cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Edukasi Kesehatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMP Islam Baidhaul Ahkam Kota Tangerang Fischa Awalin Awalin; Lolita Nur Eka Putri; Nuralfiah Nuralfiah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7284g971

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat kekurangan zat besi, terutama karena menstruasi dan peningkatan kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD. Edukasi dilakukan pada remaja putri di SMP Islam Baidhaul Ahkam Kota Tangerang dengan memberikan edukasi kesehatan berupa definisi TTD, manfaat, cara konsumsi dan efek samping TTD. Pemberian edukasi dilakukan pada siswa remaja putri kelas VII sebanyak 46 siswa yang merupakan remaja awal. Kepatuhan konsumsi TTD diukur dengan memberikan pertanyan berupa kuesioner tentang kepatuhan dalam mengkonsumsi TTD yang dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil kepatuhan konsumsi TTD sebelum dilakukan edukasi sebagian besar remaja putri tidak patuh dalam konsumsi TTD sebanyak 43 orang dan hanya 3 orang (6,5%) yang patuh dalam konsumsi TTD. Hasil kepatuhan konsumsi TTD setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 24 remaja putri (52,2%). Peningkatan proporsi kepatuhan setelah edukasi menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berperan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya konsumsi TTD
Pemberian Nugget Jagung Berbasis Pangan Lokal Sebagai Upaya Penurunan Risiko Stunting di Desa Godong Christina Nur Widayati; Amelia Linthang Febrianti; Eka Aprilian Widayanto; Dinda Fatimah; Sri Handayani; Tamara Wahyu Apik Nurhali; Intan Lutfi Sari; Nur Widi Pramesthi; Seno Karyanto
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/446ncb55

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Desa Godong dengan 31 balita berisiko, disebabkan kurangnya variasi PMT yang bergizi dan menarik bagi anak, serta minim pemanfaatan pangan lokal seperti jagung. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan mendukung penurunan stunting dengan inovasi PMT nugget jagung berbasis pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan pemerintah desa, pembelian bahan, serta pelatihan dan demonstrasi pembuatan nugget jagung kepada ibu-ibu PKK dan kader posyandu pada 26 Januari 2026 di pendopo Balai Desa Godong. Hasil menunjukkan terlaksananya pelatihan dengan partisipasi aktif, peningkatan pengetahuan gizi seimbang, serta keterampilan pengolahan nugget jagung yang kaya karbohidrat, protein hewani (dari telur dan daging sapi), zink, vitamin A, dan zat besi. Luaran berupa produk nugget jagung, modul resep sederhana, dokumentasi kegiatan, dan rencana publikasi video edukasi (HKI). Program ini mendukung ketahanan pangan desa dan potensi usaha rumahan berkelanjutan
Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Pemasaran Digital UMKM di Desa Rompegading, Maros, Sulawesi Selatan Iradat Rayhan Sofyan; Sylvia Sylvia; Sri Prilmayanti Awaluddin; Harlindah Harniati Arfan; Basri Rakhman
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2054hc04

Abstract

Optimalisasi media sosial sebagai sarana pemasaran digital menjadi kebutuhan penting bagi UMKM dalam menghadapi persaingan di era ekonomi digital. Namun, keterbatasan literasi digital dan kemampuan teknis masih menjadi kendala utama, khususnya pada pelaku UMKM di Desa Rompegading, Kabupaten Maros. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan media sosial secara strategis melalui pelatihan berbasis praktik. Metode yang digunakan adalah pendekatan andragogi dan experiential learning yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 25 pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 32% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta peningkatan keterampilan dalam pembuatan konten promosi yang lebih menarik dan terstruktur. Selain itu, terjadi peningkatan frekuensi penggunaan media sosial dan interaksi dengan pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemasaran UMKM. Kegiatan ini memiliki implikasi penting dalam mendukung penguatan daya saing UMKM berbasis digital, meskipun diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang lebih optimal.
Pengembangan Model Edukasi dan Pelatihan Pijat Bayi Berbasis Kader dan Keluarga untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi Rini Febrianti; Mastiur Butar Butar; Syarifah Aima; Nurbaiti Br Singarimbun; Riska Amelia Putri; Suharni Pintamas Sinaga; Aulia Echi; Herlina Simanjuntak
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1j6rta92

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas tidur, pertumbuhan, serta perkembangan bayi. Namun, praktik pijat bayi yang benar masih belum merata di masyarakat karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta kader kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi dan pelatihan pijat bayi berbasis kader dan keluarga dengan pendekatan Community-Based Participatory (CBP) guna mengoptimalkan tumbuh kembang bayi. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Melati, kelurahan Mangga Padang Bulan Kota Medan. tanggal 6 - 8 April 2026 dengan melibatkan kader dan keluarga sebanyak 20 orang yang  dilakukan edukasi pelatihan pijat bayi dan pendampingan stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, pelibatan aktif kader dan keluarga dalam perencanaan, pelaksanaan edukasi dan pelatihan pijat bayi, serta evaluasi keberhasilan program. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Partisipasi aktif kader sebagai agen perubahan menjadi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan program di tingkat komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta keluarga dalam melakukan pijat bayi secara mandiri dan benar. Selain itu, terjadi peningkatan keterlibatan keluarga dalam stimulasi tumbuh kembang bayi serta terbentuknya model edukasi yang aplikatif dan berkelanjutan di masyarakat. Kesimpulann pengembangan model edukasi dan pelatihan pijat bayi berbasis kader dan keluarga dengan pendekatan CBP efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan berpotensi mendukung optimalisasi tumbuh kembang bayi secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Mpasi Ubi Jalar untuk Batita pada Kader Posyandu di Puskesmas Minanga Asterlita Ryane Wenas; Vennetia Ryckerens Danes
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2et7m924

Abstract

Masalah gizi pada bayi dan batita masih menjadi tantangan di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan kader Posyandu mengenai pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) lokal bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang cara membuat MPASI lokal berbahan dasar ubi jalar yang kaya karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test terhadap lima kader Posyandu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 54 pada pre-test menjadi 88 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 34 poin. Pelatihan terbukti efektif meningkatkan pemahaman kader tentang pemanfaatan bahan pangan lokal untuk MPASI. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor dan integrasi dalam program gizi masyarakat.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana Alam Vennetia Ryckerens Danes; Sri Seprianto Maddusa; Asterlita Ryane Wenas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hpbr9w24

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Bencana alam yang sering terjadi ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat khususnya perempuan, sering kali menjadi kelompok yang rentan dalam situasi darurat. Sebagai penjaga keluarga dan penggerak masyarakat perempuan memainkan peran penting dalam penanggulangan bencana, baik dalam upaya mitigasi, evakuasi, maupun pemulihan pasca-bencana. Namun, seringkali perempuan tidak memperoleh akses informasi atau pelatihan yang memadai tentang cara menghadapi dan mengelola risiko bencana. Pelatihan dasar penanggulangan bencana merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya perempuan sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dasar perempuan dalam menghadapi bencana melalui kegiatan pelatihan dan evaluasi pembelajaran menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 13 peserta perempuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas perempuan dalam mitigasi bencana berbasis komunitas
Upaya Peningkatan Kapsitas Sumber Daya Manusia Dalam Penguatan Ekosistem Industri Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Selaawi, Garut Asep Ganjar Wiresna; Meiga Fristya Laras Sakti; Ocoh Suherti; Ai Siti Zenab
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/33rbv185

Abstract

Transformasi seni budaya lokal ke dalam konten digital merupakan strategi penting dalam menghadapi dinamika industri kreatif di era media sosial. Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, memiliki kekayaan seni budaya berbasis bambu yang terintegrasi dengan aktivitas sanggar seni dan UMKM kerajinan, namun pemanfaatannya sebagai komoditas kreatif masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan strategi komodifikasi konten seni budaya lokal melalui media sosial untuk memperkuat industri kreatif di Kecamatan Selaawi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teori kreativitas dan teori komodifikasi media, yang diimplementasikan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan inovasi seni dan teknologi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Mitra kegiatan meliputi Sanggar Seni Awi Sari serta UMKM pengrajin bambu di Desa Selaawi dan Putrajawa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam produksi dan pengelolaan konten digital, optimalisasi media sosial sebagai sarana branding dan promosi, serta terciptanya karya seni inovatif berupa mini oratorium dan film dokumenter sebagai produk konten kreatif. Selain itu, terbentuknya kanal digital dan marketplace mendukung perluasan jangkauan pasar produk seni dan kerajinan lokal. Strategi komodifikasi ini berkontribusi pada penguatan ekosistem industri kreatif berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung pelestarian seni budaya daerah secara berkelanjutan.
Edukasi gizi pada Ibu Balita Terhadap Peningkatan Pengetahuan Gizi di Puskesmas Pakusari Kabupaten Jember Sulistiyani Sulistiyani; Risma Putri Aulia Lestari; Fita Irfana; Permata Ayu Hidayat
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/d82j0a07

Abstract

Stunting dan wasting merupakan masalah kekurangan gizi yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satu faktor berkaitan dengan tingginya permasalahan gizi tersebut yaitu pengetahuan ibu. Kurangnya pengetahuan ibu terkait gizi balita, asupan makanan sehat, dan pola makan sehat menyebabkan tingginya kasus kejadian tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan gizi ibu melalui edukasi gizi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan gizi. Dalam penyampaian materi digunakan media poster dan buku saku gizi balita.Pemanfaatan buku saku bertujuan agar materi penyuluhan lebih mudah diingat oleh peserta, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita sekaligus mendukung perbaikan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pakusari Jember. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita sebelum diberikan edukasi gizi berada pada kategori kurang (69,4%) sedangkan sesudah diberikan edukasi gizi seluruh ibu balita (100%) mengalami peningkatan menjadi kategori baik. Terdapat peningkatan jumlah jawaban benar pada post-test, meskipun masih terdapat beberapa materi yang membutuhkan metode penyampaian lebih variatif agar lebih mudah dipahami. Adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi. Hal tersebut membuktikan bahwa edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita.
Efektifitas Edukasi Kesadaran Hukum dalam Pencegahan Cybercrime terhadap Risiko Psikososial Pemuda Muhammadiyah Mainita Mainita; Syukriah Syukriah; Agus Hikmadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/m6e8tg33

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kejahatan siber (cybercrime) yang menyasar kelompok pemuda sebagai pengguna aktif media digital. Rendahnya pemahaman terkait hukum digital, etika bermedia, dan keamanan siber menyebabkan pemuda rentan menjadi korban maupun pelaku pelanggaran di ruang digital. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Pemuda Muhammadiyah di SMA 1 Muhammadiyah Banda Aceh dengan tujuan meningkatkan kesadaran hukum digital serta pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan cybercrime. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui sosialisasi, diskusi interaktif berbasis studi kasus, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam satu rangkaian pertemuan dengan melibatkan dua puluh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis-jenis cybercrime, etika digital, serta sikap kehati-hatian dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital. Peserta juga menunjukkan kesadaran yang lebih baik terhadap konsekuensi hukum dari aktivitas digital. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi dan kesadaran hukum digital sebagai upaya preventif dalam membentuk pemuda yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab di ruang digital
Implementasi Amenorea Primer dengan Perkembangan Karakteristik Seksual Sekunder Normal pada Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser Mira Ulfa; Nurul Fikriani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1wfphs86

Abstract

Amenorea adalah keadaan dimana seorang perempuan tidak mengalami menstruasi sama sekali atau terhentinya siklus menstruasi di usia reproduktif. Amenorea dibagi menjadi primer dan sekunder. Salah satu penyebab dari amenorea primer adalah Sindroma Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser. Agenesis mullerian seperti Sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH) memengaruhi sekitar 1 dari 5000 kelahiran wanita dengan kejadian yang sporadis. Kondisi ini sering kali baru terdiagnosis pada masa remaja ketika pasien datang dengan keluhan amenore primer, sehingga diperlukan pendekatan diagnostik yang sistematis untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan penyebab lain. Pengumpulan data dilakukan dari seorang pasien yang berkunjung ke Poliklinik Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Pemeriksaan klinis dilakukan oleh Dokter Spsesialis Obstetri dan Ginekologi. Penegakan diagnosis didasarkan pada anamnesis terstruktur, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Seorang wanita berusia 24 tahun datang dengan keluhan tidak pernah haid. Pasien belum menikah dan tidak mengeluhkan nyeri periodik. Perkembangan karakterisitk seksual sekunder pasien dalam batas normal. Hasil pemeriksaan fisik tidak tampak introitus vagina, USG kesan hipoplasia uterus, hasil laparoskopi diagnostik didapatkan uterus rudimenter dengan kedua tuba dan ovarium dalam batas normal. Hasil kariotipe adalah 46XX, menunjukkan diagnostik pasti MRKH. Langkah-langkah paling penting dalam pengelolaan agenesis mullerian yang efektif adalah diagnosis yang benar dari kondisi yang mendasarinya, evaluasi untuk anomali kongenital terkait, dan konseling psikososial selain pengobatan atau intervensi untuk mengatasi efek fungsional dan psikologis dari anomali genital. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan ginekolog, radiolog, dan konselor psikologis diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.