cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,296 Documents
Implementasi Lean Warehousing dengan Metode Value Stream Mapping Pada Proses Outbound di Gudang E PT BGR Logistik Indonesia Kantor Wilayah DKI Jakarta Zacha Lavinia Balqis Syah; Riandhita Eri Werdani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sektor logistik menuntut perusahaan untuk meningkatkan kelancaran operasional pergudangan guna mendukung distribusi barang kepada pelanggan. PT BGR Logistik Indonesia Kantor Wilayah DKI Jakarta sebagai penyedia jasa Third Party Logistics (3PL) menghadapi kendala pada proses outbound di Gudang E yang ditunjukkan oleh total waktu aktual sebesar 51,5 menit, melebihi estimasi waktu standar sebesar 40 menit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual proses outbound, mengidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi, serta merumuskan usulan perbaikan menggunakan pendekatan Lean Warehousing. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan tiga informan, dan dokumentasi perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Cycle Efficiency (PCE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis waste, yaitu waste motion, waste waiting, dan waste overprocessing dengan nilai PCE current state sebesar 57,3%. Penyusunan future state VSM menghasilkan peningkatan nilai PCE menjadi 70,2% melalui penyederhanaan proses dari 14 tahapan (51,5 menit) menjadi 12 tahapan (42 menit), sehingga terjadi penghematan waktu sebesar 9,5 menit. Penelitian menghasilkan enam usulan perbaikan yang berfokus pada pengurangan pemborosan untuk mendukung kelancaran operasional outbound secara berkelanjutan.
Sintesis dan Karakterisasi Biochar Berbahan Limbah Yeast Mud Yoga Ramadha; Joanna Adorenee; Ketut Sumada
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yeast mud merupakan limbah padat hasil samping industri fermentasi bioetanol yang dihasilkan dalam jumlah besar, memiliki kandungan air tinggi, dan kaya akan bahan organik sehingga berpotensi diolah menjadi biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu karbonisasi terhadap yield dan kualitas biochar dari limbah yeast mud bioetanol. Yeast mud dikeringkan pada suhu 100°C selama 8 jam, kemudian dikarbonisasi di dalam furnace pada suhu 200, 300, 400, 500, dan 600°C dengan waktu tinggal 1; 1,5; 2; 2,5; dan 3 jam. Biochar yang dihasilkan dikarakterisasi melalui pengukuran yield, uji kadar abu, analisis komposisi kimia menggunakan SEM-EDX, serta analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biochar menurun dari 90,86% (200°C, 1 jam) menjadi 20,46% (600°C, 3 jam), sedangkan kadar abu meningkat dari 45,5% menjadi 75,22% seiring kenaikan suhu. Kandungan karbon menurun dari 14,25% menjadi 2,07%, sementara unsur mineral (Ca, S, K, P) semakin terkonsentrasi akibat volatilitas bahan organik. Analisis FTIR menunjukkan hilangnya gugus O-H dan C-H alifatik serta terbentuknya struktur karbon aromatik terkondensasi pada suhu tinggi, dan hasil SEM memperlihatkan peningkatan pembentukan pori. Biochar hasil karbonisasi pada suhu 200°C menunjukkan kualitas terbaik sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai pembenah tanah.
Sintesis Bioadsorben Kristal Violet Berbasis Selulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aktivasi Menggunakan Pemanasan Microwave Hilmi Rafif Ardya; Sandy Aulia Treeana; Sintha Soraya Santi; Renova Panjaitan
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bioadsorben berbasis selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) melalui aktivasi menggunakan pemanasan microwave untuk aplikasi adsorpsi zat warna kristal violet. TKKS dipilih karena memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi serta pemanfaatannya yang masih terbatas, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi material karbon aktif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Tahapan penelitian meliputi delignifikasi menggunakan larutan NaOH 12%, karbonisasi pada suhu 500°C selama 2 jam, serta aktivasi microwave dengan variasi daya 400–800 watt dan waktu 4–16 menit. Karbon aktif yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi melalui uji kadar air, kadar abu, efisiensi adsorpsi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta analisis morfologi permukaan menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses delignifikasi mampu meningkatkan kadar selulosa dari 37,12% menjadi 40,53% serta menurunkan kadar lignin dari 23,41% menjadi 2,55%, sehingga meningkatkan potensi TKKS sebagai bahan baku bioadsorben. Peningkatan daya dan waktu aktivasi microwave menurunkan kadar air hingga nilai terendah 4,56%, sementara kadar abu meningkat seiring bertambahnya intensitas pemanasan akibat pembentukan residu mineral. Seluruh sampel tetap memenuhi standar mutu SNI 06-3730-1995. Efisiensi adsorpsi kristal violet meningkat seiring kenaikan daya aktivasi dan mencapai kondisi optimum pada 600 watt selama 10 menit, namun mengalami penurunan pada kondisi daya yang lebih tinggi akibat kemungkinan kerusakan struktur pori karbon aktif.
Siklus Oxic-Anoxic Pada Moving Bed Biofilm Reactor Dengan Penambahan Zeolit Untuk Penyisihan Amonia dan Nitrat Pada Limbah Tinja Raden Reonald Adhi Wibowo; Rizka Novembrianto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan limbah tinja secara biologis murni rentan terhadap fluktuasi beban amonia yang dapat menyebabkan toksisitas dan menurunkan kinerja nitrifikasi secara tiba-tiba. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi dosis zeolit sebagai penyangga terhadap fluktuasi beban amonia, serta siklus aerasi oxic-anoxic untuk mendorong konversi amonia secara tuntas menjadi gas nitrogen (N₂), terhadap efisiensi penyisihan amonia dan nitrat menggunakan reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) intermiten. Penelitian dilakukan menggunakan enam reaktor dengan kombinasi tiga dosis zeolit (0, 25, dan 50 g/L) dan dua siklus aerasi (3:3:3:3 jam dan 4:2:4:2 jam) terhadap limbah tinja dengan konsentrasi amonia awal 124,8 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan amonia berkisar antara 60,5% hingga 81,1%, dengan kombinasi dosis zeolit 50 g/L dan siklus 4:2:4:2 jam menghasilkan efisiensi tertinggi. Analisis General Linear Model (GLM) menunjukkan bahwa dosis zeolit, siklus aerasi, dan fase operasional berpengaruh signifikan terhadap penyisihan amonia (R-sq = 99,75%) maupun nitrat (R-sq = 98,11%). Penelitian ini membuktikan bahwa zeolit teraktivasi mampu meredam fluktuasi beban amonia, sementara siklus oxic-anoxic mendorong konversi amonia menjadi gas nitrogen secara lebih tuntas dibanding sistem nitrifikasi tanpa fase anoxic.
Efektivitas MBBR dan Disinfeksi Fotokatalitik ZnO terhadap Kekeruhan, COD, dan Fecal Coliform Terhadap Limbah IPLT Adithya Satria Pratama; Rizka Novembrianto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik dari Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) masih berpotensi mengandung beban organik dan mikrobiologi yang perlu diolah lebih lanjut sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kombinasi reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dan Photocatalytic Disinfection berbasis ZnO dalam menurunkan parameter kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Fecal Coliform pada air limbah IPLT Keputih Surabaya. Reaktor MBBR dioperasikan menggunakan media Kaldnes K3 dengan variasi isian media 20% dan 40%, serta waktu tinggal 12, 24, dan 36 jam. Tahap polishing dilakukan menggunakan reaktor Photocatalytic Disinfection dengan variasi dosis ZnO sebesar 0; 0,5; 1; dan 1,5 g/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu tinggal dan volume media Kaldnes berpengaruh terhadap penurunan kadar COD. Kondisi terbaik pada proses MBBR diperoleh pada waktu tinggal 36 jam dengan media Kaldnes 40%, yang menghasilkan kadar COD sebesar 176 mg/L dengan efisiensi penyisihan 77%. Nilai kekeruhan setelah proses koagulasi-flokulasi-sedimentasi berada pada rentang 0,58–0,70 NTU. Pada proses Photocatalytic Disinfection, dosis ZnO optimum diperoleh pada 1 g/L, yang mampu menurunkan Fecal Coliform hingga <17–<18 MPN/100 mL. Penambahan ZnO hingga 1,5 g/L tidak memberikan peningkatan penyisihan yang signifikan. Secara keseluruhan, kombinasi MBBR dan Photocatalytic Disinfection berbasis ZnO efektif digunakan sebagai sistem pengolahan lanjutan air limbah domestik.
A Review on The Enhancement of Biogas Production Through Pre-Treatment of Domestic Wastewater Sludge for Methane Gas Utilization Almalita Mardiah; Nopa Dwi Maulidiany
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anaerobic Digestion (AD) is a prevalent and cost-effective method for managing domestic wastewater sludge, often accounting for 20–60% of plant operational costs. This process supports the circular economy by converting organic matter in Waste Activated Sludge (WAS) into renewable biogas. However, WAS is notoriously resistant to degradation due to complex compounds, such as lignocellulose and Extracellular Polymeric Substances (EPS), which severely impede hydrolysis. Therefore, pre-treatment is essential to modify the sludge structure, solubilise organics, accelerate hydrolysis, and enhance methane production. This systematic literature review, conducted according to the PRISMA Checklist 2020, analyses the effectiveness of various pre-treatment methods (mechanical, chemical, physico-chemical, biological, and combined) on domestic sludge. The review found that methane production enhancement varied widely, from 0% to an exceptional 524%, depending on the method and operational parameters. Significantly, combined techniques, such as High-Pressure Homogenisation (HPH) paired with Free Nitrous Acid (FNA), achieved the highest reported increase in methane yield, reaching 524%.
Failure Mode and Effects Analysis pada Rubber Tyred Gantry Crane: Evaluasi RPN untuk Perawatan Preventif Asri Dwi Puspita; Cahya Ardie Firmansyah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crane Rubber Tyred Gantry (RTG) merupakan peralatan utama di lapangan penumpukan peti kemas yang berfungsi untuk menumpuk peti kemas secara vertikal. Seiring dengan meningkatnya aktivitas pelabuhan, teknologi RTG terus berkembang, termasuk penerapan spreader tipe twin-lift yang memungkinkan pengangkatan dua peti kemas ukuran 20 kaki secara bersamaan, serta penggunaan sistem elektrik penuh untuk menggantikan mekanisme hidrolik konvensional. Penelitian ini menerapkan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi potensi kegagalan komponen beserta dampaknya terhadap sistem. Studi kasus dilakukan di Terminal Peti Kemas Surabaya, Jawa Timur, yang memegang peranan vital sebagai titik temu antara lalu lintas darat dan laut demi menjamin distribusi kargo yang efisien. Hasil penilaian Risk Priority Number (RPN) menunjukkan bahwa sistem HSTSYT memiliki tingkat risiko tertinggi (720), diikuti oleh GTRSYT (488), SPDSYT (320), ENGSYT (280), dan TRLSYT (180). Temuan ini menunjukkan komponen kritis yang dapat mengganggu operasional jika tidak ditangani segera. Pemeliharaan preventif, inspeksi berkala, dan teknologi pemantauan diperlukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal kegagalan. Secara keseluruhan, evaluasi RPN memberikan dasar yang jelas dalam menentukan prioritas strategi pemeliharaan. Penerapannya mendukung kelangsungan operasional, mengurangi waktu henti (downtime), serta meningkatkan efektivitas logistik di terminal peti kemas, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap produktivitas dan keberlanjutan operasional.
Analisis Kualitas dan Kuantitas Air Limpasan Tambang Bijih Nikel sebagai Dasar Penentuan Unit Pengolahan di PT X Kabupaten Morowali Ferly Maha Reni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penambangan bijih nikel dengan sistem tambang terbuka di Kabupaten Morowali menghasilkan limpasan permukaan akibat alih fungsi lahan, sehingga berpotensi meningkatkan beban sedimen dan logam berat yang dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas air limpasan sebagai dasar penentuan unit pengolahan yang tepat agar memenuhi baku mutu lingkungan. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk estimasi debit limpasan dengan metode rasional berdasarkan data curah hujan maksimum 15 tahun, delineasi daerah tangkapan menggunakan DEM melalui ArcGIS, serta analisis kualitas air melalui uji laboratorium parameter pH, TSS, dan logam berat (Cu, Cd, Zn, Pb, Ni, Cr total, dan Cr(VI)) mengacu pada standar SNI dan APHA. Hasil penelitian menunjukkan debit limpasan rencana sebesar 23,96 m³/detik dengan luas catchment area 2,501 km². Parameter TSS, Cr total, dan Cr(VI) melebihi baku mutu, sedangkan parameter logam lainnya masih memenuhi ketentuan. Tingginya TSS dipengaruhi oleh erosi lahan terbuka, sementara keberadaan Cr (VI) disebabkan oleh oksidasi Cr (III) pada material laterit dalam kondisi tropis. Berdasarkan evaluasi teknis, unit koagulasi–flokulasi menggunakan FeSO₄ dipilih karena efektif menurunkan TSS dan Cr serta sesuai untuk kondisi debit tinggi dan fluktuatif.
Analysis Business Process of Package Delivery Services Using a Business Process Reengineering Approach at ABC Company Yekti Condro Winursito; Isna Nugraha; Lanang Adnanta Irasyddin; Bryan Reinaldo
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to this fast growth in the logistics industry, the demand for high-speed and reliable delivery services is increasing. This paper is based on a qualitative case study in which the current delivery process at ABC Company is studied, and recommendations are provided for process improvement. Data were collected through observations, interviews, Value Stream Mapping (VSM), VOC, Voice of Business (VOB), and PICK Chart analysis. Based on the analysis, the eight types of waste and the Process Cycle Efficiency (PCE) of 25% were found, which refers to many non-value-adding activities. The most prominent problems were delay in delivery, damaged packages, wrong destination, incomplete address, and poor shipment verification. After improvement, the process was reduced from eight stages to four, and the lead time was decreased from 64 hours to 37 hours. Thus, it increased logistics process efficiency by approximately 42%. Value Stream Mapping has been instrumental in supporting process improvement, courier performance enhancement, and customer satisfaction.
Kinerja Kolom Adsorpsi Menggunakan Karbon Sekam Padi pada Variasi Luas Permukaan Kolom dan Debit Aliran Dalam Penyisihan Fe dan Mn M Yureico Soobirumbassa; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air yang melebihi baku mutu memerlukan pengolahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi luas permukaan kolom dan debit air terhadap efektivitas penyisihan Fe dan Mn menggunakan karbon sekam padi pada sistem adsorpsi kolom kontinu serta mengevaluasi karakteristik adsorpsi berdasarkan model Thomas. Penelitian dilakukan menggunakan variasi luas permukaan kolom sebesar 100 cm2,  132,25 cm2, 196 cm² dan 400 cm2 serta debit air sebesar 0,2 l/menit; 0,5 l/menit; dan 1 l/menit. Parameter yang dianalisis meliputi persen removal, kurva breakthrough, konstanta Thomas (Kth), dan kapasitas adsorpsi teoritis (q0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon sekam padi efektif menyisihkan Fe dan Mn. Persen removal tertinggi Fe dan Mn masing-masing sebesar 95,67% dan 97,50%, diperoleh pada luas permukaan kolom 100 cm² dan debit air 0,2 L/menit. Peningkatan luas permukaan kolom dengan massa adsorben tetap serta peningkatan debit air menyebabkan penurunan persen removal dan mempercepat terjadinya breakthrough. Analisis model Thomas menunjukkan bahwa nilai Kth dan q0 dipengaruhi oleh kondisi operasi kolom. Variasi luas permukaan kolom 100 cm² dan debit air 0,2 L/menit memberikan kinerja adsorpsi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon sekam padi berpotensi dimanfaatkan sebagai adsorben alternatif untuk penyisihan Fe dan Mn pada sistem adsorpsi kolom kontinu.