cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 167 Documents clear
Edukasi Kesehatan Dalam Mengubah Persepsi Remaja TentangThalassemia Sebagai Penyakit Genetik Theophylia Melisa Manumara; Andini Aulia Khaerunisa; Zaharani Akbar Ash. Shoffi; Zulfa Noviana; Jividhah Sri Wulan Gea; Susiselia Susiselia; Aliqa Anzani Yusmita; Fathur Halimansyah; Sahla Afifah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ezxcrq74

Abstract

Thalassemia beta mayor adalah penyakit kronis yang menjadi permasalahan kesehatan pada anak dan prevalensi nya semakin meningkat setiap tahunnya dikarenakan semakin meningkatnya gen pembawa thalassemia di seluruh dunia (WHO, 2021) . Thalassemia juga penyakit yang terjadi akibat gangguan sintesis hemoglobin dan tidak dialami oleh anak pada umumnya. Kegiatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dilakukan di SMK Madani bandung bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang penyakit thalassemia beta mayor. Khususnya pentingnya pencegahan penyakit tersebut upaya pencegahan yang tepat meliputi edukasi remaja menegenai risiko gen pembawa thalassemia, serta skrining dini untuk mengidentifikasi pembawa gen agar dapat menghindari transmisi penyakit kegenerasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu metode edukatif. Hasil thalassemia beta mayor pada anak terutama dipengaruhi faktor genetik dan kurangnya deteksi dini. Saran dukungan sosial orang tua berperan penting dalam membantu anak beradaptasi. Oleh karena itu, edukasi dan skirining menjadi Langkah penting dalam pencegahan dan penanganan thalassemia.
Edukasi Kesehatan tentang Dengue Hemorrhagic Fever sebagai Upaya Pencegahan DBD pada Remaja SMK PGRI 1 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Gandung Galih Asmoro; Chania Marsela Mandani Putri; Euis Nur Asy-syifa Najiah; Vika Rahmanisah; Bunga Elia; Rita Juwita
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8nnrqb11

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health concern in Indonesia, including in Cimahi City, where cases increased notably in early 2024. Transmission of the dengue virus through Aedes aegypti mosquitoes commonly affects adolescents who spend considerable time in school environments. Health education serves as a key strategy to enhance students’ knowledge and awareness regarding DHF prevention. This community service activity aimed to provide comprehensive education to students of SMK PGRI 1 Cimahi about the causes, symptoms, transmission, and prevention of DHF through the 3M Plus strategy. The method used in this service activity is an interactive method to measure knowledge improvement. The results indicated a significant increase in students’ understanding of vector characteristics, early warning signs of DHF, and preventive actions applicable at school and home. School-based health education proved effective in shaping positive health behaviors among adolescents and supporting efforts to reduce DHF incidence within the community. The outcomes of this activity include the preparation of a scientific publication and intellectual property registration.    
Pendidikan Kesehatan tentang DIC terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Handayani 1 Pameungpeuk Theophylia Melisa Manumara; Zahra Laila Junistiani; Syipa Ananta Zahra; Sindi Sri Ajeng; Nela Nuraeni; Muhammad Arif Rahman; Lania Langsa Firmansah; Gina Aprilianti; Omat Nurohmat
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0mrg633

Abstract

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) merupakan aktivasi sistemik koagulasi yang disertai kerusakan endotel vaskular. Aktivasi koagulasi sistemik ini berawal di tingkat mikrovaskular, berkembang, dan kemudian berdampak luas pada pembuluh darah kecil hingga sedang. Kondisi ini merupakan gangguan koagulasi dan fibrinolisis yang dinamis, dapat berkembang dari fase terkompensasi menjadi dekompensasi, dan sering disalahartikan sebagai sekadar gangguan hemostasis. Walaupun DIC tergolong kompleks dan jarang terjadi, pengetahuan mengenai kondisi ini tetap penting bagi remaja, terutama karena gigitan ular dapat memicu terjadinya DIC. Tujuan dari pelaksanaan Pendidikan kesehatan dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan siswa mengenai DIC serta kemampuan mengenali tanda bahaya pada diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode edukatif melalui pemberian materi mengenai DIC dan pertolongan pertama pada gigitan ular. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, yang ditunjukkan melalui nilai post-test yang lebih baik. Dengan demikian, pendidikan kesehatan ini mengenai DIC efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko gigitan ular dan kemungkinan komplikasinya.
Edukasi Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Leukimia pada Pelajar di SMAN 5 Cimahi Theophylia Melisa Manumara; Andhika Rafi Ramadhan; Raisya Aoliya Somantry; Septia Putri Hartanti; Shofiyani Khoirotul Millah; Desi Novitasari; Nadziah Mar'atush Sholihah; Turindah Turindah; Jum'ati Jum'ati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/q8dkeg10

Abstract

The topic of leukemia was raised in this health education activity because this disease is a serious blood cancer that has a major impact on society. Education on prevention and understanding of the disease is considered important. Leukemia is described as a disorder caused by the proliferation of immature white blood cells that arise due to genetic abnormalities in hematopoietic cells, and is influenced by exposure to radiation, chemicals, viral infections, immune disorders, and genetic factors. Based on WHO Globocan 2025 data, there were 487,294 new cases and 305,405 deaths worldwide, with a prevalence of 17.42 per 100,000 population. In Indonesia, this disease ranks 10th as the cancer with the highest incidence and mortality rates, while Lampung Province recorded 214 inpatient cases in 2015. This information shows the need for increased public education. In implementing this health education program, a post-test design was used to assess changes in understanding after the material was presented. The presentation was delivered through a presentation, and participants' knowledge was then measured using a quiz. Students in class XII-8 at SMAN 5 Cimahi were designated as the target group. The evaluation results showed that there was an increase in understanding after the presentation and quiz methods were applied. The low level of student participation was one of the limitations of the activity. Overall, these results show that interactive educational approaches can support improvements in health literacy.  
Cegah Anemia dengan Gaya Hidup dan Gizi Seimbang Theophylia Melisa Manumara; Ahmad Adhi Karya; Agustina Hermawati; Dewi Maharani; Irwan Anugrah Gulo; Isma Amalia Istiqomah; Lutfiana Nur Azizah; Siti Ai Aryati; Silvana Zahra Ramadani; Tri Murti Ningrum
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vc0e5v28

Abstract

Anemia is a health problem commonly experienced by adolescents, especially adolescent girls, due to an unbalanced diet, lack of iron intake, and minimal knowledge about nutrition and health. This condition has an impact on decreased concentration in learning, fitness, productivity, and increases the risk of infection. National data shows that the prevalence of anemia among adolescents reaches 32%, while in West Java it reaches 41.93%. Low coverage of iron tablets (TTD) consumption and lack of education cause anemia to remain a significant problem. Health education activities were conducted at SMA Negeri 5 Cimahi, involving 40 students, with the aim of increasing knowledge about anemia, its causes, effects, and prevention through a healthy lifestyle and balanced nutrition. The methods used included delivering material through presentations, distributing leaflets, discussions, ice breaking, and quizzes to reinforce understanding. The results of the activity showed that most students did not understand anemia before the education session, but after the education, there was an increase in knowledge as seen from the students' ability to answer questions and participate actively. This education session was effective in increasing students' awareness to apply a nutritious diet, get enough rest, exercise regularly, and comply with TTD consumption. Continuous education efforts in schools are important to prevent anemia in adolescents.
Sosialisasi Pencegahan Bronkitis Pada Remaja SMK Mahardhika Batujajar Mokh.Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Abdurrasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Nadia Fatma; Gina Revana; Indri Dwi Fitriani; Elsa Lestari; Rianti Aprilia; Nahla Fauziah Sukmana; Titin Hanipah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3hs2dy80

Abstract

Bronkitis merupakan suatu peradangan pada bronkus yang dapat bersifat akut maupun kronis dan banyak dialami oleh remaja akibat paparan asap rokok, polusi udara, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat. Remaja berada pada masa transisi yang rentan terhadap berbagai penyakit sistem pernapasan karena adanya perubahan perilaku, lingkungan, dan gaya hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan sistem pernapasan menyebabkan remaja tidak memahami risiko bronkitis serta cara mencegahnya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bronkitis serta upaya pencegahannya melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan adalah metode edukatif berupa penyampaian materi menggunakan media Power Point, pembagian leaflet edukatif, pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswa dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Dari hasil kegiatan Pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya bronkitis, faktor risiko seperti rokok dan polusi, serta pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan guna mencegah penyakit bronkitis pada remaja.
Sosialisai Gangguan Pernafasan Akut pada Remaja di SMK Kesehatan Rajawali Mokh. Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Damara Oktavia Aline; Aulia Suci Ajeng Putri Lestari; Ayu Niasy; Sefya Fica Wulandari; Kartini Kartini; Amanda Nabillatussahara Ramadani; Fahmi Adian Nizar; Salsa Manda Aulia Fasya
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c6rkvf08

Abstract

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) merupakan salah satu gangguan pernapasan akut dengan angka mortalitas tinggi dan sering tidak dikenali sejak dini, terutama pada kelompok remaja. Minimnya pengetahuan mengenai faktor risiko, tanda awal, serta pencegahan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan Rajawali mengenai konsep dasar Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), penyebab, tanda dan gejala, serta langkah pencegahannya. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan melalui presentasi, diskusi interaktif, pembagian leaflet edukatif, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti penyuluhan, terlihat dari perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan dan mengenali gejala gangguan pernapasan akut. Kesimpulannya, kegiatan edukasi berbasis sekolah efektif sebagai upaya preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja dan berpotensi berkontribusi menurunkan risiko Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) di masa depan.
Edukasi Pencegahan Asma untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Siswa SMK Pusdikhubad Cimahi Mokh Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Siti Sofiah; Chalisa Putri Mayda; Wulan Nursifa; Maritha Aurin Alfarizki; Rifa Nurul Fajriani; Reva Oktavia Ramadhani; Dalfa Mutmainah; Mohamad Ihsan Pahlevi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ds05w884

Abstract

Penyakit asma termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang sering dialami remaja dan dapat menghambat aktivitas belajar akibat gejala seperti sesak napas, batuk berulang, dan mengi. Kurangnya informasi tentang faktor pencetus seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan cuaca dingin menyebabkan risiko kekambuhan asma yang lebih tinggi di sekolah. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Pusdikhubad Cimahi mengenai cara mencegah penyakit asma. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, penyusunan materi, pelaksanaan edukasi dengan media PowerPoint dan leaflet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil ada peningkatkan pemahaman siswa mengenai definisi asma, gejala awal, faktor pencetus, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari asap rokok. Saran edukasi tidak hanya diakukan sekali tetapi harus rutin sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan mengurangi risiko kekambuhan asma pada remaja.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Pencegahan Tuberkulosis Paru di SMAN 1 Parongpong Mokhamad Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Rifan Abiyansah; Nazma Septia Wanty; Dita Apriliyanti; Bakhi Fadlah; Nabila Agustin; Repa Wulandari; Aiska Haniyya Muhtar; Cici Lestari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1weqgy48

Abstract

Pendidikan kesehatan mengenai Tuberkulosis Paru (TB Paru) di SMAN 1 PARONGPONG bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa-siswi dalam pencegahan penularan TB melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini dilatar belakangi oleh tingginya angka kejadian TB dikalangan remaja akibat kurang pemahaman tentang mekanisme penularan, faktor risiko, upaya pencegahannnya. Metode yang di gunakan yaitu pendekatan melalui pretest dan posttest, penyampaikan materi diskusi interaktif, dan demonstrasi etika batuk dan mencuci tangan yang benar. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatann pengetahuan siswa-siswi dengan hasil kenaikan posttest secara signifikan dibanding dengan pretest. Pembahasan mengindikasikan bahwa dengan edukasi kesehatan di sekolah mampu memperkuat upaya pencegahan  TB Paru, sekaligus meningkatkan kesadaran remaja dalam penerpan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari hari di sekolah maupun di rumah. Dapat disimpulkan dari kegiatan Pendidikan kesehatan ini memperbaiki pemahaman siswa-siswi dan dapat di jadikan model kegiatan yang edukatif berkelanjutan untuk mendorong pencegahan TB Paru di disekolah ataupun dirumah.
Implementasi Spiritual Care Dalam Pendekatan Holistik Berbasis Teori Watson untuk Meningkatkan Kenyamanan Psikospiritual Pasien Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Farrel Ali Ahmat; Faza Roja Nafila; Jihan Talita Ulfa; ⁠Kirana Dwi Rahmawati; Mugnia Siti Padilah; Nazmi Anggun Pratiwi; Nazzwa Syafa Azzahra; Reskia Nabila
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wcp9d569

Abstract

Pendekatan holistik dalam keperawatan memastikan bahwa kebutuhan manusia terpenuhi secara komprehensif, termasuk aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Salah satu dari yang paling terpenting komponen penting perawatan ini adalah perawatan spiritual, yang membantu pasien mengidentifikasi makna, ketenangan, dari harapan mereka dalam menghadapi penyakit. Tujuan menganalisis perawatan spiritual dalam pendekatan holistik berdasarkan. Metodologi kegiatan ini menggunakan pendekatan narrative review. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa perawatan spiritual memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan kesejahteraan emosional dan spiritual pasien, memperkuat hubungan terapeutik antara pasien dan perawat, berfungsi sebagai contoh perawatan holistik. Tantangan yang dihadapi perawat antara lain kurangnya pemahaman dan perawatan spiritual, kurangnya motivasi, waktu dan dukungan organisasi, serta perbedaan dalam spiritualitas pribadi kehidupan sehari - hari. Menurut teori Jean Watson, perawatan spiritual menekankan perawatan diri, perhatian penuh, dan kasih sayang dalam setiap interaksi perawatan. Oleh karena itu, pendidikan, pelatihan, dan manajemen pelatihan dukungan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memberikan perawatan asuhan yang berbasis spiritualitas dan kemanusiaan. Kemampuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berlandaskan spiritualitas dan kemanusiaan.

Page 4 of 17 | Total Record : 167