cover
Contact Name
Ilham Zulfahmi
Contact Email
ilham.zulfahmi@usk.ac.id
Phone
+6285262743552
Journal Mail Official
jkpi@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Jl. Teuku Nyak Arief No.441, Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh, Aceh 23111 Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27973735     DOI : https://doi.org/10.24815/jkpi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) atau nama lain Indonesia Marine and Fisheries Journal merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil - hasil penelitian bidang kelautan dan perikanan dalam skala luas meliputi ilmu kelautan, akuakultur, perikanan tangkap, teknologi hasil perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan, serta sosial ekonomi perikanan. JKPI terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang diterbitkan pada JKPI berupa artikel riset (research article) dan ulas balik (literature review). Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Focus and Scope Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu perikanan dan kelautan. Jurnal ini menaruh perhatian pada perikanan dan kelautan di Indonesia. Topik yang dibahas dalam jurnal mencakup aspek : 1. Ilmu dan Teknologi Kelautan 2. Akuakultur 3. Teknologi Hasil Perikanan 4. Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap 5. Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya 6. Iktiologi 7. Sosial Ekonomi Perikanan
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Agustus (2025)" : 12 Documents clear
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ramadhan, Naufal Gumilang; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.46694

Abstract

Ikan Nilamerupakansalahsatukomoditasperikananairtawaryangbanyakdigemaridi Sumbawasehinggamendorongtingginyaminatbudidayauntukmemenuhikebutuhanpermintaanpasar. Usahapembenihanikan Nilamerupakanujungtombakkeberhasilanusahabudidaya. Salahsatuusahapembenihanyangcukupberhasildi SumbawaadalahusahaBinaMandiriSejahtera.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiteknikpembenihanikannila(Oreochromis niloticus)padausahaBinaMandiriSejahtera. Metode yangdigunakanadalahobservasimelaluikegiatanmagang. Hasilobservasimenunjukkanbahwateknikpembenihanikan Nila diusahaBinaMandiriSejahteramenggunakanteknikalamidengantahapanmeliputipersiapankolam,pemilihanindukan,pemijahan,pemeliharaanlarva,kemudianpersiapankolamterpal,penebaranlarva,pembesaran,hinggapemanenandanpemasaran. Ikannilajantandanbetinayangsudahberumur8bulansudahbisadipilihuntukmelakukanpemijahan.Perbandinganjantandanbetinaikanniladalamyaitu1 : 3. Bobot yangbagusuntukbudidayaikannilaagarpanjangdanbobotikansesuaidenganpermintaanpasaryaitu200 gram.
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Prayoga, Ananda Gempar Teguh; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) di Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil di wilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah survei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dan geografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, dengan bobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasio induk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah telur yang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benih hidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektif untuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skala besar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien dan adaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengan sumber daya terbatas..
Analisisis Isi Lambung Ikan Introduksi Red Devil (Amphilophus labiatus) Terhadap Risiko Invasifnya Di Danau Toba Silitonga, Afrizal Bigman; Batubara, Agung Setia
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.46140

Abstract

Analisis isi lambung ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Danau Toba bertujuan untuk mengetahui jenis makanan dan dampak yang ditimbulkannya sehingga diketahui risiko invasif yang ditimbulkan di Danau Toba. Penelitian dilaksakan pada bulanFebruari April 2025. Metode yang digunakan yaitu metode survey, dimana penentuan tiga lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling (Kecamatan Porsea Kab. Toba, Kecamatan Muara Kab. Tapanuli Utara, Kecamatan Onan Runggu Kab. Samosir). Sebanyak 25 sampel red devil dikoleksi di masing-masing lokasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa morfologi ikan red devil terdiri dari 3 warna yaitu merah atau oranye, merah campur hitam dan hitam. Identifikasi panjang relatif usus (RGL) menunjukkan ikan red devil dimana bersifat omnivora. Jenis makanan yang terdapat di lambung ikan di dominasi oleh fitoplankton sebagai makanan utama, zooplankton sebagai makanan pelengkap, terdapat perbedaan di lokasi Porsea yaitu zooplankton dan tulang ikan berperan sebagai makanan pelengkap, jenis makanan tambahan seluruh lokasi sampel yaitu terdiri dari ikan kecil, potongan daun, potongan akar, sisik ikan, lumut, sementara lokasi II dan III tulang ikan sebagai makanan tambahan red devil di Danau Jenis makanan yang diidentifikasi berbeda di tiap lokasi tergantung ketersediaan makananan di tempat dia hidup. Risiko invasif dari ikan red devil Danau Toba yaitu sebagai menyebabkan kompetisi makanan tinggi juga memangsa anakan ikan lain sehingga ikan lain sulit berkembang. Adaptasi tersebut menyebabkan ikan red devil cepat mendominasi wilayah perairan dan menyebabkan ikan lain punah serta sulit dikendalikan populasinya.
Variasi Musiman Spasial-Vertikal Suhu dan Salinitas di Teluk Tomini dan Laut Banggai Yuliardi, Amir Yarkhasy; Napitupulu, Gandhi; Prayogo, Luhur Moekti; Rahmalia, Diah Ayu; Sari, Ratna Juita; Nugroho, Agung Tri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47474

Abstract

Teluk Tomini merupakan salah satu wilayah semi-tertutup di Indonesia yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks akibat pengaruh sirkulasi regional dan faktor musiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi musiman, spasial, dan vertikal suhu serta salinitas di Teluk Tomini sepanjang tahun 2020 dengan menggunakan data reanalisis oseanografi dari produk Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) yang memiliki resolusi spasial 0,083 dan 50 lapisan vertikal. Analisis dilakukan terhadap distribusi suhu dan salinitas permukaan, penampang vertikal sepanjang lintang 0 antara 120125BT, serta profil vertikal pada tiga titik pengamatan (121BT, 123BT, dan 125BT). Hasil menunjukkan bahwa suhu permukaan laut (SPL) mencapai nilai maksimum 30C pada musim peralihan I, dan minimum 28C pada musim timur. Distribusi salinitas memperlihatkan gradasi secara zonal, dengan nilai yang lebih tinggi di bagian timur (34,5 PSU) akibat intrusi massa air asin dari Laut Banda dan Laut Maluku. Secara vertikal, terdapat stratifikasi termohalin yang mencolok hingga kedalaman 100 m, dengan kolom air yang lebih homogen di wilayah timur. Arus permukaan memainkan peran penting dalam membentuk distribusi spasial parameter-parameter tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaruh dinamika musiman dan intrusi regional terhadap struktur termohalin di Teluk Tomini. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pemahaman lebih lanjut mengenai proses oseanografi fisis serta implikasinya terhadap ekosistem laut dan perencanaan pengelolaan sumber daya perikanan di wilayah ini.
Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Maskulinisasi dan Kelulushidupan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Batubara, Juliwati Putri; Melati, Kusuma; Rumondang, Rumondang; Laila, Khairani; Panjaitan, Pohan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47996

Abstract

Ikan mas koki ( Carassius auratus ) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar perikanan. Budidaya dengan sistem monoseks jantan menjadi alternatif yang banyak dipilih, karena ikan jantan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan betina. Penelitian ini bertujuan untuk memicu pengaruh perendaman embrio dalam air kelapa ( Cocos nucifera ) dengan berbagai tingkat konsentrasi terhadap maskulinisasi, tingkat penetasan telur, durasi penyerapan kuning telur, dan kelulushidupan benih ikan mas koki. Penelitian dilaksanakan selama 90 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas lima perlakuan konsentrasi udara kelapa (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) serta lima ulangan untuk masing-masing perlakuan. Embrio direndam selama 8 jam pada tahap blastula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (konsentrasi 30%) menghasilkan nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 63%, waktu penyerapan kuning telur tercepat (70,20 jam), dan kelulushidupan tertinggi (58%). Sementara itu, perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan daya tetas tertinggi sebesar 72%. Perlakuan P4 (40%) menunjukkan hasil terendah pada hampir seluruh parameter. Kesimpulannya, perendaman embrio dalam udara kelapa konsentrasi 30% efektif dalam meningkatkan proporsi jantan dan kelulushidupan benih ikan mas koki.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh Arhas, Firman Rija; Rasnovi, Saida; Dahlan, Dahlan; Nanda, Rizki
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47499

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik substrat dan morfologi rumput laut di kawasan pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi komposisi jenis rumput laut, tipe substrat yang ditempati, serta perbedaan morfologi masing-masing spesies. Metode yang digunakan adalah kombinasi line transect dan quadrat transect dengan pengambilan sampel di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menemukan 32 spesies rumput laut yang tergolong dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Substrat keras seperti karang mati dan batu dominan dihuni oleh rumput laut dengan life form lithofitik (66%), sedangkan substrat lunak seperti pasir dan kerikil didominasi oleh rhizophitik (28%). Karakteristik morfologi rumput laut bervariasi, terutama pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang mencerminkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks, cocok untuk perairan berarus kuat, sementara alga hijau (Chlorophyceae) dan alga merah (Rhodophyceae) lebih adaptif di perairan tenang atau berarus sedang. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting untuk konservasi dan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substrat dan ketahanan morfologis spesies.
Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Maskulinisasi dan Kelulushidupan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Melati, Kesuma; Batubara, Juliwati Putri; Rumondang, Rumondang; Laila, Khairani; Panjaitan, Pohan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28214

Abstract

Ikan mas koki (Carassius auratus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar bernilai ekonomis tinggi di pasar perikanan. Budidaya sistem monoseks jantan menjadi alternatif yang banyak dipilih karena ikan jantan umumnya memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina. Namun,penggunaan hormon sintetis dalam maskulinisasi menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keamanan pangan. Penelitian ini menjawab keterbatasan studi bahan alami dalam maskulinisasi ikan mas koki sebagai alternatif pengganti hormon sintetis. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengevaluasi pengaruh perendaman embrio dalam air kelapa (Cocos nucifera) dengan berbagai konsentrasi terhadap maskulinisasi, tingkat penetasan telur, durasi penyerapan kuning telur, dan kelulushidupan benih ikan mas koki. Penelitian dilaksanakan selama 90 hari menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) dan lima ulangan masing-masing. Embrio direndam selama 8 jam pada tahap blastula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (konsentrasi 30%) menghasilkan nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 63%, waktu penyerapan kuning telur tercepat (70, 20 jam), dan kelulushidupan tertinggi (58%).Sementara itu, perlakuan kontrol (P0) menunjukkan daya tetas tertinggi sebesar 72%. Perlakuan P4 (konsentrasi 40%) menunjukkan hasil terendah pada hampir seluruh parameter. Dengan demikian, air kelapa konsentrasi 30% berpotensi sebagai agen maskulinisasi alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk diaplikasikan dalam skala budidaya ikan mas koki.
Analisis Isi Lambung Ikan Introduksi Red Devil (Amphilophus labiatus) Terhadap Risiko Invasifnya Di Danau Toba Silitonga, Afrizal Bigman; Batubara, Agung Setia
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.25917

Abstract

Analisis isi lambung ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Danau Toba bertujuan untuk mengetahui jenis makanan dan dampak yang ditimbulkannya sehingga diketahui risiko invasif yang ditimbulkan di Danau Toba. Penelitian dilaksakan pada bulan Februari April 2025. Metode yang digunakan yaitu metode survey ditiga lokasi penelitian secara purposive sampling (Kecamatan Porsea Kab. Toba, Kecamatan Muara Kab. Tapanuli Utara, Kecamatan Onan Runggu Kab. Samosir) Sebanyak 25 sampel red devil dikoleksi dari masing-masing lokasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa morfologi ikan red devil terdiri dari 2 warna yaitu merah atau oranye, merah kehitaman. Identifikasi panjang relatif usus = 1,40-1,61 menunjukkan ikan red devil omnivora. Makanan utama fitoplankton dengan nilai IP 79,48%, di lokasi I dan II zooplankton sebagai makanan pelengkap dan lokasi III zooplankton potongan akar dan lumut berperan sebagai makanan pelengkap, untuk makanan tambahan di lokasi I dan II yaitu potongan akar, potongan daun dan lumut sedangkan lokasi III hanya potonganlumut sebagai makanan tambahan. Nilai ISC = 0,011-0,014%. Risiko invasif dari ikan red devil di Danau Toba yaitu sebagai menyebabkan kompetisi makanan tinggi serta menyebabkan ikan red devil cepat mendominasi wilayah perairan dan menyebabkan ikan lain berkurang populasinya serta sulitdikendalikan populasinya.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Arhas, Firman Rija; Rasnovi, Saida; Dahlan, Dahlan; Nanda, Rizki
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.28213

Abstract

Studi sebelumnya tentang rumput laut di Aceh Selatan hanya meneliti distribusi dan ekologi, tanpa mengeksplorasi hubungan antara karakteristik substrat dan morfologi, sehingga data dasar mengenai preferensi substrat dan variasi morfologi masih terbatas. Penelitian ini mengkaji substrat dan morfologi rumput laut di Aceh Selatan guna mengidentifikasi komposisi spesies, tipe substrat, dan variasi morfologinya. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari hingga April 2021 menggunakan metode gabungan line transect dan quadrat transect di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 32 spesies rumput laut yang termasuk dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Preferensi substrat rumput laut yang paling banyak ditemukan adalah tipe substrat lithofitik (66%), dan rhizophitik (28 %). Sedangkan tipe subtrat lainnya dengan persentase yang sangat kecil, berupa: epifitik (4 %), dan drift macroalgae (2 %), dan epizoik tidak ditemukan. Adapun jenis substrat rumput laut yang ditemukan terdiri dari: karang hidup (live coral), karang mati (dead coral), pecahan karang (rubble), batu (rock), dan substrat campuran berupa sedimentasi laut yaitu: kerikil (gravel) dan pasir (sand).Variasi morfologi rumput laut terutama terlihat pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang menunjukkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kesesuaian dengan tipe substrat. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks (holdfast kuat, stipe jelas, blade tebal), adaptif untuk perairan berarus kuat dan berombak. Alga hijau (Chlorophyceae) memiliki bentuk morfologi sederhana (holdfast filamen, blade tipis/lunak), adaptif di perairan tenang. Sedangkan Rhodophyceae(alga merah) memiliki variasi morfologi tinggi (holdfast fleksibel, blade berkapur/gelatin), dominan di zona berarus sedang. Temuan penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk konservasi dan pengembangan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substratdan ketahanan morfologis spesies. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi data acuan (baseline) untuk pemetaan ekologi rumput laut serta mendukung upaya restorasi dan pengelolaan kawasan pesisir Aceh Selatan secara lebih efektif.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ramadhan, Naufal Gumilang; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.22756

Abstract

Ikan Nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari di Sumbawa sehingga mendorong tingginya minat budidaya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Usaha pembenihan ikan Nila merupakan ujung tombak keberhasilan usaha budidaya. Salah satu usaha pembenihan yang cukup berhasil di Sumbawa adalah usaha Bina Mandiri Sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada usaha Bina Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah observasi melalui kegiatan magang. Pelaksanaan magang selama 4 bulan dengan pengamatan pada 2 kolam. Hasil observasi menunjukkan bahwa teknik pembenihan ikan Nila di usaha Bina Mandiri Sejahtera menggunakan teknik alami dengan tahapan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, pemeriksaan kualitas air, pemanenan dan pemasaran. Ikan Nila jantan dan betina yang sudah berumur 8 bulan, bobot 500 gram dan Panjang 30 cm sudah bisa dipilih untuk melakukan pemijahan. Perbandingan jantan dan betina ikan Nila yaitu 1 : 3 dengan jumlah indukan 32 induk. Hasil pengukuran kualitas air masih optimal untuk kegiatanpembenihan meliputi pH (6-8), suhu (26-30C) dan TDS (400-600 ppm).

Page 1 of 2 | Total Record : 12