cover
Contact Name
Nurul Wakia
Contact Email
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282196614501
Journal Mail Official
hisabuna@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Kampus 2
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak
ISSN : 27467082     EISSN : 27467090     DOI : 10.24252/hisabuna
This journal is to develop academic insights in the field of phalactic science that integrates religion and science as well as related sciences in order to advance science. The scope of the journal is as follows: - Beginning of the Kamariah Month - Prayer Time - Qibla Direction - Eclipse - Astronomy
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2021): November 2021" : 13 Documents clear
SEJARAH PERKEMBANGAN DAN RUANG LINGKUP KURIKULUM ILMU FALAK Nurul - Wakia; Sabriadi HR HR
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.13079

Abstract

Abstrak Kajian ini membahas tentang konsep Ilmu Falak sebagai ilmu yang mempelajari tentang litasan benda-benda langit khusunya bumi, bulan, dan matahari. Benda-benda langit selalu berjalan pada lintasan atau orbitnya, sehingga dapat diketahui letak antara benda langit yang satu dengan benda langit lainnya dan juga untuk mengetahui waktu-waktu dipermukaan bumi. Dalam sejarahnya ilmu falak atau astronomi sering disebut sebagai ilmu tertua. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan dan ruang lingkup ilmu falak. Secara garis besar, ilmu falak memiliki pembahasan tersendiri jika dikaitkan dengan ibadah-ibadah yang pelaksanaannya berkaitan dengan ruang dan waktu, baik ibadah yang dilakukan oleh umat Islam maupun selain Islam. Pada umumnya, para ulama ilmu falak menekankan pembahasan ilmu falak pada empat pembahasan, yaitu arah kiblat, waktu sholat, awal bulan qomariah, dan gerhana sehingga ilmu falak mempunyai kedudukan penting dalam Islam karena ibadah akan sempurna dengannya. Kata Kunci: Sejarah, perkembangan, Ruang Lingkup, Ilmu Falak
Eksistensi Ilmu Falak Dalam Penentuan Arah Kiblat Kuburan (Studi Pemakaman Desa Labokong Kabupaten Soppeng) Nur Hijriah; Muhammad Anis
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.14662

Abstract

AbstrakDalam Perkara menghadap ke arah qiblat bukanlah suatu hal yang di anggap sepele dan remeh. Kaum muslimin telah sepakat dalam hal menghadap ke qiblat ketika mengerjakan ibadah ṣalat yang merupakan salah satu syarat sah. Tidak hanya ṣalat yang harus diperhatikan arah qiblatnya tetapi dalam persoalan penguburan jenazah untuk dihadapkan ke arah qiblat. Berdasarkan hasil kesepakatan para ulama, maka diperlukan untuk melakukan pengecekkan ulang terhadap posisi arah qiblat kuburan di pemakaman lapatuddu dan pemakaman keluarga kajuara Desa Labokong Kabupaten Soppeng. Dalam perkembangan teknologi berkembang pula instrument penentuan arah qiblat yang mudah dalam melakukan pengukuran arah qiblat. Berdasarkan metode pengukuran yang dilakukan secara langsung ke lapangan dengan menggunakan qiblat tracker, banyangan matahari, tongkat istiwa’ dan google earth. Sehingga ditemukan bahwa posisi arah qiblat pada pemakaman lapatuddu dan pemakaman keluarga kajuara belum akurat dikarenakan hasil pengukuran terdapat kemelengcengan 4° dari U-B pada pemakaman lapatuddu dan 6° dari B-U pada pemakaman keluarga kajuara.Kata Kunci : Ilmu Falak, Arah Kiblat, Pemakaman.
Akurasi arah kiblat Masjid di desa batumalonro kecamatan biringbulu Kabupaten gowa perspektif ilmu falak Nur Qalbi Indrayani Qalbi; Irfan Irfan
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.17166

Abstract

Pokok masalah dari penelitian ini adalah bagaimana akurasi arah kiblat Masjid di Desa Batumalonro Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa ? pokok masalah tersebut kemudian dibagi kedalam beberapa rumusan masalah yaitu: 1) Metode apa yang digunakan dalam penentuan arah kiblat Masjid di Desa Batumalonro Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa?, 2) Bagaimana tingkat keakurasian arah kiblat Masjid di Desa Batumalonro Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa?.Penelitian ini merupakan penelitian (field Risearch) kualitatif, dengan menggunakan pendekatan syar’i, sosiologis dan astronomis. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Masjid Jami’ Darussalam, Masjid makbul Madqam dan masjid nurul qadim di Desa Batumalonro Kecamatn Biringbulu Kabupaten Gowa, sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah diperoleh dari buku, jurnal,skripsi dan tulisan ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengolahan data, pada penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan, yaitu: peringkasan data (reduksi), penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, dan kesimpulan akhir. Metode yang digunakan dalam menentukan arah kiblat Masjid jami’ Darussalam, masjid makbul madqam dan masjid nurul qadim di Desa Batumalonro Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa menggunakan metode kompas. Berdasarkan hasil uji akurasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan tujuh metode yaitu perhitungan manual, tongkat Istiwa’, kiblat tracker berbasis software sun compass, kiblat tracker berbasis software star walk, busur kiblat, google earth dan dioptra maka di dapatkan arah kiblat masjid jami' Darussalam 300°, masjid Babul Madqam 310° dan masjid nurul qadim 277°, sedangkan dari hasil pengukuran terkait tingkat keakurasian Masjid Jami’ Darussalam, masjid Babul madqam dan masjid nurul qadim di Desa Batumalonro Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa, mendapatkan kemelencengan masjid jami' Darussalam 8º ke utara, masjid makbul madqam 18° ke Utara dan masjid nurul qadim 15° ke selatanImplikasi dari penelitian ini adalah: 1) Diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Gowa, untuk melakukan uji akurasi arah kiblat masjid, 2) Diharapkan kepada pengurus masjid untuk lebih memperhatikan lagi arah kiblat masjid, 3) Diharapkan kepada praktisi yang berkompeten dalam bidang ilmu falak untuk turun langsung sosialisasi ke masyarakat terkait arah kiblat.
Perbandingan Penentuan Awal Waktu Shalat Dengan Metode Hisab Trigonometri dan Program Accurate Times Muhammad Odeh St Khalija; Rasywan Syarif
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.22144

Abstract

Penentuan awal waktu shalat penting bagi umat islam dalam melaksanakan ibadahnya. Untuk menentukan awal waktu shalat terdapat beberapa metode, peneliti ingin membandingkan 2 metode yaitu hisab trigonometri dan program accurate times Muhammad odeh. Metode hisab trigonometri dan program accurate times Muhammad Odeh memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Dimana perbedaan dari kedua metode ini tidak terlalu jauh atau hanya berkisaran 1-2 menit saja. Tidak hanya itu kedua metode ini juga masing-masing memiliki sisi keunggulan dan kelemahan. Diantaranya sisi keunggulan hisab trigonometri yaitu dapat menghitung waktu shalat lengkap dan sisi keunggulan dari program accurate times Muhammad Odeh yaitu dapat menentukan awal waktu shalat dengan cepat. Maka perbandingan kedua metode ini penting karena hisab trigonometri merupakan pengetahuan dasar dalam menentukan awal waktu shalat, dan program accurate times dapat menjadi pengevaluasian dari hasil perhitungan yang dilakukan pada hisab trigonometri.
AKURASI ARAH KIBLAT MASJID DI DESA BARANA KECAMATAN BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO Salim Salim; Halima B
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.22183

Abstract

Abstrak Permasalahan arah kiblat merupakan suatu problematika mengenai arah, yakni arah Ka’bah di Mekkah. Arah kiblat ini dapat di tentukan dari setiap titik atau tempat dipermukaan bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa menghadap kiblat dalam salat cukup dengan  niat. Hal ini bisa saja membuat ibadah kita tidak terlalu sempurna. Berbeda dengan orang-orang yang berada di Makkah dapat melaksanakan salat tanpa ragu akan arah..kiblat. Terdapat beberapa ulama yang berpendapat bahwa menghadap arah..kiblat cukup dengan arah yang diyakini saja, meskipun hal tersebut tidak terlalu benar. Ada juga ulama yang berpendapat bahwa ketika melaksanakan ibadah salat harus betul-betul tepat mengarah ke Ka’bah. Adapun permasalahan yang diangkat yaitu bagimana akurasi arah kiblat masjid di Desa Barana Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun metode yang digunakan masyarakat untuk penentuan arah kiblat masjid yaitu menggunakan kompas dan istiwa’ dimana 6 (enam) masjid mengalami kemelencengan dengan menggunakan kompa yaitu masjid (Nurul hidayat, An-Nur, Babussalam, Al-Amanah, At-Taubah dan Ar-Rahman) sedangkan 1 (satu) masjid menggunakan istiwa yang arah kiblatnya tidak mengalami kemelencengan yaitu masjid Silaturrahim.            Kata Kunci: Akurasi, Arah Kiblat, Masjid.Abstract    The Qibla problem is nothing but a direction problem, namely the direction of the Kaaba in Mecca. The direction of the Kaaba can be determain from any point or place on the earth's surface by calculating and measuring. Many people think that facing the Qiblah in prayer is enough with intention. This can make our worship is not too perfect. In contrast to people who are in Mecca can perform prayers without doubting the direction of Qibla. There are some scholars who argue that facing the Qiblah direction is enough with the direction that is believed, even though this is not very true. There are also scholars who are of the opinion that when performing prayers, one must really point to the Kaaba. The problem raised is how is the accuracy of the Qibla direction of the mosque in Barana Village, West Bangkala Districk, Jeneponto Regency by using qualitative research. The method used by the community in determining the direction of the mosque’s Qibla is using a compass and istiwa' where 6 (six) mosques have deviated by using a compass, namely mosques (Nurul Hidayat, An-Nur, Babussalam, Al-Amanah, At-Taubah and Ar-Rahman ) while 1 (one) mosque uses istiwa whose Qibla direction does not deviate, namely the Silaturrahim mosque.Keywords: Accuracy, Qibla Direction, Mosque.
ANALISIS OTORITAS PEMERINTAH DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QOMARIAH Marni Marni; Fatmawati Hilal
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.22189

Abstract

Abstract : Analysis of government authorities in determining the beginning of the lunar month. The aims of this study are: 1) To find out the method of determining the beginning of the lunar month in Indonesia, 2) To be able to find out the government's obstacles in determining the beginning of the lunar month, 3) To analyze the government's authority in determining the beginning of the lunar month. In answering these problems, the author uses a syar'i approach and an astronomical approach. This research is classified as library research, data is collected by quoting, adapting, and analyzing representative literature that has relevance to the problems discussed, then reviews, and concludes. After discussing the analysis of government authority in determining the beginning of the lunar month, the authors can conclude that it is very important to study more deeply about astronomy, especially regarding the determination of the beginning of the lunar month, in determining the beginning of the lunar month using two methods, namely the reckoning and rukyat methods, and in the initial determination of the government's version of the lunar month. Considering in the process of determining the beginning of the lunar month, there are often differences among Muslims. The implication of the research in this thesis is that the problem of differences that occur in determining the beginning of the month in Indonesia is due to differences in criteria for the new moon. This is to be able to broaden the understanding of how the method of determining the beginning of the lunar month in Indonesia and the criteria for determining the beginning of the lunar month used by the government. Reviewers and observations are expected to be carried out continuously in order to develop knowledge while still paying attention to their respective procedures, especially studies regarding the determination of the beginning of the lunar month. The author hopes that in the future the government will provide more direction or socialize to the surrounding community about what method to use so that if there is no difference in the process of determining the beginning of the lunar month.Keywords : Government Authority, Determining the Beginning of the Lunar MonthAbstrak : Analisis otoritas pemerintah dalam penetapan awal bulan qomariah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) dapat mengetahui metode penentuan awal bulan qomariah di Indonesia, 2) dapat mengetahui kendala penetapan awal bulan qomariah oleh pemerintah, 3) menganalisis otoritas pemerintah dalam penetapan awal bulan qomariah. Penulis memakai pendekatan syar’i dan pendekatan astronomi untuk menjawab permasalahan tersebut. Penelitian ini termasuk library research, data dikumpulkan melalui kutipan, menyadur, dan melakukan analisis literatur secara representatif dan mempunyai relevansi terhadap pembahasan permasalahan, selanjutnya melakukan ulasan, dan menarik kesimpulan. Sesudah melakukan pembahasan tentang Analisis otoritas pemerintah dalam penetapan awal bulan qomariah, selanjutnya penulis dapat menyimpulkan bahwa sangat penting untuk mengkaji lebih mendalam mengenai ilmu falak, terutama mengenai penentuan awal bulan qomariah, menentukan awal bulan qomariah melalui dua metode yaitu metode rukyat dan hisab, serta menentukan awal bulan qomariah versi pemerintah. Mengingat proses penetapan awal bulan qomariah sering terjadi adanya perbedaan dikalangan umat muslim. Implikasi penelitian dalam skripsi ini ialah bahwa permasalah penetapan awal bulan yang berbeda di Indonesia karena perbedaan kriteria terhadap hilal. Hal ini untuk dapat memperluas wawasan pemahaman mengenai bagaimana metode penetapan awal bulan qomariah di Indonesia serta kriteria penetapan awal bulan bulan qomariah yang digunakan pemerintah. Pengkaji dan observasi diharapkan dapat dilakukan secara terus menerus demi mengembangkan pengetahuan dengan tetap memperhatikan prosedurnya masing-masing, terutama pengkajian mengenai penetapan awal bulan qomariah. Penulis berharap kedepannya pemerintah lebih memberikan arahan atau mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar mengenai metode apa yang digunakan agar sekirannya tidak terjadi perbedaan dalam proses penetapan awal bulan qomariah.Kata kunci :Otoritas Pemerintah, Penetapan Awal Bulan Qomariah
Komparatif Software Accurate Times dan Hisab Rashdul Qiblah Harian dalam Penentuan Arah Kiblat Muhammad Fajri Jufri; Rahma Amir
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.22642

Abstract

Menghadap kiblat menjadi salah satu syarat sahnya salat, sehingga diperlukan suatu formula dalam melakukan penetuan arah kiblat, sejarah perkembangan metode penentuan arah kiblat telah mengikuti transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dipastikan penentuan arah kiblat dapat dengan mudah dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia, inovasi metode pengukuran arah kiblat mulai alat klasik, modern, hingga dalam bentuk aplikasi telah diciptkan oleh ahli falak di dunia, salah satunya adalah software accurate times hasil karya mohammad oddeh, untuk itu dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk menguji tingkat keakurasian arah kiblat software accurate times dan hisab rashdul kiblat harian dalam penentuan arah kiblat masjid dengan membandingkan hasil pengukuran arah kiblat dengan menggunakan metode klasik yaitu tongkat istiwa’ yang telah dilakukan oleh ahli falak di Provinsi Sulawesi Selatan.
UJI AKURASI ARAH KIBLAT MASJID DI DESA BONTOKASSI KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR MENGGUNAKAN METODE KLASIK DAN KONTEMPORER Khaidir Ali Sahid; Sohrah Sohrah
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.23105

Abstract

Arah kiblat menjadi suatu masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, hal ini dikarenakan arah kiblat menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam khususnya pelaksanaan ibadah shalat yang setiap hari dikerjakan oleh umat muslim, sehingga kebenaran posisi arah kiblat menjadi hal yang sangat penting diperhatikan karena menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Dahulu penentuan arah kiblat dilakukan hanya dengan berdasar pada posisi matahari terbenam selain itu juga berpedoman pada benda-benda langit, namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, metode penentuan arah kiblat mengalami inovasi baik dari segi alat yang digunakan maupun dari segi penggunaan alat yang semakin sangat mudah untuk dilakukan, bahkan perkembangan teknologi juga ikut merespon perkembangan metode pengukuran arah kiblat misalnya munculnya berbagai aplikasi atau software yang dapat digunakan melalui komputer ataupun handphone. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam mengenai metode yang digunakan masyarakat dalam penentuan arah kiblat serta melakukan uji keakuratan posisi arah kiblat tersebut dengan menggunakan alat atau metode yang sangat akurat.Kata Kunci: Arah Kiblat, Masjid, Metode Klasik, dan Metode Modern.
DESKRIPSI ARAH KIBLAT MASJID DI KELURAHAN BONTO-BONTOA, KECAMATAN SOMBAOPU, KABUPATEN GOWA Emilya Ulya Wardhana; A. Intan Cahyani
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.23127

Abstract

Pelaksanaan ibadah shalat bagi umat Islam tidak terlapas dari ketantuan yang menjadi syarat sahnya pelaksanaan shalat lima waktu dan sunnah, salah satu ketentuan syarat sahnya shalat yang dilaksanakan oleh umat Islam adalah dengan mengahadap ke kiblat, posisi arah kiblat menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya dalam pelaksanaan shalat berjamaah di masjid, musalah, dan lapangan. Hal ini tentu menjadi masalah sebab, tidak semua masyarakat khususnya pengurus masjid mengetahui metode atau cara menentukan arah kiblat yang baik yang telah tepat menurut syariat Islam, oleh karena itu seiring denga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi metode penentaun arah kiblat juga mengalami inovasi, fenomena ini tentu memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan pengkuran arah kiblat yang mudah dan cepat. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian mendalam mengenai alat yang digunakan oleh masyarakat dalam menentukan arah kiblat masjid yang kemudian dilakukan pengujian terhadap posisi arah kiblat masjid tersebut dengan menggunakan metode yang dianggap akurat dan terbaharukan, dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran arah kiblat dengan metode kiblat tracker yang dibantu dengan penggunaan software dipotra versi android.Kata Kunci: Arah Kiblat, Masjid, Kiblat Tracker, dan Software Dipotra
EFEKTIVITAS HISAB HAKIKI TADQIQI SEBAGAI METODE PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH TERHADAP IMKANURRUKYAT Indah Amaliah; Mahyuddin Latuconsina
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 2 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v2i3.24780

Abstract

The calendar has become an important part of society, especially when it comes to matters of worship, it is necessary to have a definite calculation related to the provisions of the time which are closely related to the implementation of worship. One simple method is Hisab Hakiki, which is a method of reckoning in determining the beginning of the Lunar month. This method is one of the simplest methods in determining the beginning of the lunar month. The advancement of astronomy today allows anyone to determine the position of celestial bodies using science so that the determination of the beginning of the lunar month will be very easy to determine.This study aims to determine the effectiveness of the intrinsic reckoning method in determining the beginning of the lunar month. This research is a library research which is studied systematically and is relevant to the object that is the subject of the problem. In answering these problems, this study uses normative research and uses ephemeral data in its calculations.Keywords : Effectivity, Hisab Hakiki, Beginning of the Lunar Moon

Page 1 of 2 | Total Record : 13