cover
Contact Name
Sal Prima Yudha S
Contact Email
salprima@unib.ac.id
Phone
+6281279585457
Journal Mail Official
rjnas@unib.ac.id
Editorial Address
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES, Departement Of chemistry, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, University Of Bengkulu, Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu, 38371, 0736(20919).
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Rafflesia Journal of Natural and Applied Sciences (RJNAS)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 28083806     DOI : 10.33369/rjna.v4i1.34652
Core Subject : Health, Science,
Rafflesia Journal of Natural and Applied Sciences (RJNAS) with e-ISSN: 2808-3806 is an open access and peer reviewed journal published by Department of Chemistry, Universitas Bengkulu, Indonesia. This journal is published two times per year (April and October). RJNAS publishes research papers, review and short communication in field of Chemistry, Natural, and Applied Sciences. RJNAS accept articles written in Bahasa Indonesia and English (preferable).
Articles 48 Documents
PENETAPAN KADAR VITAMIN B1 PADA KACANG KEDELAI DAN SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Maryanti, Evi; Maryana, Dina; Hermansyah, Oky; Andini, Vicka; Dwiwibangga, Yoravika
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i1.41792

Abstract

Salah satu tumbuhan yang mengandung vitamin B1 adalah kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar vitamin B1 (tiamin) pada kacang kedelai dan susu kedelai menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan penambahan bromtimol biru sebagai indikator. Sampel kacang kedelai dan susu kedelai diperoleh dari industri rumahan di Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu. Penentuan kadar vitamin B1 menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan baku pembanding vitamin B1 standar BPFI. Reaksi antara vitamin B1 dan indikator terjadi dalam suasana basa dan menunjukkan perubahan warna yang diukur pada panjang gelombang 615 nm. Hasil analisis menunjukkan kadar vitamin B1 dalam kacang kedelai sebesar 0,444%, sedangkan pada susu kedelai sebesar 0,190%. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar vitamin B1 pada susu kedelai lebih rendah dibandingkan dengan kacang kedelai mentah. Fenomena ini mengindikasikan bahwa proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai menyebabkan penurunan kandungan vitamin B1. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pemilihan metode pengolahan yang dapat mempertahankan kandungan nutrisi pada produk olahan kedelai, khususnya vitamin B1. Penurunan kadar vitamin B1 selama proses pengolahan menjadi perhatian utama dalam memastikan kualitas nutrisi produk olahan kedelai, terutama yang dikonsumsi sebagai sumber nutrisi tambahan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KABAU (Archidendron bubalinum) TERHADAP Staphylococcus aureus Oktiarni, Dwita; Gaol, Amelia Debora Lumban; Avidlyandi; Gustian, Irfan; Putranto, Agus Martono Hadi
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i1.42784

Abstract

The kabau plant (Archidendron bubalinum) is an endemic plant of Indonesia, especially on the island of Sumatra, with secondary metabolite content in the form of flavonoids, tannins, saponins and steroids which have antimicrobial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract of kabau fruit peels (Archidendron bubalinum) against Staphylococcus aureus and to determine the optimum percentage of extract in inhibiting Staphylococcus aureus with percentages 1%, 2.5%, 5% and 10%. The antibacterial activity of kabau fruit peels extract was tested by the well diffusion method using Nutrient Agar (NA) media. The results showed that ethanol extract of kabau fruit peels with a percentage of 10% was the optimum percentage in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus with an inhibition zone diameter of 10.59 mm. From the data, it can be concluded that the extract of kabau fruit peels has the potential as an antibacterial against Staphylococcus aureus with a sensitive inhibitory category.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam Teraktivasi Asam Jeruk Kalamansih (Citrofortunella microcarpa) Sebagai Biosorben Pewarna Rhodamin B Amalia Harahap, Almira; Redho Hasyrahim Fatah; Desyna Rahma Sari Br Limbong; Marta Tasman, Anggela; Nesbah
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i1.42840

Abstract

Rhodamine B merupakan zat pewarna sintetik yang paling umum digunakan dalam industri tekstil dan bersifat toxic. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah cangkang telur ayam yang diaktivasi dengan asam dari jeruk Kalamansih (Citrofortunella microcarpa) sebagai biosorben pewarna rhodamine B. Cangkang telur ayam dihaluskan kemudian diayak menggunakan ayakan 100 mesh dan dikeringkan menggunakan oven pada suhu 105°C selama 2 jam. Biosorben lalu direndam menggunakan asam dari jeruk Kalamansih selama 24 jam untuk proses aktivasinya. Kinerja adsorpsi biosorben cangkang telur ayam dianalisis dengan menentukan persentase adsorpsi terhadap variasi massa biosorben: 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 g serta variasi konsentrasi rhodamine B (2, 4,6,8 dan 10 ppm) untuk melihat konsentrasi maksimum yang dapat diserap. Persentase adsorpsi tertinggi dihasilkan biosorben dengan massa 2,5g sebesar 64,10% dan konsentrasi maksimum rhodamine B yang dapat diserap adalah 10 ppm dengan persentase adsoropsi sebesar 40,72%. Hal ini membuktikan bahwa biosorben dari cangkang telur ayam yang diaktivasi oleh asam dari jeruk kalimansih mampu menyerap pewarna siktetik Rhodamine B.
A Review Peran Pendekatan Network Pharmacology dalam Mengungkap Senyawa Aktif dan Mekanisme Kerja Pengobatan Tradisional Indonesia: Review: Peran Pendekatan Network Pharmacology dalam Mengungkap Senyawa Aktif dan Mekanisme Kerja Pengobatan Tradisional Indonesia Muthi, Muthia Nurhidayah
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.45481

Abstract

Pengobatan berbasis bahan alam di Indonesia telah digunakan secara turun-temurun, namun pengembangannya masih terhambat oleh keterbatasan pemahaman ilmiah terhadap komposisi dan mekanisme kerja senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pendekatan network pharmacology dalam mengungkap hubungan kompleks antara bahan alam, target biologis, dan jalur penyakit. Kajian dilakukan melalui penelusuran literatur dan analisis data bioinformatika yang diintegrasikan ke dalam basis data farmakologi jaringan. Hasil analisis menunjukkan bahwa network pharmacology mampu mengidentifikasi senyawa aktif utama serta target protein yang relevan, sekaligus memetakan interaksi biologis yang mendasari efek terapeutik bahan alam Indonesia. Pendekatan ini juga memperlihatkan potensi sinergi antar senyawa yang berkontribusi terhadap aktivitas farmakodinamik kompleks. Kesimpulannya, network pharmacology memberikan kerangka ilmiah yang kuat untuk memahami dan memvalidasi mekanisme kerja pengobatan berbasis bahan alam, serta menjadi landasan strategis dalam upaya modernisasi dan standarisasi obat tradisional Indonesia menuju pengobatan berbasis bukti.
Aktivitas Antibakteri Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Biji Pinang dan Bonggol Nanas terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Luka dan Ulkus Diabetikum Meilyana, Thania Rizky
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.46251

Abstract

Infeksi luka dan ulkus diabetikum yang banyak disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli memerlukan alternatif terapi topikal yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan nanoemulgel berbasis kombinasi ekstrak biji pinang (Areca catechu) dan bonggol nanas (Ananas comosus) serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan aktivitas antibakterinya. Ekstrak biji pinang dan bonggol nanas diformulasikan dalam bentuk nanoemulgel dengan ukuran partikel rata-rata 26,2 nm dan nilai transmitansi sebesar 90,3%. Nanoemulsi kemudian diinkorporasikan ke dalam basis gel carbopol–kitosan, menghasilkan nanoemulgel yang stabil, homogen, memiliki pH sesuai topikal, dan daya sebar yang memenuhi kriteria farmasetika. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan adanya daya hambat ang kuat hingga sangat kuat terhadap E. coli dan S. aureus, dengan efektivitas yang meningkat pada sediaan nanoemulsi meskipun menggunakan konsentrasi bahan aktif lebih rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa nanoemulgel kombinasi kedua ekstrak memiliki potensi signifikan sebagai sediaan topikal antibakteri untuk penatalaksanaan infeksi luka dan ulkus diabetikum.
Pengaruh Waktu Kontak dan Studi Kinetika Adsorpsi Crystal Violet oleh Adsorben Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) Arman, Etriyanto; Vicka Andini; Yoravika Dwiwibangga; Mega Elfia
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.47116

Abstract

Pencemaran perairan oleh zat warna sintetis seperti kristal violet merupakan permasalahan lingkungan yang serius karena sifatnya yang toksik, persisten, dan sulit terurai secara biologis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu kontak dan mempelajari kinetika adsorpsi kristal violet menggunakan adsorben limbah ampas kelapa yang telah diolah menjadi karbon. Studi kinetika dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak antara adsorben dan larutan kristal violet menggunakan massa 0,2 gram dengan konsentrasi kristal violet 50 ppm. Konsentrasi kristal violet sisa dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data kinetika adsorpsi dianalisis menggunakan model kinetika orde satu semu dan orde dua semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kontak optimum diperoleh pada 40 menit dengan kapasitas adsorpsi sebesar 4,83mg/g dan persen adsorpsi sebesar 96,63%. Analisis studi kinetika memperlihatkan bahwa model orde dua semu memberikan kesesuaian yang lebih baik terhadap data eksperimental, ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,999 yang lebih tinggi dibandingkan model orde satu semu sebesar 0,7876.
Formulasi Dan Aktivitas Antioksidan Serum Anti-Aging Berbahan Akktif Ekstrak Metanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina. L) Puspitasari, Reni; Della Nafla Kahila, Kharin; Zaafani Amelia, Farica; Hutami, Riri
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.47317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak metanol daun pacar air (Impatiens balsamina L.) sebagai bahan aktif dalam formulasi serum anti-aging. Serum anti-aging esktrak daun pacar air dibuat dalam dua varias yaitu tanpa penambahan ekstrak daun pacar air (basic serum/F0) dan dengan penambahan ekstrak daun pacar air (F1). Uji yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan uji iritasi. Sediaan serum anti-aging ekstrak daun pacar air uji juga diuji aktivitas antiokasidan menggunakan metode DPPH dan asam askorbat digunakan sebagai control positif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formula sediaan serum memiliki organoleptik, homogenitas, dan daya sebar yang baik, serta memiliki pH berada dalam rentang 5,96-7,31. Uji iritasi menunjukkan bahwa serum tidak menimbulkan reaksi negative dan dapat meningkatkan kelembapan kulit. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan kemampuan antioksidan yang tinggi yaitu sebesar 69,5 ppm (F0) dan 39,54 ppm (F1). Kemampuan antioksidan dari serum anti aging ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa aktif dari ektrak pacar air (Impatiens balsamina L.) seperti flavonoid, fenolik, dan saponin. Dengan demikian, ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan serum anti-aging yang aman dan stabil.
Analisis Hubungan Kuantitaf Struktur Dan Aktivitas Sebagai Antioksidan Turunan Senyawa Apigenin Dengan Menggunakan Metode Recife Model 1 (RM 1) Puspasari, Jesi; Banon, Charles; Wiradimafan, Khafit; Avidlyandi, Avidlyandi; Adfa, Morina
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i2.47368

Abstract

Penelitian ini menggunakan kajian teoritis HKSA senyawa turunan apigenin menggunakan deskriptor sterik, hidropobik dan elektronik. Nilai deskriptor diperoleh berdasarkan perhitungan kimia komputasi menggunakan program Hyperchem 8.0.8 dengan menggunakan metode semiempirik Recife Model 1 (RM1). Data hasil perhitungan diolah menggunakan program SPSS versi 22.0 dengan metode analisis korelasi dan regresi linear berganda, sehingga diperoleh persamaan HKSA: IC50 = 55,725 + (6,063)Log P + (-0,045) ∆f + (-1,603) μ + (0,902)A n = 16; R = 0,927; R2= 0,859; SE = 2,088; F = 16,746. Dari persamaan HKSA, didapatkan prediksi senyawa yang sangat berpotensi sebagai antioksidan, yaitu 4’,5,7- Trihidroksi-3- metoksi flavon dengan nilai IC50 sebesar 1,51 (μM). Dengan membandingkan nilai IC50, didapatkan hasil bahwa gugus metoksi (OCH3) lebih meningkatkan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan gugus etoksi (OC2H5).