cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : 30465222     EISSN : 30465222     DOI : -
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Scitech) di terbitkan oleh Science Tech Group yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai lingkup keilmuan diantaranya penerapan teknologi tepat guna, aplikasi sains, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, pangan dan kesehatan, pertenakan, sosial humaniora, kewirausahaan, dan ekonomi. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Scitech Jurnal Pengabdian Masyarakat berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
Pendampingan Penyusunan Manajemen Keuangan pada Produksi Cup Sablon Desa Gersikan Kabupaten Pasuruan Fitra Rahim; Sri Hariyani; Rahaju Rahaju; Tatik Retno Murniasih
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.785

Abstract

Cup sablon merupakan suatu produk kemasan gelas plastik yang didesain secara khusus, dimana kemasan tersebut diperuntukan untuk warung atau usaha lain yang berkaitan dengan minuman dingin atau hangat. Cup sablon digunakan oleh pengusaha kuliner untuk promosi usaha. Usaha cup sablon dalam kurun waktu satu hari bisa menghasilkan produk 1000 sampai 5000 biji. Proses pembuatan cup sablon menggunakan mesin manual. Selama ini, pemasukan dan pengeluran biaya untuk kebutuhan proses pembuatan cup sablon hanya menggunakan pencatatan secara sederhana. Hal tersebut disebabkan karena pemilik usaha tidak memahami bagaimana cara mengelola manajemen finansial yang baik, sehingga sulit untuk mengetahui jumlah keuntungan bersih yang diperoleh setiap bulan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam manajemen  keuangan bisnis sablon cup. Langkah-langkah kegiatan yang dijalankan mencakup analisis situasi, pendampingan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan ini memenuhi ekspektasi, pemilik usaha cup sablon dapat mengelola keuangan dengan efisien. Hasil kegiatan diharapkan pengusaha cup sablon dapat menambah keterampilan mereka dalam menghasilkan atau menyusun laporan keuangan melalui pendampingan.
Psikoedukasi Berbasis Infografis untuk Meningkatkan Kesadaran Etis Mahasiswa dalam Penggunaan Artificial Intelligence Andi Fitri Wahyuni; Ahmad Ridfah; Rezky Eka Wardana; Novi Yanti Pratiwi; Andi Nahliah Bungawali
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.789

Abstract

Psikoedukasi berbasis infografis digital ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menggunakan artificial intelligence (AI) secara etis, kritis, transparan, dan bertanggung jawab dalam aktivitas akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui penyusunan dan penyebaran infografis digital melalui media sosial Instagram Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Sasaran utama kegiatan adalah mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Data awal diperoleh melalui survei terhadap 53 mahasiswa Psikologi, sedangkan evaluasi pascakegiatan diisi oleh 35 mahasiswa yang telah mengakses infografis dan bersedia mengisi evaluasi. Materi psikoedukasi mencakup pengertian AI, pola penggunaan AI dalam pengerjaan tugas, integritas akademik, transparansi, tanggung jawab, privasi data, bias, misinformasi, serta pentingnya menempatkan AI sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir. Hasil survei awal menunjukkan bahwa 96% mahasiswa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas akademik. Di antara pengguna AI, 55% menggunakan AI untuk sebagian besar tugas, sedangkan 4% menggunakan AI secara penuh tanpa melakukan penyuntingan. Hasil evaluasi menunjukkan respons positif terhadap media psikoedukasi. Infografis dinilai sangat menarik oleh sebagian besar peserta, materi dinilai sangat mudah dipahami, dan informasi yang disampaikan membantu peserta merefleksikan kembali persepsi mereka terhadap etika penggunaan AI. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis infografis digital dapat menjadi strategi awal yang mudah diakses untuk memperkuat kesadaran etis mahasiswa dalam penggunaan AI. Program lanjutan berupa diskusi interaktif, penyusunan pedoman institusional, dan pelatihan integritas akademik direkomendasikan agar kesadaran etis dapat berkembang menjadi kebiasaan akademik yang bertanggung jawab.
Antikorupsi sebagai Upaya Membangun Generasi Berintegritas di Lingkungan Sekolah SMK Negeri 48 Jakarta Santi Rimadias; Davin Prayoga Pahlevi; Alsheira Nasywa; Anggita Angraini; Eka Putri Ginaristi; Ari Tri Dianto; Gregorius Agung Steven Simanjuntak; Raden Naufal Hilmi Saputra
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.770

Abstract

Korupsi masih menjadi permasalahan serius di Indonesia dan dapat dimulai dari perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyontek, titip absen, dan kurangnya rasa tanggung jawab. Oleh karena itu, penanaman nilai integritas dan kejujuran sejak dini menjadi penting, khususnya di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya perilaku anti korupsi melalui sosialisasi di SMK Negeri 48 Jakarta. Kegiatan dilakukan secara offline dengan metode interaktif melalui penyampaian materi, ice breaking, kuis, dan permainan edukatif yang diikuti oleh sekitar 60 siswa/i. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama sosialisasi berlangsung. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Disiplin Kerja dan Akuntabilitas Karyawan PT. Jingga Properti Indonesia Andi Rabiatul Adawiah Amrullah; Mutiara Putri Taruna; M. Ahkam A; Andi Halima
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.772

Abstract

Disiplin kerja dan akuntabilitas merupakan aspek penting dalam meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja karyawan di lingkungan perusahaan. Berdasarkan hasil need assessment di PT. Jingga Properti Indonesia, ditemukan beberapa permasalahan, seperti ketidaktepatan waktu kehadiran, keterlambatan penyelesaian pekerjaan, kurang efektifnya komunikasi antarpegawai, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta rendahnya tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan psikoedukasi dengan tema Work Discipline and Accountability sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan terkait disiplin kerja dan akuntabilitas dalam dunia kerja. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, dan mindfulness yang melibatkan 15 karyawan PT. Jingga Properti Indonesia. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman karyawan mengenai pentingnya disiplin kerja, tanggung jawab, komunikasi efektif, serta kepatuhan terhadap SOP perusahaan. Peserta juga terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab serta menunjukkan komitmen untuk menerapkan perilaku kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan demikian, psikoedukasi dinilai efektif sebagai bentuk intervensi edukatif dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perusahaan.
Sosialisasi Mobile JKN Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Akses Layanan BPJS Kesehatan Masyarakat Wonorejo Sri Nurul Kuraini; Anggi Napida Anggraini; Nella Tri Surya
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.776

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu bentuk transformasi pelayanan kesehatan nasional yang menekankan kemudahan akses layanan kesehatan melalui sistem digital. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan adalah aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta memperoleh berbagai layanan administrasi dan kesehatan secara daring. Namun demikian, tingkat pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di masyarakat masih tergolong rendah, terutama pada wilayah semi-perkotaan yang memiliki keterbatasan literasi digital kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengenalan serta penggunaan aplikasi Mobile JKN sebagai upaya meningkatkan akses layanan peserta BPJS Kesehatan di masyarakat Wonorejo. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan penggunaan aplikasi Mobile JKN. Kegiatan dilaksanakan pada Februari 2026 dengan melibatkan 25 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan masyarakat. Nilai rata-rata pre-test sebesar 52,00 meningkat menjadi 96,80 pada post-test dengan nilai signifikansi p-value 0,000 (<0,05). Selain itu, masyarakat mampu mengoperasikan fitur dasar aplikasi Mobile JKN seperti kartu digital, pengecekan status kepesertaan, antrean online, dan perubahan fasilitas kesehatan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat serta mendukung transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
Integrasi Skrining Tekanan Darah dan Edukasi Kesehatan dalam Upaya Menurunkan Risiko Hipertensi pada Populasi Dewasa Alfred Sutrisno Sim; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.790

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering tidak terdeteksi pada populasi dewasa karena bersifat asimtomatik pada tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining tekanan darah guna mengidentifikasi risiko hipertensi secara dini menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik menggunakan metode standar, disertai edukasi kesehatan terkait pencegahan hipertensi. Sebanyak 148 partisipan dewasa terlibat dengan rerata usia 42,78±13,44 tahun dan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang. Rerata tekanan darah sistolik tercatat sebesar 123,59±17,86 mmHg dan diastolik 77,65±12,06 mmHg, yang secara umum masih berada pada kisaran normal hingga borderline. Namun, analisis kategorikal menunjukkan bahwa hanya 44,6% responden berada dalam kategori normal untuk tekanan sistolik, sementara sisanya berada pada kategori elevated (14,2%), hipertensi derajat I (25,0%), dan hipertensi derajat II (16,2%). Pada tekanan diastolik, 69,6% berada dalam kategori normal/elevated, dengan sisanya termasuk hipertensi derajat I (14,9%) dan derajat II (15,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan tekanan darah cukup tinggi pada populasi dewasa meskipun nilai rerata tampak normal. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam mendeteksi dini individu berisiko hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, pengurangan asupan garam, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan tekanan darah secara berkala untuk mencegah progresivitas dan komplikasi seperti stroke.
Evaluasi Status Gizi dan Skrining Obesitas pada Populasi Dewasa melalui Indeks Massa Tubuh dan Analisis Komposisi Tubuh Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.791

Abstract

Kelebihan berat badan dan perubahan komposisi tubuh merupakan faktor penting dalam perkembangan gangguan metabolik yang sering tidak terdeteksi pada populasi dewasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining komposisi tubuh guna mengidentifikasi distribusi lemak dan massa otot sebagai indikator risiko metabolik menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi indeks massa tubuh (IMT), basal metabolic rate (BMR), lemak visceral, lemak tubuh total, lemak subkutan, serta massa otot rangka. Sebanyak 148 partisipan dewasa terlibat dengan rerata usia 42,78±13,44 tahun dan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang. Rerata IMT sebesar 26,45±4,70 kg/m² menunjukkan kecenderungan overweight, dengan proporsi obesitas tingkat 1 (36,5%) dan tingkat 2 (21,6%) yang cukup tinggi. Rerata lemak tubuh total tercatat 30,29±7,67% dan lemak visceral 12,41±11,93, yang mengindikasikan akumulasi lemak yang bermakna. Lemak subkutan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, terutama pada ekstremitas (lengan ±45% vs ±26%; kaki ±42% vs ±25%). Sementara itu, massa otot rangka relatif masih terjaga dengan dominasi pada ekstremitas bawah (41,49±6,12%). Temuan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan komposisi tubuh yang berpotensi meningkatkan risiko metabolik, meskipun fungsi otot relatif masih baik. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam memberikan gambaran awal kondisi komposisi tubuh. Integrasi dengan intervensi promotif-preventif seperti pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pemantauan berkala diperlukan untuk mencegah progresivitas gangguan metabolik.
Peran Pemeriksaan Kolestrol Total dan HDL dalam Identifikasi Awal Risiko Sindrom Metabolik pada Komunitas Sekolah Kalam Kudus Irawaty Hawati; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.792

Abstract

Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering tidak terdeteksi pada populasi dewasa, terutama pada usia produktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining profil lipid guna mengidentifikasi risiko kardiometabolik secara dini menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi kadar kolesterol total dan high-density lipoprotein (HDL), disertai edukasi kesehatan terkait gaya hidup. Sebanyak 98 partisipan dewasa terlibat dalam kegiatan ini dengan rerata usia 43,67±12,40 tahun dan dominasi perempuan (54,3%). Rerata kadar kolesterol total tercatat sebesar 213,62±34,63 mg/dL dengan mayoritas peserta berada dalam kategori hiperkolesterolemia (65,3%). Sementara itu, rerata kadar HDL adalah 52,73±18,84 mg/dL, dengan hanya 39,8% peserta memiliki kadar HDL yang baik, sedangkan sisanya berada pada kategori rendah (27,6%) dan sangat rendah (32,6%). Distribusi kadar HDL menunjukkan kecenderungan nilai yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, meskipun variasi tetap ditemukan pada kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki profil lipid yang tidak optimal, yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam mendeteksi gangguan lipid secara dini, bahkan pada individu yang tampak sehat. Integrasi skrining dengan edukasi mengenai pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko lainnya menjadi penting sebagai upaya promotif dan preventif untuk menurunkan beban penyakit kardiovaskular di masyarakat.
Deteksi Dini Penurunan Kekuatan Otot melalui Pemeriksaan Handgrip Strength pada Komunitas Gereja Baptis Cengkareng Tjie Haming Setiadi; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.793

Abstract

Penurunan kekuatan otot merupakan komponen utama sarkopenia yang dapat terjadi tidak hanya pada usia lanjut, tetapi juga mulai muncul pada populasi dewasa usia produktif. Kondisi ini sering tidak terdeteksi karena bersifat subklinis pada tahap awal, namun berpotensi menurunkan kapasitas fungsional dan meningkatkan risiko morbiditas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kekuatan otot melalui pengukuran kekuatan genggaman tangan (handgrip strength) sebagai indikator sederhana fungsi otot rangka menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Sebanyak 109 partisipan dewasa terlibat dalam kegiatan ini, dengan rerata usia 42,81±13,55 tahun dan dominasi perempuan (67,9%). Rerata nilai kekuatan genggaman tangan sebesar 23,26±7,41 kg dengan median 22 kg (rentang 10,30–44,55 kg). Secara kategorikal, sebagian besar responden berada dalam kategori normal (72,5%), namun terdapat 27,5% yang termasuk dalam kategori sarkopenia. Analisis hubungan menunjukkan kecenderungan penurunan kekuatan genggaman seiring bertambahnya usia, meskipun kekuatan hubungan tersebut relatif lemah (R²=0,035), yang mengindikasikan adanya faktor lain yang berperan. Temuan ini menunjukkan bahwa penurunan kekuatan otot dapat terjadi pada populasi usia produktif dan tidak semata-mata dipengaruhi oleh usia. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam mendeteksi dini sarkopenia serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga fungsi otot. Integrasi dengan intervensi promotif-preventif seperti peningkatan aktivitas fisik, khususnya latihan kekuatan, serta perbaikan asupan nutrisi diperlukan untuk mencegah progresivitas sarkopenia dan mempertahankan kualitas hidup.
Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Status Hidrasi Kulit melalui Pemeriksaan Kadar Kelembapan Kulit pada Komunitas Gereja Baptis Cengkareng Catharina Sagita Moniaga; Alexander Halim Santoso
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i2.794

Abstract

Status hidrasi dan karakteristik permukaan kulit merupakan indikator penting kondisi fisiologis yang sering terabaikan pada populasi dewasa, meskipun berperan dalam menjaga homeostasis tubuh dan integritas jaringan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining sederhana terhadap parameter komposisi tubuh terkait hidrasi dan minyak kulit menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pemeriksaan meliputi parameter water, hydration, dan oil yang mencerminkan distribusi cairan tubuh serta aktivitas kelenjar sebasea, disertai edukasi kesehatan kepada peserta. Sebanyak 109 partisipan dewasa terlibat dengan rerata usia 42,81±13,55 tahun dan dominasi perempuan (67,9%). Rerata nilai water sebesar 12,89±1,95 dan hydration 41,21±9,68 menunjukkan adanya variasi status hidrasi antarindividu, meskipun sebagian besar masih berada dalam kisaran fisiologis. Parameter oil memiliki rerata 5,84±1,09 dengan distribusi yang relatif homogen. Analisis berdasarkan jenis kelamin menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna pada kadar minyak kulit antara laki-laki dan perempuan, yang menunjukkan bahwa faktor hormonal bukan satu-satunya determinan utama dalam populasi ini. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi hidrasi dan karakteristik kulit dalam populasi komunitas bersifat heterogen, namun secara umum masih dalam batas normal. Skrining berbasis komunitas ini efektif dalam memberikan gambaran awal kondisi fisiologis individu serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidrasi yang adekuat dan perawatan kulit. Integrasi skrining dengan edukasi kesehatan dan intervensi promotif-preventif diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah gangguan kesehatan terkait hidrasi di masa mendatang.