cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2017): August 2017" : 10 Documents clear
Kondisi habitat dan keragaman nekton di hulu Daerah Aliran Sungai Wampu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara Ahmad Muhtadi; Orbita R. Dhuha; Desrita Desrita; Toibullah Siregar; Muammar Muammar
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.5982

Abstract

The study was conducted to determine the condition of the habitat and the diversity of fish in the watershed of Wampu. The habitat conditions was determined by measuring parameters of temperature, brightness, current velocity, depth, DO, pH, type of substrate, the width and the width of the river. Nekton was sampled using electrofishing units at voltage of 15 volt and 9 amperes. The characteristic of upstream watershed was large stones substrate, gravel, and sand with a fast flow and clear waters. Physical-chemical parameters of waters in the upper watersheds Wampu is still suitable for fish, crabs, and shrimp to live in good condition. A total of 15 species of fishes and one species of freshwater crab and one species of freshwater prawns were recorded during the study. There were two species of mahseer were recorded, namely; Tor soro and T. tambra. The higher diversity index (H ') was recorded in the Bahorok River with a value of 4.5 followed by Berkail River (3.45) and Landak River with a value of 2.46.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi habitat dan keragaman ikan di DAS Wampu. Pengukuran kondisi habitat dengan mengukur parameter suhu, kecerahan, kecepatan arus, kedalaman, DO, pH, jenis substrat, lebar dan lebar badan sungai. Jenis nekton ditangkap dengan alat backpack electrofishing units dimana arus listrik yang dihasilkan bersumber dari batere 15 volt dan 9 ampere. Kondisi habitat pada bagian hulu DAS  Wampu yaitu bertipe substrat batu besar, kerikil, dan pasir dengan arus yang sedang - besar serta perairan yang jernih. Parameter fisika-kimia perairan di hulu DAS Wampu masih layak dan cocok untuk habitat ikan, kepiting dan udang. Selama penelitian nekton yang terkoleksi sebanyak 15 jenis ikan dan 1 jenis kepiting air tawar serta 1 jenis udang air tawar. Pada survei ini ditemukan dua jenis ikan Tor  yakni  T. soro, dan T. Tambra. Keanekaragaman (H') tertinggi terdapat pada Sungai Bahorok dengan nilai 4,5 diikuti Sungai Berkail dengan nilai 3,45, dan Sungai Landak dengan nilai 2,46. 
Status padang lamun di Pulau Talago, Madura dan potensinya sebagai bahan baku bioaktif Sukandar Sukandar; Citra S.U. Dewi
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.6435

Abstract

The aims of the study were to evaluate the status of the seagrass beds in Talango Island in relation to diversity, density, and percentage area of seagrass; and to analyze the potential of seagrass as bioactive compounds by calculating the crude extract, which is produced. Data were collected in August 2016 using the transect quadrat method, perpendicular to the shoreline, on the north side of Talango Island. Extraction of seagrass leaves was carried from November to December 2016 at Exploration Fisheries Resources Laboratory FPIK UB, using polar, semi-polar and non-polar solvents. The results showed that the water quality on Talango Island is in good condition with water temperatures of  30.70C,  average salinity 310 ppt , dissolved oxygen of 8 mg /L and pH 7. There were four species of seagrass found on Talango Island, namely Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, and Halodule pinifolia. Where H. pinifolia has has the highest density, while Enhalus acoroides has the highest covering area. Seagrass leaf that used in this study is E. acoroides, and produces raw extract about 0.8% non-polar compounds, 1.73% of polar compounds, and 0.13% semi-polar compounds. This raw extract shows that seagrass leaf has potential as bioactive compound.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status padang lamun di Pulau Talango, meliputi keragaman jenis, kerapatan jenis, penutupan jenis padang lamun dan  menganalisis potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku bioaktif, dengan menghitung rendemen ekstrak kasar yang dihasilkan.Pengambilan data dilakukan pada Bulan Agustus 2016, dengan menggunakan metode transek kuadrat yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai, di sisi utara Pulau Talango.Ekstraksi daun lamun dilakukan pada Bulan November – Desember 2016 di Laboratorium Eksplorasi Sumberdaya Perikanan FPIK UB, dengan menggunakan pelarut polar, semi polar, dan non polar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan di Pulau Talango berada pada kondisi yang cukup baik, ditunjukkan dengan nilai suhu sebesar 30,70C, salinitas 310/00, konsentrasi oksigen terlarut (DO) sebesar 8mg/L, dan nilai pH sebesar 7.  Terdapat empat jenis lamun yang ditemukan di Pulau Talango, yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea serulata, Halophila ovalis, dan Halodule pinifolia.Halodule pinifolia adalah lamun dengan kerapatan jenis tertinggi, sementara Cymodocea serulata adalah lamun dengan kerapatan jenis terendah. Daun lamun yang digunakan dalam penelitian adalah jenis Enhalus acoroides, dan menghasilkan rendemen ekstrak kasar sebesar 0,8% senyawa non polar, 1,73% senyawa polar, dan 0,13% senyawa semi polar. Rendemen yang dihasilkan menunjukkan bahwa ekstrak daun lamun ini memiliki potensi untuk diuji kandungan bioaktifnya.
Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan kerapu Famili Serranidae yang tertangkap di Perairan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Afriana Ramadhani; Zainal A. Muchlisin; Muhammad A. Sarong; Agung S. Batubara
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.7017

Abstract

The objective of the research was to evaluate the length-weight relationships and condition factors of five dominant species of groupers harvested from Pulo Aceh waters, Aceh Besar District, Aceh Province, Indonesia. The target species are Plectropomus leopardus, P. laevis, P. maculatus, Epinephelus fuscoguttatus and E. bleekeri. The samples were collected from fish landing in Ulee Lheue  and Ujung Pancu from April to July 2016. A total of 40 samples of each species were measured for total length (mm) and weighed for body weight (g). The data were calculated for length weight relationship using an Allometrict Linear Model (LAM). The results showed that Plectropomus leopardus, P. laevis, Epinephelus fuscoguttatus and E. bleekeri have the b values lower than 3 indicate a negative allometric growth pattern, while P. maculatus has the b value higher than 3 indicate a positive allometric growth pattern. The highest condition factor was found in P. leopardus  and P. laevis and the lower condition factor was recorded in E. fuscoguttatus. However, in general the relative weight condition factor was above 100, indicating a balance of prey and predators densities.Telah dilakukan  penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi lima spesies ikan kerapu Famili Serranidae yang dominan tertangkap di Perairan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi lima spesies ikan dari Famili Serranidae dari perairan Pulo Aceh, yaitu; Plectropomus leopardus, P. laevis, P. maculatus,  Epinephelus fuscoguttatus dan E. bleekeri. Sampel ikan adalah hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Ulee Lheue dan Ujung Pancu, sampling dilakukan pada April sampai Juli 2016. Hasil pengukuran panjang dan berat terhadap 40 ekor ikan pada masing-masing spesies dianalisis dengan Linear Allometrict Model (LAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Plectropomus leopardus, P. laevis, Epinephelus fuscoguttatus dan E. bleekeri memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dan P. maculatus memiliki pola pertumbuhan allometrik positif. Faktor kondisi tertinggi pada ikan P. leopardus dan P. laevis dan terendah pada ikan E. fuscoguttatus. Faktor kondisi berat relatif secara umum berada diatas 100, menunjukkan adanya keseimbangan kepadatan prey dan predator.
Struktur komunitas dan pemetaan ekosistem mangrove di pesisir Pulau Maitara, Provinsi Maluku Utara, Indonesia Nebuchadnezzar Akbar; Nasir Haya; Abdurrachman Baksir; Zulhan A. Harahap; Irmalita Tahir; Yunita Ramili; Raismin Kotta
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.6402

Abstract

Mangrove is ecosystem important in coastal area. Human exploited make decrease habitat mangroves ecosystem. The highly activity in this area threaten quantity ecology ecosystem mangroves.The objective of the present study was to examine the ecological indices and mapping of mangrove in coastal region on Maitara Island, North Moluccas.Information about that most important for sustainable mangrove management. The results showed that mangroves composition found that 4 specieses belong to 3 families.total density of stations namely 215.78 tree/hectare, frequency 722.22 tree/hectare, percent cover 189.29% and significantion value 300 every stations. The density and frequency highest of species found Rhizopora apicullata, Avicennia alba, Sonneratia alba. The density and frequency lowest Sonneratia caseolaris. The percent cover highest types derived Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Avicennia alba and percent lowest is Sonneratia caseolaris. Overall the ecological index analysed diversity of mangroves found is minor. The characterize mangrove zonation that Rhizhopora Sp is aleadingconstituentof mangrove ecosystem from coast to land inthe Maitara Island. Extensivemangroveobtained fromfieldclassificationandmapping resultsof4.91hectares. Correctionfield data andpreviousliterature studiesindicatedthere have been adecline inmangroveareaat1.09during 3 years.The overall necessaryapproaches to conservationandsustainable managementofmangroveecosystem andconservation interestson the Maitara Island. Mangrove merupakan ekosistem penting di daerah pesisir.Meningkatnya exploitasi manusia menurunkan habitat ekosistem mangrove. Tingginya aktivitas mengancam kuantitas ekologi ekosistem mangrove.Tujuan penelitian ini untuk melihat struktur komunitas dan pemetaan ekosistem mangrove. Pengambilan data mangrove dilakukan pada tahun 2015. Hasil penelitian menemukan bahwa komposisi jenis mangrove yang ditemukan terdiri dari 3 family dengan 4 spesies. Total keseluruhan kerapatan stasiun yaitu 215.78 batang/hektar, frekuensi 722.22 batang/hektar, tutupan 189.29% dan nilai penting 300 tiap stasiun. Kerapatan dan frekuensi jenis tertinggi ditemukan Rhizopora apicullata, kemudian Avicennia alba, disusul Sonneratia alba dan terendah Sonneratia caseolaris. Tutupan jenis tertinggi diperoleh jenis Sonneratia alba, kemudian Sonneratia caseolaris, disusul  Avicennia alba dan terendah Rhizopora apicullata. Nilai penting tertinggi pada jenis Sonneratia alba, kemudian Rhizopora apicullata, setalah itu Avicennia alba dan terendah adalah jenis Sonneratia caseolaris. Secara umum keseluruhan indeks nilai keanekaragaman jenis mangrove di Pulau Maitara yang diperoleh rendah. Tipe zonasi yang ditemukan bahwa jenis Rhizhopora Sp merupakan penyusun terdepan  hutan  mangrove dari arah laut ke daratan di Pulau Maitara.Luas mangrove yang didapat dari klasifikasi lapangan dan hasil pemetaan sebesar  4.91 hektar. Koreksi data lapangan dan studi literature sebelumnya mengindikasikan telah terjadi penurunan luas mangrove sebesar 1.09 Ha dengan rentan 3 tahun. Sehingga diperlukan pendekatan konservasi dan pengelolaan berkelanjutan untuk kepentingan pelestarian hutan mangrove di Pulau Maitara. 
Keragaman, kerapatan dan penutupan lamun di Pulau Biak, Papua Citra S. U. Dewi; Beginer Subhan; Dondy Arafat
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.6227

Abstract

The purpose of this study were to evaluate the diversity, density, and covering area of seagrass  in Biak Island, Papua. Methodology that used in this study were combination of line intercept and quadrat transects, which drawn perpendicular to the shoreline. The results showed that there were 9 species of seagras found in Biak Island and it was categorized as high category. The density was renged from 450 ind/m2 to 898 ind/mand the covering area was between 60% to 80%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman, kerapatan jenis lamun dan penutupan lamun di Pulau Biak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek kuadrat dan transek garis, yang ditarik tegak lurus dari garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman jenis lamun di Pulau Biak tergolong tinggi, karena ditemukan delapan jenis lamun, dari 13 jenis lamun yang ada di Indonesia. Jenis lamun yang beragam di Pulau Biak diikuti juga dengan kerapatan lamun di setiap stasiun, yaitu pada kisaran 450 individu/m2 hingga 898 ind/m2. Kondisi ini seiring dengan penutupan lamun yang tergolong tinggi, yaitu berkisar antara 60% hingga 80%.
Hubungan antara kelimpahan plankton dengan hasil tangkapan ikan tuna madidihang (Thunnus albacares) di Perairan Kepulauan Banda, Ambon Umi Chodriyah; Bram Setyadji
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.7619

Abstract

Study related to plankton community in the Banda Sea and its adjacent sea has been conducted by several authors; However, t information on the relationships between of plankton abundance and catches volume of yellowfin tuna Thunnus albacares has been never been examined. Therefore, the objective of this study was to analyze the relationships between plankton abundance and catch volume of yellowfin tuna in Banda Sea Waters, Ambon. The result showed that the highest abundance of phytoplankton (59.259 cell/m3) was found at station 10, around Ambon, Seram and Haruku Island which located in the waters between many river runoffs. While, the highest abundance of zooplankton was 5,483 ind/m3, located around Ambelau Island. Both diversity (H') and evenness (E) index of phytoplankton were at the medium level, and there were no dominant species in this observation. Based on visual observation of remote sensing data, there was an indication of a relationship between the area with high concentration of chlorophyll-a (high phytoplankton biomass) with CPUE value of yellowfin tuna.Studi mengenai komunitas plankton di Laut Banda dan sekitarnya telah banyak dilakukan, akan tetapi telaah hubungan antara kelimpahan dan distribusi plankton dengan aspek perikanan belum banyak dibahas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan dan distribusi dari komunitas plankton dengan perikanan tuna di Perairan Kepulauan Banda. Kelimpahan fitoplankton tertinggi terdapat pada stasiun 10 yang terletak di daerah antara pulau Ambon, Seram dan Haruku (59.259 sel/m3) yang mempunyai akses ke muara-muara sungai di sekitarnya. Sedangkan kelimpahan zooplankton tertinggi terletak di sekitar Pulau Ambelau (stasiun 3), yakni 5.483 ind/m3. Tingkat indeks keanekaragaman (H’) fitoplankton sedang, indek keseragaman (E) rendah hingga sedang, dan tidak ditemukan jenis tertentu yang dominan. Berdasarkan pengamatan visual data penginderaan jauh memberikan indikasi adanya keterkaitan antara daerah dengan konsentrasi klorofil-a yang tinggi (biomassa fitoplankton tinggi) dengan hasil tangkapan per unit upaya penangkapan tuna madidihang.
Selektivitas alat tangkap purse seine di Pangkalan Pendaratan Ikan Muara Angke Azlhimsyah R. Pamenan; Sunarto Sunarto; Isni Nurruhwati
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.5381

Abstract

Alat tangkap purse seine adalah alat tangkap terbanyak kedua yang digunakan nelayan di PPI Muara Angke setelah alat tangkap bouke ami. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine berdasarkan hasil tangkapannya. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey di PPI Muara Angke Jakarta dari 10 Mei - 1 Juni 2016. Data hasil tangkapan ikan dikumpulan dari 4 unit alat tangkap purse seine dengan masing-masing alat tangkap 1 kali trip. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan dan ukuran panjang cagak pertama matang gonad hasil tangkapan utama. Hasil Penelitian menunjukan bahwa alat tangkap purse seine menangkap sebanyak 14 spesies dengan jumlah total hasil tangkapan 75.945 ekor dengan bobot 9.092 kg.  Komposisi hasil tangkapan sampingan lebih mendominasi yaitu sebesar 78,7% dibanding hasil tangkapan utama 21,3%. Panjang cagak ikan tangkapan utama yang telah mencapai ukuran matang gonad mencapai 50,1% dari total seluruh ikan yang diukur. Secara umum, dengan melihat faktor yang digunakan untuk mengukur tingkat selektivitas alat tangkap, purse seine tergolong alat tangkap yang memiliki tingkat selektivitas yang rendah.Kata Kunci : Purse Seine, Hasil Tangkapan, Selektivitas. Purse seine fishing gears is the second most fishing gears which is used by fisherman in muara angke fishing port after bouke ami fishing gears. The purpose of this research is to analyzed the selectivity level of purse seine fishing gears based on fishing catch. The data collection was collected in muara angke fishing port between 10 mei – 1 juni 2016. The data of fishing catch is collected from 4 unit of purse seine fishing gears with 1 trip from each unit. The data analysis exmines  the composisition of fishing catch and fork length of first maturity fish. The result from this research seeing that purse seine catch 14 different species from the total 75.945 fishes with 9.092 kg total weight. By-catch composistion is 78,7% more high than main catch composition 21,3%. The fork length of main catch which is have maturity size is just 50,1% from fishes were measured. Generally. From seeing the  used factor to measurre the level of fishing gears selectivity, purse seine fishing gears is classffied to the fishing gears that have poor selectivity level.Keywords : Purse Seine, Fishing catch, Selectivity
Evaluasi status tropik perairan pantai Gapang, Sabang, Provinsi Aceh, berdasarkan konsentrasi nitrat dan fosfat, dan kelimpahan klorofil-a Viqqi Kurnianda; Jefri Heriantoni
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.7593

Abstract

Research on the effect of nitrate and phosphate concentration on the abundance of chlorophyll-a at Gapang beach, Sabang, Aceh Province was conducted in March 2017. This study aims to determine the effect of nitrate and phosphate concentration and its association with the abundance of chlorophyll-a in coastal waters of Gapang, Sabang, Aceh Province. Determination of 4 location based on purposive sampling method and analysis of chlorophyll-a concentration and nitrate and phosphate nutrients using UV-Vis spectroscopy. The results of the study at 4 location showed that the content of chlorophyll-a at Gapang beach ranged from 25 to 16 mg/L while the concentration of nitrate and phosphate at Gapang beach ranged from 840 to 630 mg/L and 64 to 51 mg/L. The abundance of chlorophyll-a is closely related to the availability of nitrate and phosphate elements so as to know the trophic status of the coastal of Gapang waters. Based on the relationship between chlorophyll-a abundance, nitrate and phosphate concentration indicates that the coastal waters of Gapang, Sabang are included in the category of eutrophic waters.Penelitian tentang pengaruh konsentrasi nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan klorofil-a di pantai Gapang, Sabang, Provinsi Aceh telah dilakukan pada bulan Maret 2017. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nitrat dan fosfat serta keterkaitannya dengan kelimpahan klorofil-a di perairan pantai Gapang, Sabang, Provinsi Aceh. Penentuan 4 lokasi penelitian berdasarkan metode purposive sampling dan analisis Kelimpahan klorofil-a serta unsur hara nitrat dan fosfat menggunaakan spektroskopi UV-Vis. Hasil penelitian pada 4 lokasi menunjukkan bahwa kandungan klorofil-a di pantai Gapang berkisar antara 25 – 16 mg/L sedangkan konsentrasi nitrat dan fosfat di pantai Gapang berkisar 840 - 630 mg/L dan 64 - 51 mg/L. Kelimpahan klorofil-a erat kaitannya dengan ketersediaan unsur nitrat dan fosfat sehingga dapat mengetahui status trofik perairan pantai Gapang. Berdasarkan hubungan antara kelimpahan klorofil-a, konsentrasi unsur hara nitrat dan fosfat mengindikasikan bahwa perairan pantai Gapang, Sabang termasuk dalam kategori perairan eutrofik
Bioakumulasi timbal (Pb) dan cadmium (Cd) pada Lamun Cymodocea serrulata di Perairan Bangka Selatan Suci Puspita Sari; Dwi Rosalina; Wahyu Adi
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.7783

Abstract

The purpose of this study was to measure the heavy metal content of cadmium (Cd) and lead (Pb) in water, sediment and seagrass Cymodocea serrulata from Southern Bangka waters. The research was conducted in two locations in South Bangka Regency, namely Desa Pasir Putih and Tanjung Kerasak.The sediments, waters, and seagrass were collected using purposive random sampling method. Measurement of water quality data was in situ. Seagrass sampling is done by transect method. The Cd and Pb contents in the Water, sediments and sea grass samples were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that Cd concentration in water was higher than Pb, with the range of between 0.29 to 0.39 mg/l. Pb was higher than Cd in the sediment ranges between 4.74 to 7.68 mg/kg. The highest Cd concentration was detected at the seagrass leaf with a range of 1.76⎼2.44 mg/kg, while the highest Pb concentration at the seagrass roots ranged from 1.94 ⎼ 6.52 mg/kg. The high content of heavy metals Cd and Pb on seagrass sections, when compared to water and sediments, shows that seagrass accumulates metals derived from water and sediment. The Bioconcentration factor (BCF) showed that seagrass leaves can accumulate Cd of 6.16 and Pb of 5.31. While The BCF value of the seagrass roots is able to accumulate Cd of 0.53 and metal Pb of 0.55Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan logam berat cadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada air, sedimen dan lamun Cymodocea serrulata. Penelitian dilakukan di 2 lokasi di Kabupaten Bangka Selatan, yaitu Desa Pasir Putih dan Tanjung Kerasak. Metode Penelitian merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampling dalam penelitian ini meliputi sampling kualitas, pengambilan sampel air, sedimen dan lamun menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pengukuran data kualitas air dilakukan secara insitu. Pengambilan sampel lamun dilakukan dengan metode transect. Sampel air, sedimen dan lamun dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil analisis logam berat Cd dan Pb di air menunjukkan bahwa konsentrasi Cd di air lebih tinggi daripada Pb, dengan kisaran 0,29⎼0,39 mg/l. Konsentrasi logam berat tertinggi pada sedimen yaitu Pb, berkisar antara 4,74⎼7,68 mg/kg. Konsentrasi Cd tertinggi terdeteksi pada bagian daun lamun dengan kisaran 1,76⎼2,44 mg/kg, sedangkan konsentrasi Pb tertinggi pada akar lamun berkisar antara 1,94 ⎼ 6,52 mg/kg. Tingginya kandungan logam berat Cd dan Pb pada bagian lamun jika dibandingkan di air dan sedimen, menunjukkan bahwa lamun mengakumulasi logam yang berasal dari air dan sedimen. Nilai faktor biokonsentrasi (BCF) menunjukkan bahwa daun lamun dapat mengakumulasi logam Cd sebesar 6.16 dan logam Pb sebesar 5,31. Nilai BCF akar lamun dan logam berat menunjukkan bahwa akar lamun mampu mengakumulasi logam Cd sebesar 0,53 dan logam Pb sebesar 0,55.
Keragaman ikan di perairan ekosistem mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Dhiandra Puteri; Hasan Sitorus; Ahmad Muhtadi
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.6656

Abstract

Mangrove areas of Jaring Halus village have the potential of fish resources. Fish found in mangrove ecosystems, both settled and just transit to spawning and nursery will increase biodiversity in these ecosystems. This study aims to determine the diversity of fish species found in the waters of the mangrove areas of Jaring Halus village Langkat District. Sampling was done 3 times in December 2016 - January 2017 with an interval of 2 weeks for a period of two months. Fish samples obtained by using nets to catch fish (Fixed Gill Net) that is attached to the stake. Total fish species were obtained as many as 19 species of fish belonging to the 8 orders, 14 families, and 16 genera. Fish from Family Mugilidae and Ambassidae and Gobiidae always found in every station and at every time of data collection. In station 1 found 12 species, station 2 found 10 species and station 3 found nine types. The first sampling was obtained 11 species of fish, the second sampling found 15 species of fish. In the third sampling found 14 species of fish. The fish was dominated seriding fish (A. buruensis) of family Ambassidae, anchovy spikes (S. heterolobus) of family Engraulidae, and mullets (V. Engeli) of family Mugilidae and Mudskipper (P. Kaloko) of family GobiidaeKawasan perairan mangrove Desa Jaring Halus memiliki potensi sumberdaya ikan. Ikan yang terdapat pada ekosistem mangrove, baik yang menetap atau hanya transit untuk melakukan pemijahan serta memelihara anakannya akan menambah keanekaragaman hayati pada ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis ikan yang terdapat pada perairan kawasan mangrove. Sampling dilakukan sebanyak 3 kali yakni pada bulan Desember 2016 – Januari 2017 dengan interval kurun waktu 2 minggu selama 2 bulan. Sampel ikan diperoleh dengan cara menangkap menggunakan jaring ikan (Fixed Gill Net) yang ditancapkan dengan pancang. Total jenis ikan yang diperoleh sebanyak 19 jenis ikan yang termasuk ke dalam 8 ordo, 14 famili, dan 16 genus. Ikan dari Famili Mugilidae dan Ambassidae serta Gobiidae selalu ditemukan pada setiap stasiun dan pada setiap kali pengambilan data. Pada stasiun 1 ditemukan 12 jenis, stasiun 2 ditemukan 10 jenis dan stasiun 3 ditemukan 9 jenis. Sampling pertama yang dilakukan diperoleh 11 jenis ikan, sampling kedua ditemukan 15 jenis ikan. Pada sampling ketiga ditemukan 14 jenis ikan. Ikan yang mendominasi adalah ikan seriding (A. buruensis) dari family Ambassidae, ikan teri paku (S. heterolobus) dari family Engraulidae, dan ikan belanak (V. engeli) dari family Mugilidae dan ikan gelodok (P. kaloko) dari family Gobiidae. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017