cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
pietasjurnal@gmail.com
Phone
+6281266209657
Journal Mail Official
pietasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kavling Pancur Pelabuhan Blok A No.189 Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. 29400
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya
ISSN : -     EISSN : 30314836     DOI : https://doi.org/10.62282/pj.v1i2
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya (e-ISSN: 3031-4836) adalah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk promosi dan diseminasi penelitian ilmiah tentang studi agama dan sosial budaya. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas dan bekerja sama dengan ASAI: Asosiasi Studi Agama Indonesia. PIETAS menerbitkan artikel secara online dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun, yakni terbit di bulan Mei dan November. Proses review dalam jurnal ini menggunakan double-blind review, yang berarti identitas reviewer dan penulis disembunyikan dari reviewer, begitu pula sebaliknya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): Desember" : 6 Documents clear
Kontribusi Gereja terhadap Pendidikan Kristen: Studi tentang Keterlibatan Gereja dalam Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Situmeang, Tri Murni
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i1.26-38

Abstract

Peran gereja dalam pendidikan agama Kristen telah menjadi subjek penelitian yang penting dalam konteks pendidikan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan gereja dalam mendukung kurikulum dan kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah Kristen. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) yang berkaitan dengan topik yang dikaji. Data dikumpulkan melalui tinjauan terhadap berbagai sumber pustaka yang mencakup buku, artikel jurnal, laporan riset, dan dokumen resmi terkait pendidikan agama Kristen serta keterlibatan gereja dalam konteks tersebuat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran serta gereja sangat mendukung bagi pengembangan kurikulum pendidikan agama kristen. Melalui kontribusi dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan materi pembelajaran, pelatihan guru agama, pendampingan spiritual, dan meningkatkan kerjasama antar gereja dan sekolah-sekolah kristen. Maka gereja dapat memastikan konsistensi ajaran agama Kristen dalam pendidikan di sekolah sesuai dengan nilai-nilai, keyakinan, dan prinsip-prinsip kekristenan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gereja perlu terlibat dan berperan dalam menyokong kurikulum dan kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah kristen. Peran gereja tersebut dapat memberi dampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan agama Kristen.
Pluralisme Agama di Indonesia: Memperkuat Toleransi dalam Masyarakat Majemuk Hulu, Vanbe Toven; Justine Handayani Waruwu; Rewisadi Gulo; Talizaro Tafonao
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i1.1-12

Abstract

Dalam keberagamaan masyarakat mejemuk yang baik merupakan sebuah kebutuhan kelompok antar agama dalam bertoleransi dan tidak memandang perbedaan. Maka dari itu, bagi umat yang beragama harus memberikan ruang atau kebebasan untuk masyarakat khususnya di Indonesia untuk beragama. Kebebasan beragama adalah merujuk pada hak setiap individu untuk memiliki kebebasan dalam menyatakan dan menganut berbagai keyakinan, Budaya, dan identitas yang berbeda. Dengan memastikan kebebasan beragama masyarakat sangat berperan penting untuk lebih inklusif, adil, dan berdaya. Ini juga memberikan ruang individu untuk berkembang dan berkontribusi sesuai dengan keyakinan masing-masing bai umat beragama. Toleransi juga merupakan sikap, yang siap menerima keyakinan keberagamaan di masyarakat, sekalipun berbeda. Tujuan penelitian adalah untuk mendewasakan keberagaman masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka dengan menumpulkan data mengenai judul penelitian kemudian menganalisis dan menekankan pada argumen lalu menarik kesimpulan sebagai hasil kajian yang dilakukan. Hasil pembahasannya adalah di mana para umat bergama perlu  melaksanakan interaksi, kerjasama, dan berdialog sekalipun memiliki keyakinan yang berbeda.
Membangun Kehidupan Beragama Yang Harmonis Dalam Masyarakat Majemuk: Perspektif Pengajaran Yesus Putri Anjani Sinulingga; Jhon Leonardo Faubun; Viktor Deni Siregar
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i1.13-25

Abstract

Sikap saling menghargai dan menerima keberagaman agama sebagai landasan yang sangat penting untuk mencapai kerukunan dan kedamaian antar umat beragama sehingga sikap toleransi ini menjadi hal penting untuk diterapkan dalam keberagaman agama. Penelitian ini bertujuan untuk Menghargai perbedaan yang merupakan  suatu prinsip dasar dalam pengajaran Yesus, terutama dalam konteks masyarakat Majemuk. Masyarakat majemuk merujuk pada masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, agama dan latar belakang budaya yang berbeda.Temuan ini diharapkan agar dapat memberikan wawasan bagi masyaraka majemuk dalam menerapkan sikap saling menghargai perbedaan untuk mencapai kehidupan beragama yang harmonis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data, menganalisis dan memberikan tanggapan argumen melalui artikel jurnal, buku, dan Alkitab yang berkaitan dengan pembahasan sehingga hasil peneltian ini menunjukkan bahwa menekankan perlunya orang-orang percaya untuk hidup dalam kedamaian dan persatuan satu dengan yang lain, keharmonisan dapat dicapai dengan mengakui kemanusiaan yang sama di antara semua individu. Dengan bekerja sama dan saling menghargai perbedaan, individu-individu dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan kondusif untuk saling memahami dan menghormati.
Harmonisasi Tuhan dan Manusia: Refleksi Keluaran 24 Nauli, Jhonnedy Kolang; Romi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i1.39-52

Abstract

Harmonisasi antara Tuhan dan umat manusia adalah tema penting dalam banyak ajaran agama, termasuk dalam tradisi Yahudi yang tercermin dalam Kitab Keluaran. Peristiwa ini menekankan peran pengorbanan, ketaatan, dan kehadiran ilahi dalam hubungan antara manusia dan Allah. Dalam konteks ini, Musa berfungsi sebagai perantara yang menyampaikan hukum Tuhan kepada bangsa Israel, sementara Allah menunjukkan kekudusan-Nya melalui manifestasi-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana hubungan antara Tuhan, Allah, dan Musa digambarkan dalam Keluaran 24, serta bagaimana hubungan yang harmonis antara Allah dan umat-Nya diwujudkan melalui perjanjian yang mencakup pengorbanan, ketaatan, dan kepemimpinan rohani. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis teks Keluaran 24 untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang mengungkap hubungan Tuhan dan umat-Nya dalam kerangka perjanjian. Keluaran 24 mengajarkan bahwa hubungan antara Tuhan dan umat-Nya harus didasarkan pada perjanjian yang melibatkan ketaatan, pengorbanan, dan kepemimpinan rohani. Musa berperan sebagai penghubung antara Tuhan dan umat-Nya. Peristiwa ini menggambarkan bagaimana keselarasan tercapai antara Tuhan yang kudus dan umat manusia yang berdosa, dengan pengorbanan sebagai jalan penghubung di antara keduanya.
Studi Kontekstual Polarisasi Kekristenan di Indonesia Barita Silalahi, Ian Raja; Amtiran, Abdon
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i1.70-84

Abstract

Perkembangan teologi Kristen di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan dinamika yang kompleks, terutama dengan adanya polarisasi di antara komunitas Kristen. Polarisasi ini sering kali dipicu oleh perbedaan pendekatan terhadap teks Alkitab, tradisi liturgi, dan respons terhadap isu-isu sosial-politik. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang melatarbelakangi polarisasi tersebut, termasuk pengaruh sejarah kolonial, interaksi dengan budaya lokal, serta dampak globalisasi dan modernitas. Dengan menggunakan pendekatan holistik dan studi literatur, tulisan ini menggali bagaimana polarisasi ini memengaruhi kesatuan komunitas Kristen dan persepsi masyarakat luas terhadap kekristenan. Selain itu, penelitian ini menawarkan kebaharuan melalui analisis mendalam terhadap potensi dialog dan rekonsiliasi di antara kelompok konservatif dan progresif. Peran organisasi ekumenis, seperti Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, juga dibahas sebagai upaya menjembatani perbedaan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap studi teologi di Indonesia, baik dalam konteks akademik maupun praktis, dengan menawarkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat kesatuan dan relevansi kekristenan di tengah masyarakat pluralistik.
Pendekatan Konseling Pernikahan bagi Keluarga Kristen dalam Konteks Masyarakat Digital Hidayat, Udin Firman
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i1.53-69

Abstract

Artikel ini membahas pendekatan konseling pernikahan bagi keluarga Kristen dalam konteks masyarakat digital dengan mengintegrasikan perspektif teologis Balswick dan Frederick serta wawasan sosiologis Ori Schwarz. Dalam konteks transformasi hubungan pernikahan yang dipengaruhi oleh teknologi, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja konseling pernikahan yang relevan dan adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang melibatkan analisis literatur terkait untuk memahami landasan teologis Alkitabiah tentang pernikahan dan teori sosial yang relevan terkait konteks masyarakat digital. Dengan mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dari interaksi digital, artikel ini menyajikan model konseptual yang menggabungkan prinsip-prinsip teologis dengan realitas sosial saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi perspektif teologis dan sosiologis dapat digunakan untuk membangun pendekatan konseling pernikahan yang relevan untuk keluarga Kristen dalam konteks masyarakat digital. Melalui pendekatan holistik, model ini tidak hanya menangani aspek spiritual dan psikologis pasangan, tetapi juga memberikan strategi implementasi yang praktis, seperti panduan konseling pranikah berbasis teknologi, pelatihan komunikasi empatik untuk pasangan, dan strategi mengelola pengaruh algoritma media sosial dalam hubungan keluarga. Implementasi model ini diharapkan membantu konselor pastoral memberikan pendampingan yang lebih efektif, kontekstual, dan berfokus pada pemberdayaan pasangan untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan sehat. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap praktik konseling pastoral dan memperkaya pemahaman tentang dinamika pernikahan dalam masyarakat digital.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6