cover
Contact Name
Muhammad Alfan
Contact Email
jitpro.ppg@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitpro.ppg@um.ac.id
Editorial Address
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Malang (UM), Gedung A21 Lantai 2, Jalan Semarang 5, Kota Malang, 65145 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Innovation and Teacher Professionalism
ISSN : -     EISSN : 30248604     DOI : 10.17977/um084
JITPro is fundamentally concerned with the improvement of teacher education, curriculum, policy, and in-service training. Besides these, the journal also accepts researches related to the problems of teacher educators and researchers in the field of educational sciences.
Articles 135 Documents
Metode Design Thinking pada Perancangan Media Pembelajaran Ular Tangga IPA (ULTAPA) sebagai Peluang Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa SMP Putri, Fianita Eka; Zelvia, Monica Feby; Kumala, Nadya Rosma Anggi Cinta; Khusaini, Khusaini; Kholipah, Siti
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p55-64

Abstract

Rendahnya minat belajar dan kemampuan intelegensi yang kurang berkembang pada peserta didik mencerminkan indikasi lemahnya literasi dan numerasi pada peserta didik. Guru hendaknya mencari tahu kebutuhan belajar siswa yang dapat digunakan untuk menguatkan literasi dan numerasi peserta didik melalui metode Design thinking (DT). DT adalah suatu metodologi desain untuk mengatasi masalah dengan cara memahami kebutuhan manusia yang terlibat dari segi perancangan tatap muka, terdapat lima tahap Design Thinking yaitu, Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. penerapan Design Thinking (DT) yang digunakan untuk mendapatkan media yang paling efektif dalam mengatasi masalah literasi dan numerasi pesertsa didik kelas IX di SMPN 28 Malang. Hasilnya diketahui media Ular Tangga IPA (ULTAPA) memungkinkan diterapkan guru untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik kelas IX di SMPN 28 Malang. Kata kunci: design thinking, media ULTAPA, literasi dan numerasi Design Thinking Method in the Design of Learning Media Ular Tangga IPA (ULTAPA) as an Opportunity to Improve Literacy and Numeracy of Junior High School Students Low interest in learning and underdeveloped intelligence abilities in students indicate weak literacy and numeracy in students. Teachers should find out students' learning needs which can be used to strengthen students' literacy and numeracy through the Design Thinking (DT) method. DT is a design methodology for solving problems by understanding the needs of the humans involved in terms of face-to-face design. There are five stages of Design Thinking, namely, Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. application of Design Thinking (DT) which is used to obtain the most effective media in overcoming the literacy and numeracy problems of class IX students at SMPN 28 Malang. The results show that the Science Snakes and Ladders media (ULTAPA) allows teachers to apply it to improve the literacy and numeracy skills of class IX students at SMPN 28 Malang. Keyword: design thinking, ULTAPA media, literacy and numeracy
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMP Fadillah, Ludfi Rachma; Listiawan, Tomi
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p65-73

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi rendahnya motivasi belajar fisika sehingga diharapkan ketuntasan belajar peserta didik dapat meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilakukan dalam dua siklus, adapun tahapan aktivitas lesson study yang dilakukan yaitu Plan (Perencanaan), Do (Pelaksanaan) dan See (mengamati dan merefleksi) dan diulangi hingga siklus ke dua dan ditutup dengan kesimpulan selama melakukan kegiatan lesson study. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dialakukan terlihat bahwa motivasi belajar IPA mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada hasil observasi awal menunjukkan bahwa 19 persen peserta didik yang cukup dan memiliki motivasi belajar tinggi. Dapat dikatakan bahwa tidak lebih dari 50 persen peserta didik kurang minat dengan materi IPA sedangkan pada posttest siklus pertama setelah diimplementasikan pendekatan CRT terjadi peningkatan motivasi belajar IPA menjadi 69 persen dan menjadi 100 persen di siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian berupa diagram terjadi kenaikan signifikan berdasarkan ketuntasan minimal yang diperoleh peserta didik yaitu 3,1 persen, pada siklus 1 dan siklus 2 setelah pengimplementasian pendekatan CRT terjadi kenaikan signifikan hasil belajar setelah dilakukan posttest dengan kenaikan 97 persen. Kata kunci: motivasi, hasil belajar, culturally responsive teaching Implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) Approach in Science Learning to Improve Students' Learning Motivation in Junior High School The purpose of this research was to overcome the low motivation to learn physics so that it was hoped that students' learning completeness can increase. This research was a collaborative classroom action research conducted in two cycles, while the stages of lesson study activities carried out are Plan (Planning), Do (Implementation) and See (observing and reflecting) and repeated until the second cycle and closed with conclusions during lesson study activities. Based on the results of the research that has been done, it can be seen that the motivation to learn science has increased significantly. In the initial observation results showed that 19 percent of students who were sufficient and had high learning motivation. It can be said that no more than 50 percent of students lack interest in science material while in the first cycle posttest after implementing the CRT approach there was an increase in motivation to learn science to 69 percent and to 100 percent in cycle 2. Based on the research results in the form of diagrams above, there was a significant increase based on the minimum completeness obtained by students, namely 3.1 percent, in cycle 1 and cycle 2 after implementing the CRT approach there was a significant increase in learning outcomes after the posttest with an increase of 97 percent. Keywords: motivation, learning outcomes, culturally responsive teaching
Pengembangan Learning Management Platform Berbasis Web Materi Tata Surya Kelas VII SMP sebagai Upaya Keberpihakan pada Peserta Didik El Rida, Lady; Setiawan, Deny
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p74-82

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk akhir Learning Management Platform Berbasis Web Materi Tata Surya untuk siswa kelas VII sebagai upaya keberpihakan pembelajaran kepada peserta didik dengan memperhatikan gaya belajar peserta didik. Terdapat tiga sub topik, produk ini memiliki halaman utama, menu utama, bagian apersepsi, topik pembelajaran, LKPD terintegrasi Live worksheets, bahan ajar dengan konten media seperti gambar dan video, juga terdapat kuis yang menarik, lembar refleksi, serta memuat informasi kreator. Learning Management Platform berbasis Web materi Tata Surya dapat digunakan secara daring menggunakan perangkat apapun dan dimanapun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk tersebut telah mengakomodasi seluruh jenis kebutuhan gaya belajar peserta didik dengan menghadirkan konten materi dan konten media yang beragam. Kata kunci: berpihak pada peserta didik; media pembelajaran; Kurikulum Merdeka Development of a Web-based Learning Management Platform for Solar System Materials for Grade VII Junior High School as an Effort to Favor Students The purpose of this research was to develop the final product of the Web-based Learning Management Platform for Solar System Materials for seventh grade students as an effort to favor learning to students by paying attention to students' learning styles. There were three sub topics, this product has a main page, main menu, apperception section, learning topics, integrated LKPD Live worksheets, teaching materials with media content such as images and videos, there were also interesting quizzes, reflection sheets, and contained creator information. Web-based Learning Management Platform for Solar System materials can be used online using any device and anywhere. The results show that the product has accommodated all types of learner learning style needs by presenting diverse material content and media content. Keywords: learner-centered; learning media; Merdeka Curriculum
Penerapan Scaffolding untuk meningkatkan Keterampilan Peserta Didik pada Pembelajaran Seni Tari di Kelas VIII Khairunnisa, Andhika; Wahyuningtyas, Tri
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p83-91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman tentang penerapan Scaffolding untuk dalam pembelajaran seni tari dengan mengobservasi secara kritis metode pembelajaran yang digunakan pada zona perkembangan proksimal peserta didik khususnya di kelas 8I SMPN 4 Malang. Selain itu juga menganalisis secara kritis tingkatan dalam penerapan Scaffolding. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini adalah studi literasi dan observasi lapangan. Studi literasi dilakukan dengan menganalisis informasi secara rinci dari beberapa sumber literasi dan dokumentasi. Observasi lapangan dilakukan dengan mengamati secara mendalam terkait simbol, program, kegiatan, atau peristiwa di SMPN 4 Malang dalam kurun waktu tertentu. Pembelajaran seni tari di kelas 8I telah menerakan Scaffolding antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Scaffolding yang dimaksud berupa penjelasan materi pada awal pembelajaran dan demonstrasi oleh guru secara langsung, hingga tutor teman sebaya. Penerapan scaffolding ini dianggap mampu meningkatkan keterampilan menari di kelas 8I SMP Negeri 4 Malang. Kata kunci: Scaffolding, zona perkembangan proksimal, seni tari Application of Scaffolding to improve Students' Skills in Dance Learning in Class VIII This research aims to strengthen understanding of the application of Scaffolding in dance learning by critically observing the learning methods used in the zone of proximal development of students, especially in class 8I of SMPN 4 Malang. Apart from that, it also critically analyzes the levels in the application of scaffolding. This research uses a qualitative approach. The methods used to compile this article are literacy studies and field observations. Literacy studies are carried out by analyzing detailed information from several literacy and documentation sources. Field observations were carried out by observing in depth the symbols, programs, activities, or events at SMPN 4 Malang within a certain period. Dance learning in class 8I has implemented scaffolding between teacher and student and student and student. The scaffolding in question takes the form of an explanation of the material at the beginning of the lesson and a demonstration by the teacher directly, as well as peer tutors. The application of scaffolding is considered capable of improving dancing skills in class 8I of SMP Negeri 4 Malang. Keywords: Scaffolding, zone of proximal development, dance
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Sofiuddin, Ahmad; Saputra, Meidi
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p92-100

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar mengusung kemerdekaan anak atau peserta didik dalam proses pendidikan. Tujuan dari kurikulum Merdeka Belajar diterjemahkan ke dalam Profil Pelajar Pancasila yang memiliki enam dimensi. Selain Profil Pelajar Pancasila, terdapat Profil Guru Pancasila yang juga memiliki enam dimensi yang sama. Profil Guru Pancasila harus diimplementasikan oleh seorang pendidik dalam kurikulum merdeka belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Profil Guru Pancasila dilihat dari perspektif pendidikan Ki Hajar Dewantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian menggambarkan bahwa enam dimensi Profil Guru Pancasila memiliki akar nilai yang dijunjung oleh Ki Hajar Dewantara dalam Sistem Among. Beberapa dimensi Profil Guru Pancasila terdapat dalam asas Sistem Among. Selain itu, dimensi-dimensi tersebut memiliki kesamaan makna dengan beberapa pesan yang pernah disampaikan olah Ki Hajar Dewantara. Hal ini menunjukkan selain memiliki akar nilai dari pendidikan Ki Hajar Dewantara, Profil Guru Pancasila sangat perlu untuk diwujudkan dalam perilaku guru sebagai seorang pendidik. Kata kunci: profil guru Pancasila; sistem among; Ki Hajar Dewantara Profile of Pancasila Teacher Viewed from Ki Hajar Dewantara's Philosophy of Education The Merdeka Belajar curriculum advocates for the freedom of children or learners in the educational process. The objective of the Merdeka Belajar curriculum is translated into the Pancasila Student Profile, which consists of six dimensions. Besides the Pancasila Student Profile, there is also the Pancasila Teacher Profile, which shares the same six dimensions. The Pancasila Teacher Profile must be implemented by an educator within the Merdeka Belajar curriculum. The purpose of this research is to explore the Pancasila Teacher Profile from the perspective of education by Ki Hajar Dewantara. The method employed in this research is literature study. The research findings illustrate that the six dimensions of the Pancasila Teacher Profile have their roots in the values upheld by Ki Hajar Dewantara in the Among System. Several dimensions of the Pancasila Teacher Profile are found within the principles of the Among System. Furthermore, these dimensions share similar meanings with some messages previously conveyed by Ki Hajar Dewantara. This indicates that besides having its roots in Ki Hajar Dewantara's educational values, the Pancasila Teacher Profile is highly necessary to be realized in the behavior of a teacher as an educator. Keyword: Pancasila teacher profile, among system, Ki Hajar dewantara
Pembelajaran IPA yang Efektif melalui Pendidikan Sosial dan Emosional (PSE) Miranda, Nuri Trihasti; Putri, Deby Amelia; Al-‘adawiyah, Rabiah; Anggreani, Selvi Dewi Nur; Utomo, Yudhi; Rochmat, Nur
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p101-109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam peran pendidikan tidak hanya sebatas pada pencapaian akademik, namun termasuk juga pengembangan pribadi dan sosial peserta didik. Pendidikan Sosial dan Emosional (PSE) memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa, yang tidak hanya berdampak pada keberhasilan akademik tetapi juga pada kesejahteraan emosional dan kemampuan sosial mereka. Menggunakan metode penelitian studi dokumen dalam konteks pendidikan IPA, integrasi PSE sangat diperlukan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama dengan teman sekelas. Melalui pembahasan mengenai pentingnya integrasi Pendidikan Sosial dan Emosional (PSE) dalam pembelajaran IPA, telah terungkap bahwa PSE memainkan peran krusial dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kuat dari segi emosi dan sosial. Dengan demikian, pendidikan yang lebih holistik dan berorientasi pada pengembangan pribadi dan sosial dapat membantu siswa menjadi individu yang lebih berdaya guna dan berkontribusi pada masyarakat. Kata kunci: pembelajaran IPA; pendidikan; sosial, emosional Effective Natural Science learning through Social and Emotional Learning (SEL) The purpose of this research is to explore the role of education not only in academic achievement, but also in the personal and social development of learners. Social and Emotional Learning (SEL) plays an important role in shaping students' character, which not only impacts on academic success but also on their well-being and their social skills. Analyzing the document study research method in the context of science education, the integration of SEL is necessary to help students develop critical thinking skills, communicate effectively, and cooperate with classmates. Through discussing the importance of integrating Social and Emotional Learning (SEL) in science learning, it has been revealed that ESE plays a crucial role in shaping students who are not only academically excellent but also emotionally and socially strong. Thus, a more holistic education that was oriented towards personal and social development could help students become more empowered individuals who contribute to society. Keyword: science education; social, emotional learning
Strategi Scaffholding pada Prinsip Zone of Proximal Development dalam Materi Seni Patung pada Kelas IX Risaaldi, Hafidh Muhammad; Widyawati, Ika Wahyu
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i12024p110-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi scaffolding pada prinsip Zone of Proximal Development (ZPD) dalam materi seni patung pada kelas IX-A di SMPN 12 Kota Malang, dengan meng­gunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi Scaffolding pada prinsip ZPD dalam materi seni patung pada kelas IX-A di SMPN 12 Malang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai pretest dan posttest siswa, serta peningkatan partisipasi dan antusiasme siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pembelajaran seni patung di sekolah menengah pertama. Penerapan strategi Scaffolding pada prinsip ZPD dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Scaffolding; Zone of Proximal Development (ZPD); Seni patung; SMPN 12 Malang Scaffholding Strategies to Zone of Proximal Development Principles in Sculptural Arts Material in Class IX This research aims to apply a scaffolding strategy based on the Zone of Proximal Development (ZPD) principle in sculpture material in class IX-A at SMPN 12 Malang City, using qualitative research methods with a case study research design. Data collection techniques are carried out through observation and documentation. Data were analyzed using qualitative data analysis techniques. The research results show that the application of scaffolding strategies based on the ZPD principle in sculpture material in class IX-A at SMPN 12 Malang can improve student learning outcomes. This is evidenced by an increase in student pretest and posttest scores, as well as increased student participation and enthusiasm in learning. This research provides implications for teaching sculpture in junior high schools. Applying scaffolding strategies based on the ZPD principle can help teachers improve student learning outcomes. Keywords: Scaffolding, Zone of Proximal Development (ZPD), Sculpture, SMPN 12 Malang
Penerapan Media Interaktif Wordwall pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Destiana, Rea; Purwanto, Purwanto; Nurma, Asna
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i22024p117-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media interaktif Wordwall dalam pembel­ajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan fokus pada deskripsi fenomena yang ada serta menghasilkan data deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi dan wawancara yang dilakukan di sekolah bersama dengan guru kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif Wordwall membantu guru dalam merancang materi pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, fitur-fitur yang disediakan oleh Wordwall juga memudahkan penggunaan bagi pemula. Namun, dalam pene­rapannya, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, termasuk keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya penguasaan teknologi media interaktif oleh guru, dan kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya memperhatikan guru selama proses pembelajaran, yang dapat mengganggu kelancaran pembelajaran. Kata kunci: media interaktif; Wordwall; ilmu pengetahuan sosial Application of Wordwall Interactive Media in Social Studies Learning The objective of this study is to analyze the utilization of Wordwall interactive media in the context of learning Social Studies. The research employs a qualitative approach, with a focus on the description of existing phenomena and the generation of descriptive data. The research data was obtained through the utilization of observation sheets and interviews conducted at the educational establishment, in conjunction with the seventh-grade teacher. The findings indicated that the utilization of Wordwall interactive media assists teachers in the design of learning materials that are both interesting and easily comprehensible for students. Furthermore, the features provided by Wordwall also facilitate the use of the platform for novice users. However, in its implementation, several obstacles have been identified, including limited facilities and infrastructure, a lack of mastery of interactive media technology by teachers, and a lack of student awareness of the importance of paying attention to teachers during the learning process, which can disrupt the smooth running of learning. Keyword: interactive media; Wordwall; social science
Pengembangan Media Pembelajaran E-modul Interaktif pada Mata Pelajaran Orientasi Dasar PPLG Materi Flowchart Kusumawati, Frenti Indra; Hidayat, Wahyu Nur; Riaji, Dhanang Fitra
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i22024p124-131

Abstract

Media Pembelajaran adalah alat bagi pendidik untuk membantu dalam memberikan materi kepada peserta didik agar mereka dapat menerima atau memahami pembelajaran lebih mudah. Media pembelajaran selain sebagai alat juga memberikan pengalaman kepada peserta didik agar mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, menarik, dan interaktif. Media pembelajaran yag interaktif membantu peserta didik dalam memvisualisasikan materi yang abstrak atau kompleks sehingga dapat diilustrasikan dengan lebih jelas, mudah dipahami, dan mudah diingat. Dalam menyampaikan materi flowchart pendidik perlu menggambarkan dan menjelaskan symbol – symbol serta kegunaan dari tiap symbol yang dihubungkan oleh sebuah garis alir. Flowchart merupakan gambaran yang berbentuk suatu grafik disertai denga langkah dan urutan suatu prosedur dari suatu program, flowchart memiliki beberapa symbol yang harus dipahami dalam penggambaran alur agar analis dapat memahami aliran kegiatan dan dokumentasi pada suatu program. Adanya e-modul interaktif berbasis PjBL ini diharapkan peserta didik dapat memvisualisasikan materi flowchart lebih mudah dan bermakna. Pengembangan e-modul ini menggunakan metode ADDIE yang memiliki 5 tahap yaitu: 1) Analisis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Hasil dari pengembangan produk berupa e modul interaktif, di mana peserta didik dapat membaca, menjawab soal, menonton materi yang disediakan, mencoba mempraktikkan apa yang dipelajari, dan merefleksi materi dari modul tersebut. Kata kunci: media pembelajaran; flowchart; e-modul interaktif Development of Interactive E-module Learning Media in PPLG Basic Orientation Subject Flowchart Material Learning Media is a tool for educators to assist in providing material to students so that they can receive or understand learning more easily. In addition to being a tool, Learning Media also provides learners with an experience that is fun, meaningful, interesting, and interactive. Interactive learning media helps learners visualize abstract or complex material so that it can be illustrated more clearly, easily understood, and easily remembered. In the delivery of flowchart material, educators must describe and explain the symbols and their respective functions, as well as how they are connected by a flowline. A flowchart is a visual representation of a program's steps and sequence, accompanied by the relevant symbols and graphs. These symbols serve to illustrate the flow of activities and documentation within a program and thus must be understood by analysts to comprehend the program's functionality. The development of this PjBL-based interactive e-module is expected to facilitate the visualization of flowchart material by students in a more accessible and meaningful manner. This e-module development utilizes the ADDIE method, which comprises five stages: 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. The outcome of the product development process is the creation of interactive e-modules, which provide students with the opportunity to read, answer questions, view the material provided, practice what they have learned, and reflect on the material presented in the module. Keyword: learning media; flowchart; interactive e-module
Penerapan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Mobile Learning untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik Wahyuningtiyas, Kartika Putri; Bachri, Syamsul; Muktiningsih, Muktiningsih
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v2i22024p141-149

Abstract

Untuk mengatasi kurangnya keterlibatan dan minat peserta didik dalam pembelajaran, sebuah penelitian dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar mereka menggunakan media pembelajaran berbasis ponsel. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan 35 peserta didik dari kelas IX F di SMP Negeri 2 Malang. Data dikumpulkan melalui tes dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan minat dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS. Terlihat dari data pra-siklus, di mana skor rata-rata meningkat dari 81,9 menjadi 90,45, dan pada data pasca-siklus, dengan skor rata-rata mencapai 70 dengan tingkat ketuntasan klasik sebesar 48,58 persen, meningkat menjadi skor rata-rata 83 dengan tingkat ketuntasan klasik sebesar 80 persen. Dengan demikian, penggunaan multimedia pembelajaran berbasis mobile learning mampu meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik dalam konteks pembelajaran IPS. Kata kunci: multimedia pembelajaran; mobile learning; mata pelajaran IPS; minat belajar; hasil belajar Application of Interactive Learning Multimedia Based on Mobile Learning to Increase Students' Interest and Learning Outcomes A study was conducted to address learners' lack of engagement and interest in learning. The aim was to improve their interest and learning outcomes using mobile phone-based learning media. The research method used was Classroom Action Research (PTK), involving 35 learners from class IX F at SMP Negeri 2 Malang. Data was collected through tests and questionnaires and then analyzed using quantitative descriptive statistical methods. The results showed an increase in students' interest and learning outcomes in social studies learning. The pre-cycle data revealed an average score of 81.9, which increased to 90.45 in the post-cycle data. The classic completeness rate was 48.58 percent, while the average score reached 70. In contrast, the average score increased to 83 with a classic completeness rate of 80 percent in the post-cycle data. Consequently, the utilization of mobile learning-based multimedia can enhance students' engagement and academic performance in the context of social studies education. Keywords: learning multimedia; mobile learning; social sciences subjects; interest learning; learning outcomes

Page 3 of 14 | Total Record : 135