cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : 30465222     EISSN : 30465222     DOI : -
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Scitech) di terbitkan oleh Science Tech Group yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai lingkup keilmuan diantaranya penerapan teknologi tepat guna, aplikasi sains, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, pangan dan kesehatan, pertenakan, sosial humaniora, kewirausahaan, dan ekonomi. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Scitech Jurnal Pengabdian Masyarakat berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus sebagai Pilar Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronik dalam Upaya Pencegahan Progresivitas Ginjal pada Populasi Dewasa Rosadi Putra; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.795

Abstract

Penurunan fungsi ginjal merupakan kondisi yang sering berlangsung secara subklinis dan tidak terdeteksi pada populasi dewasa, meskipun memiliki potensi berkembang menjadi penyakit ginjal kronis dengan dampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini gangguan fungsi ginjal melalui skrining berbasis komunitas menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin serum dan menghitung estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) sebagai indikator fungsi ginjal yang lebih sensitif. Sebanyak 109 partisipan dewasa terlibat dalam kegiatan ini, dengan rerata usia 42,81±13,55 tahun dan dominasi perempuan (67,9%). Rerata kadar kreatinin sebesar 0,98±0,20 mg/dL masih berada dalam kisaran normal. Namun demikian, rerata eGFR sebesar 79,16±22,15 mL/menit menunjukkan adanya variasi fungsi ginjal yang cukup luas antarindividu. Secara kategorikal, hanya 28,4% partisipan memiliki fungsi ginjal normal, sementara sebagian besar menunjukkan penurunan fungsi ginjal ringan (49,5%) dan penurunan sedang (22%), tanpa ditemukan kasus penurunan berat maupun gagal ginjal. Analisis distribusi menunjukkan variasi nilai eGFR berdasarkan jenis kelamin, dengan kecenderungan nilai yang lebih rendah dan distribusi yang lebih luas pada perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan fungsi ginjal dapat terjadi pada populasi yang secara klinis tampak sehat dan tidak selalu terdeteksi melalui parameter kreatinin saja. Oleh karena itu, skrining fungsi ginjal berbasis komunitas dengan pendekatan PDCA terbukti efektif dalam mendeteksi perubahan fungsi ginjal secara dini. Integrasi kegiatan ini dengan edukasi kesehatan dan intervensi promotif-preventif menjadi penting untuk mencegah progresivitas penyakit ginjal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Implementasi Sistem Monitoring Pengering Cengkeh Berbasis IoT dengan Notifikasi Telegram di Temanggung Khamami; Ida Udlhiya; Rizkha Ajeng Rochmatika; Sarono Widodo; Taufiq Yulianto; Tahan Prahara; Parsumo Rahardjo; Tulus Pramuji; Muhamad Cahyo Ardi Prabowo; Sri Anggraeni K.
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.814

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan petani cengkeh di Desa Lempuyangan, Temanggung, yang selama ini sangat bergantung pada cuaca dan metode pengeringan manual yang tidak stabil. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi sosialisasi, implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pengering cengkeh berbasis Internet of Things (IoT), pelatihan pengoperasian alat, serta pendampingan mitra secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pengering berbasis IoT ini mampu meningkatkan efisiensi waktu pengeringan secara signifikan, dari semula 4–7 hari secara manual menjadi hanya 3–4 jam. Selain itu, integrasi sensor suhu dan kelembapan yang terkoneksi dengan notifikasi Telegram memungkinkan petani melakukan pemantauan secara real-time untuk menjaga kualitas produk tetap higienis dan terukur. Dapat disimpulkan bahwa transformasi teknologi ini berhasil meningkatkan produktivitas, efisiensi waktu, dan mutu komoditas cengkeh, yang pada akhirnya memperkuat nilai ekonomi dan daya saing petani lokal di Desa Lempuyangan.
Pemanfaatan AI untuk Menghasilkan Kajian Literatur yang Komprehensif di Mahasiswa “Karyaku” Tembalang Iswanti; Dadi; Netty Nurdiyani; Sri Astuti; Supriyati; Suryono; Wahyu Sulistiyo; Danu Angga Vebriyanto; Filda Hulwani Dewi
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.815

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun tinjauan pustaka untuk artikel ilmiah dan/atau skripsi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya platform SciSpace. Permasalahan yang dihadapi mahasiswa meliputi kesulitan memahami literatur ilmiah, menyusun kajian pustaka secara sistematis, serta mengintegrasikan referensi yang relevan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan SciSpace, praktik langsung, serta diskusi dengan pendampingan dari tim pengabdian. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan diikuti oleh mahasiswa sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami dan memanfaatkan SciSpace sebagai alat bantu dalam menelusuri, memahami, dan menyusun tinjauan pustaka yang lebih sistematis, runtut, komprehensif, serta mampu menonjolkan keunikan penelitian. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara bijak untuk mendukung penyusunan karya ilmiah yang berkualitas.
Mengenali Risiko Diabetes Melalui HbA1c dan Glukosa Puasa: Program Skrining dan Edukasi di Sekolah Mutiara Bangsa Fenny Yunita; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.800

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kadar gula darah puasa dan HbA1c sebagai upaya deteksi dini gangguan metabolik pada masyarakat dewasa produktif. Diabetes melitus dan pre-diabetes merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi metabolik serta kardiovaskular. Deteksi dini gangguan glikemik penting dilakukan karena kondisi pre-diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga banyak kasus tidak teridentifikasi sejak awal. Pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c digunakan sebagai metode skrining sederhana untuk menilai kontrol glikemik masyarakat. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata, standar deviasi, median, rentang nilai, serta distribusi kategori glikemik. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (80,0%). Pemeriksaan gula darah puasa menunjukkan rerata sebesar 87,04 dengan standar deviasi 32,22 mg/dL dan median 80,00 mg/dL (59,00–236,00 mg/dL). Sementara itu, pemeriksaan HbA1c menunjukkan rerata sebesar 4,75 dengan standar deviasi 1,12% dan median 4,20% (4,00–9,20%). Sebagian besar peserta berada dalam kategori normal, namun masih ditemukan peserta dengan kondisi pre-diabetes dan diabetes. Analisis sebaran data menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kadar gula darah seiring bertambahnya usia. Hasil kegiatan ini menunjukkan pentingnya skrining glukosa darah dan HbA1c secara berkala sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mencegah gangguan metabolik. Selain itu, edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kesehatan berkala perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko diabetes melitus pada masyarakat dewasa produktif.
Deteksi Dini Hiperurisemia dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Komunitas Dewasa Sekolah Mutiara Bangsa Yulfitra Sony; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.801

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kadar asam urat sebagai upaya deteksi dini hiperurisemia pada masyarakat dewasa produktif. Hiperurisemia merupakan gangguan metabolik yang semakin sering ditemukan dan berkaitan dengan peningkatan risiko artritis gout, hipertensi, penyakit ginjal kronik, serta penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga skrining kesehatan menjadi penting untuk mendeteksi peningkatan kadar asam urat secara dini. Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan kadar asam urat menggunakan metode skrining sederhana dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata, standar deviasi, median, rentang nilai, serta distribusi kategori kadar asam urat. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan sebanyak 36 orang (80,0%). Pemeriksaan kadar asam urat menunjukkan rerata sebesar 7,16 dengan standar deviasi 1,88 mg/dL dan median 6,90 mg/dL (3,90–13,90 mg/dL). Sebagian besar peserta berada dalam kategori hiperurisemia sebanyak 27 orang (60,0%), sedangkan kategori normal ditemukan pada 18 orang (40,0%). Kadar asam urat laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan, meskipun hiperurisemia juga ditemukan pada perempuan. Tingginya proporsi hiperurisemia pada masyarakat dewasa produktif menunjukkan adanya risiko gangguan metabolik yang memerlukan perhatian sejak dini. Oleh karena itu, skrining kadar asam urat secara berkala penting dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan. Selain itu, edukasi mengenai pola makan rendah purin, aktivitas fisik rutin, pengendalian berat badan, dan hidrasi yang adekuat perlu terus ditingkatkan untuk mencegah komplikasi hiperurisemia dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Penilaian Status Gizi menggunakan IMT dan Bioelectrical Impedance Analysis untuk Identifikasi Risiko Sindrom Metabolik pada Dewasa di Kelurahan Semanan Jeffrey; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.802

Abstract

Overweight dan obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan berhubungan dengan berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia, dan penyakit kardiovaskular. Penilaian status gizi melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pemeriksaan komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dapat dimanfaatkan sebagai metode sederhana untuk mendeteksi dini risiko gangguan metabolik pada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi gambaran status gizi dan komposisi tubuh responden berdasarkan hasil pengukuran IMT, persentase lemak tubuh, dan massa otot tubuh. Evaluasi dilakukan secara deskriptif terhadap hasil pemeriksaan dan pelaksanaan edukasi kesehatan selama kegiatan berlangsung. Sebanyak 155 responden mengikuti pemeriksaan dengan rerata usia 46,49 ± 10,29 tahun dan rentang usia 19–80 tahun. Responden didominasi oleh perempuan sebanyak 109 orang (70,3%), sedangkan laki-laki berjumlah 46 orang (29,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata persentase lemak tubuh sebesar 27,69 ± 9,27% dan rerata massa otot tubuh sebesar 25,63 ± 4,5%. Nilai rerata IMT responden adalah 27,41 ± 5,04 kg/m² dengan rentang 18,1–45 kg/m². Berdasarkan klasifikasi IMT Asia Pasifik, kategori obesitas tingkat 1 menjadi kelompok terbanyak sebanyak 64 responden (41,3%), diikuti obesitas tingkat 2 sebanyak 40 responden (25,8%). Temuan ini memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi lebih hingga obesitas. Pemeriksaan IMT dan komposisi tubuh dapat digunakan sebagai metode skrining yang praktis dan efektif untuk membantu identifikasi dini risiko gangguan metabolik serta mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat dan pemantauan status gizi secara berkala.
Pemeriksaan Hemoglobin untuk Deteksi Dini Anemia pada Populasi Dewasa dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Semanan Susy Olivia Lontoh; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.803

Abstract

Pemeriksaan kadar hemoglobin merupakan salah satu metode sederhana dan penting dalam mendeteksi anemia secara dini di masyarakat. Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi karena dapat menurunkan kapasitas pengangkutan oksigen dalam darah sehingga berdampak terhadap kesehatan, produktivitas, daya tahan tubuh, serta kualitas hidup individu. Kondisi ini sering berkembang secara perlahan dan tidak selalu menimbulkan gejala khas pada tahap awal sehingga banyak kasus tidak terdeteksi. Oleh karena itu, pemeriksaan hemoglobin secara berkala diperlukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan distribusi kadar hemoglobin pada masyarakat serta mengidentifikasi status anemia berdasarkan nilai ambang hemoglobin sesuai standar klinis. Evaluasi dilakukan menggunakan analisis deskriptif terhadap hasil pemeriksaan hemoglobin dan pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat. Sebanyak 155 responden mengikuti pemeriksaan dengan rerata usia 46,49 ± 10,29 tahun dan rentang usia 19–80 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 109 orang (70,3%), sedangkan laki-laki sebanyak 46 orang (29,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebesar 11,05 ± 1,91 g/dL dengan rentang nilai 6,1–15,6 g/dL. Sebagian besar responden berada dalam kategori anemia sebanyak 118 orang (76,1%), sedangkan responden dengan kadar hemoglobin normal sebanyak 37 orang (23,9%). Hasil ini menunjukkan bahwa anemia masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi pada masyarakat yang diperiksa. Pemeriksaan hemoglobin dapat menjadi metode skrining yang sederhana, efektif, dan mudah dilakukan untuk membantu deteksi dini anemia sehingga intervensi seperti edukasi gizi, perbaikan pola makan, dan suplementasi zat besi dapat dilakukan lebih awal guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Evaluasi Fungsi Ginjal melalui Pemeriksaan Kreatinin dan eLFG pada Populasi Dewasa di Kelurahan Semanan Nicholas Albert Tambunan; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.804

Abstract

Pemeriksaan fungsi ginjal melalui kadar kreatinin serum dan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) merupakan salah satu metode penting dalam mendeteksi gangguan ginjal secara dini di masyarakat. Penurunan fungsi ginjal sering kali berlangsung perlahan tanpa gejala klinis yang khas sehingga banyak kasus baru teridentifikasi pada stadium lanjut ketika komplikasi telah terjadi. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium sederhana menjadi langkah penting dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan distribusi nilai kreatinin dan eGFR pada masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan penurunan fungsi ginjal berdasarkan klasifikasi CKD-EPI. Nilai eGFR diklasifikasikan menjadi fungsi ginjal normal hingga gagal ginjal untuk membantu identifikasi dini gangguan fungsi ginjal. Sebanyak 155 responden mengikuti pemeriksaan dengan rerata usia 46,49 ± 10,29 tahun dan rentang usia 19–80 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 109 orang (70,3%), sedangkan laki-laki sebanyak 46 orang (29,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar kreatinin sebesar 1,06 ± 0,3 mg/dL dengan rentang 0,5–1,93 mg/dL. Rerata nilai eGFR sebesar 75,73 ± 24,19 mL/menit/1,73 m². Sebagian besar responden berada pada kategori penurunan fungsi ginjal ringan sebanyak 65 orang (41,9%), diikuti kategori normal sebanyak 45 orang (29%), penurunan ringan-sedang sebanyak 39 orang (25,2%), dan penurunan sedang-berat sebanyak 6 orang (3,9%). Tidak ditemukan responden dengan kategori penurunan berat maupun gagal ginjal. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai mengalami penurunan fungsi ginjal pada tahap awal meskipun belum menunjukkan gangguan berat. Pemeriksaan kreatinin serum dan eGFR dapat menjadi metode skrining sederhana, efektif, dan cukup sensitif dalam membantu deteksi dini gangguan ginjal serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan ginjal secara berkala guna mencegah progresivitas penyakit ginjal kronik.
Penilaian Cardiothoracic Ratio melalui Pemeriksaan Radiologi untuk Identifikasi Dini Kardiomegali pada Populasi Dewasa di Kelurahan Semanan Andria Priyana; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.805

Abstract

Pemeriksaan Cardiothoracic Ratio (CTR) melalui foto toraks merupakan salah satu metode sederhana yang dapat digunakan untuk membantu deteksi dini pembesaran jantung atau kardiomegali. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi nilai CTR pada masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kardiomegali berdasarkan pemeriksaan radiologi toraks posisi posteroanterior (PA). Evaluasi dilakukan menggunakan analisis deskriptif terhadap hasil pemeriksaan radiologi dan pelaksanaan kegiatan skrining kesehatan masyarakat. Sebanyak 155 responden mengikuti pemeriksaan dengan rerata usia 46,49 ± 10,29 tahun dan rentang usia 19–80 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 109 orang (70,3%), sedangkan laki-laki sebanyak 46 orang (29,7%). Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar responden memiliki nilai CTR dalam kategori normal, sementara kardiomegali ditemukan pada 2 responden (1,3%). Pada kelompok laki-laki ditemukan 1 kasus kardiomegali dan pada kelompok perempuan juga ditemukan 1 kasus kardiomegali. Penggunaan foto toraks posisi PA memberikan hasil pengukuran ukuran jantung yang lebih akurat karena dapat meminimalkan pembesaran bayangan jantung semu dibandingkan posisi AP. Nilai CTR >50% digunakan sebagai indikator kemungkinan kardiomegali. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemeriksaan CTR melalui foto toraks dapat menjadi metode skrining awal yang sederhana, efektif, dan cukup akurat dalam membantu deteksi dini gangguan kardiovaskular di masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung upaya promotif dan preventif melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala sehingga penanganan dan tindak lanjut medis dapat dilakukan lebih dini.
Deteksi Dini Tingkat Depresi, Kecemasan, dan Stres melalui Pemeriksaan DASS-21 pada Masyarakat di Kelurahan Semanan Evi; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i3.810

Abstract

Kesehatan mental merupakan komponen penting dalam kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, dan fungsi sosial individu. Tingginya prevalensi depresi dan gangguan kecemasan di berbagai negara, termasuk Indonesia, menunjukkan pentingnya upaya deteksi dini melalui kegiatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi kesehatan mental masyarakat dewasa melalui skrining depresi, ansietas, dan stres menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Semanan dengan melibatkan 155 peserta dewasa yang bersedia mengikuti skrining kesehatan mental. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21 dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan kategori tingkat keparahan masing-masing domain. Rerata usia peserta adalah 46,49 ± 10,29 tahun dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (70,3%). Hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori normal untuk depresi (98,1%), ansietas (90,3%), dan stres (98,7%). Pada domain depresi ditemukan 1,3% responden dengan depresi ringan dan 0,6% dengan depresi sedang. Pada domain ansietas, 4,5% responden mengalami ansietas ringan, 4,5% ansietas sedang, dan 0,6% ansietas berat. Sementara itu, stres ringan ditemukan pada 1,3% responden. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki kondisi kesehatan mental yang baik, meskipun masih terdapat sejumlah individu yang menunjukkan gejala psikologis dan memerlukan perhatian lebih lanjut. Oleh karena itu, skrining dan edukasi kesehatan mental secara berkala perlu terus dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat.