cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): April 2019" : 7 Documents clear
Pemanfaatan daun Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan ikan patin (Pangasius sp.) Retno Cahya Mukti; Danang Yonarta; Aldila Din Pangawikan
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13056

Abstract

Abstract. The feed is one of the components that support the growth and survival in fish culture. One of the alternative feed ingredients which could use as other feed ingredient was Indigofera zollingeriana leaves. The aims of this research was to determine the use of Indigofera zollingeriana leaves on the growth performance of Patin (Pangasius sp.). This research consisted of five treatments and three replications. Indigofera zollingeriana leaves were used in the diet amount of P0 (0%) (without Indigofera zollingeriana leaves addition ), P1 (10% Indigofera zollingeriana leaves addition), P2 (20% Indigofera zollingeriana leaves addition), P3 (30% Indigofera zollingeriana leaves addition), and P4 (40% Indigofera zollingeriana leaves addition). The result showed that the use of Indigofera zollingeriana leaves had a significant effect on the fish growth performance. The use of 20% zollingeriana Indigofera produced the best results of the absolute weight of 2.15 g, 1.00% daily growth rate and feed efficiency of 44.60%.Keywords: Patin, feed ingredient, Indigofera zollingeriana leaveAbstrak. Pakan merupakan komponen yang menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan. Salah satu bahan baku alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan yaitu daun Indigofera zollingeriana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana terhadap kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penggunaan daun Indigofera zollingeriana terdiri dari P0(0%) (tanpa penambahan daun Indigofera zollingeriana), P1 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 10%), P2 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 20%), P3 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 30%), dan P4 (penambahan daun Indigofera zollingeriana 40%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun Indigofera zollingeriana menunjukkan kinerja pertumbuhan pada ikan patin. Penambahan Indigofera zollingeriana sebanyak 20% menghasilkan hasil terbaik yaitu pertumbuhan bobot mutlak sebesar 2,15 g, laju pertumbuhan harian 1,00% serta efisiensi pakan sebesar 44,60%.Kata Kunci: Bahan pakan, daun Indigofera zollingeriana, ikan patin
Karakteristik sampah mikroplastik di Muara Sungai DKI Jakarta Sapta L.J Rahmat; Noir P Purba; Mochamad U.K. Agung; Lintang P.S. Yuliadi
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.12156

Abstract

Abstract. Marine debris is one of the global issues and becomes a challenge for Indonesia as a maritime country. This research focuses on the characteristics of the one the estuaries in DKI Jakarta. The method used in this research by sampling the water at the mouth of the river by using the manta net at different depths and in tidal conditions.          The results showed that the number of microplastic consists of 93 microplastic particles originating from the seven stations. The number of microplastic particles at low tide conditions is 112 particles. The results of microplastic counting obtained weight of 45.7 mg from the seven stations with high tide conditions on the surface. The maximum particle weight value of 16.2 mg found at station 1 in Muara Tiram. Based on the observations at each station, the size of the microplastic obtained range between 1mm to 5mm. The results of observing the characteristics of the forms in the research study have results including fragments, filaments, films, foams, and granules. The microplastics at the estuary come from the ocean and also from the river.Keywords: marine debris, estuary, microplastics, rivers, trash education Abstrak. Sampah laut merupakan isu global dan merupakan tantangan bagi Indonesia sebagai negara maritim. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana karakteristik sampah yang keluar dari muara sungai di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan sampling di muara sungai dengan menggunakan manta net pada kedalaman yang berbeda dan pada kondisi pasang dan surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mikroplastik sebanyak 93 partikel mikroplastik yang berasal dari tujuh stasiun. Hasil yang berbeda terlihat pada kondisi surut di permukaan terdapat jumlah sebanyak 112 partikel mikroplastik. Hasil pencacahan mikroplastik didapatkan berat sebesar 45,7 mg yang berasal dari ketujuh stasiun dengan kondisi pasang yang berada di permukaan. Nilai berat partikel maksimum sebesar 16,2 mg yang terdapat pada stasiun 1 di Muara Tiram. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di setiap stasiun, menunjukkan bahwa pengukuran partikel mikroplastik memiliki karakterisasi ukuran sampah yaitu antara 1mm hingga 5 mm. Hasil pengamatan karakteristik bentuk pada kajian penelitian memiliki hasil diantaranya yaitu fragments, filaments, films, foams, dan granules. Sampah yang ada di estuary dapat berasal dari laut dan juga dari sungai.Kata Kunci: sampah laut, estuarin, mikroplastik, sungai, edukasi sampah
Kandungan senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon dalam air laut dan sedimen di Teluk Lampung Edward Edward
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13268

Abstract

Abstract. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) are polycyclic aromatic organic compounds that are toxic to humans and aquatic organisms. This research aims to determine the level of pollution of PAH compounds in seawater and sediments in Lampung Bay, Lampung. This research was conducted by survey method in November 2018. Sediments and seawater samples were taken using water and sediment sampling equipment. Sediment and seawater samples were taken at three and two research stations. The levels and types of PAH compounds were determined by using Gas Mass Spectrometry Chromatography and their sources using individual ratio diagnostic methods. The results showed that the levels of PAH total in seawater ranged 295,587-331,133 ppb, this level is relatively high and has passed the threshold values set by the Decision Letter of the Office of the State Minister of Environment No 51, 2004 for marine biota protection, while in the sediments range 51.481-62.448 ppb, this level is relatively small and still in accordance with the criteria for marine life. The results of individual ratios diagnosis analysis indicate that PAHs in seawater and sediment come from various sources, namely petroleum, burning of petroleum and burning of organic matter.Keywords:  Lampung Bay, sediment, seawater, PAH Abstrak. Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) merupakan senyawa organik aromatik polisiklik yang bersifat toksik terhadap manusia dan organisme perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran senyawa PAH  dalam air laut dan di sedimen Teluk  Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei pada bulan November 2018. Contoh air laut dan sedimen diambil dengan menggunakan alat pengambil contoh air dan sedimen. Contoh air laut diambil pada dua stasiun dan sedimen pada tiga stasiun penelitian. Kadar dan jenis senyawa PAH ditentukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa dan sumbernya dengan metode diagnosa rasio individu. Hasilnya menunjukkan kadar total PAH dalam air laut berkisar 295,587-331,133 ppb, kadar ini relatif tinggi dan telah melewati nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004  untuk kepentingan biota laut, sedangkan pada sedimen berkisar 51,481-62,448 ppb, kadar ini relatif kecil dan masih sesuai dengan kriteria untuk kehidupan biota laut.   Hasil analisis diagnosa rasio individu menunjukkan bahwa PAH dalam air laut  dan sedimen berasal dari berbagai sumber yakni minyak bumi, pembakaran minyak bumi, dan pembakaran bahan organik.  Kata Kunci: Teluk Lampung, sedimen, air laut, PAH
Identifikasi ular laut di perairan Pulau Tuan Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar M. Khairun Iffat; Chitra Octavina; Widya Sari; Maria Ulfah; Adli Waliul Perdana; Sri Agustina
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13217

Abstract

Abstract. The research of identification about sea snake in Tuan Island Waters in Peukan Bada, Aceh Besar District has been conducted. This study aims to determine sea snakes species in Tuan Island Waters. The research was begun from April until July 2018. The method used in this study research was Time Swim Method with four station observation.Types of sea snakes were identified based on their morphology, head shape, body and tail, color and band. The result showed that there were types of marine snakes in these waters, they are Acrochordus granulatus and Laticauda sp. The waters parameters of Tuan Island such as temperature, salinity and pH supported the life of the two snake species.Keywords: Acrochordus granulatus, Laticauda, identification, sea snakes, Pulau Tuan. Abstrak. Telah dilakukan penelitian identifikasi ular laut di Perairan Pulau Tuan Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui spesies ular laut di Perairan Pulau Tuan. Pelaksanaanya berlangsung pada bulan April-Juli 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Time Swim dengan empat stasiun pengamatan. Jenis ular laut diidentifikasi berdasarkan morfologinya, bentuk kepala, badan dan ekor, warna dan corak/bands. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua jenis ular laut pada perairan tersebut, yaitu Acrochordus granulatus dan Laticauda sp. Secara keseluruhan parameter perairan Pulau Tuan seperti suhu, salinitas dan pH tergolong sesuai untuk kehidupan dua spesies ular tersebut.Kata Kunci: Acrochordus granulatus, Laticauda, identifikasi, ular laut, Pulau Tuan.
Penggunaan minyak biji karet (Hevea brasiliensis) dalam pakan untuk menunjang kinerja pertumbuhan ikan mas (Cryprinus carpio) Hanifah Shalihah; Aris Munandar; Mas Bayu Syamsunarno
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.13100

Abstract

Abstract. Rubber seed Hevea brasiliensis contains relatively high oil and potentially used in a diet as sources of fatty acid  and  energy  as  well.  A  study,  therefore,  was  conducted  in  the  aim  of  evaluating  the  use  of  rubber  seed  oil  as  a substitution  of  soybean  oil  in  the  diet  for  increasing  growth  performance  of  common  carp.  The  treatments  were  the substitution of rubber seed oil to soybean oil at a respectived level of 0, 25, 50, 75 and 100%, each treatment had three replications. Test diet contained Cr2O3 as digestibility indicator. After acclimatization, common carp fingerling of 3.55 ± 0.00 g in average weight was randomly stocked in 15 aquaria of 69x29x35 cm3 in dimension size containing 50 L water  at  15  fingerlings  per  aquarium  and  fed  iso-protein  and  iso-energy  test  diet  at  satiation  for  40  days  of  the experimental period. Feces in each tank were collected at day 3 for 15 days. Parameters tested were digestibilities of total and fat, diet consumption, growth, protein/fat retention, and survival. The results showed that the more increase rate of substitution  of  rubber  seed  oil  in  the  diet,  the  more  significantly  declining  diet  digestibility  and  growth  performance  of common carp (P0.05). It is concluded that the substitution of rubber seed oil to soybean oil as much as 25% in diet resulted in the highest diet digestibility and growth performance of common carp.Keywords: Common carp, Digestibility, Rubber Seed Oil, Soybean Oil, Growth Performance Abstrak.  Biji  karet Hevea brasiliensi  mengandung lemak  relatif  tinggi  dan berpotensi  digunakan  dalam pakan  ikan  sebagai sumber  asam lemak  dan  energi. Oleh  karena itu,  suatu  penelitian  telah  dilakukan dengan  tujuan  untuk  mengevaluasi  penggunaan  minyak  biji  karet  dalam  pakan  sebagai  substitusi minyak kedelai untuk peningkatan kinerja pertumbuhan ikan mas Cyprinus carpio. Perlakuannya adalah substitusi  minyak  biji  karet  terhadap  minyak  kedelai  pada  tingkat  0,  25,  50,  75,  dan  100%,  masing- masing perlakuan mempunyai tiga ulangan. Pakan uji mengandung Cr2O3 sebagai indikator kecernaan. Setelah  diadaptasikan,  ikan  mas  dengan  bobot  rata-rata  3,55  ±  0,00  g  ditebar  ke  dalam  15  akuarium ukuran 69x29x35 cm3 berisi 50 L air dengan padat tebar 15 ekor/ akuarium dan diberi iso protein dan iso enerji pakan uji secara sekenyangnya selama 40 masa percobaan. Uji kecernaan dilakukan selama 15 hari  dan  uji  pertumbuhan  selama  40  hari.  Parameter  uji  yang  digunakan  adalah  kecernaan  total  dan lemak,  konsumsi  pakan,  pertumbuhan,  retensi  protein/lemak  dan  sintasan.  Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  semakin  meningkat  substitusi  minyak  biji  karet,  secara  nyata  semakin  menurun kecernaan  pakan  dan kinerja pertumbuhan  ikan mas  (P0,05).  Oleh karena itu substitusi minyak biji karet  terhadap  minyak  kedelai  sampai  dengan  25%  menghasilkan  kecernaan  pakan  dan  kinerja pertumbuhan ikan mas terbaik.Kata Kunci: Ikan mas, Kecernaan, Minyak biji karet, Minyak kedelai, Pertumbuhan
Performa pertumbuhan bawal bintang Trachinotus blochii yang dibudidaya dengan sistem monokultur dan polikultur bersama kerang hijau Perna viridis Kurnopriawan Hidayat; Herman Yulianto; Mahrus Ali; Nuning Mahmudah Noor; Berta Putri
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.12542

Abstract

Abstract. The snubnose pompano Trachinotus blochii is one of the important commercial fishery commodity in the Indonesian market. The increasing of the market demand has led some efforts to increase the production of this fish. So do the increasing need for green mussels Perna viridis meat. Therefore it is necessary to evaluate the performance of both species in the polyculture system by using raft culture. This study aims to compare the growth performance of snubnose pompano cultivated on a monoculture system and polyculture within green mussels in a raft system. The parameter observed was the differences in the  growth performance of both species and the increase in total weight and survival (SR) of the fish. The results showed that the growth of snubnose pompano did not provide a significant difference in the growth of both cultivating systems whether in monoculture or polyculture system, likewise the shell length and width of the green mussels. We conclude that it is profitable to cultivate both organisms on a polyculture system because it can harvest both green mussels and snubnose pompano together in a period.Keywords: Snubnose pompano, green mussel, monoculture, polyculture, raft, growth Abstrak. Permintaan pasar terhadap daging ikan bawal bintang semakin meningkat begitupun dengan daging kerang hijau sehingga diperlukan suatu upaya rekayasa teknologi budidaya. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem polikultur dalam keramba jaring apung. Penelitian ini bertujuan membandingkan faktor pertumbuhan ikan bawal bintang dan kerang hijau yang dibudidayakan dengan sistem monokultur dan polikultur. Pengamatan dilakukan pada perbedaan pertumbuhan ikan dan kerang hijau, juga pada mutlak serta survival rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang dan lebar bawal bintang tidak memberikan perbedaan pertumbuhan secara nyata baik pada perlakuan monokultur dan polikultur. Begitupun dengan pertumbuhan kerang hijau sehingga sistem polikultur lebih menguntungkan untuk dilakukan karena bisa memanen kerang hijau dan ikan bawal bintang sekaligus.Kata Kunci: kerang hijau, ikan bawal bintang, monokutur, polikultur, pertumbuhan, KJA.
Pemanfaatan potensi Azolla microphylla sebagai pakan untuk ikan sidat (Anguilla bicolor) Rory Ade Kristiawan; Agung Budiharjo; Artini Pangastuti
Depik Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.1.12842

Abstract

Abstract. Azolla microphylla is included Azollaceae family that very rich of protein, essential amino acid, vitamin and mineral. Azolla plant can be a potential source of nutrient for fish. The study was aimed to determine the utilization of potential of A. microphylla as a feed for Anguilla bicolor bicolor. This study was used a completely randomized design (CRD), with five treatments and three replications. About 15 of A. bicolor bicolor with an average body length of 20-25 cm and a weight of ± 10 g were divided into five groups, into each aquarium containing three fish and they have been given treatment test by substitution of A. microphylla (0%, 10%, 20%, 30%, 40%) for 30 days. The parameters of this study were absolute weight gain, specific growth rate, feed convertion ratio and survival rate of A. bicolor. The ANOVA analysis were continued by the Tukey test in a confidence level of 95%, has shown difference results significantly (P 0.05) for control treatment (0% A. microphylla) which were absolute weight gain: 0,13±0,07 g, SGR: 0,55±0,11(%/day), FCR: 13,25±2,62 and SR: 100%. All treatment that substituted by A. microphylla haven’t shown positive results. Based results of the research, concentrations of A. microphylla which has been substituted (10%, 20%, 30%, 40%) for 30 days, it hasn’t shown potential feed for A. bicolor bicolorKeywords: Azolla microphylla, Anguilla bicolor bicolor, feed, substitution, potentialAbstrak. Azolla microphylla termasuk dalam famili Azollaceae yang sangat kaya protein, asam amino esensial, vitamin dan mineral. Tanaman azolla dapat menjadi sumber nutrien potensial untuk ikan. Anguilla bicolor bicolor merupakan salah satu ikan yang memiliki potensial ekspor dengan permintaan pasar dunia yang meningkat dari tahun ke tahun.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan potensi A. microphylla  sebagai pakan untuk ikan sidat A. bicolor bicolor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Sekitar 15 ekor A. bicolor bicolor dengan rata-rata panjang tubuh 20-25 cm dan berat ± 10 g dibagi menjadi lima kelompok, ke dalam akuarium masing-masing berisi tiga ikan untuk diberi pakan uji dengan substitusi A. microphylla (0%, 10%, 20%, 30%, 40%) selama 30 hari. Parameter penelitian ini adalah pertambahan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup A. bicolor bicolor. Hasil analisis ANOVA dilanjutkan uji Tukey dengan taraf kepercayaan 95%, menunjukkan hasil beda nyata (P0,05) pada perlakuan kontrol (0% A. microphylla) dengan pertambahan berat mutlak: 0,13±0,07 g, SGR: 0,55±0,11(%/hari), FCR: 13,25±2,62 dan SR: 100%. Seluruh perlakuan dengan substitusi A. microphylla belum menunjukkan hasil positif untuk ikan sidat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian A. microphylla dengan substitusi konsentrasi (10%, 20%, 30%, 40%) selama 30 hari, belum menunjukkan potensi sebagai pakan untuk A. bicolor bicolor.Kata Kunci : Azolla microphylla, Anguilla bicolor bicolor, pakan, substitusi, potensi

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019