cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : 30465222     EISSN : 30465222     DOI : -
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Scitech) di terbitkan oleh Science Tech Group yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai lingkup keilmuan diantaranya penerapan teknologi tepat guna, aplikasi sains, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, pangan dan kesehatan, pertenakan, sosial humaniora, kewirausahaan, dan ekonomi. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Scitech Jurnal Pengabdian Masyarakat berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
Strategi Kesadaran Komunikasi untuk Membangun Kerja Sama Tim yang Lebih Kuat Ismail, Ismalandari; Nurfadila; Alfisah, Dhita; Tahir, Andi Ayu Lestari
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.636

Abstract

Dalam lingkungan kerja modern, kualitas komunikasi antar anggota tim menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas kolaborasi dan pencapaian tujuan organisasi. Berbagai tantangan seperti miskomunikasi, kurangnya kejelasan pesan, dan minimnya kemampuan mendengar aktif sering kali menghambat dinamika kerja tim. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang dapat meningkatkan kesadaran karyawan terhadap proses komunikasi yang sehat dan konstruktif. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menilai efektivitas strategi kesadaran komunikasi dalam meningkatkan kerja tim pada karyawan. Program dilaksanakan melalui seminar yang membahas konsep dasar kesadaran komunikasi, elemen komunikasi, hambatan dalam interaksi tim, serta pentingnya komunikasi aktif. Sebanyak lima belas karyawan mengikuti kegiatan ini dan mengisi pre-test serta post-test untuk melihat perubahan pemahaman. Analisis dilakukan dengan membandingkan kejelasan dan kedalaman jawaban sebelum dan sesudah seminar. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana peserta lebih mampu mengenali hambatan komunikasi dan memahami peran keterbukaan, umpan balik, serta mendengar aktif dalam kerja tim. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kesadaran komunikasi melalui seminar psikoedukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman karyawan mengenai proses komunikasi yang mendukung kerja tim.
Edukasi Kesehatan tentang Penatalaksanaan Penyakit Low Back Pain Berupa Exercise Wuryandari , Maria Magdalena Riyaniarti Estri; Tuna, Hatati; Damayanti, Nita; Swandono, Hari Untarto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.639

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah muskuloskeletal yang sering dialami masyarakat dan dapat menurunkan kualitas hidup serta produktivitas. Sebagian besar kasus LBP bersifat non-spesifik dan dapat ditangani secara konservatif melalui pendekatan nonfarmakologis, salah satunya dengan exercise. Namun, rendahnya pengetahuan dan keterampilan pasien dalam melakukan exercise yang tepat menjadi kendala dalam penatalaksanaan LBP secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien tentang penatalaksanaan Low Back Pain melalui exercise. Kegiatan dilaksanakan di Instalasi Rehabilitasi Medik RS Haji Sukolilo Surabaya dengan sasaran pasien pengunjung yang mengalami keluhan nyeri punggung bawah ringan hingga sedang. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung exercise, disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 56,3 menjadi 82,7. Sebanyak 73,3% peserta mampu melakukan exercise secara mandiri dan benar. Selain itu, terjadi penurunan rata-rata skala nyeri dari 5,8 menjadi 4,1 berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 96,7%. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pasien mengenai pentingnya exercise sebagai bagian dari penatalaksanaan Low Back Pain. Program edukasi ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif di layanan rehabilitasi medik. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya promotif dan preventif dalam penatalaksanaan nyeri punggung bawah, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kesehatan masyarakat.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Alat Peraga Takebo Pada Materi Bangun Ruang Napitupulu, Bettisari; Martinus Ruamba; M. Sally; Wa Ode Chelsi Nur; Simida Karubaba
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.643

Abstract

Materi luas permukaan bangun ruang sisi lengkung masih sulit dipahami siswa SMP karena konsepnya abstrak dan membutuhkan kemampuan visualisasi yang baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki pemahaman konsep, hasil belajar, serta sikap positif siswa terhadap pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dikombinasikan dengan metode penemuan terbimbing menggunakan alat peraga Takebo (Tabung, Kerucut, dan Bola). Kegiatan berlangsung di kelas IX A SMP Negeri 1 Bonggo dengan melibatkan 19 orang siswa. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui pembelajaran inovatif yang didesain secara partisipatif dan edukatif. Data yang dikumpulkan berasal dari tes hasil belajar (pretest dan posttest) serta pengamatan sikap siswa. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari 59,21 menjadi 83,42. Selain itu, sikap gotong royong, tanggung jawab, rasa ingin tahu, ketelitian, dan percaya diri siswa berada pada kategori baik. Hasil ini membuktikan bahwa model Jigsaw dengan metode penemuan terbimbing menggunakan alat peraga Takebo efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan layak diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Penerapan Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada Materi Menentukan Penyelesaian Persamaan Kuadrat dengan Cara Memfaktorkan Sirampun, Elsi; Happy Lumbantobing; Yosefin Rianita Hadiyanti; Bettisari Napitupulu; Pitriana Tandililing; Dewi kristika Findya Ning Tyas; Mayor M.H. Manurung; Raoda Ismail; Agnes Teresa Panjaitan; Rina Ananta Sumawardani Sitepu; Rian Efendi; Elieser Kulimbang; Martinus Ruamba
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.668

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pada saat kegiatan belajar matematika di kelas VIII E SMP Negeri 1 Sarmi bersama guru mata pelajaran matematika, diperoleh beberapa masalah yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung yaitu pembelajaran yang diberikan oleh guru masih menggunakan pembelajaran dengan metode ceramah yang berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif baik itu bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Berdasarkan hasil pengamatan diatas maka penerapan model pembelajaran merupakan solusi yang dapat gunakan oleh guru dalam mengelola kelas menjadi lebih menyenangkan dan lebih mengutamakan keaktifan peserta didik serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara maksimal. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran cooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR). Berdasarkan hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di kelas IX A SMP Negeri 1 Demta diperoleh pertama Keaktifan peserta didik dilihat dari penilaian sikap setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR pada materi barisan aritmatika di kelas VIII SMP Negeri 1 Sarmi baik; kedua Hasil belajar peserta didik setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Auditory Intellectually Repetition (AIR pada materi persamaan kuadrat di kelas IX A SMP Negeri 1 Demta mengalami peningkatan dilihat dari hasil pretes dan posttest.
Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal untuk Industri Mikro Olahan Minuman Kopi di Dayeuhkolot Panduwiyasa, Haryasena; Widaningrum, Sri; Yoga; Muhammad Fairuz Dzaki; Ferdian Surya Wibowo
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.638

Abstract

Industri mikro olahan minuman kopi di Dayeuhkolot memiliki potensi ekonomi yang besar, namun masih menghadapi tantangan dalam pemahaman dan pemenuhan sertifikasi halal. Rendahnya awareness pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, baik dari aspek regulasi maupun nilai tambah produk, berdampak pada terbatasnya daya saing dan kepercayaan konsumen. Salah satu mitra dalam kegiatan ini adalah Jouska Coffee, yang merepresentasikan karakteristik industri mikro kopi di wilayah tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesiapan, dan kemampuan pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi interaktif, serta pendampingan berkelanjutan selama tiga bulan. Materi meliputi pengenalan konsep halal, regulasi sertifikasi halal, identifikasi bahan dan proses produksi, serta penyusunan dokumen pendukung pengajuan sertifikasi halal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan awareness pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, yang tercermin dari perubahan pemahaman dan komitmen dalam menjaga kehalalan produk. Selain itu, setelah tiga bulan pelaksanaan program, diperkirakan peningkatan profit sebesar 10-30% dengan rata-rata 19,4%, yang dipengaruhi oleh meningkatnya kepercayaan konsumen dan citra produk. Program ini memberikan manfaat nyata bagi penguatan kapasitas industri mikro kopi dan berpotensi menjadi model pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM sektor pangan dan minuman.
Cegah Anemia pada Remaja Melalui Edukasi Tirtasari, Silviana; Alicia Sarijuwita; Muhammad Kharis Mahdaviqia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.658

Abstract

Anemia merupakan kondisi klinis akibat rendahnya kadar hemoglobin yang berdampak pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Remaja, khususnya remaja putri, termasuk kelompok rentan anemia akibat kebutuhan gizi yang meningkat dan kehilangan darah saat menstruasi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja masih tergolong tinggi dan sering tidak terdeteksi karena gejalanya ringan dan bersifat subklinis. Oleh karena itu, edukasi dan deteksi dini di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan deteksi dini anemia pada remaja SMP melalui edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2025 pukul 09.00–10.00 WIB dengan sasaran siswa kelas VII–IX di salah satu SMP di Tangerang. Sebanyak 167 siswa mengikuti kegiatan, namun hanya 111 peserta yang mengisi pretes dan postes secara lengkap dan dianalisis lebih lanjut. Peserta terdiri dari 65 siswa laki-laki (58,6%) dan 46 siswa perempuan (41,4%) dengan rata-rata usia 12,81 tahun (rentang 11–14 tahun). Metode kegiatan meliputi pretes, penyuluhan menggunakan video edukasi YouTube mengenai definisi, gejala, penyebab, diagnosis, dan penatalaksanaan anemia, diskusi singkat, serta postes. Instrumen pretes dan postes terdiri dari 6 soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 92,19 pada pretes menjadi 95,20 pada postes. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi anemia menggunakan media video efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja, meskipun tingkat pengetahuan awal sudah tergolong baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan program edukasi dan skrining anemia berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang anemia pada remaja
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 88 Kendari Harleli; Wirastanti Yuda; Citra Enjelita; Wa Ode Alfiat Fadhilatul Ana; Amelia Carisa Tangket Tasik
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.672

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan sejak usia dini, khususnya pada anak sekolah dasar. Anak usia sekolah merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan seperti penyakit infeksi, kecacingan, dan gangguan kebersihan diri yang dapat berdampak pada kehadiran serta prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa SDN 88 Kendari. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini dari 30 siswa. Penelitian ini menggunakan metode ceramah. Berdasarkan Hasil kegiatan menggunakan uji Paired sample T-test diperoleh nilai p=0,000 ≤ 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan PHBS. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang PHBS  pada siswa SDN 88 Kendari.
Edukasi Pola Konsumsi Gizi Seimbang pada Remaja di SMKN 3 Kendari Harleli; Wirastanti Yuda; Wd. Alfiat Fadhilatul Ana
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.673

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat pola konsumsi yang tidak seimbang. Rendahnya pengetahuan mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perilaku makan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pola konsumsi gizi seimbang pada siswa SMKN 3 Kendari. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 37 siswa. Penelitian ini menggunakan metode ceramah dengan media leaflet. Sampel pada kegiatan ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan Hasil kegiatan ini diperoleh melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesuah edukasi menggunakan pre-test dan post-test. Analisis data menggunkan uji Paired Samples T-Test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rat pengetahuan dari 67,57 sebelum edukasi menjadi 91,35 setelah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan p=0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah edukasi. Dengan demikian, edukasi gizi seimbang efektif untuk  meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada remaja di SMKN 3 Kendari.
Membangun Foundasi Ikon Golok Gumelem: Upaya Membangkitkan Pariwisata Susukan Banjarnegara Wijarnako , Raden Beny; Aryani, Ine Kusuma; Wakhudin, Wakhudin
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.681

Abstract

Menghidupkan kembagi Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara sebagai pusat industri golok berarti membangkitkan kembali desa ini sebagai destinasi wisata. Sebab, desa ini sudah lama menjadi produsen golok dan perkakas pertanian. Golok merupakan alat penting bagi masyarakat agraris. Di samping menjadi perkakas pertanian, golok memiliki nilai artistik sebagai benda seni tempa. Hal ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Keterampilan membuat kerajinan ini diperoleh masyarakat secara turun-temurun. Mereka umumnya memproduksi perkakas pertanian, khusus golok kerja. Produksi perkakas ini tidak pernah berhenti karena selalu dibutuhkan petani dan pekerja. Golok dapat menjadi pilihan menjadi ikon Kabupaten Banjarnegara, sebagai karena bercorak etnis sebagai ciri khas Banjarnegara. Upaya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan usaha masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan penguatan industri kerajinan tradisional, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan menjadikan Desa Gumelem sebagai komunitas yang Tangguh berbasis wisata. Kabupaten Banjarnegara perlu menyiapkan lembaga material “Center Perkakas” yang dapat menjadi mitra bagi para pengrajin, dalam menangani berbagai permasalahan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Program Desa Mitra ini meliputi: sosialisai, pelatihan, bimbingan teknis, pendampingan, fasilitasi, mediasi usaha, dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan program Desa Mitra ini menunjukkan semakin mengecilnya permasalahan usaha pengrajin perkakas pertanian, sehingga usaha masyarakat semakin berkembang serta memberi dampak positif terhadap keberadaan UMKM di Kabupaten Banjarnegara. 
Inovasi Promkes Melalui Smoothies untuk Meningkatkan Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Sejak Dini Sri Sunarti; Purwo Setiyo Nugroho; Mardiana; Naufal Faryreza; Mahriani; Rosya Landa Fitrianu; Debi Zahra Dewanti; Ardi Syanjaya Saputra; Vendi Agustian; Nuryana; Nur Hafifah; Nazwa Gita Putri Aflin; Nadjwa Maharani Bahar; Nor Annisa
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.687

Abstract

Permasalahan gizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi tantangan, terutama terkait rendahnya pengetahuan gizi, kebiasaan sarapan yang tidak optimal, serta terbatasnya pilihan makanan sehat di lingkungan sekolah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan dan kemampuan belajar siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku gizi sehat melalui pendekatan edukasi gizi seimbang berbasis sekolah. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif kepada siswa mengenai konsep gizi seimbang, Isi Piringku, kebiasaan sarapan sehat, dan kebersihan makanan; pelatihan praktik pembuatan smoothies pisang susu kepada penjaja makanan kantin; pemasangan poster gizi seimbang sebagai media penguatan; pelaksanaan Aksi Serentak Sarapan Bergizi setiap hari Sabtu; serta kegiatan monitoring untuk menilai keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi siswa secara signifikan, dari nilai rata-rata 70,32 menjadi 92,46 setelah edukasi diberikan. Pelatihan kepada penjaja makanan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menyediakan alternatif minuman sehat yang higienis dan bergizi. Media poster berperan sebagai pengingat visual yang memperkuat pesan gizi seimbang, sedangkan aksi sarapan bergizi mendorong pembentukan kebiasaan sarapan sehat yang mendukung konsentrasi belajar siswa. Kegiatan monitoring memastikan konsistensi penerapan program di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendukung pembentukan perilaku gizi seimbang secara berkelanjutan, sehingga penting untuk direplikasi sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan sekolah.