cover
Contact Name
Marwanto
Contact Email
mpksalatiga@gmail.com
Phone
+6283838120517
Journal Mail Official
mpksalatiga@gmail.com
Editorial Address
Marwanto 083838120517 Email:mpksalatiga@gmail.com
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (ijmus)
ISSN : -     EISSN : 27460002     DOI : https://doi.org/10.62289/ijmus.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Indonesian Muhammadiyah Studies (ijmus) is published by the Human Resources Cadre Education Council (MPKSDI) Muhammadiyah Regional Management of Salatiga City, Central Java, Indonesia. The IJMUS Journal was born to provide the widest possible opportunity for researchers and scientific writers to publish the results of their research. This journal takes the scope of Islam and Muhammadiyah which includes History, Thought, Law, Islamic Civilization, Islamic Education, and Psychology and Spirituality Education in Muhammadiyah Studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 66 Documents
Efektifitas pembinaan siswa melalui program iqra di sd muhammadiyah plus Purnomo, I'anatul Khasanah
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan
Peran baitul hikmah dalam mengembangkan pendidikan islam pada masa dinasti abbasiyah Abid, Moh. Khusnul; Purnomo, Purnomo
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i2.42

Abstract

The role of Baitul Hikmah of the Abbasid dynasty in the development of Islamic education can be seen in several ways: (1) Baitul Hikmah as a library that accommodates a collection of books and manuscripts by scholars; (2) Baitul Hikmah as a center for translating foreign language written works converted into Arabic; (3) Baitul Hikmah as an educational institution in which there are scientific discussions and science teaching classes; (4) Baitul Hikmah as an astronomical observatory that studies stars and scientific studies; and (5) Baitul Hikmah as a center for studies and essays. The authors of the books were given permission by the caliph to conduct studies and author books there. This made it easier for the caliph to monitor the activities of the ragers. But when the Mongols invaded Baghdad, they burned the city of Baghdad and burned the books in the Jerusalem of Wisdom until they were gone. Baitul Hikmah was razed to the ground until there was nothing left.
Pembinaan akhlak remaja masjid (studi kasus remaja masjid di desa gondangrejo, kecamatan windusari, kabupaten magelang) Rizkiah, Putri; Tri Astuti, Mely
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i2.43

Abstract

Pembinaan akhlak remaja di masjid memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan moralitas yang baik pada generasi muda. Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan menjadi tempat yang ideal untuk membina akhlak remaja. Melalui kegiatan dan program yang tepat, remaja dapat diajak untuk mengembangkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama, seperti kejujuran, kerja keras, tolong-menolong, dan kedisiplinan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dan masuk dalam kategori penelitian kualitatif, dimana penelitian lebih diarahkan untuk memahami fenomena-fenomena yang terkait dengan rumusan masalah. Hasil dari penelitian pembinaan akhlak remaja masjid di desa gondangrejo, kecamatan windusari, kabupaten magelang, penerapan dengan metode Uswah sudah diterapkan seperti, memberi keteladanan yang baik, tidak berbuat dusta, tidak berkhianat, belajar sabar, sopan santun. Penerapan Akhlak dengan metode Ta'widiyah juga sudah mulai diterapkan, menghormati orang lain, mengucapkan salam, berkata sopan, menghargai pendapat orang lain. Penerapan Akhlak metode Mau'izah, niat ikhlas dalam memberikan nasehat sesuai syari'at agama, mendengarkan nasehat, menerapkan nasehat kebaikan dikehidupan sehari hari. Penerapan Akhlak metode Qishshah, kurang terlaksana, merasa kagum dan terinspirsi setelah mendengar cerita Sirrah Nabawiyyah, menerapkan keteladanan yang baik, mengambil hikmah dari Cerita. Penerapan Akhlak metode Ganjaran, shalat berjamaah di masjid pahalanya 27, menyantuni anak yatim mendapatkan balasan Surga, menerapkan amalan amalan yang berpahala besar.
Nilai-nilai estetika dalam tradisi nyadran di dusun blambangan, desa gedangan, kecamatan cepogo, kabupaten boyolali Annisa Ul Aliyah, Tri Rahmawati,
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i2.45

Abstract

Tradisi nyadran merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang yang dilaksanakan masyarakat Jawa, setiap bulan Sya’ban menjelang bulan Ramadhan. Tradisi ini juga dipahami sebagai ziarah kubur ke makam para leluhur yang sudah meninggal. Tradisi nyadran memiliki nilai estetika dalam pelaksanannya. Nilai estetika dalam tradisi nyadran merupakan symbol atau makna yang berkaitan dengan keindahan atau segala sesuatu yang dipandang indah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena sumber data dan informasi didapatkan dari hasil wawancara dan observasi. Tradisi nyadran memiliki beberapa nilai estetika. Pertama, mengangkat tangan saat berdoa yang maknanya adalah mengarahkan doa ke langit sebagaimana sholat mengarah ke kiblat. Kedua, masyarakat membawa makanan untuk kenduri yang melambangkan kebersamaan diantaranya ada ingkung ayam sebagai bentuk doa terbaik bagi manusia agar dapat meniru perilaku ayam. Ayam tidak melahap semua makanan yang diberikan padanya, melainkan hanya memilih makanan yang baik, dan tidak makan yang buruk. Manusia diharapkan dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk yang harus ditinggalkan dalam hidupnya. Ketiga, nyekar yang memiliki symbol hubungan akrab antara ahli waris dengan leluhur. Keempat, tradisi nyadran dilaksanakan di bulan Sya’ban menjelang Ramadhan yang bermakna sebagai sarana instropeksi atau perenungan diri. Kelima, membersihkan makam leluhur atau bubak sebagai bentuk bakti kepada leluhur
Konsep tasawuf wahdat al-wujud menurut hamzah fansuri Azhar, Maulidul; Rohman, Slamet Mahfud
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i2.46

Abstract

Islam is a religion based on revelation revealed to the Prophet Muhammad through the angel Gabriel. One aspect of the doctrine of God is mysticism. In Islam, mysticism is called Tasawwuf. Western Orientalists use the word tasawwuf specifically for mysticism. The essence of Sufism is the awareness of communication and dialogue between the human spirit and God through isolation and competition. One of the schools of Sufism is Sufism whose main teaching is to get close to and even merge with God is wahdatul wujud. Wahdatul wujud is a concept or teaching that teaches about the unity of God and human form. This teaching was brought to Indonesia by a cleric named Sheikh Hamzah Fansuri, Hamzah Fansuri or Sheikh Hamzah Fansuri is a Sufi figure who plays a very important role in the historical development of Sufi thought in the archipelago, especially in the Aceh region. His thoughts on Sufism were very popular at that time. In Hamzah Fansuri's teachings, the concept of Wujudiyyah was known, which is a teaching that teaches about the existence of God. In this research the author uses a qualitative method of Library Research type, namely by clarifying and classifying. After this research, there are several results that we can get, namely Hamzah Fansuri's thoughts are: first, the Nature of Form According to Hamzah Fansuri, the form is only one even though it appears to be many. From this one form there is a skin (mazhar, external reality) and there is a content (inner reality). Second, Eka in diversity according to Hamzah Fansuri, the form is one, more precisely the ultimate form is God, al-haqq. There is no form or nothing in a state of being, other than God. A correct understanding of wujud must include not only its unity, but also its diversity. Third, the Creation of Nature The teaching of Hamzah Fansuri's old creation can be connected to the teaching of Ibn al-Arabi's creation of nature. these two teachings both argue that nature is created from existing into existence, not created from non-existing into existence. Nature is Qadim, this nature exists, created through the process of tajalli, which is the manifestation of the eternal and the final appearance.
Konsep keadilan dalam islam menurut al-mawardi Amelia Katri Azizah, Isna Nur Maulida Saputri , Muhammad Yusuf,
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i2.47

Abstract

Keadilan dalam Islam mengajarkan agar keadilan dapat diejawantahkan dalam setiap waktu dan kesempatan. Tegaknya keadilan akan melahirkan konsekuensi logis berupa terciptanya sebuah tatanan masyarakat yang harmonis. Tidak terbatas dalam satu aspek kehidupan, keadilan sejatinya ada dalam aspek yang amat luas, sebut saja misalnya aspek religi, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek politik, aspek budaya, aspek hukum dan sebagainya. Seperti hal nya Islam memerintahkan kepada setiap manusia untuk berbuat adil atau menegakkan keadilan pada setiap tindakan perbuatan yang dilakukan dalam QS An-Nisaa ayat 58. Dan penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dalam memperoleh data untuk tujuan dan kegunaan tertentu. Data didapatkan dengan bersumber buku, jurnal dan dokumen yang berupa teks atau kalimat yang sesuai dengan penelitian ini. Penelitian ini meggunakan studi kepustakaan atau library research, yaitu dilakukan dengan cara meneliti, membaca dan memahami buku-buku atau jurnal saling berkaitan dengan tema yang akan diteliti. Hasil yang ditemukan penulis akan mencoba untuk memberikan sebuah konsep keadilan sehingga diharapkan nantinya dapat meminimalisasi ketidak adilan yang terjadi di Indonesia yang pertama, keadilan Islam dalam perspektif AL-Mawardi, bahwa keadilan harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam kepemimpinan dan peradilan dalam Islam. kedua, Menurut Al-Mawardi keadilan juga dapat membawa kemesraan hidup antara satu sama lain, melahirkan jiwa yang taat setia, serta harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam kepemimpinan dan peradilan dalam Islam. ketiga, Al-Mawardi juga menekankan pentingnya keadilan dalam proses pengadilan, termasuk dalam pemilihan hakim dan saksi yang adil dan jujur. Hal ini berarti bahwa keadilan harus diterapkan dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
Ahlussunah wal jamaah perspektif hasyim asy’ari Muhamad Wildan Nasirudin, Muhammad Avidh Ni’ama , Ahmad Hanafi Rozak,
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v4i1.48

Abstract

Ahlussunnah wal jamaah is a phrase that describes a people who follow the teachings of the prophet and his companions, but in this context ahlussunnah wal jamaah is in the theological sphere. Ahlussunnah waljamah refers to the thoughts of Abu Hasan Al Asy'ari and Abu Mansur Al Maturidi. The purpose of making this journal is to find out the big picture of ahlussunnah wal jamaah from the perspective of Hasyim Asy'ari. Data processing is carried out using the qualitative method with litetarure review type method. The research results obtained by the author that there are two reasons that make ahlussunnah wal jamaah the theological foundation from Hasyim Asy'ari's perspective,first ahlussunnah wal jamaah as the majority group this statement come from hadith “Indeed, Allah has protected my people from agreeing on misguided” and second ahlussunnah wal jamaah as a contemporary mazhab that are able to answer the problems according to the challenges of the times.
Konsep feminisme dan kesetaraan gender perspektif fatima mernissi Fidelnaia Malika Safitri , Muhammad Yusuf,
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v4i1.49

Abstract

Gerakan Feminisme Islam yang diperjuangkan oleh Fatimah Mernissi pada awalnya merupakan gerakan kaum perempuan yang berupaya agar tidak terjadi perlakuan yang tidak adil (diskriminasi) terhadap kaum perempuan merupakan satu hal yang perlu mendapat dukungan dan bertujuan positif bagi kemajuan perempuan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang bersifat kepustakaan, dan pengumpulan data penulis menggunakan buku-buku referensi dan jurnal pilihan, teknik analisis penulis menggunakan analisis data yang bersifat deskriptif argumentatif. Fatima Mernissi menganggap pendidikan sebagai kekuatan bagi kaum perempuan dalam mencapai kesetaraan gender. Dalam al-Qur'an dan hadis, tidak ada larangan bagi wanita untuk menuntut ilmu, dan Islam mewajibkan wanita untuk mencari ilmu pengetahuan. Gerakan feminisme Islam bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang adil bagi pria dan wanita dalam berbagai bidang kehidupan sosial kemasyarakatan. Hasil dari peneletian Konsep Feminisme Dan Kesetaraan Gender Perspektif Fatima Mernissi. Pertama, penyebaran pendidikan melalui industri media. Kedua,Fatima Mernissi menjelaskan penyebaran pendidikan melalui kaum feminis. Ketiga, Fatima Mernissi menjelaskan penyebaran pendidikan melalui terjemahan dari bahasa asing.
Harmonisasi nilai-nilai kebudayaan dan keagamaan di kampung loloan timur, jembrana bali Tri Anggraeni, Nabila Putri Azahro, Farikhul Fatir, M Khoirun Niam,
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 3 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v3i2.50

Abstract

Di Bali terdapat salah satu tempat yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tempat tersebut bernama Kampung Lolohan Timur, Jembrana Bali. Mayoritas masyarakat penduduk bali memeluk agama Hindu, namun juga terdapat beberapa tempat yang didalamnya terdapat masyarakat Muslim. Berangkat dari fenomena tersebut harmonisasi menjadi salah satu poin yang tidak bisa diabaikan, sebab kemajemukan budaya dan agama sangat rentan kaitannya dengan dis-harmonisasi, sehingga perlu adanya usaha-usaha dalam menjaga harmonisasi kebudayaan dan keagamaan di Bali. Melihat fenomena itu maka penulis ingin menulis lebih jauh harmonisasi kebudayaan dan keagamaan yang sudah berjalan disana, sehingga dapat diketahui seberapa jauh harmonisasi dapat terimplementasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis untuk dapat memahami dan mendapatkan kesimpulan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkaan bahwa: pertama; Harmonisasi kebudayaan di kampung Muslim Lolohan Timur Jembrana diwakili dengan adanya beberapa tradisi yang dapat menjaga kerukunan hidup bersama, diantaranya adalah: Tradisi Male (sebagai pengendali sosial), Ngejot (menguatkan dalam hal kebersamaan), Rebana (sebagai solidaritas), dan Megibung (sebagai tali Persaudaraan). Kedua, Harmonisasi Keagamaan di Kampung Muslim Lolohan Timur Jembrana sangat erat kaitannya dengan Moderasi beragama, masyarakat disana sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi terhadap sesame umat beragama, misalkan ketika umat Hindu melaksanakan ibadah nyepi, secara otomatis masyarakat Muslim di kampung Lolohan Timur ini dengan serentak mengurangi penggunaan speaker yang ada di masjid-masjid setempat.
Problem kemiskinan di jawa tengah dalam perspektif zakat dan belanja bantuan sosial Yogi Supriyono , Ni'am Al Mumtaz,
Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) Vol. 4 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies
Publisher : Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62289/ijmus.v4i1.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa Pengaruh Belanja Bantuan Sosial, Pendapatan Perkapita, Dan Zakat Terhadap Kemiskinan di Jawa Tengah Periode 2018-2022 Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan model regresi data panel. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari BPS Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Tengah, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Kementrian Keuangan Republik Indonesia pada periode tahun 2018-2022, dengan menggunakan seluruh populasi sebagai sampel yang berjumlah 175 sampel. Dalam mengolah data penelitian ini menggunakan aplikasi Eviews 9.0. Hasil pengujian dari penelitian ini menunjukan belanja bantuan sosial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kemiskinan, pendapatan perkapita berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan, zakat berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan. Pada penelitian ini variabel moderasi yaitu inflasi dapat memoderasi variabel zakat terhadap kemiskinan ke arah negatif, namun tidak dapan memoderasi hubungan belanja bantuan sosial dan pendapatan perkapita terhadap kemiskinan.