cover
Contact Name
Hermawati Putri Dian Insani
Contact Email
hermawatiputridi@gmail.com
Phone
+6281334465426
Journal Mail Official
ziswaf.asfa@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Budaya, Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ziswaf Asfa Journal
Published by Asfa Foundation
ISSN : 29880599     EISSN : 29880602     DOI : https://doi.org/10.69948/ziswaf
Core Subject : Religion, Economy,
Ziswaf Asfa Journal is an open access peer reviewed research journal that is published by the Asfa Foundation. Ziswaf Asfa Journal is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews on Zakat, Infaq, Shadaqah, and Waqf. Ziswaf Asfa Journal encourages scholars worldwide to submit their excellent articles on the scope afore-mentioned to contribute in the discourse of the fields. Ziswaf Asfa Journal is published twice a year [May and October].
Articles 39 Documents
Optimalisasi Pengelolaan Zakat sebagai Instrumen Fiskal dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat: Perspektif Integrasi Zakat dalam APBN Muhammad, Rodjiyan Alby; Hishammuddin, Muhammad Amir Hakimi Bin
ZISWAF ASFA Vol 3 No 2 (2025): ZISWAF ASFA Journal (October 2025)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.41

Abstract

Zakat sebagai instrumen keuangan sosial Islam memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat dengan fokus pada integrasi zakat dalam sistem fiskal negara, khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji literatur terkait zakat, kebijakan fiskal, serta mekanisme kelembagaan zakat di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai instrumen fiskal alternatif yang dapat meningkatkan efektivitas program sosial pemerintah, dengan meningkatkan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan. Namun, tantangan utama dalam integrasi zakat ke dalam sistem fiskal terletak pada perbedaan regulasi, tata kelola kelembagaan, dan koordinasi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah. Pengelolaan zakat yang terstruktur dan transparan sangat dibutuhkan untuk mencapai dampak yang optimal. Oleh karena itu, rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penguatan kapasitas kelembagaan zakat, harmonisasi regulasi fiskal, serta insentif bagi muzaki untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Penelitian ini juga menyoroti perlunya studi empiris lanjutan untuk mengukur kontribusi zakat terhadap kesejahteraan umat secara makro dan dampaknya terhadap keseimbangan fiskal negara.
Zakat Sebagai Instrumen Pemerataan Pendapatan Melalui Peningkatan Modal Manusia Mustahik LAZISMU Kota Semarang Rizky Fahryan
ZISWAF ASFA Vol 3 No 2 (2025): ZISWAF ASFA Journal (October 2025)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji zakat sebagai instrumen dalam upaya pemerataan pendapatan melalui peningkatan modal manusia mustahik, dengan studi kasus implementasi pendistribusian zakat LAZISMU Kota Semarang. Pendistribusian zakat LAZISMU didasari oleh pilar ekonomi dan kesehatan untuk memberdayakan mustahik agar mengalami peningkatan modal manusia. Masalah penelitian ini adalah berbagai program pemerintah daerah seperti Kampung Tematik, Program Keluarga Harapan, dan Beasiswa Miskin Berpresetasi telah diimplementasikan sebagai upaya pemeratan pendapatan, tetapi angka indeks gini kota Semarang 2023 sebesar 0.405 meningkat di tahun 2024 menjadi 0,425.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan tujuh informan dari pengurus LAZISMU dan mustahiknya, observasi dan dokumentasi LAZISMU Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendistribusian zakat melalui LAZISMU Kota Semarang dapat dijadikan upaya pemerataan pendapatan mustahik Kota Semarang. Modal Manusia mustahik meningkat melalui pilar ekonomi dengan program pemberdayaaan UMKM dan pilar pendidikan dengan program Beasiswa Sang Surya. Indikator keberhasilan berdasarkan peningkatan taraf ekonomi mustahik dan terjadi tranformasi mustahik menjadi muzakki dan/atau munfik.
Determinasi Niat Berdonasi Uang di Masjid: Studi Empiris pada Jamaah Masjid Agung Kauman Semarang Aprianto, Naufal
ZISWAF ASFA Vol 3 No 2 (2025): ZISWAF ASFA Journal (October 2025)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh Religiusitas, Kepercayaan, Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku terhadap niat berdonasi uang dalam konteks masjid. Penelitian dilakukan di Masjid Agung Kauman Kota Semarang dengan melibatkan 120 responden Muslim yang sebelumnya pernah berdonasi di masjid tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebagai sumber data primer, dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor Religiusitas, Kepercayaan, Norma Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat individu untuk berdonasi uang di masjid. Temuan ini menegaskan pentingnya dimensi spiritual, sosial, dan kendali perilaku dalam membentuk perilaku amal dalam konteks keagamaan. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur perilaku donasi, tetapi juga memberikan implikasi praktis bagi pengelola masjid. Memahami determinan perilaku ini dapat membantu dalam merancang program-program strategis dan terarah guna meningkatkan partisipasi serta membangun loyalitas donatur. Pengelola masjid diharapkan dapat menggunakan wawasan ini untuk mengembangkan inisiatif pemberdayaan jamaah yang lebih efektif, demi menjamin dukungan finansial dan programatik yang berkelanjutan bagi masjid.
Kepemimpinan Melayani: Praktik Kepemimpinan Islam dalam Organisasi Filantropi LAZISMU Jawa Tengah Hilmy Zhafron Irvany
ZISWAF ASFA Vol 3 No 2 (2025): ZISWAF ASFA Journal (October 2025)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.44

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan kepemimpinan Islam melalui konsep servant leadership (kepemimpinan melayani) di LAZISMU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah) Jawa Tengah. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para kepala divisi dan staf operasional. Studi ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai kepemimpinan Islam dipraktikkan dalam konteks pelayanan dan pengelolaan organisasi filantropi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip servant leadership seperti mendengarkan, empati, penyembuhan, kesadaran, persuasi, konseptualisasi, pandangan jauh ke depan, pengelolaan amanah, komitmen terhadap pengembangan pribadi, dan pembangunan komunitas diterapkan secara efektif oleh para pemimpin LAZISMU.Kepemimpinan mereka ditandai dengan perilaku teladan, pengambilan keputusan partisipatif, dan komitmen kuat untuk melayani masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut secara konsisten berkontribusi signifikan pada pengakuan LAZISMU Jawa Tengah sebagai LAZISMU terbaik tingkat nasional. Studi ini menegaskan relevansi servant leadership dalam lembaga filantropi Islam serta potensinya untuk meningkatkan tata kelola organisasi dan dampak sosial.
Exploring the Interplay between Interest, Religiosity, and Zakah Ahmad Syifa Utama; Muhsin Arafat
ZISWAF ASFA Vol 4 No 1 (2026): ZISWAF ASFA Journal (May 2026)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.43

Abstract

Religiosity within the Islamic framework represents a key determinant in fulfilling religious duties, particularly in the practice of zakat. In Ponorogo Regency, although the potential zakat collection is projected to reach approximately IDR 590 billion annually, data from BAZNAS reveal that only about 3% of this amount has been realized. This research investigates how religiosity influences the willingness of traders to fulfill their zakat obligations through formal Amil Zakat Institutions (LAZ). Employing a quantitative research design, data were gathered using a structured questionnaire based on the Likert scale. A total of 75 respondents, drawn randomly from clothing traders at Songgo Langit Market, constituted the study sample. The analysis utilized simple linear regression to evaluate the relationship between the variables. Findings demonstrate that religiosity exerts a significant and positive impact on traders’ intention to pay zakat via LAZ, accounting for 22% of the variation, while the remaining 78% can be attributed to other determinants beyond the current model. These results highlight that, alongside religiosity, complementary strategies are necessary to strengthen both awareness and willingness to optimize zakat payments.
The Contribution of Waqf in Achieving Sustainable Education in Muslim Societies Achmad Galih Pratama; Yosi Aryanti; Tira Karnesa
ZISWAF ASFA Vol 4 No 1 (2026): ZISWAF ASFA Journal (May 2026)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.63

Abstract

Throughout Islamic history, waqf has served as a vital institution supporting social welfare and education. In recent years, its potential has gained renewed attention as a sustainable mechanism to advance educational equity and quality within Muslim societies. This paper examines the contribution of waqf to achieving sustainable education, aligning with Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). Using a qualitative and descriptive design, the study draws upon a broad review of literature and documented case studies from Indonesia, Malaysia, and other Muslim-majority nations. The analysis highlights that educational waqf not only enhances access to learning but also ensures long-term institutional resilience through continuous funding. Furthermore, emerging models such as productive and digital waqf demonstrate the adaptability of Islamic philanthropy to contemporary educational challenges. Despite existing obstacles in governance, policy, and public engagement, waqf remains a powerful driver for inclusive and sustainable education reform. The study concludes that strengthening collaboration among government bodies, educational institutions, and waqf managers, combined with the integration of digital financial innovations is essential to fully realize the transformative role of waqf in modern Muslim societies.
Ibn Taymiyyah's View on Waqf Development and How It’s Application in University Development in Indonesia Muhammad Azrul Amirullah; Fadhila Tianti Mudi Awalia; Saipul Nasution; Fazari Zul Hasmi Kanggas
ZISWAF ASFA Vol 4 No 1 (2026): ZISWAF ASFA Journal (May 2026)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.64

Abstract

This study examines Ibn Taymiyyah’s perspective on waqf development and its application in university development in Indonesia. Using a descriptive qualitative method and content analysis approach, this research analyzes classical Islamic legal thought, contemporary waqf practices, and the implementation of waqf-based funding in several Indonesian Islamic universities. The findings show that Ibn Taymiyyah viewed waqf as a flexible and productive instrument aimed at maximizing public benefit (maṣlaḥah). He permitted the exchange, sale, or redevelopment of unproductive waqf assets when such actions generated greater social and educational benefits. This principle is highly relevant to the contemporary context of higher education financing in Indonesia, where universities increasingly require sustainable and independent funding sources. The study identifies four major forms of waqf development based on Ibn Taymiyyah’s thought: utilization of waqf proceeds, istibdal of unproductive assets, investment flexibility, and land financing. Several Indonesian universities have implemented these principles through productive waqf management, infrastructure development, scholarship programs, and educational investment schemes. This study argues that waqf can function not only as a religious instrument but also as a sustainable financial model for strengthening higher education development in Indonesia.
Zakat atas Hasil Sewa Tanah Wakaf Produktif dalam Perspektif Kifayatu al-Akhyar: Studi Pengelolaan Wakaf di Masjid NU Nurul Huda Jember Yunita Wulandari; Kuni Azizah Billah
ZISWAF ASFA Vol 4 No 1 (2026): ZISWAF ASFA Journal (May 2026)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.70

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan mengenai status hukum zakat atas hasil sewa tanah wakaf produktif yang digunakan untuk kepentingan umum. Permasalahan ini muncul karena zakat pada dasarnya diwajibkan atas harta yang memenuhi syarat kepemilikan tertentu, sedangkan harta wakaf memiliki karateristik khusus karena tidak berada dalam kepemilikan individu secara sempurna, melainkan diperuntukkan bagi kemaslahatan umum. Namun, kajian yang secara khusus menganalisis zakat atas hasil sewa tanah wakaf produktif berdasarkan perspektif Kifayatu al-Akhyar dalam praktik pengelolaan wakaf masjid masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum zakat atas hasil sewa tanah wakaf produktif di Masjid NU Balung Jember berdasarkan perspektif kitab Kifayatu al-Akhyar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melalui wawancara, dokumentasi, dan analisis teks kitab Kifayatu al-Akhyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sewa tanah wakaf produktif pada prinsipnya tidak wajib dizakati, karena tidak memenuhi unsur kepemilikan pribadi yang sempurna, melainkan digunakan untuk kepentingan umum dan pembangunan masjid. Dalam praktiknya, tanah wakaf di Masjid NU Nurul Huda disewakan kepada masyarakat dan hasil sewanya dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan masjid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak diwajibkannya zakat atas hasil sewa tanah wakaf produktif sejalan dengan prinsip kemaslahatan dalam Hukum Islam serta memberikan kejelasan normatif terhadap praktek pengelolaan wakaf produktif di masyarakat.
Structural Challenges in Zakat Management and Policy Recommendations for BAZNAS Regency/City Citra Septiani; Ahmad Badrun Kosasih; M. Fahmi Hidayat
ZISWAF ASFA Vol 4 No 1 (2026): ZISWAF ASFA Journal (May 2026)
Publisher : ASFA Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69948/ziswaf.72

Abstract

Zakat holds significant potential in alleviating poverty and improving community welfare. In Indonesia, zakat management has been increasingly professionalized through national regulations and the establishment of formal institutions such as BAZNAS and LAZ. However, the performance of BAZNAS at the regency and municipal levels remains considerably lower compared to provincial BAZNAS and other zakat institutions. This study aims to examine the key challenges faced by BAZNAS at the local level, using three primary indicators: the National Zakat Index (IZN), the Sharia Compliance Index, and the Transparency Index. The findings reveal that regency/municipal BAZNAS scores lower across macro and micro dimensions, Sharia compliance, and transparency in zakat management. These results highlight the urgent need for evidence-based policy formulation to enhance the effectiveness and professionalism of local zakat institutions. The study recommends strengthening institutional capacity, increasing support from local governments, and promoting strategic collaboration between BAZNAS and the public to build a more impactful and accountable zakat management system.

Page 4 of 4 | Total Record : 39