cover
Contact Name
Akbar Sanjaya
Contact Email
jhmj.fh@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jhmj.fh@unsur.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hukum Mimbar Justitia
ISSN : 24775681     EISSN : 25800906     DOI : https://doi.org/10.35194/jhmj.v9i2
Core Subject : Social,
Focus and Scope Focus of Jurnal Hukum Mimbar Justitia has a main focus on the publication of scientific articles related to various aspects of law, both in national and international contexts. The journal aims to be a platform for academics, legal practitioners, and researchers to share knowledge, research results, and current thinking in various fields of law. Scope of Jurnal Hukum Mimbar JustitiaJournal: The scope of Mimbar Justitia Law Journal includes, but is not limited to, the following areas: Constitutional Law: Articles that discuss legal aspects of constitutions, systems of government, division of powers, human rights, as well as other related topics in the context of specific countries and legal systems. Criminal Law: Topics related to criminal law, including but not limited to criminal theory, crime, criminal procedure, criminal justice, and current crime issues. Civil Law: Articles that discuss civil law in various contexts, such as family law, inheritance law, contract law, property law, and other civil disputes. Business and Economic Law: This scope includes articles that discuss legal aspects related to the world of business and economics, including competition law, business contract law, corporate law, and economic regulation. International Law: Articles that discuss international law, including public international law, private international law, international organisations, international trade, and other global issues. Environmental Law: This covers articles that address legal issues relating to environmental conservation, natural resource protection, environmental law, and corporate social responsibility in an environmental context. Islamic Law: Articles that discuss aspects of Islamic law in various contexts, including Islamic family law, sharia, Islamic economic law, and Islamic legal thought. Customary Law: Articles that discuss customary law in the context of specific cultures and societies, including traditional legal systems, customs, and the protection of customary rights. Health Law: This scope includes articles that address legal aspects related to the field of health, including medical law, medical ethics, pharmaceutical regulation, and patient rights and obligations. Law of the Sea: Articles that discuss the law of the sea, including fisheries law, marine transport law, international conventions on the law of the sea, and other maritime law issues. Space Law: This scope includes articles that discuss legal aspects relating to space exploration, space exploration, regulation of space activities, and the rights and obligations of states in space. The journal also welcomes articles that discuss other topics related to legal science at large. The approach used in analysing the articles is Juridical Normative and Juridical Sociology, to provide comprehensive and in-depth insight into the topics discussed.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 206 Documents
Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Kebijakan Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Laut Zunnuraeni Zunnuraeni; Muh Risnain; Widodo Dwi Putro
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 10 No. 1 (2024): Published 30 Juni 2024
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v10i1.4153

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa aturan hukum internasional berkenaan dengan kewaiban negara untuk mitigsi perubahan iklim serta aturan hukum nasional dalam kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan dan pelestarian lingkungan laut. Untuk menjawab isu hukum yang dikaji digunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan per Undang-Undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan adalah data skunder yang diperoleh melalui penelusuran literatur. Analisa menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menegaskan bahwa berdasarkan prinsip Common but Differentiated Responsibility yang terdapat dalam Perjanjian Paris maka semua negara memiliki kewajiban untuk melakukan upaya mitigas perubahan iklim, namun dengan tingkat kewajiban yang berbeda. Lebih lanjut hasil analisa studi menegaskan bahwa Peraturan terkait mitigasi perubahan iklim di Indonesia tersebut tampak masih berfokus pada aktifitas di darat sehingga tidak memasukkan laut sebagai salah satu sektor RAN-GRK. Meskipun sub sektor mangrove serta sektor kelautan atau blue carbon telah diatur dalam Perpres No 98 tahun 2021, namun ketentuan ini masih perlu diterjemahkan lebih lanjut dalam berbagai kebijakan yang secara khusus mengatur mengenai ekosistem karbon biru. AbstractThis research aims to analysed international legal rules regarding state obligations to mitigate climate change and national legal rules concerning climate change mitigation through the management and conservation of the marine environment. The study uses normative legal research methods with a legal approach and a conceptual approach. The data used is secondary data obtained through literature searches. The analysis uses qualitative methods. The research results confirm that based on the principle of Common but Differentiated Responsibility enumerated in the Paris Agreement, all countries must carry out climate change mitigation efforts, but with different levels of obligation. Furthermore, the study analysis confirms that the regulations related to climate change mitigation in Indonesia merely focus on activities on land, so it neglected the marine sector as one of the RAN-GRK sectors. Even though the mangrove sub-sector and the marine or blue carbon sector have been regulated in Presidential Decree No. 98 of 2021, these provisions still need to be further translated into various policies that specifically regulate the blue carbon ecosystem.
Eskalasi Tata Kelola Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Pertanian Berkelanjutan: Upaya Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Endriyani Lestari
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 10 No. 1 (2024): Published 30 Juni 2024
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v10i1.4154

Abstract

AbstrakTanggung jawab pemerintah daerah tidak hanya untuk memberikan layanan tertentu dengan baik, tetapi untuk mengarahkan masyarakati dalam memenuhi berbagai kebutuhannya. Hal tersebut sejalan dengan sistem pemerintahan daerah atas keuntungan pemberian sistem desentralisasi terutama dalam aspek relasi pusatIdan pertanian adalah kearifan lokal dan keaneka ragaman hayati yang mampu dikelola dengan memberdayakan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian ini imenunjukkan bahwa, kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan tujuan dari negara dalam rangka memastikan hak atas pangan sebagai hak asasi setiap warga negara dan dalam rangka mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan sekaligus mewujudkan kesejahteraan para petani. Tantangan besar bidang pertanian hingga saat ini yang paling utama adalah bagiamana upaya  mempercepatikualitas produksi pertanian (tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan). AbstractThe responsibility of local government is not only to provide certain services well but to direct the community to meet its various needs. This is in line with the regional government system on the advantages of providing a decentralised system, especially in the aspect of central and regional relations. One element that can ensure the sustainability of food and agriculture is local wisdom and biodiversity which can be managed by empowering the community.; The methodised in this writing is a qualitative research type method with a normative juridical approach. The results of this study show that the policy of protecting sustainable food agricultural land is the goal of the state in order to ensure the right to food is a human right of every citizen and in order to realize food independence, Resilience, and sovereignty while prospering farmers. The main challenge in agriculture to date is how to accelerate the quality of agricultural production (food crops, horticulture, and plantations). 
Peran Hakim Memperkokoh Integritas Peradilan sebagai Benteng Penegakan Hukum dan Keadaban Publik Ribut Baidi; Aji Mulyana
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 10 No. 1 (2024): Published 30 Juni 2024
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v10i1.4171

Abstract

AbstrakPeran hakim dalam memperkokoh integritas peradilan sebagai benteng penegakan hukum dan keadaban publik di Indonesia. Sistem hukum Indonesia yang mengadopsi elemen dari sistem Eropa Kontinental dan Anglo-Saxon menuntut hakim untuk tidak hanya menegakkan hukum tertulis tetapi juga menyesuaikan dengan dinamika masyarakat dan rasa keadilan yang berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi kasus terhadap peran hakim dalam sistem peradilan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim memiliki tanggung jawab untuk menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum serta rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Melalui perannya, hakim dapat meningkatkan integritas pengadilan dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Namun, integritas peradilan seringkali terganggu oleh kasus-kasus korupsi, seperti yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh karena itu, diperlukan upaya luar biasa untuk membersihkan praktik korupsi di sektor peradilan dan mengembalikan citra lembaga kehakiman. AbstractThe role of judges in strengthening judicial integrity as a bastion of law enforcement and public civility in Indonesia. The Indonesian legal system, which adopts elements from the Continental European and Anglo-Saxon systems, requires judges to not only enforce the written law but also adjust to the dynamics of society and the growing sense of justice. This research uses a qualitative approach with a case study analysis of the role of judges in the Indonesian judicial system. The results show that judges have the responsibility to explore, follow, and understand the legal values and sense of justice that live in society. Through their role, judges can improve the integrity of the court and gain public trust. However, judicial integrity is often compromised by corruption cases, as revealed by the Corruption Eradication Commission (KPK). Therefore, extraordinary efforts are needed to clean up corrupt practices in the judicial sector and restore the image of the judiciary.
Problematika Pendekatan Hukum Pidana Dalam Kekerasan Seksualitas Di Lingkungan Pondok Pesantren Berdasarkan Pancasila agung budi hidayat; Indra Yudha Koswara
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5054

Abstract

Tindakan kekerasan seksualitas di lingkungan Pondok Pesantren selalu mendapat hambatan dalam proses penegakan hukum melalui jalur Sistem Hukum Pidana, sebagai pengajar yang membina dan mendidik anak didikannya menjadi penerus bangsa berkarakter yang memiliki kepribadian Pancasila, namun hal itu menjadi terbalik saat justru para pendidik bahkan pemilik pondok pesantren terbukti terlibat melakukan tindakan kekerasan seksualitas dengan dengan berbagi cara sehingga kejahatan tersebut terjadi. Sebagai Negara berlandaskan Pancasila dimana Pancasila sebagi sumber segala sumber hukum maka tentunya kepribadian warga negara Indonesia tercermin dalam perilakunya. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana konsep sistem Hukum yang berdasarkan hukum Pancasila dalam memberikan Perlindungan bagi anak terhadap Kekerasan seksualitas di lingkungan Pondok Pesantren dan Penegakan Hukum Pidana terhadap Kekerasan Seksualitas di lingkungn Pondok Pesantren. Hasil Penelitaian bahwa konsep hukum Pancasila Undang Undang Perlindungan Anak telah tercermin melalui kewajiban Pemerintah untuk menjamin pemenuhan Hak Anak.
Problematika Pendekatan Hukum Pidana Terhadap Penyandang Disabilitas Dalam Pandangan Teori Keadilan Bermartabat Dian Fatmawati; Indra Yudha Koswara
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5056

Abstract

Perlakuan yang tidak sesuai dengan hak  penyandang Disabilitas masih terjadi dalam sistem Peradilan Pidana, hal  ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama yang ditinjau dari Teori Keadilan Bermartabat dalam Pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana agar memiliki hak yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana kaum disabilitas  berhadapan hukum dalam Sistem Peradilan Pidana dengan Perspektif Teori Keadilan Bermartabat dan Bagaimana Jaminan Negara terhadap hak - hak Penyandang Disabilitas Dalam Proses Sistem Peradilan Pidana Pidana di Indonesia. Hasil Penelitaian bahwa teori keadilan bermartabat memiliki relevansi yang tepat dengan memanusiakan manusia bagi kaum disabilitas  melalui terbitnya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak Penyandang Disabilitas dan negara melakukan ratifikasi atau pengesahan Konvensi tentang Hak - hak Penyandang Disabilitas sebagai wujud Tanggung jawab negara untuk mewujudkan perlindungan hukum yang sama dihadapan Sistem Peradilan Pidana.
Gugatan Immateriil dalam Konteks Wanprestasi pada Perjanjian di Indonesia Monalisa Monalisa; Umar Yudha Hasan; Taufik Yahya
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5099

Abstract

Ganti kerugian dalam wanprestasi selama ini lebih dikenal dalam bentuk kerugian materiil, sedangkan kerugian immateriil umumnya diasosiasikan dengan perbuatan melawan hukum. Namun, perkembangan yurisprudensi di Indonesia menunjukkan bahwa kerugian immateriil kini mulai diakui dalam kasus wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan dasar pertimbangan hakim dalam mengabulkan atau menolak gugatan immateriil akibat wanprestasi. Melalui metode yuridis normatif, ditemukan bahwa gugatan immateriil dikabulkan bila penggugat dapat membuktikan kerugian abstrak yang dialaminya, sedangkan gugatan ditolak bila bukti tidak memadai. Penelitian ini menyoroti pentingnya pembuktian dan dinamika pertimbangan hukum serta sosiologis dalam perkara wanprestasi. Hasil dari penelitian ini kerugian immateriil dapat dikabulkan dalam kasus wanprestasi walaupun tidak diatur secara tertulis didalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Hakim dalam mengabulkan kerugian immateriil dalam kasus wanprestasi menggunakan pertimbangan sosiologis untuk menguatkan pertimbangan yuridis untuk mengabulkan kerugian immateriil dalam kasus wanprestasi.
Paradigma Baru Alternatif Penyelesaian Sengketa Medis Menurut Hukum Kesehatan Rospita Adelina Siregar
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5104

Abstract

Penelitian ini menjelaskan bagaimana Paradigma atau Pandangan baru terkait Alternatif Penyelesaian Sengketa di Dunia Medis., karena Sengketa medis merupakan masalah yang sering muncul akibat ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan medis yang diterima. Metode Penelititan yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan pendekatan perundangan, dimana mengedepankan Pasal 310 Undang-undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai acuan utama dalam upaya penyelesaian sengketa medis atau sengketa kesehatan melalui Alternatif Penyelesaian Sengketa diluar Pengadilan. Simpulannya, bahwa Proses penyelesaian sengketa medis yang konvensional, sering melibatkan jalur hukum formal, terkadang berlarut-larut, mahal, dan memperburuk hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah paradigma baru dalam penyelesaian sengketa medis, yang berfokus pada alternatif penyelesaian sengketa (APS) yang lebih efisien, fleksibel, dan bersifat restoratif.
Analisis Penerapan Prinsip Exceptio Non Adimpleti Contractus dalam Penolakan Klaim Asuransi Jiwa: Studi Kasus Putusan No. 628 PDT.G/2019/PN.JKT.BRT Nida Urrizqiyah
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5105

Abstract

Perjanjian asuransi merupakan perjanjian timbal balik dimana para pihak mempunyai hak dan kewajiban masing-masing, kelalaian pihak tertanggung yang tidak membayar premi berhadapan dengan klaim tertanggung atas risiko yang dihadapinya menimbulkan persoalan bagi perusahaan asuransi dalam memenuhi klaimnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, faktor apa saja yang melatarbelakangi diterapkannya prinsip exceptio non adimpleti contractus oleh perusahaan asuransi jiwa terhadap penolakan klaim tertanggung dan bagaimana akibat hukumnya. Pendekatan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa, faktor yang melatarbelakangi diterapkannya prinsip exceptio non adimpleti contractus diantaranya yaitu adanya perjanjian timbal balik, adanya kewajiban dari masing-masing pihak, adanya pembuktian wanprestasi, permohonan mengenai penangguhan kewajiban dan diimplementasikan dalam proses hukum, Exceptio Non Adimplati Contractus merupakan bantahan atau sangkalan dari pihak tergugat, diterimanya eksepsi penyebabkan gugatan penggugat tidak sempurna atau cacat formal sehingga gugatan tidak dapat diterima.
Keamanan Data Publik: Strategi Perlindungan dalam Infrastruktur Digital Pemerintahan I Ketut Adi Purnama
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v10i2.5113

Abstract

Pemerintah mendorong pengembangan teknologi informasi untuk memasukkan sistem informasi terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan publik. Namun, penerapan sistem ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek perlindungan data. Data yang dikendalikan pemerintah seringkali sensitif. B. Data pribadi warga negara, karena manajemen yang aman diperlukan untuk mencegah risiko penyalahgunaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kerangka kerja hukum, teknis dan pedoman untuk perlindungan data dalam sistem informasi negara. Studi ini menggunakan undang -undang kontrol yudisial dengan pendekatan hukum dan studi kasus untuk mengimplementasikan sistem perlindungan data di lembaga pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa sementara peraturan perlindungan data seperti 2022 Nomor Legal 27 ada untuk melindungi data pribadi, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan. Hambatan -hambatan ini termasuk infrastruktur teknis yang terbatas, kurangnya kemampuan digital, persepsi tentang pentingnya keamanan data di antara pejabat pemerintah, dan pemantauan penegakan peraturan yang lemah.
Perlindungan Anak Dari Reviktimisasi Kekerasan Seksual Dalam Perspektif Viktimologi dan Undang Undang Sistem Peradilan Anak Martahan Napitupulu; Indra Yudha Koswara
Jurnal Hukum Mimbar Justitia Vol. 11 No. 1 (2025): Published 30 Juni 2025
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jhmj.v11i1.5148

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia bertentangan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, yang menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, praktik sistem peradilan pidana kerap kali kurang ramah anak, sehingga menimbulkan risiko reviktimisasi yang menghambat pemulihan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan hukum pidana berdasarkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, serta mengevaluasi adaptasi konsep Barnahus sebagai model perlindungan anak terpadu di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik analisis deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dasar hukum perlindungan anak sudah memadai, implementasinya masih menghadapi kendala teknis dan konseptual.