Ar Rosyad : Jurnal Keislaman dan sosial humaniora
Ar Rosyad : Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora (e-ISSN: 2964-9498) is peer-reviewed journal published biannually by Islamic Religion Institute of Hasanuddin Pare Kediri. The focus discussion of this journal is highlighting aspect related to the interaction of humanity and Locality. The journal is published biannually in Juny and December each year This journal is an open access journal which means that all content is freely available without charge for the user or his/her institution. Users are allowed to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of the articles, or use them for any other lawful purpose, without asking prior permission from the publisher or the author. This is in accordance with the BOAI definition of open access.
Articles
94 Documents
Relevansi Konsep Pendidikan Ibnu Miskawaih terhadap Penguatan Pendidikan Karakter di Era Transformasi Digital
Fauzul Muna
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1707
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi konsep pendidikan Islam terhadap penguatan pendidikan karakter di era transformasi digital dengan menggunakan metode library reasearch. Transformasi digital yang telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.menjadi salah satu tantangan dalam pembentukan karakter peserta didik di era kemajuan teknologi. Oleh karena itu, dalam merumuskan strategi dalam menguatkan pendidikan karakter yang efektif. diperlukan pendekatan yang integratif dan filosofis. Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Persia ternama pada abad 10 memiliki konsep pendidikan yang menekankan pada pembentukan akhlak dan moral sebagai inti dari tujuan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Ibnu Miskawaih sangat relevan terhadap penguatan pendidikan karakter di era transformasi digital, karena Ibnu Miskawaih lebih menekankan pada pengembangan potensi akal dan moral secara seimbang, pembiasaan amal baik, serta pentingnya peran pendidik sebagai teladan. Integrasi konsep pendidikan Ibnu Miskawaih dalam sistem pendidikan era modern dapat menjadi solusi dalam mengatasi degradasi moral akibat penyalahgunaan teknologi
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an
Takdir, Ahmad Taqiyuddin;
Umar, Ratna;
Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836
Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.
Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan Pendekatan Sufistik: Analisis Karakteristik Penafsiran Haqa’iq al-Tafsir Karya al-Sulami
Salamah, Daris;
Anwar, Zaeni;
Istiqomah, Sekar;
Arafah Julianto, Teguh
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1852
Kitab Tafsir Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu Abdurrahman al-Sulami merupakan kitab tafsir yang berpengaruh dalam khazanah tafsir tasawuf Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penafsiran Abu Abdurrahman al-Sulami dengan pendekatan sufistik, metode penafsiran dan sumber data dalam kitab ini, serta peran al-Sulami atas perkembangan tafsir dalam tradisi tasawuf. Adapun sumber rujukan dalam penelitian ini yakni kitab Tafsir Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu Abdurrahman al-Sulami sebagai sumber data primer dan kitab tafsir, kitab hadis, buku, jurnal, dan penelitian lainnya yang menjadi sumber data sekunder. Hasil penelitian pada kitab tafsir ini menunjukkan bahwa jenis tafsir ini merupakan tafsir sufi atau tafsir isyari dengan pendekatan spiritual dan simbolik. Al-Sulami lebih condong mengutip para tokoh tasawuf sebagai penafsiran ayat dengan menunjukkan makna-makna batin al-Qur’an yang hanya diyakini hanya bisa dicapai oleh hati yang bersih melalui penyingkapan spiritual. Kitab tafsir ini tentunya juga menuai kritik dari kalangan ulama termasuk ulama fiqih atau ahli tafsir tekstual. Kritik tafsirnya menyangkut penggunaan makna-makna yang tidak nampak secara lahiriah atau dianggap secara lahiriah. Meski demikian, al-Qur’an bisa dimaknai secara mendalam oleh mereka yang memaknainya dengan jalan spiritual dan tafsir ini tentunya sangat berharga bagi mereka.
Orientalisme Dan Kajian Tema Al-Qur’an
Abshor, M. Ulil;
Najib, M. Miftahun
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1854
Penelitian ini membahas pendekatan para orientalis dalam studi tematik terhadap al-qur’an dengan menyoroti metode, asumsi, serta respon akademik dari kalangan sarjana muslim. Studi orientalis sering kali menggunakan pendekatan filologis, historis, dan intertekstual yang menimbulkan kontroversi karena memosisikan al-qur’an sebagai teks sejarah, bukan wahyu ilahi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menelaah pemikiran tokoh-tokoh orientalis serta respons kritis terhadapnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan orientalis terhadap tema-tema al-qur’an perlu dikritisi secara akademik agar tidak mengaburkan makna wahyu, namun tetap dapat diadopsi secara selektif sebagai kontribusi ilmiah. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan integratif antara metode ilmiah dan nilai-nilai keislaman dalam studi al-qur’an.
ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP PRAKTIK LIVING QUR’AN (DALAM TRADISI PEPERAHAN di KEC. ANYER SERANG -BANTEN)
Kholifah, Siti;
M. Fajril Lubabil, Fajril;
Hasani Ahmad Said, Hasani
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1143
Tulisan ini membahas tradisi Peperahan yang dilaksanakan di Kecamatan Anyer Serang- Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara nilai-nilai tradisi Peperahan dengan konsep Living Qur’an serta memahami makna tradisi Peperahan melalui analisis sosiologis yang mencakup aspek obyektif, ekspresif, dan dokumenter. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam makna ekspresif, tradisi Peperahan menggambarkan manifestasi budaya dan religius masyarakat Anyer, Serang, Banten melalui berbagai ritual serta ekspresi kebersamaan. Analisis dokumenter tradisi Peperahan mencatat dan merekam berbagai aspek kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat, sementara secara obyektif, tradisi Peperahan dapat dilihat sebagai struktur sosial yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
KONSEP KEADILAN DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF AḤMAD MUṢṬAFA AL-MARᾹGHĪ
Widya, Maswidya;
Babul Ulum, Muhammad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1165
Penelitian ini menjelaskan tentang konsep keadilan dalam poligami perspektif Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī dalam Tafsīr al-Marāghī terkait QS. An-Nisā’ ayat 3 dan 129 dan QS. At-Taghābun ayat 14. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis lebih dalam terkait konsep keadilan dalam poligami serta implikasinya dengan berkiblat pada penafsiran Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī dalam Tafsīr al-Marāghī. Penelitian ini adalah penelitian dalam bentuk library research atau studi kepustakaan berjenis kualitatif dengan menggunakan metode tematik tokoh (mauḍū’i fī al-shakhṣ). Dalam analisis data, penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif untuk menguraikan temuan dan hasil dari sumber-sumber yang telah dipelajari. Hasil analisa penulis adalah pertama, Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī mengatakan bahwa orang yang diizinkan untuk menikah lagi dengan lebih dari satu istri adalah orang yang percaya bahwa dia dapat berlaku adil dengan pasti. Kedua, keadilan hanya berlaku dalam hal-hal yang dapat dikendalikan oleh manusia, seperti kesetaraan dalam tempat tinggal, pakaian, dan sejenisnya. Ketiga, hal-hal yang tidak dapat dikendalikan seperti kecenderungan hati kepada salah satu istri bukan termasuk keadilan yang harus dipenuhi dalam poligami. Kata Kunci: Aḥmad Muṣṭafa al-Marāghī, Poligami, QS. An-Nisa
BIMBINGAN PERKAWINAN DI KUA KECAMATAN GAMPENGREJO KEDIRI (STUDI AL-QURAN SURAH AR-RUM AYAT 21)
sholiha, Amaliatus;
Af'roh;
Andryanto, Aida;
Rohmati Robbina , Andina La’aliy
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1270
Program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama dalam bentuk Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: DJ.II/542 tahun 2013 tentang pedoman penyelenggaraan kursus pra nikah. Program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gampengrejo Kediri bertujuan untuk membekali calon pasangan suami istri dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang sesuai dengan ajaran Islam. Ayat 21 dari Quran surah Ar-Rum dijadikan dasar dalam program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) di KUA kecamatan Gampengrejo Kediri, karena menekankan nilai sakinah (ketenteraman), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Artikel ini akan mengkaji ayat tersebut melalui pendekatan tafsir klasik dan kontemporer untuk melihat bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Quran Surah Ar-Rum ayat 21 dapat diterapkan dalam program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) di KUA Kecamatan Gampengrejo Kediri. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk memadukan kajian literatur tafsir dengan data empiris dari praktik Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) di KUA Kecamatan Gampengrejo Kediri. Kata Kunci: Bimbingan perkawinan, KUA, surah ar-rum ayat 21, tafsir klasik, tafsir kontemporer, sakinah, mawaddah, rahmah.
Relevansi Konsep Pendidikan Ibnu Miskawaih terhadap Penguatan Pendidikan Karakter di Era Transformasi Digital
Fauzul Muna
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1707
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji relevansi konsep pendidikan Islam terhadap penguatan pendidikan karakter di era transformasi digital dengan menggunakan metode library reasearch. Transformasi digital yang telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan menjadi salah satu tantangan dalam pembentukan karakter peserta didik di era kemajuan teknologi. Oleh karena itu, dalam merumuskan strategi dalam menguatkan pendidikan karakter yang efektif. diperlukan pendekatan yang integratif dan filosofis. Ibnu Miskawaih, seorang filsuf Persia ternama pada abad 10 memiliki konsep pendidikan yang menekankan pada pembentukan akhlak dan moral sebagai inti dari tujuan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Ibnu Miskawaih sangat relevan terhadap penguatan pendidikan karakter di era transformasi digital, karena Ibnu Miskawaih lebih menekankan pada pengembangan potensi akal dan moral secara seimbang, pembiasaan amal baik, serta pentingnya peran pendidik sebagai teladan. Integrasi konsep pendidikan Ibnu Miskawaih dalam sistem pendidikan era modern dapat menjadi solusi dalam mengatasi degradasi moral akibat penyalahgunaan teknologi.
KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Analisis Surah Al-An’ām 151 dan Surah Al-Isra 31): Kemiskinan Dalam Perspektif Al-Qur'an
Takdir, Ahmad Taqiyuddin;
Umar, Ratna;
Abu bakar, Achmad
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1836
Kemiskinan dalam keluarga merupajan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan multidimensional. Di indonesia, kemiskinan dalam keluarga masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan dengan tingkat urbanisasi tinggi. Dalam keluarga miskin, keterbatasan ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal ini sering kali menciptakan tekanan untuk mencukupi kebutuhan, sementara anak-anak mungkin merasa terabaikan atau kehilangan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemiskinan QS Al-An’ām 151 dan QS Al-Isra 31. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tahlilī. Hasil dari penelitian ini memberitahukan bahwa kemiskinan di dalam sebuah keluarga sejatinya tidak harus cemas terhadap rezeki dikarenakan rezeki anak-anak mereka telah dijamin oleh Allah, dan juga rezeki mereka sendiri. Hal inilah yang menyebabkan Allah melarang keras membunuh anak karena takut ditimpa kemiskinan. Implikasi dari penelitian ini dapat dipahami mengenai larangan membunuh anak karena takut kemiskinan dan kewajiban memenuhi kebutuhan dasar dapat dijadikan landasan untuk membangun sistem sosial yang mendukung kesejahteraan keluarga dan anak-anak.
Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan Pendekatan Sufistik: Analisis Karakteristik Penafsiran Haqa’iq al-Tafsir Karya al-Sulami
Salamah, Daris;
Anwar, Zaeni;
Istiqomah, Sekar;
Arafah Julianto, Teguh
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1852
Kitab Tafsir Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu Abdurrahman al-Sulami merupakan kitab tafsir yang berpengaruh dalam khazanah tafsir tasawuf Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penafsiran Abu Abdurrahman al-Sulami dengan pendekatan sufistik, metode penafsiran dan sumber data dalam kitab ini, serta peran al-Sulami atas perkembangan tafsir dalam tradisi tasawuf. Adapun sumber rujukan dalam penelitian ini yakni kitab Tafsir Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu Abdurrahman al-Sulami sebagai sumber data primer dan kitab tafsir, kitab hadis, buku, jurnal, dan penelitian lainnya yang menjadi sumber data sekunder. Hasil penelitian pada kitab tafsir ini menunjukkan bahwa jenis tafsir ini merupakan tafsir sufi atau tafsir isyari dengan pendekatan spiritual dan simbolik. Al-Sulami lebih condong mengutip para tokoh tasawuf sebagai penafsiran ayat dengan menunjukkan makna-makna batin al-Qur’an yang hanya diyakini hanya bisa dicapai oleh hati yang bersih melalui penyingkapan spiritual. Kitab tafsir ini tentunya juga menuai kritik dari kalangan ulama termasuk ulama fiqih atau ahli tafsir tekstual. Kritik tafsirnya menyangkut penggunaan makna-makna yang tidak nampak secara lahiriah atau dianggap secara lahiriah. Meski demikian, al-Qur’an bisa dimaknai secara mendalam oleh mereka yang memaknainya dengan jalan spiritual dan tafsir ini tentunya sangat berharga bagi mereka.