cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 565 Documents
Penerapan Model Pertanian Perkotaan dalam Mewujudkan Ekosistem Sekolah Berkelanjutan Sapar Sapar; Wahyu Hidayat; Isdayani B
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dqcsbj03

Abstract

Keterbatasan ruang hijau di sekolah perkotaan menuntut inovasi nyata untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model pertanian perkotaan (urban farming) di SMAN 2 Palopo guna meningkatkan kualitas lingkungan serta literasi pertanian modern warga sekolah. Melalui partisipasi 111 guru dan siswa, metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan pelatihan teori dan praktik lapangan yang meliputi penerapan teknologi hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT), wall gardening, dan vertikultur. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan transformasi lahan tidur sekolah menjadi area hijau produktif yang berfungsi sebagai laboratorium alam. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang signifikan, di mana 90% peserta berhasil mencapai kategori pengetahuan sangat tinggi pasca-pelatihan. Selain aspek edukasi, program ini menciptakan dampak ekonomi melalui kewirausahaan hijau berupa penjualan hasil panen sayuran segar di lingkungan sekolah, serta mendapatkan legitimasi strategis dari pemerintah daerah. Disimpulkan bahwa integrasi urban farming efektif dalam membangun kemandirian pangan, penguatan karakter siswa, dan penciptaan ekosistem sekolah yang adaptif terhadap tantangan lingkungan global..
Pelatihan Aplikasi Pemanfaatan Ektrak Buah Tembesu untuk Pembuatan Sabun Wajah Anti Jerawat pada Masyarakat Desa Pulau Kabal Zainal Fanani; Arum Setiawan; Febrian Hadinata; Amrillah Nugrasyah; Yadi Oktariansyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g90ft538

Abstract

Desa Pulau Kabal, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir memiliki potensi sumber daya lokal berupa kelapa dan buah tembesu yang belum dimanfaatkan secara optimal. Buah tembesu diketahui mengandung senyawa bioaktif, seperti asam ursolat, yang berpotensi sebagai antibakteri dan anti jerawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan ekstrak buah tembesu sebagai bahan aktif pembuatan sabun wajah berbasis minyak kelapa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan kepada kelompok pengajian Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama Desa Pulau Kabal. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan keterampilan peserta, uji organoleptik sederhana, serta pengukuran pra dan pasca pelatihan terkait kesadaran lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memproduksi sabun wajah herbal serta peningkatan kesadaran terhadap pengurangan limbah organik, pemanfaatan bahan lokal, dan pengembangan produk ramah lingkungan. Kegiatan ini berpotensi mendorong terbentuknya usaha mikro berbasis industri kreatif yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Generasi Safety First dengan Pengenalan APD dan Protokol K3 Bagi Siswa SMKN 5 Padang Lilis Novitasari; Monika Natalia; Hendra Alexander; Resta Mayesa Putri; Afdaluz Zaki
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xe8c7q95

Abstract

Pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) dan Protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental yang harus dipelajari dari dini, khususnya oleh pelajar SMK yang akan memasuki dunia kerja. Edukasi APD dan Protokol K3 berperan penting dalam membentuk lingkungan kerja aman, disiplin, serta bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui penyuluhan/sosialiasi pengenalan APD dan Protokol K3 kepada 34 siswa Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan, Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 5 Padang pada tanggal 15 Desember 2025. Kegiatan ini terdiri dari tahapan persiapan, pemaparan materi, sesi evaluasi berupa tanya jawab, dan penutup. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa penggunaan APD dengan benar dan membantu menciptakan budaya lingkungan aman di sekolah, tertib, dan siap menghadapi situasi darurat. Serta menjadi bekal penting bagi siswa untuk masa depan mereka, terutama yang akan memasuki dunia kerja. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, serta tanggapan positif terhadap Penggunaan APD dan Protokol K3 sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan terbentuk generasi tenaga kerja yang kompeten, sadar akan keselamatan, dan mampu menciptakan budaya lingkungan aman.
Literasi Kesehatan Mental Majelis Taklim Melalui Psikoedukasi Islami Efrita Norman; Yanti Hasbian Setiawati Norman; Yunia Kusminarsih; Ria Amriah Malili
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/81zr9251

Abstract

This community service program aimed to improve the mental health literacy of Majelis Taklim members through an Islamic psychoeducation approach as an effort to strengthen community character in a rural area of Bogor Regency. The activity was conducted using a community-based participatory approach, including coordination with community partners, pre-test, interactive lectures, focused group discussions, religious coping practices (self-reflection and dhikr), and post-test evaluation followed by joint reflection. A total of 30 Majelis Taklim members participated in the program. The evaluation results using a 5-point Likert scale indicated improvements across all mental health literacy indicators, including basic mental health knowledge, attitudes toward stigma, help-seeking intentions, and the use of adaptive coping strategies. These findings suggest that Majelis Taklim serves as an effective community-based platform for mental health promotion that is culturally and religiously appropriate. In addition, the program contributed to strengthening prosocial character values such as empathy, patience, gratitude, and social responsibility. This community service activity is recommended to be implemented sustainably through collaboration between Majelis Taklim, village government, and educational institutions.
Pendidikan Kesehatan tentang Skoliosis dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMA Muhamad Deri Ramadhan; Citra Natalia Waruwu; Refa Nafidzah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gcv10595

Abstract

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang banyak terjadi pada remaja, terutama skoliosis idiopatik, namun sering tidak terdeteksi sejak dini akibat rendahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan postur tubuh. Kebiasaan duduk yang salah, membawa tas sekolah yang berat dan tidak ergonomis, serta kurangnya aktivitas fisik yang tepat menjadi faktor risiko yang sering dijumpai pada siswa sekolah menengah atas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai skoliosis serta upaya pencegahannya melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan penyuluhan, pemaparan materi, diskusi, dan kuis interaktif yang dilaksanakan pada siswa/i SMAN 3 Cimahi. Materi yang diberikan meliputi pengertian skoliosis, faktor risiko, tanda dan gejala, dampak, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan postur tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai skoliosis dan pentingnya menjaga postur tubuh yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan kesehatan ini diharapkan dapat membentuk sikap dan perilaku preventif pada remaja sehingga mampu mencegah terjadinya skoliosis atau mendeteksi kelainan sejak dini. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan merupakan upaya promotif dan preventif yang penting dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan tulang belakang.
Optimalisasi Produksi dan Penguatan Manajemen Usaha Sebagai Strategi Pemberdayaan Irt Budidaya Jamur Konsumsi Yosmed Hidayat; Yendra Yendra; Erita Erita
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ez1ezj06

Abstract

Program kemitraan masyarakat ini ditujukan terhadap Industri Rumah Tangga (IRT) Lasiva Agro berlokasi di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Tingginya kerusakan baglok disebabkan kontaminasi dan tidak bisa diproduksi menyebabkan peningkatan produksi sulit dilakukan. Lemahnya manajemen usaha yang dimiliki mitra menyebabkan iklim usaha yang tidak bagus, baik secara internal maupun eksternal. Pada kegiatan pemberdayaan telah mdilakukan penyuluhan dan pendampingan dalam peningkatan produksi usaha budidaya jamur mitra yang meliputi pembenahan sarana budidaya mitra, optimalisasi proses budidaya jamur mitra, pemberian teknik isolasi kultur murni dan pembuatan bibit jamur. Selain itu mitra juga dibekali dengan kemampuan manajemen usaha yang meliputi pembenahan organisasi usaha, manajemen keuangan dan pembukuan usaha budidaya jamur yang ditekuni mitra. Selama kegiatan mitra berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Hasil pemberdayaan yang dilakukan menunjukkan mitra telah mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang usaha budidaya jamur konsumsi yang diiringi dengan peningkatan proses produksi dan manjemen usaha
Pemberdayaan Siswa Sekolah Luar Biasa BC Putra Harapan Melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi Ani Florida Ngete; Jaka Seprianto Lepangkari; Dian Ratnasari; Atiek Murharyati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/eexdpa61

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya kategori B (tunarungu) dan C (tunagrahita), memerlukan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan hidup (life skills) dan kemandirian. Keterbatasan akses kerja bagi lulusan SLB menjadi tantangan utama yang menuntut adanya inovasi melalui kegiatan pengembangan diri berbasis kewirausahaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa SLB BC Putra Harapan melalui pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dan aplikatif, meliputi tahap persiapan, sosialisasi dan edukasi lingkungan, pelatihan praktik, pendampingan kewirausahaan sederhana, evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus, pemahaman siswa terhadap pemanfaatan limbah, serta tumbuhnya rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap produk yang dihasilkan. Siswa mampu memproduksi lilin aromaterapi dengan kualitas fungsional dan estetika sederhana yang layak. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran ekologis dan membuka peluang pembentukan rintisan unit usaha sekolah. Dengan demikian, pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan siswa berkebutuhan khusus yang berdampak pada aspek pendidikan, lingkungan, dan ekonomi, serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di SLB lainnya. 
Smart Heart, Bright Future: Edukasi Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini Bagi Siswa SMK Pusdikpal Cimah Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Tiara Nurhibah; Dede Risma Amalia; Mia Amelia; Salsa Putri Nabil; Bunga Riase Amalia; Riki Muhammad Ramdani; Mila Saidah; Zephania Sheryl Hakeema; Naesyha Nirmalasari; Tiara Andita Septiani; Putri Mutiara Nisa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e4epqs63

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is a serious medical condition that requires understanding and prompt action to prevent fatal complications. Adequate knowledge about CHD is crucial, especially for SMK Pusdikpal students as part of efforts to increase health awareness among the younger generation. This activity aims to enhance SMK Pusdikpal students' knowledge regarding CHD through scientific journal-based health education. This method uses a quasi-experimental approach with a pretest-posttest design involving 28 students. The intervention consists of learning delivered through summaries and discussions of scientific journals related to CHD presented in PowerPoint format. The results show a significant increase in students' knowledge scores based on the comparison of pretest and posttest questionnaires as well as participation in interactive discussions during material delivery (p < 0.05). This assessment includes baseline initial knowledge (pretest), understanding during the session through interaction, and final evaluation (posttest) to measure the effectiveness of the intervention comprehensively. In conclusion, scientific journal-based health education is effective in improving SMK Pusdikpal students' knowledge about CHD, and is therefore expected to increase awareness and preparedness in facing coronary heart disease risks.
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Intan Putri Utami; Maudy Lila Kartika; Saskia Salsabila
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/q6ae2v67

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang diikuti oleh pesatnya penggunaan media sosial telah memberikan dampak signifikan terhadap perilaku remaja, khususnya dalam memperoleh informasi terkait kesehatan reproduksi. Rendahnya tingkat literasi digital menyebabkan remaja lebih mudah terpapar informasi yang tidak akurat, sehingga berpotensi memengaruhi munculnya perilaku seksual yang berisiko. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui pemanfaatan media sosial sebagai media edukasi. Kegiatan dilaksanakan di SMA 1 Muhammadiyah Bandung dengan melibatkan sebanyak 50 siswa. Metode pelaksanaan meliputi pengukuran pengetahuan awal melalui pre-test, pemberian edukasi interaktif berbasis media sosial, serta evaluasi akhir menggunakan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 55,2 pada pre-test menjadi 78,6 pada post-test, yang menandakan terjadinya peningkatan pemahaman setelah intervensi. Dengan demikian, edukasi kesehatan reproduksi berbasis media sosial terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja serta berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif yang relevan di era digital.
Peningkatan Pengetahuan Siswa dalam Pemeliharaan Kesehatan Jantung Melalui Pendidikan Kesehatan dengan Tema Deteksi Dini Penyakit Infeksi Jantung di SMK Kesehatan Surya Global Cimahi Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Anggraeni Lestari; Dina Alipiya; Delia Ordora; Siti Jenab Andreani; Sarah Ayu Lestari; Reine Maharani Willyana; Muhammad Ferdiawan; Davina Apandi Putri; Dhea Lestari; Afifah Azahra; Novy Alawiyah; Fifih Fadya
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3yr4jc12

Abstract

Myocarditis is an inflammation of the heart muscle, usually caused by a viral infection, and can have serious consequences if not detected early. Early symptoms of myocarditis are often nonspecific and therefore often overlooked, especially in adolescents. Lack of knowledge about myocarditis is a factor in delayed treatment, potentially leading to cardiovascular complications. This activity aims to improve the knowledge of Surya Global Cimahi Health Vocational School students regarding the definition, risk factors, symptoms, prevention, and early detection of myocarditis through health education. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and discussion approach. The activity was conducted with 21 students. The pre-test was administered, the material was presented using visual lectures, leaflets, interactive discussions, and icebreakers, followed by an evaluation of understanding through discussion. The results showed an increase in student knowledge after the health education, indicated by an increase in the percentage of students in the "very good" knowledge category. Structured and interactive health education has proven effective in increasing students' understanding and awareness of myocarditis. This activity is expected to be a promotional and preventive effort in maintaining heart health from adolescence.