cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 565 Documents
Love Your Heart: Edukasi Gagal Jantung Kongestif untuk Generasi Muda di SMKN 11 Bandung Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Adinda Putri Eryana; Annisa Bintang; Desti Alfiana; Dwi Mayangsari; Dwi Varetta Maharani; Kurniawan Kurniawan; Meri Oktapia Suci Rahmadani; Nabila Zalfa; Priska Priska; Salwa Fadhila Oktaviani Solihin; Vina Alvionita; Zahra Alifannisa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wpn98427

Abstract

Congestive Heart Failure is a condition characterized by the heart's inability to pump blood effectively, leading to symptoms such as shortness of breath and leg swelling. The primary causes include hypertension and coronary artery disease, which can be prevented through a healthy lifestyle from a young age. Public knowledge, especially among adolescents, regarding risk factors and early signs of CHF remains low, making health education crucial to increase awareness and promote early prevention. The study search was conducted using online sources such as PubMed and Google Scholar to gather data related to the mechanisms, prevention strategies, and healthy lifestyle practices to enhance awareness and prevent the progression of CHF. The conclusion indicates that continuous education and improved access to information can enhance adolescents' understanding of CHF and encourage healthy behaviors that contribute to disease prevention in the future.
Implementasi Pemeriksaan KPSP untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Perkembangan Anak Ria Fazelita Gultom; Novitri Adelina Sipayung; Yusmalia Hidayati; Dinda Meidita
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2959fh82

Abstract

Pemeriksaan perkembangan anak usia dini merupakan langkah penting dalam mendeteksi potensi keterlambatan tumbuh kembang agar dapat diberikan intervensi dini yang tepat. Anak usia prasekolah berada pada periode emas perkembangan, sehingga keterlambatan yang tidak terdeteksi dapat berdampak terhadap kesiapan belajar di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan perkembangan anak usia 4-5 tahun menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) di TK Sultan Iskandar Muda. Metode pelaksanaan berupa pemeriksaan langsung terhadap 19 anak dengan indikator kemampuan motorik halus dan motorik kasar, meliputi: memegang kertas dengan baik, berdiri seimbang, melepas dan memasang kancing baju, menulis nama sendiri, serta menggambar garis lurus atau lingkaran. Hasil menunjukkan sebagian besar anak telah mencapai perkembangan sesuai usianya, meskipun masih terdapat anak yang belum berhasil disebabkan oleh faktor riwayat penyakit hepatomegali, terutama menulis nama sendiri dan menggambar bentuk sederhana. Temuan ini menunjukkan perlunya stimulasi lebih lanjut dari orang tua maupun guru untuk mengoptimalkan kemampuan anak. Pemeriksaan perkembangan dengan KPSP penting dilakukan secara berkala guna mendeteksi dini hambatan perkembangan dan mencegah dampak jangka panjang terhadap kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.
Pendampingan Pemantauan Kualitas  Lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka Sistem Controled Landfill Timika Alberth E S Abrauw; Alfred B Alfons; Rosi Fitriyanti S; Marcelino N Yonas; Abdul Hanan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fpce1v32

Abstract

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Iwaka di Kabupaten Mimika saat ini masih menggunakan sistem open dumping yang menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan seperti pencemaran air, emisi gas rumah kaca, dan gangguan kenyamanan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika dalam pemantauan kualitas lingkungan TPA Iwaka sebagai dasar penyusunan dokumen UKL-UPL untuk peningkatan sistem menjadi controlled landfill. Metode pelaksanaan meliputi pengumpulan data sekunder melalui koordinasi lintas instansi, survey lapangan dengan sampling kualitas udara ambien, kebisingan, air permukaan, air tanah, identifikasi kemelimpahan biotis, vegetasi, tutupan lahan, serta survey persepsi sosial ekonomi masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi lingkungan masih relatif baik dengan sebagian besar parameter memenuhi baku mutu yang ditetapkan, namun terdapat beberapa indikator penurunan kualitas yang perlu diantisipasi. Nilai BOD dan coliform pada air permukaan di hilir TPA mengindikasikan rembesan lindi, tingkat kebisingan pada jam operasional puncak mendekati baku mutu, dan dominasi organisme toleran pada biotis air menunjukkan tekanan ekologis. Survey sosial menunjukkan 68% responden keberatan terhadap keberadaan TPA karena bau dan peningkatan populasi serangga, namun 72% mendukung pengembangan menjadi controlled landfill dengan perbaikan pengelolaan dampak. Rekomendasi utama meliputi pembangunan sistem pengelolaan lindi komprehensif, pengembangan zona hijau penyangga, penerapan penutupan harian, pengaturan jam operasional, serta program monitoring lingkungan dan komunikasi masyarakat secara partisipatif.
Edukasi Tingkat Pengetahuan Gizi dan Status Gizi Remaja di SMPN 3 Karawang Barat Tarishah Asathin; Linda Riski Sefrina; Milliyantri Elvandari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hnvkjw76

Abstract

Masa perubahan dari kanak-kanak menuju dewasa dalam rentang usia 10-19 tahun dapat disebut sebagai masa remaja. Menurut data statistik United Nation Children's Fund (UNICEF) diketahui banyaknya remaja di tahun 2019 sebesar 16% dibandingkan dengan populasi di dunia, atau sekitar 1,2 miliar populasi dunia adalah remaja, dan sebagian besar remaja sebesar 85% berada di negara berkembang [1,2]. Masa remaja akan mengalami pertumbuhan fisik, mental dan emosional yang mempengaruhi kebutuhan asupan dan status gizinya. Pengetahuan gizi memiliki peran untuk mendukung remaja dapat menentukan makanan bergizi yang nantinya akan mencapai status gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi dengan status gizi di SMPN 3 Karawang Barat. Bahan dan Metode observasional pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada April 2024 di SMPN 3 Karawang Barat. Hasil menunjukkan responden mayoritas memiliki status gizi normal sebanyak 32 siswa (84,2%). Tingkat pengetahuan responden mayoritas berada pada tingkat pengetahuan baik sebesar 19 siswa (50,0%). Saran Perlu adanya peningkatan pendidikan gizi supaya dapat menjaga status gizi remaja tetap optimal.
Aktivitas Antiradikal Bebas Infusa Kulit Batang Geronggang (Cratoxylum arborescens (Vahl.) Blume) Dengan Metode DPPH Novia Sinata; Imelda Rosalia
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bw05sh85

Abstract

Radikal bebas adalah molekul yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan sehingga menjadi sangat reaktif dan dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Penanggulangan untuk mengurangi radikal bebas yaitu menggunakan antiradikal bebas. Salah satu tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai antiradikal bebas yaitu kulit batang geronggang (Cratoxylum arborescens (Vahl.) Blume yang mengandung senyawa xanthon yang berkhasiat sebagai antiradikal bebas. Tujuan untuk mengetahui aktivitas antiradikal bebas infusa kulit batang geronggang. Metode DPPH menggunakan microplate reader dengan kosentrasi infusa kulit batang geronggang 1000; 500; 250; 125; 62,5 dan 31,25 ppm). Hasil menunjukkan infusa kulit batang geronggang infusa kulit batang geronggang mengandung metabolit sekunder fenolik dan saponin. Persen inhibisi pada konsentrasi 1000; 500; 250; 125; 62,5 dan 31,25 ppm, masing masing sebesar 74,9403%; 72,3150%; 70,1671%; 65,6325%; 56,3246% dan 45,8234% dengan nilai IC50 sebesar 31,05 ppm. Kesimpulan infusa kulit batang geronggang memiliki aktivitas antiradikal bebas kategori sangat kuat. Disarankan untuk melakukan uji aktivitas antiradikal bebas dari infusa kulit batang geronggang dengan metode lainnya
Strategi Integrasi Program Makan Bergizi Gratis dengan Sistem Ketahanan Pangan untuk Mengatasi Masalah Stunting dan Malnutrisi Ira Agustin; Evi Damayanti; Annisa Nur Ardiani; Hilwa Azkiya Hasibuan; Vazira Nurul Assyfa; Romiza Arika
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e7m7w709

Abstract

Masalah stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Upaya pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dan kelompok rentan. Namun, efektivitas program ini sangat ditentukan oleh kemampuan integrasinya dengan sistem ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Tujuan untuk merumuskan strategi integritas antara program MBG dan sistem ketahanan pangan guna mempercepat penurunan prevalensi stunting dan malnutrisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif‐interpretatif dengan desain studi kasus multipel (multiple case study). Hasil menunjukkan bahwa integritas program dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan petani lokal, optimalisasi distribusi pangan bergizi, dan pemanfaatan teknologi pangan berkelanjutan. Selain itu, kebijakan yang mendukung produksi dan konsumsi pangan lokal bergizi terbukti dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Temuan ini juga menegaskan bahwa intervensi gizi melalui MBG perlu berjalan beriringan dengan perbaikan sistem pangan dari hulu ke hilir, termasuk peningkatan infrastruktur, edukasi gizi, dan pengawasan keamanan pangan, sehingga program tidak hanya menutup kesenjangan kebutuhan asupan harian tetapi juga mampu menciptakan perubahan jangka panjang bagi kesehatan anak dan ketahanan pangan daerah.
Peningkatan Kesejahteraan Psikologis dan Distres Psikologis pada Emerging Adulthood Melalui Edukasi Kesehatan Mental dan Pelatihan Koping Adaptif Khalisah Zuhroh; Yunita Kurniawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/z1n2bb84

Abstract

Periode yang berada di antara berakhirnya masa remaja dengan mulainya masa dewasa disebut sebagai periode emerging adulthood, individu dengan rentang umur 18- 29 tahun adalah kelompok yang sedang berada di periode ini (Arnett, Žukauskienė & Sugimura, 2014). Masa ini merupakan fase transisi dari remaja akhir menuju dewasa muda, di mana individu kerap menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan baru terkait pendidikan, pekerjaan, hubungan percintaan, hingga penemuan jati diri. Tujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis dan distres psikologis pada individu yang berada dalam tahap emerging adulthood. Metode melibatkan 190 partisipan berusia 18–29 tahun yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Hasil kegiatan menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat antara kesejahteraan psikologis dan distres psikologis (r = –0.622), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologis individu, semakin rendah tingkat distres psikologis yang dialami, dan berlaku sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kesejahteraan psikologis selama masa emerging adulthood untuk meminimalkan risiko gangguan psikologis yang mungkin muncul akibat tantangan perkembangan pada fase ini.
Stay Clean, Stay Confident! Lawan Dermatitis Atopik Sejak Remaja Lisbet Octovia Manalu; Muhamad Deri Ramadhan; Sinta Destianti; Siti Vivih Lutfiah; Unike Natasya Luis; Mega Elena Putri; Diva Febriany Syakira; Nurazizah Yulianasari; Putri Sela Junika; Siti Nur Asmayasari; Tiara Dwi Hermawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wdp4dj46

Abstract

Dermatitis atopik atau eksim atopik merupakan penyakit kulit kronis yang sering kambuh dan ditandai dengan rasa gatal. Kondisi ini umumnya muncul sejak bayi atau masa kanak-kanak dan sering dikaitkan dengan peningkatan kadar IgE serta riwayat keluarga yang memiliki alergi seperti rinitis alergi atau asma. Gejala utama meliputi kulit kering bersisik, ruam merah yang gatal, serta retakan kulit yang dapat mengeluarkan cairan atau darah. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup penderita. Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap dermatitis atopik karena aktivitas fisik tinggi, paparan lingkungan, dan kebiasaan perawatan kulit yang kurang tepat. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan di SMA Pasundan 1 Cimahi dengan melibatkan 90 peserta. Metode yang digunakan adalah presentasi interaktif disertai pre-test dan post-test melalui platform Blooket. Materi mencakup pengenalan dermatitis atopik, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan sederhana seperti menjaga kebersihan kulit dan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 86% menjadi 88% setelah intervensi. Meskipun peningkatan relatif kecil, hal ini menandakan adanya dampak positif terhadap pemahaman siswa. Edukasi kesehatan berbasis penyuluhan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pencegahan dermatitis atopik. Disarankan agar program dilakukan secara berkelanjutan dengan metode yang lebih variatif untuk membentuk perilaku sehat yang konsisten.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja: Deteksi Dini Masalah di SMAN 1 Parongpong Erni Hernawati; Fatwa Agnya Rahmadina; Galuh Mustika Sari; Revalina Septiani Rusida; Ria Junianti; Sindi Sriningsih; Zahwa Aulia Sopiani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/evykg970

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa transisi penting dan rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, seperti kesehatan mental, perilaku berisiko, serta masalah gizi dan nutrisi. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan dapat berdampak pada kualitas hidup saat ini maupun kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan reproduksi remaja perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja sekaligus melakukan deteksi dini permasalahan kesehatan remaja di SMAN 1 Parongpong. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif dan diskusi, pembagian media edukasi berupa leaflet, serta evaluasi pemahaman melalui kuis interaktif dan skrining kesehatan remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengidentifikasi adanya potensi permasalahan kesehatan remaja yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta, tersedianya media edukasi kesehatan remaja, serta rekomendasi tindak lanjut melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan ini berperan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan remaja di lingkungan sekolah.  
Pengabdian Masyarakat Penanggulangan Bencana gempa Bumi Tsunami Desa Tompe Kecamatan Sirenja Donggala Anwar Anwar; Nur Hikma; Tri Mayang; Moh Andri; Intan Fitrah Andini
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mj22gz86

Abstract

Desa Tompe terletak di bagian barat pesisir Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami land subsidenceatau penurunan tanah di Desa Tompe merupakan wilayah yang mengalami penurunan daratan sehingga menyebabkan daratan di Desa Tompe lebih rendah dibandingkan wilayah lain. pasca gempa bumi pada tahun 2018. Pengabdian  ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami pasca gempa bumi 2018 di Desa Tompe Kecamatan Sirenja. Jenis pengabdian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pre-eksperimen (pre experiments design) tipe one group pre-test dan post-test design dengan perlakuan diberikan hanya kepada satu kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok control terhadap masyarakat Desa Tompe di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat setelah edukasi diberikan (p = 0,000).Nilai signifikansi sebesar 0,000 pada variabel tindakan menunjukkan bahwa pendidikan memiliki dampak nyata terhadap perilaku masyarakat saat menghadapi situasi darurat.Tidak seperti dua variabel sebelumnya, variabel sikap masyarakat tidak mengalami perubahan yang berarti setelah intervensi edukasi (p = 0,323). Kesimpulan ini menegaskan pentingnya intervensi edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan land subsidence.