cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Preparasi Polimer Hibrid dengan Metode Sol-Gel dan Penerapannya untuk Komponen Mikro-Optik Pina Pitriana; Rahmat Hidayat
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4539

Abstract

Polimer hibrid merupakan gabungan antara polimer organik dan anorganik. Penggabungan tersebut diharapkan akan menghasilkan sifat unggul dari bahan organik dan anorganik yang dapat dimanfaatkan untuk aplikasi. Polimer hibrid dapat digunakan untuk membuat pola dalam aplikasi mikro optik seperti pandu gelombang. Dalam penelitian ini dibuat variasi film tipis polimer hibrid dengan variasi konsentrasi berat fotoinisiator dan termoinisiator, selain itu dibuat pola pandu gelombang dengan proses fotopolimerisasi. Pembuatan polimer hibrid dilakukan dengan metode sol-gel dan fotopolimerisasi. Proses sol-gel menghasilkan rantai polimer anorganik, sedangkan proses fotopolimerisasi menghasilkan rantai polimer organik. Setelah proses fotopolimerisasi, rantai organik dan anorganik akan berikatan silang (cross-linking). Spektrum reflektansi dari film tipis polimer hibrid sebelum, sesudah fotopolimerisasi dan setelah post-bake terdapat perbedaan fasa gelombang yang menunjukkan perbedaan ketebalan film. Sampel dengan variasi konsentrasi berat Irgacure 819 sebesar 0,3%wt dan 2%wt mengalami penyusutan volume film masing-masing 2,44% dan 4,93%. Sampel dengan penambahan variasi konsentrasi berat Dicumyl peroxide sebesar 1%wt dan 10%wt mengalami penyusutan volume film masing-masing 8,34% dan 5,83%. Pola pandu gelombang dihasilkan dengan proses fotopolimerisasi yang diikuti dengan proses etching, menghasilkan pandu gelombang dengan bentuk struktur kanal persegi yang baik dan tidak terputus-putus. Hal tersebut mengindikasikan proses polimerisasi rantai organik telah berjalan dengan baik dan dapat bertahan setelah dilakukan etching.
Prototipe Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan Berbasis Parameter Cuaca Hapsoro Agung Nugroho; Chinthya Margaretta S
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9375

Abstract

Sistem peringatan dini kebakaran hutan memiliki peranan penting untuk mengendalikan secara dini kerusakan hutan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mempunyai tugas pokok, salah satunya yaitu memberikan peringatan dini kebakaran hutan menggunakan metode Fire Danger Rating System (FDRS) dimana data parameter cuaca sebagai masukan, masih terbatas pada lokasi tertentu. Penelitian ini merancang dan membangun prototipe yang menghasilkan skala Fine Fuel Moisture Code (FFMC) sebagai tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di suatu lokasi. Perancangan prototipe ini menggunakan mikrokontroler ATMega328, sensor suhu dan kelembaban udara DHT22, penakar hujan jenis tipping bucket, sensor arah dan kecepatan angin JL_FS2, dan micro SD Card sebagai penyimpan data. Hasil kalibrasi sensor menunjukkan adanya selisih nilai sensor yang telah memenuhi nilai toleransi dari World Meteorological Organization (WMO). Pengujian setiap sensor menghasilkan nilai standar deviasi kurang dari 2.5 dengan rata- rata selisih pada sensor suhu +0.5oC, kelembaban relatif +6%, dan kecepatan angin +2 m/s. Setiap data yang diolah dapat ditampilkan dan disimpan secara otomatis oleh sistem. Sistem menampilkan secara realtime dan memberikan informasi peringatan dini kebakaran hutan. Kata Kunci   :  Kebakaran Hutan; FDRS; FFMC; Tipping BucketForest fire early warning system has an important role for the control of early damage to the forest. Indonesia Agency of Meteorology Climatology and Geophysics had a duty, one that is giving early warning forest fires using the method of Fire Danger Rating System (FDRS) where weather data as the input parameters, are still limited on site certain. The study design and build a prototype that generates scale Fine Fuel Moisture Code (FFMC) as the level of ease the onset of fire in any given location. This prototype design using the ATMega328 microcontroller, sensor temperature and humidity DHT22, tipping bucket type of rain gauge, direction and wind speed sensor JL_FS2, and micro SD Card as the data storage. The results showed a difference in sensor calibration value of sensor meets the tolerance values of the World Meteorological Organization (WMO). Test each sensor shows a value less than 2.5 standard deviation by the average difference in temperature sensors + 0.5 oC, + 6% relative humidity, and wind speed + 2 m/s. Data can be displayed and stored automatically by the system. The system displays in realtime and provide early warning information forest fires.           Keywords  :  Forest Fire; FDRS; FFMC; Tipping Bucket
SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER KUANTUM DARI DENSITAS MUATAN PLASMA UNTUK SISTEM SEDERHANA Albert Zicko Johannes
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.11083

Abstract

Pemodelan ab-initio Dinamika Molekuler Kuantum dari densitas muantan plasma telah telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah Dinamika Molekuler Car-Parrinello, dimana metode ini dapat mensimulasikan pergerakan dinamis dari elektron dan ion pada suatu temperatur rata-rata. Penelitian ini bertujuan  mensimulasikan perubahan densitas muatan dari kluster atom Hidrogen dan atom Oksigen (10 atom) pada temperatur 1300 K. Hasil menunjukkan densitas muatan setelah perubahan waktu 0.120 ps untuk setiap kluster mengalami perubahan bandwidth distribusi densitas. Untuk kluster H sebesar 0.021 bohr-3, kluster H-O (50% H - 50% O) sebesar 0.069 bohr-3 dan kluster O sebesar -0.241 bohr-3. Perubahan ini menunjukkan sebaran densitas dipengaruhi oleh jenis ion plasma.Kata Kunci   :  Dinamika Molekuler Kuantum, Plasma, Densitas muatan, Dinamika Molekul Car-Parrinello.The ab-initio Quantum Molecular Dynamics modeling of plasma charge density is performed. The Method used in this research is Car-Parrinello Molecular Dynamics, which is can simulate the dynamics of electrons and ions at some average temperature. This research purpose is to simulate the change in charge density of Hidrogen and Oxygen atom cluster  (10 atoms) at the average temperature 1300 K. The results show the charge density after time difference 0.120 ps for each clusters experience change in bandwidth. For H cluster is 0.021 bohr-3, H-O cluster (50% H - 50% O)  is 0.069 bohr-3 and O cluster is -0.241 bohr-3. This change shows that the density distribution is influenced by the types of plasma ions.Keywords  :  Quantum Molecular Dynamics, Plasma, Charge Density, Car-    Parrinello Molecular Dynamics.
Metode Transformasi Pseudogravity Pada Anomali Magnet Untuk Delineasi Cekungan di Perairan Misool Riska Diah Nopiyanty; Andi Suhandi; Y. Firdaus
Wahana Fisika Vol 6, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i1.19439

Abstract

ABSTRAKEksplorasi bawah laut sudah mulai banyak dilakukan di Indonesia untuk mencari cadangan energi. Cadangan energi tersebut banyak berada di daerah cekungan.Wilayah Perairan Misool terdapat kondisi tektonik yang kompleks serta terletak dekat dengan cekungan Salawati yang saat ini sudah menjadi tempat eksplorasi bawah laut sebagai sumber minyak dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan delineasi cekungan menggunakan metode transformasi pseudogravity pada data magnet di perairan Misool. Pengambilan data magnet dilakukan sebanyak 54 lintasan. Data yang dihasilkan kemudian dikoreksi dengan koreksi variasi harian dan koreksi IGRF. Data yang telah dikoreksi kemudian diolah menggunakan filter transformasi pseudogravity. Hasil transformasi pseudogravity kemudian dibuat model penampang 2D untuk mengetahui kedalaman cekungan. Berdasarkan hasil delineasi cekungan ditemukan 3 subcekungan yang terletak di sebelah utara wilayah penelitian dengan kedalaman 23 km. Sub cekungan tersebut dapat menjadi salah satu reservoir cadangan energi. Kata Kunci : Magnet; pseudogravity; pemodelan 2D; cekungan; perairan Misool. Underwater exploration has begun to be done in Indonesia to look for energy reserves. The energy reserves are mostly located in the basin area. The Misool waters area has complex tectonic conditions and is located close to the Salawati basin, which is an underwater exploration site as a source of oil and gas. This study aims to interpret basin delineation using the pseudogravity transformation method on magnetic data in Misool waters. Retrieval of magnetic data is carried out as many as 54 lines. The resulting data is then corrected by correction of daily variations and correction of IGRF. The corrected data is then processed using a pseudogravity transformation filter. The result of the pseudogravity transformation is then made a 2D cross-sectional model to determine the depth of the basin. Based on the delineation results of the basin found 3 sub-basins located in the north of the study area with a depth of 23 km. The sub basin can be one of the reservoirs of energy reserves. Keywords: Magnetism; pseudogravity; 2D modeling; basin; Misool waters.
Variasi Entropi Permutasi Hasil Pemantauan Aktivitas Seismik Gunung Raung di Jawa Timur Periode Januari 2015 Qori Fajar Hermawan; Sukir Maryanto; Hendra Gunawan
Wahana Fisika Vol 8, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i2.61468

Abstract

Entropi permutasi adalah metode statistika yang dapat menentukan tingkat kompleksitasi data time-series. Metode ini dapat digunakan pada data hasil perekaman seismometer di gunung api, termasuk Gunung Raung. Gunung Raung yang menunjukkan aktivitasnya pada Januari 2015 dapat dihitung nilai entropi permutasinya. Variasi entropi permutasi menunjukkan bahwa stasiun RAUN, MLLR, dan POSR memiliki tingkat kompleksitas yang rendah ketika terjadi aktivitas letusan. Variasi entropi permutasi di stasiun KBUR pada saat terjadi letusan tidak menunjukkan penurunan tingkat kompleksitas, karena adanya tremor yang mendominasi. Penurunan nilai entropi permutasi karena adanya aktivitas tremor dapat digunakan sebagai early warning system. Namun, hal ini butuh penelitian lebih lanjut.
Pemetaan Lapisan Akuifer Formasi Makats Daerah Tanah Hitam Distrik Abepura Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Virman Virman; Bagus Endar B. Nurhandoko
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4534

Abstract

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat besar nilainya bagi semua mahluk hidup. Bagi kehidupan manusia, air merupakan salah satu kebutuhan dasar seperti minum, masak, mandi, mencuci, air juga dibutuhkan dalam proses industri. Pada umumnya pemenuhan kebutuhan air dilakukan dengan pemanfaatan air tanah. Air tanah lebih terlindung dari polusi atau pencemaran dan penyebarannya tidak merata di bawah permukaan. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memetakan lapisan akuifer di Daerah Tanah Hitam Distrik Abepura. Daerah penelitian  memiliki topografi yang tidak datar dan secara geologi termasuk dalam formasi Makats. Formasi tersebut tersusun oleh batulanau dan batulempung, sisipan napal dan konglomerat. Bagian bawah dari formasi ini jenis batuannya berupa tuf dan breksi gunungapi.  Kegiatan penelitian bertujuan untuk memetakan sebaran akuifer menggunkan metode geolistrik tahanan jenis, konfigurasi Schlumberger. Berdasakan hasil pengukuran dan intepretasi data geolistrik maka di Daerah Tanah Hitam Distrik Abepura lapisan akuifer berada pada kedalaman antara  40 hingga 60 m.  Hal ini didasarkan pada munculnya nilai tahanan jenis antara 4.34 ohm hingga 30.1 ohm m, akuifer yang berkembang berupa litologi pasir tufaan
Identifikasi Potensi Pergerakan Tanah Pada Lereng Yang Dipicu Gempabumi Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor Urip Nurwijayanto Prabowo; Ayu Fitri Amalia; Ferdinandus Edwin Wiranata
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.8550

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kondisi lapisan sedimen permukaan yang lunak, adanya getaran dan kodisi topografi (kemiringan lereng). Pada penelitian ini potensi gerakan tanah pada lerang yang dipicu gempabumi diidentifikasikan menggunakan pendekatan nilai ground shear strain dan pergerakan partikel yang diperoleh dari hasil analisis mikrotremor. Lokasi penelitian berada di Samigaluh, Kulon Progo yang merupakan daerah yang memiliki kerawanan tinggi mengalami tanah longsor. Data pengukuran mikrotremor sebanyak 15 titik diolah menggunakan software Geopsy.  Hasil nilai ground shear strain bernilai antara 0,00045 – 0,00167 sehingga daerah penelitian rawan mengalami tanah longsor dengan potensi pergerakan tanah pada arah timur laut-barat daya.
CEPAT RAMBAT BUNYI DI UDARA PADA VARIASI SUHU DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR SUARA BERBANTUAN LOGGER PRO DAN AUDACITYA Nur Ikhwan; Yudhiakto Pramudya
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.11078

Abstract

Pada pokok bahasan bunyi khususnya dalam eksperimen cepat rambat bunyi, umumnya yang digunakan pada suhu 25°C yang telah diteapkan. Ada berbagai macam suhu yang bisa digunakan untuk dicari cepat rambat bunyi yang tentunya berbeda dan bervariasi serta diharapkan lebih memudahkan mahasiswa dalam memahami pokok bahasan tesebut. Telah dibuat alat eksperimen untuk menentukan cepat rambat bunyi di udara pada variasi suhu dengan memanfaatkan perangkat lunak Audacity dan Logger Pro. Metode yang digunakan adalah regresi linier.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cepat rambat bunyi di udara bergantung pada suhu. Hal ini ditunjukkan oleh kurva suhu terhadap cepat rambat bunyi dengan . Dengan  demikian maka diketahui bahwa semakin tinggi suhu maka semakin besar nilai cepat rambat bunyi.ABSTRACTThere is subject matter sounds particularly in experiments quickly creep, generally used at a temperature of 25 ° C that has been diteapkan. There is a wide range of temperatures that can be used to look for quick sound vines certainly different and varied and is expected to further facilitate students in understanding the subject matter are. Experimental tools have been created to determine quickly creep the sound in the air at the temperature variations by utilizing the software Audacity and Logger Pro. The method used is a linear regression.The results showed that the vines fast sound in the air depends on temperature. This is shown by the curve of temperature against fast sound with vines  Thus it is known that the higher temperature then the greater the value of the vines fast sound.Keywords  :  quickly creep, temperature variations, Logger Pro and Audacity
STRESS ON SPUR GEAR AND SIMULATION FOR MICRO HYBRID SYSTEMS BY ANSYS WORKBENCH Anisul Islam; Md. Mashrur Islam
Wahana Fisika Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i1.15174

Abstract

Spur gears are the most well-known kind of gears used in hybrid vehicle’s power transmission. They have straight teeth, and are mounted on parallel shafts. In some cases, many spur gears are utilized without a moment's delay to make huge rigging decreases. In this paper how stress creates on a spur equip under various conditions and conditions and reenactments of a rigging system (two spur gears) is assessed by Ansys workbench. For this static structural and dynamic analysis modeling is utilized. A couple of spurs equip tooth in real life is by and large subjected to two sorts of cyclic stress: contact stress and twisting stress including bowing fatigue. The two stresses may not accomplish their greatest esteems at a similar purpose of contact fatigue. These sorts of failure can be limited by analysis of the issue amid the outline organize and making appropriate tooth surface profile with legitimate assembling strategies.
Jarak Minimum Orbit dan Tumbukan Populasi Asteroid dekat-Bumi dengan Planet Bumi Annisa Nur'imani Fauziah; Judhistira Aria Utama; Ferry Mukharradi Simatupang
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.23562

Abstract

ABSTRAKAsteroid dekat-Bumi diketahui memiliki orbit yang kaotik akibat seringnya terjadi papasan dekat dengan planet-planet terestrial. Orbit yang kaotik dapat membuat populasi objek ini berakhir sebagai penumbuk matahari maupun planet-planet. Dalam penelitian ini digunakan 3372 sampel asteroid dekat-Bumi nyata dengan orbit yang dikenal baik (U=0). Evolusi orbit sampel dilakukan dengan memanfaatkan paket integrator Swift_RMVS4 menggunakan model Tata Surya yang terdiri atas Matahari dan kedelapan planet termasuk Bulan sebagai objek terpisah. Propagasi orbit di bawah pengaruh gravitasi dilakukan hingga kurun 2 ´ 106  tahun ke depan dengan langkah waktu komputasi 10-3 tahun (~9 jam). Hingga akhir komputasi diperoleh fluks masuk sampel populasi asteroid dekat-Bumi yang berakhir di zona pembuangan (menumbuk Matahari, terlempar keluar Tata Surya, dan menumbuk planet-planet) adalah sebesar 14 ± 2 asteroid per juta tahun untuk H18 (bersesuaian dengan diameter asteroid 0,67 km – 1,5 km). Berdasarkan informasi jarak minimum orbit (Minimum Orbit Intersection Distance – MOID) seluruh sampel dengan planet Bumi dengan perhitungan berdasarkan geometri, diperoleh nilai kebolehjadian tumbukan intrinsik (Pi) sebesar 1,099 ´ 10-15 per km2 per tahun per objek yang bersesuaian dengan kejadian satu tumbukan dengan planet Bumi setiap 10 juta tahun. Frekuensi tumbukan yang diperoleh ini lebih singkat daripada yang disimpulkan dari penelitian terdahulu. Penggunaan sampel yang lebih banyak dan dengan kualitas orbit yang lebih baik diduga kuat menjadi faktor penyebab perbedaan. Near-Earth Asteroids had been known for their chaotic orbits due to frequent close-encounter with Terrestrial planets. These chaotic orbits responsible to their final fate as planets impactor. Within this work, sample of as many as 3,372 real Near-Earth Asteroids with high quaity orbit (U=0) have been used. The Swift_RMVS4 integrator package accomodating the Solar System model consists of all planets and treated the Moon as a separated object was employed. Asteroids’ orbit computation was run for 2 ´ 106 years forward with 10-3years (~9 hours) timestep and only gravitational force was considered. By the end of computation we found the entrance flux from near-Earth region into sinks (collide the Sun or planets and ejected from the Solar System) as many as 14 ± 2 asteroids per million years for H18 (asteroid’s diameter 0.67 km – 1,5 km). Based on computed asteroid’s minimum orbit distance (Minimum Orbit Intersection Distance – MOID), the intrinsic collision probability (Pi) is 1.099 ´ 10-15 per km2 per year per asteroid which correspond to one impact on Earth every 107 years. This value is lower than previously predicted by other researchers. The use of larger sample with high quality orbits within our work are suspected as the causative difference.    Keywords : Near-Earth Asteroids; Fractional Decay Rate; Collision Rate; MOID.

Page 8 of 13 | Total Record : 122