cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Prakiraan Jumlah Curah Hujan Berdasarkan Data Parameter Cuaca Tahun 2011-2021 di Kota Pangkalpinang Tri Kusmita; Dhea Andesfa Saputri; Julia Ambarwati; Al-Fariq Ismail Syam; Akhmad Fadholi
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.68506

Abstract

Tropical weather prevails in the Pangkalpinang city region, complemented with a changeable rainy season that experiences monthly variations. This phenomena results in a considerable amount of precipitation in the city of Pangkalpinang, making the area known for its extreme rainfall. Using multiple linear regression approaches to anticipate monthly precipitation is the aim of this work. Rainfall (RR), air temperature (T), air humidity (RH), and air pressure are all part of the dataset that was collected over an 11-year period (2011–2021). The information was obtained from the meteorological station in Depati Amir Pangkalpinang. This study uses the multiple linear regression method. The rainfall forecast results are compared to the observed actual rainfall amounts. Based on air temperature and air humidity as predictors, the results show that the estimation of cumulative monthly precipitation in the Pangkalpinang city region for the year 2021 produced an average root mean square error (RSME) value of 112.6 mm/month. Furthermore, the T-test analysis produced a 0.9 result. With air temperature, humidity, and pressure as predictors, the total monthly rainfall for 2021 was predicted with an average root mean square error (RMSE) value of 107.9 mm/month. A T-test was also performed, and the result was 0.4. The results of this study show that the monthly rainfall forecast model for the city of Pangkalpinang that includes factors related to temperature, humidity, and pressure produces better results than the model that only includes these variables. November and December are the months with the greatest variations.
Identifikasi Tingkat Aktivitas Gunung Guntur Periode Oktober -November 2015 Berdasarkan Analisis Spektral Dan Sebaran Hiposenter - Episenter Gempa Vulkanik Ria Sulistiawan; Nanang Dwi Ardi; Hetty Triastuty
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4533

Abstract

Kompleks Gunung Guntur (G.Guntur) merupakan salah satu gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kompleks ini terdiri atas beberapa kerucut, salah satunya yaitu Gunung Masigit (2249m) yang merupakan kerucut tertinggi. Sampai pada tahun ini masih terekam aktivitas kegempaan dibawah G.Guntur, sehingga dilakukan pemantauan secara kontinyu di pos PGA untuk mengetahui aktivitas G.Guntur. Metode pemantauan seismik saat ini merupakan metode pemantauan yang dominan digunakan dalam pemantauan gunung api. Maka dari itu dilakukan penelitian terhadap kegempaan pada G.Guntur periode Oktober sampai November 2015, berdasarkan analisis spektral dan analisis sebaran hiposenter-episenter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe gempa, sebaran hiposenter-episenter dan tingkat aktivitas kegempaan G.Guntur. Sinyal gempa diperoleh dari 5 stasiun yaitu stasiun Citiis, Masigit, Sodong, Legokpulus, dan stasiun Kabuyutan. Melalui parameter hiposenter-episenter serta kandungan frekuensi dan jumlah event gempa yang digunakan dalam upaya memonitoring gunungapi untuk mengetahui aktivitas gunungapi. Analisis spektral didapatkan nilai frekuensi cut off dari gempa vulkanik untuk mengidentifikasi penyebab aktivitas gempa tersebut. Analisis hiposenter serta episenter  dilakukan untuk mengetahui tipe gempa dan juga sebaran hiposenter-episenternya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan  terhadap analisis tingkat  aktivitas kegempaan G.Guntur hasil yang diperoleh yaitu seismisitas kegempaan pada G.Guntur masih di dominasi oleh gempa Vulkanik Dangkal dan Vulkanik Dalam. Tingkat aktivitas G.Guntur yang teridentifikasi ditandai dengan terjadinya peningkatan jumlah event dibawah 4 kali dalam sehari yang diakibatkan oleh migrasi magma, dan  pendangkalan gempa vulkanik dari periode Oktober ke November, secara umum aktivitas  gempa vulkanik G.Guntur  ini tidak memicu perubahan signifikan dan tergolong  aktivitas yang normal. Sehingga untuk status level bahaya G.Guntur masih berada pada level 1 (normal).
Karakteristik Madden-Julian Oscillation (MJO) Ketika El-Nino Southern Oscillation (ENSO) Fadhlil Rizki Muhammad; Yudha Kristanto; Imam Wahyu Amanullah
Wahana Fisika Vol 2, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i2.9376

Abstract

Perkembangan peristiwa El-Nino Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan peran penting bagi Madden-Julian Oscillation (MJO). Variasi angin permukaan (UWND) dan konveksi (OLR) intramusiman yang merupakan komponen dari variabilitas MJO sangat berinteraksi dengan komponen ENSO dalam skala waktu dan ruang. Penelitian ini menggunakan Diagram Hovmueller untuk melihat perambatan konveksi, analisis spektral untuk melihat frekuensi MJO, analisis spektral bilangan gelombang-frekuensi untuk melihat perambatan dan bilangan gelombang zonal, serta analisis spektral silang untuk melihat koherensi serta fase dari konveksi dan angin zonal dengan band-pass filter 20-100 hari. Secara keseluruhan, hasil analisis spektral menunjukkan MJO memiliki frekuensi 30-60 harian. Hasil analisis diagram Hovmueller ketika peristiwa El-Nino lemah (tahun 2004-2005) menjelaskan bahwa ada perambatan konveksi ke timur tetapi hanya terjadi pada awal tahun sangat cepat atau tidak beraturan dan kemudian hilang. Konveksi menunjukkan bilangan gelombang zonal 1 ketika bulan Mei-Okt dan bilangan zonal 1-4 ketika bulan Nov-Apr. Spektrum silang menunjukkan angin zonal mendahului konveksi 1/8 putaran yang berarti ada hubungan fisis antara UWND dan OLR dengan koherensi 0.65 di bilangan zonal 1-2. Ketika peristiwa El-Nino sangat kuat (tahun 1997-1998), diagram Hovmueller menunjukkan tidak adanya perambatan konveksi dari Samudera Hindia ke Pasifik bagian barat. Anomali dan perambatan konveksi sangat kuat pada awal tahun 1997 ketika fase normal dan melemah pada bulan Juli hingga hilang sama sekali seiring meningkatnya El-Nino. konveksi menunjukkan bulan Nov-Apr memiliki nilai spektral yang lebih kuat daripada bulan Mei-Okt. Koherensi menjukkan nilai yang tinggi pada bilangan zonal 1-2 dengan range 0.35-0.65, begitupula angin zonal juga mendahului konveksi sebesar 1/8 putaran. Perubahan signifikan pada MJO terlihat pada perambatan konveksi yang menghilang ketika semakin kuatnya El-Nino. melemahnya MJO, dan frekuensi dari MJO yang menjadi lebih tinggi. Kata Kunci  :  band-pass filter; Diagram Hovmueller; konveksi; spektrum silang; angin zonal The development of ENSO (El-Nino Southern Oscillation) events hows an important role for MJO (Madden Julian Oscillation). Variation of intraseasonal zonal wind and convection (OLR) are important components of MJO variability which interact with ENSO components in space-time scale. Before processing, data are filtered with Lanczos bandpass filter 20-100 days. This research using Hovmueller diagram to see the propagation of convection and zonal wind, spectral analysis to see MJO frequency, wavenumber-frequency spectra to see  propagation of MJO and its zonal wavenumber, and cross-spectrum analysis to see coherence and phase lag between convection and zonal wind. Spectral analysis have shown that MJO have frequency of 30-60 days. During weak El-Nino event (1991-1992), Hovmueller diagram have  discovered that there is eastward propagation of convection in the early years but occurs very quickly or irregularly and than dissipated. Convection have zonal wavenumber of 1 when May-Oct and zonal wavenumber of 1-4 when Nov-Apr. Cross-spectrum shows that zonal wind leads convection by 1/8 cycle with coherence 0.65 in zonal wavenumber 1-2. Hovmueller diagram have shown that there are no eastward propagation from Indian Ocean to Western Pacific during strong El-Nino event (1997-1998). Convection and propagation were very strong in early 1997 then weakened in July to disappear altogether as El-Nino strenghtened. Wavenumber-frequency spectra have shown that Nov-Apr convection has weaker value than May-Oct convection. Cross-spectrum shows large coherence in zonal wavenumber 1-2 with range of 0.35-0.65 and zonal wind leads convection by 1/8 cycle. Significant changes in MJO are seen in the disappearance of propagation of convection, weakening of MJO, and higher observed frecuency of MJO as El-Nino activity strengthened. Keywords  : band-pass filter; Hovmueller diagram; convection; cross-spectrum; zonal wind
IDENTIFIKASI KEBERADAAN ORGANIC SHALE BERDASARKAN ANALISIS DATA MAGNETOTELLURIK PADA CEKUNGAN KUTAI Rainerius Rodriguez Sidharta; Yatini Yatini
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.11269

Abstract

Kebutuhan akan gas dan minyak bumi dunia terus meningkat seiring berjalannya waktu. Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia adalah meningkatkan eksplorasi dan produksi cadangan minyak dan gas bumi non-konvensional seperti shale oil dan shale gas. Metode Magnetotelurik (MT) digunakan dalam penelitian ini dikarenakan keterbatasan penetrasi kedalaman oleh Metode Seismik yang disebabkan oleh batugamping yang sangat tebal sebagai low velocity layer sehingga sulit bagi gelombang mekanik untuk menembus lapisan tersebut. Penelitian mencari bagaimana cara melakukan pengolahan dan interpretasi data MT menggunakan software SSMT2000, MTEditor dan WINGLINK pada daerah telitian untuk menghasilkan model organic shale yang baik. Proses pematangan thermal organic content yang terkandung dalam shale mulai terjadi pada kedalaman 2500 hingga 9500 dan persebarannya relatif kearah barat daya – timur laut. Pada kedalaman 10500 belum dapat diinterpretasikan sebagai organic shale dikarenakan proses crosspower hanya sampai dengan frekuensi 0,01 Hz.Kata Kunci: Organic shale, magnetotellutic, resistivitas.The world's gas and petroleum needs continue to increase over time. One of the Indonesian government's policies is to increase sales and non-conventional petroleum such as shale oil and shale gas. Magnetoteluric (MT) method used in this research is as the penetration limit of seismic measurement caused by such a low velocity layer. This research aims to find how to do the processing and interpretation of MT data using SSMT2000, MTEditor and WINGLINK software on the research area to produce a good organic shale model. The process of maturation of the thermal organic content contained in the shale begins to occur at depths of 2500 to 9500 and its distribution towards the relative southwest - northeast. At a depth of 10500 can not be interpreted as organic shale because the crosspower process is only up to a frequency of 0.01 Hz. Where the smaller the frequency is the greater the depth will be.Keywords :  Organic shale, magnetotelluric and resistivity.
KAJIAN TENTANG ENERGI SIMETRI, DAN PENGARUHNYA TERHADAP KERAK DALAM BINTANG NEUTRON Eko Tri Sulistyani; Yudisthira Iriana Putra
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15598

Abstract

Telah dilakukan kajian mengenai Energi Simetri dan pengaruhnya terhadap Bintang Neutron terutama bagian Kerak Dalam. Pada penelitian kali ini bagian kerak dalam Bintang Neutron dimodelkan menggunakan Model Tetes Cairan Termampatkan (CLDM), sebuah model sederhana bersifat semiklasik yang berfokus pada efek-efek makroskopis serta mampu menggambarkan inti dalam kondisi bertekanan tinggi. Rentang nilai Energi Simetri yang digunakan diperoleh menggunakan model MSL dan menunjukkan rentang nilai 25L115. Kemudian parameter energi simetri J dan L dimasukkan dalam model CLDM untuk memperoleh pengaruhnya terhadap komposisi Kerak Dalam Bintang Neutron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi parameter energi simetri J dan L memiliki pengaruh terhadap komposisi Kerak Dalam Bintang Neutron yaitu fraksi neutron bebas, fraksi volume berisi inti bermuatan, fraksi proton pada inti, serta ukuran sel WS. Diketahui pula bahwa fase transisi kerak-inti dipengaruhi oleh nila energi simetri.
Analisis Nilai Resistivitas Tanah Perkebunan Berdasarkan Variasi Kadar Air Gisela Adelita; Ardi Rizkia Ferahenki; Mimin Iryanti; Ahmad Aminudin
Wahana Fisika Vol 5, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i2.15052

Abstract

Nilai resistivitas pada setiap material tentu akan berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor seperti kadar air dan distribusi butiran tanah. Pada penelitian, sampel tanah diambil dari perkebunan kampung pasir biru, desa rancakole. Sampel dibuat suatu keadaan tanah homogen yang diletakan pada wadah. Nilai resistivitasnya bisa didapat menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi wenner. Penelitian ini menggunakan metode sieve analisis yang berguna untuk mengetahui distribusi butiran tanah. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada kondisi kadar air (0%), nilai resistivitas semakin kecil saat titik tengah pada konfigurasi wenner berada di 0,15 m yaitu sebear 97,68 Ohm.m. Hubungan antara permeabilitas dengan resistivitas dapat dijelaskan dengan menghubungkan hukum Darcy dan hukum Ohm yaitu konduktivitas hidraulik (permeabilitas) berbanding lurus dengan konduktivitas dan berbanding terbalik dengan resistivitas. Tanah pada penelitian ini setelah dianalisis terhadap distribusi butiran tanah didapatkan bahwa tanah termasuk lempung berpasir yang memiliki permeabilitas rendah (10-5-10-7).
Uji Paparan Radiasi Pada Ruangan Panoramik Dengan Menggunakan Surveymeter Di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Tangerang Desty Anggita Tunggadewi; Febria Anita; Fauzi Ahmad
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.34560

Abstract

Pengujian paparan radiasi pada ruang panoramik dengan menggunakan surveymeter di instalasi radiologi RSUD Kabupaten Tangerang.  Dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi harus diketahui demi keselamatan kerja. Pada penelitian ini juga  dianalisis efektivitas perisai radiasi pada ruang panoramik. Pengukuran dilakukan pada saat ekspose dengan pesawat panoramik menggunakan surveymeter. Pengukuran dosis paparan diambil di titik-titik yang telah ditentukan di dalam maupun diluar ruang panoramik juga dilakukan pengukuran laju dosis (Dx). Pengukuran efektivitas perisai di ambil pada sekeliling dinding ruangan panoramik, pintu masuk dan shielding. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi pada ruang panoramik sisi kiri 0,945 mSv/h, sisi kanan 3,363 mSv/h, sisi depan 0,439 mSv/h, sisi bagian dalam pintu 0,161 mSv/h, depan shielding 0,947 mSv/h,  belakang shielding 0,039 mSv/h. Hasil perhitungan paparan dosis radiasi di luar ruangan yaitu ruang BMD 0,012 mSv/h, ruang operator 0,02 mSv/h, ruang pendaftaran 0,032 mSv/h dan pintu luar 0,061 mSv/h. Uji paparan pada titik-titik yang telah dilakukan pada pengukuran laju dosis ( dengan jarak 1 meter dari tiap-tiap tembok dengan ketebalan tembok 20 cm mendapatkan hasil tembok I 9,03 x  mSv/h, tembok II 3,21 x mSv/h, tembok III 4,19 x   mSv/h, tembok IV 2,89 x shielding dengan tebal 5 cm : 0,061 mSv/h, pintu dengan tebal 4 cm : 0,029 mSv/h. Efektivitas perisai radiasi terdapat pada Ruang BMD (Bone Mineral Density) 98,73 %, ruang Operator 99,4 %, pendaftaran : 92,71 %, pintu bagian belakang : 90,06 %, atap beton : 99,20 %, belakang shielding :  95,88 %. Dari hasil uji yang telah dilakukan, ruangan panoramik aman untuk pekerja radiasi karena paparan radiasi yang diterima lebih kecil dari nilai batas aman menurut Perka Bapeten no 4 tahun 2013.
Studi Sifat Optik dari Hasil Sintesis Grafena Oksida dengan Metode Ultrasonik Fadhillah Umar; Feli Cianda Adrin Burhendi
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.49740

Abstract

Salah satu limbah yang paling banyak dihasilkan adalah limbah baja debu EAF yang merupakan akibat proses peleburan baja dengan menggunakan teknologi EAF yang didalamnya terkandung besi oksida sebagai kandungan utama yang dapat diolah menjadi grafit. Dalam perkembangannya, grafit yang memiliki kandungan karbon dapat disintesis dengan cara oksidasi yaitu penggabungan unsur oksigen dengan senyawa atau pelepasan elektron dari partikel senyawa tersebut. Grafit disintesis menjadi lembaran oksida grafit tunggal yang dikelupas (exfoliated) di dalam air hingga terbentuk oksida grafena. Kemudian, oksida grafena kembali direduksi konsentrasi oksigennya hingga habis sampai mendapatkan lapisan grafena yang diyakini dapat menjadi prekursor dalam pembuatan grafena. Metode yang digunakan yaitu modifikasi metode Hummers dengan memanfaatkan ultrasonic probe dalam proses sintesis. Material yang telah disintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Pengaruh Penambahan Rgo Pada Lafeo3 Yang Didoping Co Terhadap Energi Adsorpsi Molekul Etanol Menggunakan Density Functional Theory Untuk Sensor Gas Alta Ridho Anugrah; Andhy Setiawan; Yuyu Rachmat Tayubi; Ahmad Aminudin; Lilik Hasanah; Siti Kudnie Sahari; Endi Suhendi
Wahana Fisika Vol 8, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i2.62210

Abstract

LaFeO3 (LFO) material has been widely used as a gas sensor construction material. Although LFO has been widely applied to gas sensors, the selectivity and sensitivity as well as the working temperature of gas sensors are still not optimal. In this study, the LFO was Co-doped and coated with single layer rGO to analyze its sensitivity and selectivity based on adsorption energy using Density Functional Theory (DFT). Based on this research, it was found that the presence of Co doping and rGO coating could increase the adsorption energy on the LFO. The addition of the rGO layer to the LFO increased the adsorption energy by 23.58% from -2.38 eV for Co-doped LFO to -2.93 eV when rGO was added. This shows the potential of adding rGO layers to LFO materials for sensor materials.
Transformasi Pseudogravitasi Data Anomali Magnetik untuk Melokalisir Sumber Rembesan Minyak di Daerah Cipari Kebupaten Cilacap Sehah Sehah; Sukmaji Anom Raharjo; Pujo Priyadi
Wahana Fisika Vol 1, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i2.4535

Abstract

Transformasi pseudogravitasi terhadap data anomali magnetik telah dilakukan untuk melokalisir sumber rembesan minyak di Desa Cipari Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap. Daerah penelitian membentang pada posisi 108,757° – 108,776°BT dan 7,423° – 7,438°LS. Penerapan transformasi pseudogravitasi ini bertujuan untuk memperjelas lokasi target anomali bawah permukaan. Berdasarkan peta kontur pseudogravitasi dan informasi geologi daerah penelitian, maka dilakukan pemodelan terhadap data anomali magnetik lokal menggunakan Mag2DC for Windows. Berdasarkan hasil pemodelan diperoleh beberapa benda anomali bawah permukaan yang diinterpretasi sebagai batuan beku basaltik (c = 0,0051), perselingan pasir dan lempung dengan sisipan napal dari formasi Halang (c = 0,0014), breksi basaltik dari formasi Kumbang (c = 0,0035), perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan breksi dari formasi Halang (c = 0,0036), batulempung dari formasi Tapak (c = 0,0015), perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan napal dan breksi dari formasi Halang (c = 0,0030), serta perselingan batupasir dan batulempung dari formasi Halang (c = 0,0020). Fosil foraminifera plantonik sebagai sumber rembesan minyak diperkirakan berada di dalam batuan-batuan sedimen tersebut, dimana cairan minyak mengalir dari batuan-batuan tersebut menuju ke reservoir (source rock). Berdasarkan hasil interpretasi, reservoir terletak di atas batuan beku basaltik dengan posisi 108,762°BT dan 7,431°LS serta kedalaman 132,09 meter di bawah topografi.

Page 10 of 13 | Total Record : 122