cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,296 Documents
Integrasi BIM 4D untuk Optimasi Penjadwalan dan Pengendalian Waktu Proyek : Literatur Review Muhammad Pradana; Lenggogeni; Muh Abdhy Gazali HS
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi akibat lemahnya manajemen, perubahan desain, dan keterlambatan material menjadi permasalahan yang terus berulang di Indonesia. Metode penjadwalan konvensional seperti Critical Path Method (CPM) dan Gantt Chart dinilai tidak lagi memadai menghadapi kompleksitas proyek modern. Building Information Modeling (BIM) 4D, yang mengintegrasikan model tiga dimensi dengan jadwal konstruksi, hadir sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi penjadwalan dan pengendalian waktu proyek. Penelitian ini melakukan kajian literatur sistematis terhadap tujuh artikel ilmiah (2024–2026) mengenai implementasi BIM 4D. Hasil kajian menunjukkan BIM 4D secara konsisten unggul dibandingkan metode konvensional, meliputi pemendekan durasi proyek, peningkatan alokasi sumber daya, identifikasi dini dampak Contract Change Order (CCO), serta pemantauan progres yang lebih akurat dibandingkan Kurva S. Empat manfaat utama teridentifikasi: peningkatan visualisasi dan komunikasi, efisiensi penjadwalan, deteksi dini konflik jadwal, dan pengendalian waktu yang handal. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan SDM kompeten, tingginya biaya investasi, dan resistensi terhadap perubahan metode kerja. Kajian ini merekomendasikan adopsi BIM 4D sebagai standar industri konstruksi Indonesia, didukung regulasi, sertifikasi tenaga ahli, dan integrasi dengan BIM 5D, Kecerdasan Buatan, serta Internet of Things.
Pengembangan Model Spasial Banjir untuk Mitigasi Bencana di DAS Kelara Kabupaten Jeneponto Muhammad Rifaldi Mustamin; Sugiarto Badaruddin; Andi Muhammad Subhan Saiby; Rut Handayani; Mustamin Tuwo; Muh. Rizal Mustamin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih fungsi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelara dari kawasan berhutan menjadi area permukiman dan pertanian telah meningkatkan limpasan permukaan serta debit banjir sungai. Kondisi ini menyebabkan terjadinya banjir berulang, dengan kejadian terbesar tercatat pada 22 Januari 2019 dan 12 Juni 2020. Penelitian ini bertujuan menyusun model spasial kawasan rawan banjir di DAS Kelara sebagai dasar pendukung mitigasi bencana. Analisis debit banjir rencana dilakukan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Soil Conservation Service (SCS) berbantuan perangkat lunak HEC-HMS. Selanjutnya, simulasi genangan banjir dilakukan menggunakan HEC-RAS dan hasilnya dipetakan dengan ArcMap. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan kawasan permukiman dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir, yaitu Kelurahan Monro-Monro, Desa Sapanang, Kelurahan Balang Toa, Desa Paitana, Desa Empoang Utara, Kelurahan Sidendre, Desa Kayuloe Barat, Kelurahan Balang, dan Desa Bonto Ma’tene. Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto merupakan wilayah dengan dampak banjir paling signifikan. Luas genangan banjir kategori rendah (<0.76 m), sedang (0.76–1.50 m), dan tinggi (>1.50 m) masing-masing mencapai 226.98 ha, 395.89 ha, dan 302.24 ha. Model spasial berbasis Google Maps yang dikembangkan mampu menyajikan informasi kawasan rawan banjir secara efektif, mudah diakses, dan ekonomis.
Pengaruh Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Terhadap Tingkat Pelayanan dengan Metode PKJI 2023(Studi Kasus: Simpang Duta Kaca, Jln. Teuku Umar, Meulaboh) Rahmat Djamaluddin; Roni Agusmaniza; Jama’atun Husna
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan transportasi berdampak pada meningkatnya pergerakan manusia, barang, dan jasa. Peningkatan sarana dan prasarana transportasi dengan memperhatikan keseimbangan antara keduanya melibatkan berbagai jenis moda transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pelayanan dan kinerja simpang Duta Kaca, Jln. Teuku Umar, Kampung Ujung Kalak, Meulaboh, menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan. Pengambilan data dilakukan selama 8 jam per hari yaitu Senin, Kamis, dan Minggu pada jam-jam puncak, dengan pengukuran volume lalu lintas, tundaan, dan panjang antrian pada setiap lengan simpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpang tersebut mengalami arus puncak lalu lintas dihari Minggu, pukul 16.00 -17.00 WIB, mencapai 2028 kendaraan. Kapasitas simpang dihitung menggunakan berbagai faktor, total kapasitas simpang adalah 3.613 smp/ jam. Nilai Dj diperoleh sebesar 0,19 menunjukkan bahwa simpang tersebut sudah memenuhi kapasitas ideal, dengan tundaan lalu lintas rata-rata (  = 2,87 detik) dan tundaan geometrik (  = 4.03 detik). Tundaan simpang total (T = 6,89 detik) dengan peluang antrian sekitar 2,46% - 8,39%. Berdasarkan parameter tersebut, tingkat pelayanan simpang dikategorikan dalam kelas B menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya antrian lalu lintas relatif aman. Maka disimpulkan bahwa simpang empat Duta Kaca kinerjanya dalam keadaan baik dan stabil sesuai dengan persyaratan sebagaimana dalam PKJI 2023.
Implementasi Seven Quality Tools dalam Upaya Peningkatan Kualitas Produk Popok Bayi Adhista Triasa Renggananta; Andri Aruan; Candra Bayu Permana; Naftali Patricia Silalahi; Rezayanti Novia Putrika Dewi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas produk merupakan faktor penting dalam industri manufaktur karena berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan kualitas pada proses produksi popok bayi menggunakan pendekatan Seven Quality Tools. Data penelitian diperoleh dari proses produksi Mesin G selama periode Januari–Desember 2025 yang mencakup volume produksi, jumlah produk cacat, dan jenis cacat yang terjadi. Analisis dilakukan menggunakan check sheet, histogram, scatter diagram, run chart, diagram Pareto, peta kendali proporsi (P-Chart), dan diagram sebab-akibat (fishbone). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi mencapai 166.434.505 unit dengan jumlah cacat sebanyak 9.003 unit dan proporsi cacat rata-rata sebesar 0,00004160. Diagram Pareto menunjukkan bahwa cacat waist front and back tidak sejajar merupakan jenis cacat dominan dengan kontribusi sebesar 89,5% dari total kecacatan. Analisis scatter diagram menunjukkan hubungan yang lemah antara volume produksi dan jumlah cacat. Hasil P-Chart menunjukkan bahwa proses belum sepenuhnya berada dalam kondisi terkendali secara statistik karena terdapat dua titik pengamatan yang berada di luar batas kendali. Analisis fishbone mengindikasikan bahwa faktor manusia, mesin, metode, dan material berkontribusi terhadap terjadinya cacat dominan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Seven Quality Tools efektif digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan kualitas dan mendukung penyusunan strategi perbaikan yang berkelanjutan.
Ergonomic Need Assessment Berbasis Antropometri pada Proses Pengeringan Lanting sebagai Dasar Perancangan Rotary Drying Rack Nita Sofia Rakhmawati; Neli Anissah; Hasri Widuri
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengeringan lanting pada industri rumah tangga masih didominasi oleh pekerjaan manual dengan fasilitas kerja yang belum mempertimbangkan aspek ergonomi. Kondisi tersebut menyebabkan pekerja melakukan postur membungkuk, menjangkau, dan gerakan repetitif yang berpotensi meningkatkan risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian bertujuan mengidentifikasi ergonomic need assessment berbasis antropometri pada proses pengeringan lanting sebagai dasar pengembangan rotary drying rack ergonomis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan metode ergonomic need assessment terhadap 30 pekerja home industry lanting. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas kerja, identifikasi faktor risiko ergonomi, pengukuran antropometri, dan analisis kebutuhan ergonomi. Variabel antropometri yang diukur meliputi tinggi badan, tinggi siku berdiri, tinggi bahu berdiri, rentang tangan depan, dan rentang tangan horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengeringan masih didominasi postur kerja tidak ergonomis berupa membungkuk, menunduk, menjangkau, dan gerakan repetitif. Hasil penilaian REBA menunjukkan 90% pekerja berada pada kategori risiko sedang dan 10% pada kategori risiko tinggi, sedangkan keluhan MSDs sebagian besar berada pada kategori sedang (67%). Berdasarkan hasil ergonomic need assessment diperoleh rekomendasi desain rotary drying rack ergonomis dengan tinggi alat 150 cm, tinggi rak atas 130 cm, tinggi rak tengah 90 cm, tinggi rak bawah 50 cm, diameter tray 70 cm, tiga tingkat rak, sistem putar (lazy susan), dan roda caster. 
Strategi Penghidupan Berkelanjutan Masyarakat Pembudidaya Ikan Dalam Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata Dhafin Fadhlur Rahman; Atikah Nurhayati; Rusky Intan Pratama; Ine Maulina
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penghidupan berkelanjutan masyarakat pembudidaya ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Margalaksana, Waduk Cirata. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui Sustainable Livelihood Approach (SLA) yang mencakup lima modal penghidupan. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi modal penghidupan masyarakat berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,12 atau 74,77%. Modal fisik (4,70) dan modal sosial (4,36) menjadi kekuatan utama, diikuti modal manusia (4,14) dan modal alam (4,13), sedangkan modal finansial menjadi yang terendah dengan nilai 3,27. Tingkat kerentanan masyarakat tergolong sangat tinggi, dengan aspek guncangan sebesar 95,42%, tren 88,0%, dan musiman 90,5%. Selain itu, aspek proses kelembagaan menunjukkan nilai 80,5%, sedangkan struktur kelembagaan hanya 51,3%. Strategi penghidupan yang diterapkan cenderung bersifat adaptif dan jangka pendek akibat tingginya kerentanan serta keterbatasan modal finansial dan kelembagaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi penghidupan masyarakat pembudidaya KJA di Waduk Cirata belum sepenuhnya berkelanjutan. Diperlukan penguatan modal finansial, peningkatan kapasitas pembudidaya, serta penguatan kelembagaan untuk mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Literatur Review: Dinamika Residu Klorin dan Kualitas Mikrobiologi pada Jaringan Distribusi Air Minum di Indonesia Wildani Saputri Sihombing; Puti Sri Komala
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan free residual chlorine (FRC) dalam sistem distribusi air minum SPAM sangat penting untuk mengendalikan pertumbuhan kembali mikroorganisme, namun kondisi tropis di Indonesia mempercepat peluruhan klorin dan menurunkan efektivitas disinfeksi. Tinjauan literatur ini menggunakan pendekatan naratif-komparatif untuk menyintesis bukti kuantitatif mengenai dinamika peluruhan klorin dan kualitas mikrobiologis air pada SPAM di Indonesia. Sebanyak 37 studi yang dipublikasikan pada periode 2010 –2026 dipilih dari Google Scholar, Scopus, dan Portal Garuda berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Tinjauan ini menunjukkan adanya korelasi negatif yang konsisten antara jarak distribusi dan konsentrasi FRC, sementara suhu tropis (25–30 °C) secara signifikan mempercepat peluruhan klorin. Reaksi dinding (wall decay) pada pipa besi galvanis tua berkontribusi hingga 97,1% terhadap total konsumsi klorin. Ketika konsentrasi FRC menurun di bawah 0,20 mg/L, kadar coliform meningkat secara signifikan. Beberapa studi juga melaporkan potensi keberlangsungan bakteri dalam kondisi Viable but Non-Culturable (VBNC) serta pembentukan produk samping disinfeksi (disinfection by-products/DBPs) yang bersifat karsinogenik, termasuk THMs dan HAAs, akibat overdosis klorin. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa pengelolaan disinfeksi yang efektif pada SPAM memerlukan strategi terintegrasi, termasuk booster chlorination, optimasi hidraulik, perbaikan material pipa, dan pemantauan DBPs yang didukung oleh model peluruhan yang telah disesuaikan dengan data kondisi lapangan.
Pengaruh Waktu Ekstraksi dan Daya Microwave terhadap Yield dan Total Flavonoid Ekstrak Daun Telang (Clitoria ternatea L.) Menggunakan Metode Microwave Assisted Hydro Distillation Dea Putri Anjani; Amelia Dwi Cahyani; Nove Kartika Erliyanti
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman herbal yang memiliki beragam senyawa bioaktif, salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antidiabetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh waktu ekstraksi dan daya microwave terhadap yield dan kadar total flavonoid ekstrak daun telang serta membandingkan dengan metode konvensional Hydro Distillation (HD) dari perlakuan terbaik. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah Microwave Assisted Hydro Distillation (MAHD), pelarut yang digunakan adalah aquadest dengan rasio bahan baku terhadap pelarut 1:10 (w/v), waktu ekstraksi sebesar 10 menit, 20 menit, 30 menit, 40 menit, dan 50 menit, dan daya microwave sebesar 150watt, 300watt, 450 watt, dan 600 watt. Hasil ekstraksi kemudian ditentukan yield-nya dan dilakukan analisis kadar total flavonoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode kolorimetri AlCl₃ pada panjang gelombang 415 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada daya 450watt dengan waktu ekstraksi 30 menit yang menghasilkan yield sebesar 45,68% dan kadar total flavonoid sebesar 30,55 mg QE/g, serta hasil perbandingan metode Microwave Assisted Hydro Distillation (MAHD) dengan metode Hydro Distillation (HD) menunjukkan bahwa MAHD lebih unggul dibandingkan HD yang menghasilkan yield 42,09% dan total flavonoid 17,55 mg QE/g.
Analysis of Preventive Maintenance System Using the MTBF and MTTR Method Adjie Ayyub Rajendra Akash; Hafid Syaifullah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reliability of production machinery plays a crucial role in ensuring the continuity of manufacturing processes, as machine disturbances or failures can lead to downtime, reduced productivity, and increased operational costs for the company. This applied study was conducted at PT XYZ, a ceramic manufacturing company established in 1971 and recognized as one of the largest ceramic producers in Indonesia, with a focus on the Engineering Department, particularly the machine maintenance system on Line 3, which includes the press machine, glazing line, and kiln. The evaluation was carried out on the implementation of Preventive Maintenance using the Mean Time Between Failures (MTBF) and Mean Time To Repair (MTTR) approaches, based on machine downtime data for the September 2025 period. The objective was to identify the level of machine reliability, calculate the average time between failures, and determine the average repair duration in order to support the smooth operation of the production process.
Environmentally Friendly Synthesis of Ferric Chloride Coagulant from Scrap Iron for the Reduction of ion ferro and Total Dissolved Solids Sumardiyono; Sunardi; Argoto Mahayana; Nur Hidayati; Soebiyanto; Mahardira Dewantoro; Afif Afghohani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decline in groundwater quality, particularly in terms of TDS and Fe²⁺ levels, is a major concern in clean water supply. This study aims to synthesize and evaluate the effectiveness of FeCl₃ coagulant synthesized from scrap iron waste from a lathe workshop in reducing Total Dissolved Solids (TDS) and Fe²⁺ levels in borehole water. FeCl₃ was synthesized by reacting scrap iron waste with a 32% HCl solution. Water samples were tested for TDS and Fe²⁺ levels before and after treatment using gravimetric and UV-Vis spectrophotometric methods. The FeCl₃ coagulant doses used were 0.1%, 0.2%, and 0.3%. The results showed that the 0.3% dose provided the highest effectiveness in reducing Fe²⁺ levels by 80.10%, while the reduction in TDS reached 36.05% at the same dose. All doses successfully reduced Fe²⁺ levels to below the threshold set by Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023 (<0.2 mg/l). This study demonstrates that FeCl₃ coagulant derived from iron waste is effective and has the potential to serve as an economical and environmentally friendly alternative for water treatment.