cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
hiskijayaberkarya@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
hiskijayaberkarya@gmail.com
Editorial Address
Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 29884357     DOI : https://doi.org/10.51817/psni.v1i0.150
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional Himpunan Sarjana-Kesusastaan Indonesia terbit satu kali setahun sejak November 2020 merupakan forum bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam bidang ilmu pendidikan bahasa, sastra, seni, dan budaya. Redaksi menerima artikel dan laporan penelitian mengenai inovasi dan perkembangan dalam pendidikan bahasa, sastra, seni, dan budaya termasuk: 1. Analisis sastra. 2. Hasil Penelitian Sastra Indonesia. 3. Hasil Penelitian Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Articles 192 Documents
THE MYSTERY OF DEATH IN THE POEM “PARIKSIT” BY GOENAWAN MOHAMAD Baban Banita; Lina Meilinawati; Ari J. Purwawijana
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2020: 29TH INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE AND HISKI 36TH ANNIVERSARY IN GORONTALO 2020 (Lite
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.57

Abstract

Death is both a certainty and a mystery that is feared by most humans. As certainty, death raises the awareness that every living thing will definitely experience it. As a mystery, death seems on the verge of being obscure and full of secrets. The mystery here relates to the secrets of time, place, and causes of death. Certainty and mystery become an interesting combination of death. This allows the emergence of various behaviors in response to it. Therefore, there are always measures to avoid death or to keep lifelong. Death of unknown origin, he was present very secretly and full of surprise; death becomes a scary thing. Therefore, when a certainty arises that death will come and be due to a certain cause, the person concerned with all efforts will avoid that cause of death. This is illustrated in the poem “Pariksit” by Goenawan Mohamad. Pariksit is described as being cursed and about to die by the Dragon Taksaka. As a powerful king, he immediately put forth his efforts to prevent the Dragon from coming to him. This poetry will be analyzed using Rifaterre’s semiotic theory, which is an analysis with two stages of reading, namely heuristic reading which prioritizes the linguistic system and hermeneutic reading which emphasizes the analysis by looking for the hypnogram.
EKOLOGI SASTRA LISAN DI TOWALE Gazali Lembah; Ulinsa Ulinsa; Muslimin Muslimin; Moh. Reza
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.115

Abstract

Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk “Ekologi Sastra Lisan di Towale” serta kaitannya dengan lingkungan. Penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk ekologi sastra lisan yang terdapat pada masyarakat desa Towale serta kaitannya dengan lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah data tertulis yang bersumber dari satra lisan masyarakat desa Towale.. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, teknik catat dan teknik baca. Berdasarkan hasil penelitian di temukan beberapa bentuk sastra lisan Towale diantaranya ada yang berbentuk cerita dan bentuk bukan cerita yaitu: (1) Sastra lisan bercorak cerita a) Legenda, b) Mitos. (2) Sastra lisan bercorak bukan cerita a) Peribahasa, b) Teka-teki, c) Mantra, d) Nyanyian anak, e) Balada, f) Hukum adat
PETIK LAUT RITUAL: FROM MYTH TO FESTIVAL Novi Anoegrajekti; Sudartomo Macaryus; Asrumi Asrumi
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.14

Abstract

This study aims to explain the dynamics of folk tales called as myths about fisherman figures, Buyut Kalong and Buyut Sabar as parts of the implementation of Petik Laut Muncar. This ethnographic study was started by collecting data from number of literatures and data obtained from participatory observations and in-depth interviews with Muncar fishing community leaders. Data analysis was carried out continuously since the data collection stage. Data interpretation was done by interpreting each event as a cultural phenomenon that was interrelated as a whole. The results showed that the dynamics from myths to festivals involved fishing communities, community leaders, religious scholars, and the local government of Banyuwangi
SYMBOLIC POTENTIAL OF RAMBUT MONTE LAKE IN BLITAR EAST JAVA AS A TOURISM INDUSTRY Dwi Sulistyorini
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2020: 29TH INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE AND HISKI 36TH ANNIVERSARY IN GORONTALO 2020 (Lite
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.46

Abstract

The Rambut Monte lake in Krisik Village, Blitar, is a historical and cultural heritage tourism destination that is continuously preserved and promoted. The symbolic potential behind the story of the Rambut Monte lake is what attracts tourists to visit it. The artifacts in Rambut Monte as a relic of the Majapahit kingdom have become historical tours that need to be explored for their attractiveness. Apart from that, the myth of the Rambut Monte lake is a community belief that is continuously maintained to protect the cosmos. The promotion of Rambut Monte tourism using a cultural mechanism of production, distribution, and consumption can make the Rambut Monte lake known by the wider community.
NILAI SOSIAL DALAM SERIAL ANIME JEPANG “YOUKOSO JITSURYOKU SHIJOU SHUGI NO KYOUSHITSU E” Nelis Pradesa; Ulinsa Ulinsa; Ade Nurul Izatti; Arum Pujiningtias
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.82

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai sosial dalam serial anime (animasi Jepang) Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi No Kyoushitsu E (Classroom Of The Elite) adaptasi manga oleh Yuyu Ichino dan 2) mendeskripsikan fungsi nilai sosial dalam serial anime (animasi Jepang) Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi No Kyoushitsu E (Classroom Of The Elite) adaptasi manga oleh Yuyu Ichino?. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik: 1)menyimak, 2) membaca, 3) mencatat, dan 4) dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan, yakni 1) mengumpulkan data, 2) mereduksi data, 3) mengklasifikasi data, dan 4) menyimpulkan  hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk nilai sosial yang terdapat dalam Serial Anime Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi No Kyoushitsu E, yakni 1)  peristiwa kekerasan, 2) pertemanan, 3) penghianatan, 4) membantu orang lain, 5) peduli antarteman, 6) tolong-menolong antarteman, 7) saling percaya antarteman, dan 8) kerjasama. Fungsi nilai sosial dalam Serial Anime Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi No Kyoushitsu E, yakni 1) untuk menjamin terwujudnya harkat dan martabat pribadi seseorang dan kemanusiaan, 2) Untuk memotivasi manusia agar bersikap dan bertindak dengan penuh kebaikan dan kebajikan yang didasari atas kesadaran kewajiban yang dilandasi moral, 3) untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial antarmanusia, karena moral menjadi landasan rasa percaya terhadap sesama, 4) membuat manusia lebih bahagia secara rohani dan jasmani karena menunaikan fungsi moral sehingga tidak ada rasa menyesal, konflik batin, dan perasaan berdosa atau kecewa, 5) moral dapat memberikan wawasan masa depan kepada manusia, baik sanksi sosial maupun konsekuensi dalam kehidupan sehingga manusia akan penuh pertimbangan sebelum bertindak, 6) moral dalam diri manusia juga dapat memberikan landasan kesabaran dalam bertahan dalam setiap dorongan naluri dan keingingan/ nafsu yang mengancam harkat dan martabat pribadi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Serial Anime Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi No Kyoushitsu memiliki nilai dan fungsi. Dengan demikian, kajian nilai dalam Serial Anime Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi No Kyoushitsu dapat ditindaklanjuti oleh peneliti selanjutnya karena penulis yakin masih terdapat nilai-nilai sastra di antaranya nilai moral dan nilai keindahan.
NYANYIAN RAKYAT ETNIK KAILI SEBAGAI PEMBINAAN KARAKTER BANGSA FOLK SONG KAILI’S AS NATIONS CHARACTER BUILDING Deni Karsana; Wati Kurniawati; Aminah Aminah; Martina Martina; Wahyu Damayanti
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.106

Abstract

The Kaili ethnic has folk songs that are quite familiar to the people of Palu and its surroundings. However, at this time it is felt that Kaili's singing is starting to lose its prestige, especially among youths or teenagers. Actually, the Kaili folk song really entertained the people. Furthermore, behind the consolation, it turns out to have certain values that are good for character building. The method used in this paper is a qualitative descriptive method. The results showed that the Kaili ethnic folk song can be used as a good character building for the nation. The character building is in the form of educational values. The educational values contained in Kaili folk songs are religious, love for the homeland, cooperation, responsibility, friendship or communication, and obeying norms and rules.
A PSYCHOLOGICAL STRUGGLE BETWEEN PRIDE AND CONSCIOUSNESS IN THE SHORT STORY "SOK" BY PUTU WIJAYA I Ketut Sudewa
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.5

Abstract

Putu Wijaya is a writer who has a characteristic in his works. A prominent characteristic is that every literary character that appears always contains "terror" or "surprise" for the reader. One of his works related to "terror" for readers is a short story entitled "Sok". This short story is interesting to study because it contains a psychological "terror" between pride and consciousness. The problem discussed in this study is how the description of the psychological struggle between pride and awareness of the characters in the story "Sok" by Putu Wijaya and how the author expresses the psychological struggle. The method used in this research is a qualitative method through literature study with the theory of literary psychology and semiotics. Technical research as well as reading, listening, note-taking and interpretation techniques. The results showed that the character Aku in the short story "Sok" experienced a psychological struggle between the need for pride and awareness in his life. This endless struggle ends with my character realizing that actually my character has lost himself as a real human being. The psychological struggle of the character Aku is manifested in the form of "terror" for the reader in interpreting the importance of arrogance and awareness.
THE LITERARY ZOOLOGY PERSPECTIVE OF BUTTAMBAULE IN PAKKOAYANG TRADITIONAL THEATER Sri Musdikawati; Rabiatul Adawiah; Chudriah Sahabuddin
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.37

Abstract

The Literary Zoology Perspective of Buttambaule in Pakkoayang Traditional Theater. Buttambaule is a poem sung in every traditional Mandarese theater stage, namely Pakkoayang stage. This theater tells thxe story of a bird named Buttambaule. The bird eats fish and does not want to release its prey. Pakkoayang stage uses a sarong costume that is shaped like a bird's head and is accompanied by several figures, namely Koayang (Koayang / Buttambaule), fishermen and shooters. The music of its accompaniment is Parrabana (traditional Mandarese tambourine player).  Buttambaule verse is a poem sung by the fisherman who represents the feeling of the fish being eaten by the bird and still in the mouth of the Buttambaule bird. The fish asked to be released by Buttambaule by seducing and praising the bird. Although it took a long time, but in the end Buttambaule released the fish. This research researcher uses qualitative descriptive research methods from the perspective of literary zoology. Literary zoology consists of various points of view including: 1) Literary ornithology is a literary zoology perspective that understands animal literature about birds, 2) literary ichthyology is a literary zoology perspective that understands literature about fish, and 3) literary zoohumorology is a literary zoology perspective that understands animal literature in humor.
VARIAN EKSPRESI LITERASI SASTRA GENERASI MILENIAL DI MEDIA SOSIAL Sitti Aida Azis; Fitriani Rachman
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.73

Abstract

Sastra merupakan ekspresi keseharian manusia  yang merepresentasikan pikiran, perasaan, dan bahkan eksistensi manusia itu sendiri. Inovasi  teknologi menyediakan wadah tersendiri bagi segala macam bentuk ekspresi dalam wadah media  sosial. Generasi milenial yang lekat dengan perkembangan teknologi terbarukan tumbuh berkembang senafas perubahan dan kemajuan, sehingga dalam wadah tersebut,tipe generasi ini menjadi sangat dominan mengakses semua jenis media social Saat  ini,  generasi  milenial  muncul  bersama varian ekspresi  literasi  sastra di media social yang menarik dikaji. Makalah ini bertujuan mengkaj ivarian ekspresi literasi sastra generasi milenial dalam media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang akan dihimpun untuk dikaji berupa teks tulisan generasi millennia ldalam bentuk catatan status. Sumber data adalah Istagram, Facebook, Tiktok, dan Snack Video. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa varian ekspresi literasi sastra generasi milenial di media social merupakan apresiasisastra yang sarat makna. Teks catatan status media social generasi milenial yang ada dapat dikategorikan berbentuk sajak atau puisi dan cerita mini. Di samping itu, terlihat penggunaan gaya bahasa yang senantiasa memperindah tulisan. Kecenderungan penulisan status di media social merupakan hal positif (fungsi) yang menjadi alternatif bagi generasi milenial bersastra melalui pemanfaatan perangkat teknologi yang bisa berkontribusi pada sastra digital.
MANDALIKA: DARI SASTRA LISAN KE PARIWISATA Syaiful Bahri; Muhammad Shubhi
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.96

Abstract

Mandalika dalam masyarakat Sasak dikenal sebagai nama tokoh yang sekaligus dijadikan sebagai judul dalam cerita rakyat Sasak. Dalam perkembangannya Mandalika menjadi identik dengan pariwisata Lombok sebagai asal-muasal cerita tersebut. Mandalika sebagai sebuah cerita rakyat yang kemudian menjadi ikon pariwisata NTB tidak bisa dilepaskan dari alih wahana dan industri kreatif. Cerita rakyat yang kemudian dialihwahanakan dalam berbagai industri kreatif dalam kaitannya dengan pariwisata itulah yang coba dilihat dalam penelitian artikel ini. Identifikasi antara cerita rakyat dengan hasil pengalihawahaan dilakukan dengan metode perbandingan guna melihat bagian mana dari cerita rakyat yang masih dipertahankan dan dibuang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peristiwa melemparkan diri ke laut yang dilakukan oleh tokoh Mandalika menjadi bagian utama dan dominan diambil dalam berbagai alih wahana yang dilakukan. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari puncak penyelesaian masalah yang dihadapi oleh sang tokoh. Tidak mengherankan jika Mandalika dalam konteks parwisata akan menggiring orang pada peristiwa sang tokoh yang membuang diri ke laut tanpa memilih satu pun pangeran yang melamarnya.

Page 4 of 20 | Total Record : 192