cover
Contact Name
Niko Zulni Pratama
Contact Email
nikozulni@gmail.com
Phone
+6282121653011
Journal Mail Official
jurnal.edukasifkip@gmail.com
Editorial Address
Kampus FKIP Universitas Islam Indragiri (UNISI) Jl. Soebrantas No. 10. Tembilahan Hilir. Kec. Tembilahan. Kab. Inhil - Riau
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Edukasi
ISSN : 20870310     EISSN : 27217728     DOI : 1061672
Core Subject : Education,
JURNAL EDUKASI adalah jurnal yang mengkaji tentang pendidikan dan pembelajaran. Mencakup multidisplin ilmu pendidikan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan November. Dipublikasikan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri.
Articles 116 Documents
PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMPN 6 SAROLANGUN Hasirah Hasirah
Jurnal Edukasi Vol 8 No 1 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i1.1111

Abstract

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun yang menjadi obyek penelitian ini adalah kepala SMPN 6 Sarolangun dan para orang tua siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teknik analisis domain, analisis taksonomi, dan analisis komponensial. Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 6 Sarolangun sudah berlangsung cukup baik yang ditandai dengan telah diterapkannya semua fungsi manajemen dengan baik. Kedua, faktor pendukung pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) di SMPN 6 Sarolangun adalah : semangat dan kerjasama yang baik dari semua pihak dalam struktur madrasah serta dukungan dari orang tua siswa, masyarakat dan pemerintah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman para guru dan masyarakat terhadap konsep manajemen berbasis sekolah (MBS). Adapun solusi yang ditempuh untuk mengatasi faktor penghambat adalah dengan mensosialisasikan konsep manajemen berbasis sekolah kepada para guru dan masyarakat.Ketiga, hasil yang telah dicapai oleh SMPN 6 Sarolangun dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah adalah semakin meningkatnya kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU DALAM ERA GLOBALISASI Khairuddin Khairuddin
Jurnal Edukasi Vol 8 No 1 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i1.1112

Abstract

Profesi guru pada dewasa ini sering dikategorikan sebagai profesi yang paling mendekati profesi penuh sebagaimana halnya dengan dokter, akuntan, pengacara, dan apoteker yang bersifat profesi, bernomor register, dan memiliki kode etik keprofesionalan sehingga guru benar-benar menjadi profesi yang membanggakan setara dengan profesi-profesi lainnya. Dari sini diharapkan dapat dijadikan tonggak kebangkitan guru untuk senantiasa terus meningkakan profesionalismenya dan sebagai upaya agar profesi guru menjadi daya tarik bagi siswa terbaik di negeri ini untuk menjadi guru. Dalam menjalankan tugasnya, guru lebih bersifat sebagai fasilitator sehingga siswa dapat berkembang menjadi dewasa yang utuh, maka dari itu model yang diutamakan adalah siswa yang aktif dan dominan. Tugas guru adalah memberi fasilitas agar siswa akhirnya belajar, mengolah bahan sehingga mengerti dan berkembang diri menjadi lebih dewasa. Guru harus lebih merangsang siswa untuk belajar, memberi dukungan, dan motivasi agar siswa mau terus belajar. Selain itu juga guru memberi tantangan kepada siswa, apa yang telah ditemukan oleh guru dipersoalkan sehingga siswa mengeluarkan segala pemikirannya untuk menjawab persoalan yang didiskusikan tersebut. Kemudian guru dan siswa mencari solusi bersama dan saling mengomunikasikan pemikiran masing-masing.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DITENGAH PANDEMI COPID-19 Khairuddin Khairuddin
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1161

Abstract

Saat ini dunia sedang dikejutkan dengan adanya virus yang mematikan, yaitu virus corona atau Covid-19. Coronavirus disease (Covid-19) ini mengguncang dunia. Kejadian besar yang dipicu penyakit menular ini di luar prediksi banyak kalangan sehingga memberi banyak perubahan kepada aspek kehidupan salah satunya bidang pendidikan. Sistem pendidikan di sekolah merupakan salah satu yang terkena dampak negatif dari meluasnya wabah virus corona. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus beradaptasi dengan virus corona apalagi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda masa pandemic ini akan berakhir. Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah mengubah sistem pendidikan yang pada mulanya proses pembelajaran dilakukan di sekolah diganti menjadi pembelajaran dari rumah. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kepala sekolah untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan dalam situasi yang berbeda. Kepala Sekolah dituntut kreatif dan menjadi motivator yang baik unutk merancang kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi darurat bencana covid-19 ini, melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi bagi semua pihak disekolah dalam pelaksanaan model pembelajaran daring dengan menggunakan media seperti whatsApp, google classroom, zoom meeting dan sebagainya sehingga tercipta siswa yang memiliki kemampuan dan tujuan pendidikan tetap tercapai.
RIWAYAT HIDUP GURU KHALIDI SANG PENAKLUK MAKHLUK GAIB (Tinjauan Sejarah Islam Terhadap Tokoh Pendidik Islam Sebrang Tembilahan 1952-2013) A. Muthalib
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1162

Abstract

Artikel ini mengangkat masalah seorang tokoh pendidik Islam yang istiqamah (konsisten) dalam melestarikan ajaran agama Islam di tengah masyarakat. Menurutnya lebih mulia kita mati dalam menjalani kehidupan yang berada dalam aturan Allah, Sang Pencita ketimbang hidup bahagia, dan serba kecukupan tetapi penuh “berlumuran dosa dan maksiat”. Masih dalam konteks pendapat Guru Khalidi, kalau kita ingin hidup selamat (bahagia dunia akhirat), jangan pernah menggangap sifat jujur itu adalah sebuah konsep “permainan” dalam diri kita dan keluarga. Di samping itu, sifat percaya diri atau baja samapi ke puting (pantang menyerah) harus juga kita miliki. Menurutnya, sifat-sifat itu telah diajarkan oleh datok moyang kita sejak dahulu kepada anak-cucunya, namun saat ini sering kita abaikan dalam kehidupan, sehingga hilang identitas suku Banjar itu di kancah kehidupan masyarakat secara majmuk. Falsapah orang-orang tua kita tersebut sebenarnya sejalan dengan prinsif dalam agama Islam, yang mana agama Islam menunutut kita sebagai ummtanya agar bekerja keras dan sifat jujur.Andainya saja generasi kita sekarang ini tetap berpegang kepada agama Allah dan falsapah hidup datok moyang kita tersebut, maka kita akan dapat menikmati indahnya hidup ini, meski misalnya, kita hidup dalam serba keterbatasan dan kekurangan, namun kita bahagia, Insya Allah.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Hasnawati
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1163

Abstract

Pembelajaran pendidikan Agama Islam berbasis multikultural adalah salah satu model pembelajaran pendidikan Agama Islam yang dikaitkan pada keragaman yang ada, entah itu keragaman agama, etnis, bahasa dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan karena banyak kita jumpai di sekolah-sekolah umum (bukan bercirikan Islam) di dalam satu kelas saja terdiri dari berbagai siswa yang sangat beragam sekali, ada yang berbeda agama, etnis, bahasa, suku, dan lain sebagainya. Multikultural bukan berarti paham yang hendak menyeragamkan keanekaan, paham ini justru menjunjung tinggi keragaman dan menghargai perbedaan. Titik temu multikultural bukan pada bentuk peleburan untuk menunggal, akan tetapi pada sikap toleransi terhadap keragaman itu sendiri. Agar dapat memfungsikan, dan merealisasikan hal tersebut, diperlukan suatu cara yang sistematis, terencana, berdasarkan pendekatan interdisipliner, serta mensistesikan pendidikan Islam dengan disiplin atau konsep paradigma lain. Karena perkembangan masyarakat semakin komplek dan tentunya akan mengarahkan potensi yang ada pada diri manusia dengan cepat berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didapat dari kompleksitas sosial masyarakat itu sendiri. Inilah peranan pendidikan agama yang perlu dikedepankan, kini dan di masa depan, di samping peran-peran lain dalam meningkatkan kualitas keberagamaan para pemeluk agama.
KLASTER KATA ZEST, ZEAL, ARDOUR, SPIRIT DAN ANTUSIAME DALAM KONTEK ILMU SEMANTIK. Edi Ardian
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1164

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, semua kegiatan kita selalu melibatkan bahasa, bahkan dalam beberapa hal bahasa sering merupakan solusi langsung atau jelas dalam menyelesaikan permasalahan yang medianya menggunakan bahasa. Bahasa itu sifatnya universal dan unik. Universal berarti bahasa memiliki karakter khusus, yang dapat ditemukan dalam bahasa di dunia ini. Unik berarti mempunyai ciri khas masing-masing pada daerah tertentu di setiap negara. Salah satu bahasa yang universal adalah Bahasa Inggris, yang telah menjadi bahasa international. Di Indonesia orang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa asing mereka. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba mencari secara semantic, klaster kata-kata tersebut adalah: zest, zeal, ardor, spirit, and enthusiasm. Yang arti keseluruhannya adalah: semangat. Penelitian ini akan menjelaskan cluster kata zest, zeal, ardor, spirit, and enthusiasm dalam kontektual bahasa. Bagaimana perbedaan konteksnya dalam penggunaan kata tersebut. Salah satu contoh kata Zest artinya: energi, semangat lawan katanya adalah: apatis, ketidak pedulian, kemalasan, kelesuan. Kata benda zest memiliki dua arti artinya pertama: Kenikmatan yang kuat dan antusias. Arti yang kedua: kepedasan asam, sinonimnya: kesedapan jadi kata "zest" dalam kata benda memiliki dua arti, dan kata "zest" dalam kata kerja memiliki satu arti Kata "Zeal" memiliki dua arti yang artinya sama dengan antusiasme. Kata ini yang selalu berhubungan dengan tujuan, kesepakatan, dan ketekunan yang tidak ada habisnya dalam kemajuannya. Kata ardour memiliki tiga arti, kata spirit memiliki delapan arti dan memiliki satu kata kerja dan kata anthusiasme memiliki tiga arti yang keseluruhannya menyesuaikan dengan kontek pragmatic dalam bahasa.
PENGARUH PELAKSANAAN DESAIN PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR NEGERI 015 SIALANG JAYA KECAMATAN BATANG TUAKA. Ahmad
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1166

Abstract

Keberadaan Pelaksanaan Pelaksanaan desain pembelajaran, berperan untuk lebih terarahnya suatu proses pembelajaran agar dapat menghantarkan peserta didik kepada tujuan pendidikan yang telah ditargetkan semula atau hasil belajar yang sesuai dengan apa yang menjadi kriteria kelulusan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan desain pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 015 Sialang Jaya Kecamatan Batang Tuaka, serta dengan manfaat agar proses belajar mengajar menjadi menarik dan memberikan keefektifan dalam pembelajaran di Sekolah. Penelitian ini adalah penelitian Korelasi, subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Islam dan siswa sedangkan objek penelitian adalah pengaruh pelaksanaan desain pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, populasi penelitian guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 1 orang dan siswa yang berjumlah 114 orang, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, observasi ini digunakan untuk melihat secara langsung tentang pelaksanaan desain pembelajaran dan dokumentasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, data dianalisis dengan menggunakan rumus Korelasi Pearson Product Moment. Dengan perbandingan nilai thitung dengan ttabel, maka terdapat selisih yang cukup signifikan antara kedua nilai tersebut. Di mana thitung> ttabel atau 5,614 > 2,132, maka dalam penelitian ini Ho ditolak, ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan desain pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 015 Sialang Jaya Kecamatan Batang Tuaka.
NILAI-NILAI BUDAYA MELAYU DALAM TRADISI PACU SAMPAN LEPER DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 8 No 2 (2020): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v8i2.1167

Abstract

Kebudayaan memiliki pengertian yang sangat luas. Maknanya tidak hanya terbatas pada unsur-unsur yang berkaitan dengan perilaku manusi dan tradisinya, melainkan meliputi juga unsur-unsur material yang dihasilkan oleh pemikiran-pemikiran dan karya manusia serta berbagai peralatan yang digunakannya. Bahkan menurut konotasi ilmiah, pengertain kebudayaan itu juga meliputi sistem ilmu pengetahuan yang dipelajari manusia melalui komunikasi, bahasa, kelembagaan, tradisi dan kebiasaan. Tradisi pacu sampan leper adalah sebuah tradisi budaya yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Tradisi ini diwariskan secara turun temurun hingga saat ini. Tradisi pacu sampan leper bagi masyarakat Indragiri Hilir sudah merupakan sebuah festival budaya daerah. Tradisi pacu sampan leper tidak hanya sekadar adu kecepatan antara satu sampan dengan sampan yang lain, akan tetapi tradisi ini juga syarat dengan nilai-nilai budaya Melayu. Sebagai olahraga tradisional, pacu sampan leper sangat menarik perhatian masyarakat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sejarah lahirnya tradisi pacu sampan leper serta bentuk nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi budaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara dengan narasumber dan studi dokumentasi.
SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM INDONESIA DI ERA MODREN 1945-2021 A. Muthalib
Jurnal Edukasi Vol 9 No 1 (2021): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i1.1540

Abstract

Tulisan ini sebuah analisis dari perspektif sejarah tentang “Sejarah Perkembangan Islam Indonesia di Era modern”. Analisis tersebut tercermin pada temuan berikut: Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan.Indikatornya dapat dilihat dan dirasakan secara kasat mata, di mana Bank-bank Syari’ah dan bank Mu’amalah telah beroperasi di hampir setiap wilayah (daearah) musliam Negeri ini, khususnya di perkotaan. Demikianlah juga di bidang fashion (pakaian) kaum wanita seperti jilbab, baju muslimah telah mengalami perkembangan, begitu pula halnya di sektor pendidikan Tinggi Islam Indonesia telah mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup menggembirakan, meskipun dalam realitasnya masih terdapat kekurangan dan kejanggalan di sana-sini; demikian juga di bidang Seni-Budaya (musik) serta literasi (kemampuan bidang karya tulis dan kemampuan berorasi/berpidato) melalui mimbar-mimbar ceramah dari kaum terpelajar (Ulama) Indonesia. Seperti kemunculan Ustadz Abdul Somad dan Ustadz-ustadz lainnya beberapa tahun terakhir ini.Dakwah-dakwah para Ustadz tersebut kini dapat diakses melalui berbagai media, misalnya melalui Youtube. Media ini kapan saja di mana saja dapat diakses, selama signal (jaringan internet tetap tersambung). Media internet tersebut tidak hanya bidang dakwah Islamiyah saja yang melainkan juga ilmu-ilmu lainnya dapat diakses. Kini, sangat terbuka lebar bagi kita untuk mengembangkan berbagai keilmuan seperti “Sejarah Islam Asia Tenggara,” atau “Sejarah masuknya Islam ke Indonesia, termasuk juga kita ingin mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik melalui media Youtub, atau yang dishare dari kolega kita melalui berbagai media di era modern seperti: Whatsapp (WA), Facebook (FB), Instagram, Telegram, Twitter dan sebagainya. Pendeknya perkembangan Sejarah Islam di Indonesia di era ini sangat berbeda jika dibandingkan pada abad-abad sebelumnya.
PENDIDIKAN IPS DI ERA GLOBALISASI : SEBUAH PENDEKATAN KURIKULUM PEMBELAJARAN. Edi Susrianto Indra Putra
Jurnal Edukasi Vol 9 No 1 (2021): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/judek.v9i1.1541

Abstract

Perubahan yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia, merupakan dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan masuknya arus globalisasi, membawa pengaruh yang multidimensional diberbagai bidang kehidupan. Di bidang pendidikan, perubahan ini dituntut oleh faktor kebutuhan siswa, masyarakat, dan lapangan kerja. Salah satu bentuk perubahan yang dituntut tersebut adalah tentang kurikulum Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kurikulum Pendidikan IPS dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan global yang terjadi saat sekarang ini. Dengan ada perubahan kurikulum ini, diharapkan siswa sejak dini sudah dibiasakan melihat, memahami, menganalisis, merefleksikan, memprediksi berbagai fenomena yang terjadi di sekitar mereka dari persfektif glabal. Oleh sebab itu, melalui Pendidikan IPS, sejak dini peserta didik sudah harus sudah dibiasakan berfikir global, melihat segala sesuatu dengan perspektif multidimensional. Dengan perspektif global, siswa mampu melihat dunia beserta berbagai fenomena yang ada didalamnya. Untuk menghadapi tantangan global ini, kurikulum Pendidikan IPS memegang peranan yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kurikulum sebagai suatu dokumen dan pedoman dalam proses kegiatan belajar mengajar, memuat berbagai inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan harus harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam sebuah dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik.

Page 2 of 12 | Total Record : 116