dan postest antara kedua kelas dengan model Problem Based Learning yang diberikan. Hasil pretest [M14.1] X-Ki Hajar Dewantara menunjukkan nilai rata-rata sebesar 42,90 dan postest [M15.1] diperoleh 82,77. Hasil pretest [M16.1] X-Ibnu Sina menunjukkan nilai rata-rata sebesar 41,65 dan postest diperoleh 83,56 dengan N-Gain sebesar 0,70 dalam kategori tinggi.
Eksplorasi Keterlaksanaan Model Problem Based Learning Eksplorasi Keterlaksanaan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri 5 Medanpada Materi Biologi Kelas X di SMA Negeri 5 Medan T.P. 2024/2025 Istiara, Rayuni; Arwita , Widya
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.997

Abstract

Pembelajaran Biologi di sekolah menengah menuntut siswa untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah nyata. Faktanya banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep biologi secara mendalam karena proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dan kemampuan berpikir kritis siswa, salah satunya melalui model problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterlaksanaan model PBL pada pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 5 Medan tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua guru dan dua kelas siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru II mampu melaksanakan model PBL secara efektif pada seluruh sintaks pembelajaran, ditandai dengan keterlibatan siswa yang tinggi dan penerapan refleksi yang baik. Sebaliknya, Guru I masih mengalami kendala pada tahap investigasi mandiri dan refleksi, terutama dalam pembentukan kelompok dan bimbingan diskusi. Secara keseluruhan, implementasi PBL di SMA Negeri 5 Medan berjalan dengan baik, meskipun pelaksanaan pada sintaks ketiga dan kelima perlu ditingkatkan untuk mencapai efektivitas yang lebih optimal.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Discovery Learning dengan Aplikasi Liveworksheets pada Materi Suhu dan Kalor Ginting, Shintya Febrianta; Amdani, Khairul
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1058

Abstract

Urgensi penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, melatih keterampilan berpikir kritis, serta mempermudah pemahaman konsep abstrak melalui pembelajaran interaktif dan digital. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Populasi penelitian ini terdiri dari 1 kelas yaitu Kelas XI-A SMA RK Deli Murni Bandar Baru tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian ini terdiri dari 40 peserta didik kelas XI-A SMA RK Deli Murni Bandar Baru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah lembar validasi, angket, dan tes hasil belajar. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan, angket untuk menilai kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan E-LKPD. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dianalisis berdasarkan skor angket untuk menentukan kategori validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk. Hasil kepraktisan berdasarkan angket kepraktisan menunjukkan E-LKPD berbasis Discovery Learning pada pembelajaran fisika memenuhi kriteria praktis. Kriteria praktis diperoleh dari peserta didik kelas XI-A SMA RK Deli Murni Bandar Baru dan guru bidang studi. Hasil kepraktisan diperoleh sangat praktis oleh peserta didik 89,69% dan oleh guru bidang studi dengan kategori sangat praktis dengan 86,66%. Hasil uji kepraktisan oleh kelompok kecil, kelompok besar dan juga guru bidang studi memperoleh rata-rata sebesar 88,17% yang menunjukkan E-LKPD yang dikembangkan sangat praktis. Hasil efektivitas berdasarkan hasil belajar memenuhi kriteria efektif. Kriteria efektif diperoleh dari hasil belajar siswa, terlihat bahwa tes hasil belajar memperoleh ketuntasan 87,5% dan rata-rata nilai 76,78 dengan kategori sangat efektif. Sehingga diperoleh kesimpulan berhasilnya pengembangan E-LKPD berbasis discovery learning berbantuan liveworksheet terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor.

Page 10 of 11 | Total Record : 106