cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,296 Documents
Potensi dan Kelayakan Sistem Pemanenan Air Hujan sebagai Sumber Air Bersih Alternatif pada Wilayah Kepulauan (Studi Kasus: Kota Tanjungpinang) Desryati; Febrianti Lestari; Diana Azizah; Andi Zulfikar; Yeggi Darnas
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang potensi dan kelayakan sistem pemanenan air hujan sebagai sumber air bersih alternatif pada wilayah kepulauan dengan studi kasus kota tanjungpinang. Penelitian bertujuan menganalisis kelayakan sistem Pemanenan Air Hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih dari aspek teknis dan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods didominasi kuantitatif, mencakup analisis data curah hujan 10 tahun (2015-2024) dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, data luas atap bangunan dari citra satelit Open Street Map 2024, analisis kualitas air hujan berdasarkan 13 parameter sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan penurunan air larian. Pendekatan skala Likert dan statistik deskriptif diterapkan untuk memahami persepsi dan partisipasi masyarakat serta tantangan dan hambatan melalui wawancara. Hasil menunjukkan potensi pemanenan air hujan mencapai 2.308.815 m³/bulan dari total luas atap 11.384.277 m². Atap 70 m² mampu memenuhi kebutuhan domestik 600 liter/hari sepanjang tahun. Air hujan murni memenuhi baku mutu, namun tangkapan atap terindikasi terkontaminasi bakteri E. coli dan Total Coliform serta mengandung timbal 1 mg/L. Korelasi positif yang moderat (r = 0,561; p < 0,0001) antara persepsi dan partisipasi masyarakat dengan hambatan utama kendala biaya dan kurangnya bantuan teknis, faktor pendukung berupa kesediaan masyarakat mengikuti pelatihan atau kampanye. Pemanenan air hujan dinilai layak dikembangkan sebagai sumber air alternatif dengan pengolahan memadai sebelum pemanfaatan.
Pemetaan Nasional Umur Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Model Regresi Backscatter Sentinel-1A Berbasis Google Earth Engine Muhammad Gentafani Muharram; Rika Hernawati; Soni Darmawan; Dhimas Wiratmoko
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi spasial yang akurat mengenai usia perkebunan kelapa sawit sangat penting bagi pengelolaan perkebunan yang efektif, peramalan hasil panen, perencanaan penanaman kembali, serta penetapan pajak di seluruh Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model regresi backscatter Radar Apertur Sintetis yang telah ada guna mengestimasi dan memetakan distribusi usia kelapa sawit secara nasional di seluruh Indonesia menggunakan platform pemrosesan data satelit berbasis komputasi awan. Citra satelit diproses terlebih dahulu melalui penyaringan speckle, dilanjutkan dengan ekstraksi nilai backscatter dua polarisasi yang dibatasi pada batas perkebunan kelapa sawit nasional. Distribusi nasional yang dihasilkan menunjukkan bahwa tegakan usia produktif mendominasi wilayah-wilayah penghasil kelapa sawit utama, sementara tegakan usia muda terkonsentrasi di kawasan perluasan perkebunan yang baru, dan tegakan usia tertua terkonsentrasi di perkebunan negara yang telah lama mapan. Validasi terhadap data referensi lapangan dari sebuah lokasi perkebunan di Sumatera Utara menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara usia hasil estimasi model dan usia tanam aktual. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi model regresi backscatter yang telah ada memberikan dasar yang andal dan dapat diskalakan untuk pemetaan usia kelapa sawit skala nasional di wilayah tropis.
Modeling Umur Kelapa Sawit Menggunakan Radar Forest Degradation Index Berbasiskan Citra Alos-2 Palsar-2 Maria Nur Harysah; Rika Hernawati; Soni Darmawan; Josaphat Tetuko Sri Sumantyo; Dhimas Wiratmoko
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur tegakan kelapa sawit merupakan variabel kunci dalam pengelolaan perkebunan, perencanaan hasil panen, pemupukan, dan pengambilan keputusan penanaman kembali namun, pemantauan optik di wilayah tropis sering kali terhambat oleh tutupan awan. Penelitian ini mengembangkan model tegakan kelapa sawit berdasarkan kelas usia menggunakan Radar Forest Degradation Index (RFDI) yang diperoleh dari citra Radar Apertur Sintetis (SAR) ALOS-2 PALSAR-2 pita-L di perkebunan PTPN III Sei Dadap, Asahan, Sumatera Utara, Indonesia. Citra Fine Beam Dual HH dan polarisasi HV serta data referensi tahun penanaman dari 16 blok perkebunan, yang mencakup usia tegakan 0,5 hingga 22 tahun, digunakan dalam penelitian ini. Data SAR telah melalui kalibrasi radiometrik, multilooking, penyaringan speckle, dan koreksi medan, dan nilai RFDI diekstraksi pada skala blok untuk analisis regresi secara keseluruhan dan berdasarkan kelas usia. Hasil penelitian menunjukkan hubungan nonlinier berbentuk huruf U terbalik antara RFDI dan usia tegakan, dengan model keseluruhan menjelaskan 83,99% varians, sedangkan model khusus kelas usia mencapai nilai R² sebesar 0,9529 dan 0,9959 untuk tegakan matang dan tua, masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa RFDI yang diperoleh dari SAR pita-L memungkinkan pemantauan perkebunan kelapa sawit yang tidak terpengaruh awan dan berbasis kelas Umur.
Identifikasi Replanting Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Analisis Perubahan Global Canopy Height Tahun 2019-2020 Yuliana Kartika Titu Kaka; Rika Hernawati; Soni Darmawan; Dhimas Wiratmoko
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi spasial yang akurat mengenai sebaran replanting kelapa sawit sangat penting untuk mendukung pengelolaan perkebunan yang efektif dan perencanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Metode konvensional berbasis survei lapangan tidak efisien untuk diterapkan pada skala nasional, sehingga diperlukan pendekatan penginderaan jauh yang lebih skalabel. Penelitian ini menerapkan analisis perubahan tinggi kanopi (ΔH = H₂₀₂₀ − H₂₀₁₉) dari dua produk Global Canopy Height (GCH) tahun 2019 resolusi 30 meter dan tahun 2020 resolusi 10 meter menggunakan pendekatan ambang batas statistik (μ ± σ) pada platform Google Earth Engine (GEE). Klasifikasi perubahan menghasilkan tiga kelas, yaitu replanting, stagnan, dan pertumbuhan, dengan kelas stagnan mendominasi sebesar 71%, diikuti pertumbuhan sebesar 15%, dan replanting sebesar 14%. Sebaran kelas replanting teridentifikasi di berbagai provinsi sentra produksi kelapa sawit, antara lain Riau, Sumatra Utara, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. Validasi menggunakan confusion matrix menghasilkan nilai Overall Accuracy (OA) sebesar 60% dan Koefisien Kappa (κ) sebesar 0,4, yang menunjukkan bahwa analisis perubahan GCH multitemporal merupakan pendekatan yang andal dan skalabel untuk pemantauan replanting kelapa sawit skala nasional.
Strategi Peningkatan Produktivitas Untuk Mencapai Target Produktivitas Dan Efisiensi Pada PT. Sasakura Indonesia Akhmad Jazaul Aufa; Antoni Yohanes
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dan efisiensi operasional menjadi indikator utama dalam menilai tingkat keberhasilan perusahaan manufaktur dalam menghadapi persaingan industri global. Perusahaan yang mampu mengoptimalkan sumber daya secara efektif akan memiliki keunggulan kompetitif dalam hal kualitas, biaya, dan ketepatan waktu pengiriman. PT Sasakura Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang fabrikasi baja, pressure vessel, heat exchanger, dan desalination plant yang dituntut untuk menjaga performa produksinya agar tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja dan efisiensi proses produksi serta merumuskan strategi peningkatan produktivitas yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan 5M+1E (Man, Machine, Method, Material, Measurement, Environment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor material, mesin, metode kerja, dan kualitas tenaga kerja merupakan penyebab dominan rendahnya produktivitas. Strategi yang diusulkan meliputi penerapan 5S, preventive maintenance, pelatihan tenaga kerja, perbaikan layout produksi, penguatan sistem quality control, dan integrasi koordinasi antar departemen. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja, mempercepat aliran produksi, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Potensi Tumbuhan Etnofarmasi Aceh sebagai Bio - Disinfektan Pada Lingkungan Rawan Paparan Rodensia Ardhana Yulisma; Nir Fathiya; Winda Rawinta
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius akibat wabah hantavirus mengentak kesadaran global akan eskalasi ancaman zoonosis rodensia. Penyakit lewat ekskreta tikus ini mengintai wilayah tropis seperti Indonesia akibat padatnya permukiman dan rapuhnya sanitasi. Penanggulangan dengan disinfektan kimia secara terus-menerus justru memicu risiko resistensi mikroba dan pencemaran. Penelitian ini mengeksplorasi potensi serta mekanisme tumbuhan etnofarmasi dan bumbu dapur Aceh sebagai agen bio-disinfektan alami berskala domestik. Metode yang digunakan adalah studi literatur (narrative review) dengan menelisik data etnofarmasi, profil metabolit sekunder, dan mekanisme virologis pada kekayaan flora Aceh. Hasil telaah mengidentifikasi 18 spesies tumbuhan lokal, termasuk nilam, serai wangi, dan sirih yang kaya akan minyak atsiri dan senyawa fenolik. Karakter lipofilik senyawa aktifnya bekerja secara mekanis melisis selubung lipid Hantavirus sekaligus melumpuhkan bakteri zoonotik seperti Leptospira. Intervensi formula ini terbukti efektif jika diaplikasikan secara presisi pada titik kritis seperti gudang pangan dan drainase urban. Kelemahan stabilitas sediaan berbasis air disiasati melalui konsep freshly prepared (1–2 hari) atau penambahan jeruk purut dan belimbing wuluh sebagai pengawet asam alami. Melalui pendekatan ini, kearifan lokal etnofarmasi Aceh berhasil menjawab tantangan kemandirian sanitasi masyarakat secara murah, aman, dan rasional ilmiah.
Analisis Perubahan Luas dan Arah Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit Menggunakan Citra Landsat Berbasis Google Earth Engine (Studi Kasus : Sumatera Utara) Mawritsa Etufirka; Soni Darmawan
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan perkebunan kelapa sawit berpotensi menyebabkan perubahan tutupan lahan di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan arah ekspansi perkebunan kelapa sawit selama periode 2000–2025 menggunakan citra Landsat yang diolah melalui Google Earth Engine (GEE). Klasifikasi tutupan lahan dilakukan menggunakan algoritma Random Forest, sedangkan evaluasi akurasi dilakukan menggunakan Confusion Matrix, Overall Accuracy (OA), Koefisien Kappa, dan F1-Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit meningkat dari 2,94 juta ha pada tahun 2000 menjadi 3,98 juta ha pada tahun 2025 atau bertambah sekitar 1,04 juta ha (35,37%). Analisis spasial menunjukkan bahwa perkembangan perkebunan kelapa sawit cenderung berlangsung dari wilayah bagian timur menuju wilayah bagian barat Provinsi Sumatera Utara. Hasil evaluasi akurasi menunjukkan nilai Overall Accuracy berkisar antara 78%–97%, Koefisien Kappa antara 0,72–0,96, dan F1-Score antara 0,68–1,00, yang menunjukkan bahwa hasil klasifikasi memiliki tingkat akurasi yang baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi citra Landsat, Google Earth Engine, dan algoritma Random Forest mampu menghasilkan klasifikasi yang andal sehingga efektif digunakan untuk memantau perubahan tutupan lahan dan arah ekspansi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara.
Kajian Teknis Penerapan Bottom Air Deck Terhadap Penurunan Tingkat Getaran Tanah Akibat Peledakan Andy Yanottama; Yulian Assadat; Muhammad Faisal Seprizal; Dimas Agung Permadi; Zella Navtalia; Leta Lestari; Andromeda Nabella
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi bahan peledak dari hasil operasi peledakan tambang tidak sepenuhnya terpakai dalam proses pemberaian batuan, sebagian energi tersebut akan terbuang dalam bentuk berupa getaran tanah (ground vibration). Getaran tanah hasil peledakan akan berdampak buruk terhadap bangunan atau area pemukiman warga yang berada disekitar tambang. Indonesia telah menerapkan regulasi yang tertuang dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 7571:2010 terkait acuan baku tingkat getaran tanah akibat peledakan terhadap lingkungan sekitar tambang. Dalam hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian dan analisis terkait penerapan bottom air deck dalam upaya menurunkan tingkat getaran tanah akibat peledakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan geometri peledakan konvensional (normal) dan juga geometri peledakan yang menerapkan bottom air deck sepanjang 1 meter pada dasar lubang ledak, memberikan hasil nilai getaran tanah (peak particle velocity/ PPV) yang berbeda. Operasi peledakan menggunakan bottom air deck terbukti berhasil dalam mereduksi nilai PPV longitudinal secara signifikan di atas  pada tiga kali uji coba. Hal ini juga membuktikan bahwa keberadaan ruang udara kosong di dasar lubang ledak berfungsi efektif sebagai peredam dinamis yang mampu mengurangi rambatan gelombang seismik horizontal menuju area pemukiman warga.
Pengembangan Webgis Untuk Inventarisasi Dan Pemetaan Tanah Aset Pemerintah Daerah Di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon Arief Budiman; Moh. Abdul Basyid
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah aset pemerintah daerah merupakan bagian dari Barang Milik Daerah yang perlu dikelola secara tertib, terintegrasi, dan mudah dipantau. Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon memiliki tanah aset dengan karakteristik spasial dan atribut yang beragam, namun penyajian data yang belum terintegrasi dapat menyulitkan proses inventarisasi, pemetaan, dan pemantauan aset. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan data spasial dan atribut, merancang struktur basis data spasial, mengembangkan WebGIS inventarisasi tanah aset, serta menguji fungsi sistem yang dibangun. Data yang digunakan meliputi data aset tanah pemerintah daerah, data bidang tanah, batas administrasi, atribut aset, dan peta dasar daring. Tahapan penelitian mencakup seleksi data, pemeriksaan atribut, pengolahan geometri bidang tanah, integrasi data spasial dan atribut, konversi ke format GeoJSON, pengembangan sistem menggunakan HTML, CSS, JavaScript, dan Leaflet, serta pengujian black box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WebGIS mampu menampilkan sebaran bidang tanah aset secara interaktif melalui peta digital, popup atribut, pencarian aset, filter status pengukuran, dashboard, laporan data, serta unduh data dalam format CSV dan PDF. Seluruh fungsi utama berjalan sesuai skenario pengujian. WebGIS ini dapat digunakan sebagai media pendukung inventarisasi dan pemetaan tanah aset oleh BKAD Kabupaten Cirebon.
Analysis of Technical Operational Failures Risk in TPS 3R Using Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) Faqih Mustafiq; I Made Wahyu Widyarsana
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste management in Indonesia continues to face operational challenges due to the predominance of the collect–transport–dispose approach, which limits waste reduction efforts at the source. This study aims to identify and prioritize technical operational failure risks in community-based waste management facilities (TPS 3R) located at TPS 3R Mutiara Bogor Raya, TPS 3R Ciparigi 2, and TPS 3R Jalan Jawa, Bogor City, Indonesia. Data were collected through field observations, semi-structured interviews with facility managers, and community questionnaires regarding waste storage and source segregation practices. Risk assessment was conducted using the Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) method by evaluating Severity, Occurrence, and Detection parameters to obtain Risk Priority Number (RPN) values. The results indicate that operational failure risks are primarily associated with managerial capacity, waste storage and segregation systems, collection operations, and waste processing activities. The highest priority risks include failure of operational management systems (RPN 64) and unreliable waste processing chains (RPN 60) at TPS 3R Mutiara Bogor Raya, inadequate collection route planning (RPN 48) at TPS 3R Ciparigi 2, and unequal fleet distribution (RPN 48) at TPS 3R Jalan Jawa. Overall, low source segregation participation and operational system limitations were identified as dominant factors influencing TPS 3R performance. Strengthening management systems, operational planning, and community participation is therefore essential to improve facility sustainability.