cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Analisa Energi Dan Jari-jari Inti dari Fungsi Gelombang Inti Besi (Fe) Dengan Metode Skyme-Hartee-Fock Lasmita Sari; Zaky Yudha Rabbani; Melati Iftacharo
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.39329

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang berdasarkan studi literature dan eksperimen dengan menggunakan Metoda Skyrme-Hartree-Fock. Pada artikel ini dilakukan perhitungan nuclear ground state properties dari Fe dengan menggunakan metode Skyrme-Hartree-Fock (SHF) dengan parameter-parameter Skyrme yaitu Sly4, Skyrme M , , dan SIII. Dimana difokuskan untuk menghitung total energi dan nucleus radii dari besi. Dalam proses perhitungannya dibuat algoritma program HAFOMN dan Hartree-Fock untuk perhitungan atom yang dimodifikasi potensialnya dengan potensial skyrme pada MATLAB. Dari dua cara tersebut dibandingkan hasilnya untuk mencari yang mendekati dari nilai eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan HAFOMN parameter Skyrme M lah yang memberikan hasil yang paling mendekati nilai eksperimen, sedangkan pada perhitungan jari-jari nucleus yang paling mendekati adalah parameter Sly4. Sedangkan pada MATLAB hasil perhitungan memiliki nilai error yang sangat besar jika dibandingkan dengan hasil eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa program pada MATLAB masih harus diberikan modifikasi lain untuk dapat digunakan dalam kasus inti atom.
Struktur Bawah Permukaan Di Daerah Geothermal Menggunakan Seismik Refraksi Alda Sulistiani; Yohana Christy Sinaga; Muhammad Siaman; Arif Setiawan; Geri Budianto; Halauddin Halauddin; Budi Harlianto; Nanang Sugianto
Wahana Fisika Vol 8, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i1.53778

Abstract

Delineasi struktur dan lapisan penyusun batuan bawah permukaan lapangan geotermal dan hidrotermal telah dilakukan dengan menerapkan metode seismik refraksi (pengukuran waktu tempuh) untuk mendapatkan nilai dan profil kecepatan gelombang seismic fungsi kedalaman. Pengambilan data sebanyak 3 lintasan dengan panjang lintasan 46 meter. Data penelitian yang didapatkan diolah menggunakan software Seismager. Hasilnya berupa profil 2D penampang dengan 3 lapisan yang menunjukkan kecepatan gelombang setiap lapisan. Kecepatan gelombang sebesar 168 m/s hingga 469 m/s merupakan lapisan top soil yang diduga berupa lempung kerikil. Kecepatan gelombang sebesar 611 m/s hingga 1525 m/s merupakan lapisan alluvium. Kecepatan gelombang sebesar 696 m/s hingga 1867 m/s merupakan lempung, pasir dan kerikil tersaturasi, sedangkan untuk kecepatan gelombang sebesar -2430 m/s merupakan lempung pasiran tersaturasi.     
Analisis Pengolahan Citra Mri Otak Menggunakan Segmentasi Watershed Dengan Filter Sobel Dan Morphological Gradient Khoerun Nisa Syaja'ah; Yudha Satya Perkasa
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4520

Abstract

Pencitraan medis atau  medical imaging adalah  suatu cara untuk  mendapatkan informasi citra medis  tanpa   harus   menggunakan tindakan  operasi   atau   bedah.   Proses  diagnosis   dalam pencitraan medis akan memberikan informasi  terkait  bentuk,  lokasi, objek yang di teliti, atau disebut  dengan   ROI  (Region  of  Interest).  Pada   Penelitian   ini  dibuat   sebuah   rancangan metoda  segmentasi secara komputasi menggunakan teknik  watershed dengan  filter sobel dan morphological gradient untuk menganalisis daerah tumor dan mengurangi efek segmentasi berlebihan  yang  muncul  pada  teknik  watershed,  pada  citra  otak  dengan  tinjauan  tiga  slice hasil  citra  MRI  yang  berbeda  yaitu  axial,  koronal   dan  sagital.  Hasil  percobaan dari  dua metoda  kombinasi  teknik watershed makers dan morphological gradient menghasilkan segmentasi baik mengurangi  segmentasi yang berlebihan  serta hasil yang lebih tajam,  dengan hasil pengujian  kualitas  citra dengan  metoda  SNR  (Signal Noise to Ratio) untuk  setiap slice adalah  axial 5.73 dB, koronal  6.38 dB dan sagital 5.96 dB dengan waktu  rata-rata komputasi adalah  1.20 s dan kombinasi  segmentasi menggunakan filter sobel untuk  masing-masing  slice adalah  axial 5.68 dB, koronal  6.28 dB, dan sagital 5.27 dB dengan waktu rata-rata komputasi adalah1.80  s.
Pemodelan Lapisan Batuan Bawah Permukaan Kawasan Panas Bumi Menggunakan Metode Geomagnetik (Studi Kasus di Wisata Air Putih, Kabupaten Lebong) Eko Heru Purwanto; Andre Rahmat Al Ansory; Usman Gumanty; Desi wulandari; Refrizon Refrizon; Halauddin Halauddin; Nanang Sugianto; Arif Ismul Hadi; Muchammad Farid; Suhendra Suhendra; Budi Harlianto; Shela Basaria Purba; Ripal Zamrawi
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.69878

Abstract

Pengukuran nilai medan magnet total di daerah panas bumi air putih Kabupaten Lebong dilakukan menggunakan alat PPM (Proton Precession Magnetometer) G856. Peta distribusi anomali medan magnet total dibuat dengan melewati  tahapan reduksi dan koreksi data. Upward Continuation filtering dilakukan untuk memisahkan nilai anomali lokal dan regional pada hasil pemodelan distribusi anomali medan magnet total. Reduction to the Pole (RTP) digunakan untuk menghilangkan data anomali magnetik dari efek distorsi kecenderungan azimuth yang berbeda dari vektor magnetisasi.  Sayatan A-A' dibuat untuk memodelkan struktur bawah permukaan daerah penelitian menggunakan model dua dimensi (2D) berdasarkan temuan pengurangan anomali medan magnet lokal ke kutub. Dari model 2D diketahui bahwa substruktur terdiri dari dua lapis batuan dengan nilai suseptibilitas berbeda yang memanjang hingga kedalaman 1240 meter. dengan nilai suseptibilitas 0,0037 untuk lapisan batupasir dan batulanau pada lapisan pertama dan nilai suseptibilitas 0,2928 untuk batuan andesit-basaltik pada lapisan kedua
Analisis Sebaran Mineral Logam Pada Sedimentasi Batuan Di Daerah Kertajadi, Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Menggunakan Metoda Geomagnet Rajab Basuki; Nanang Dwi Ardi; Mimin Iryanti
Wahana Fisika Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i1.7019

Abstract

Cidaun merupakan salah satu daerah pesisir pantai selatan yang terletak pada Kabupaten Cinajur Provinsi Jawa Barat. Salah satu kelebihan dari daerah pesisir pantai selatan Pulau Jawa adalah terdapat banyaknya mineral logam penghasil besi yang tersebar luas di sepanjang pesisir pantai. Oleh karena itu dilakukanlah eksplorasi untuk memetakan sebaran mineral logam yang ada di daerah Cidaun. Dalam melakukan eksplorasi mineral logam dibutuhkan suatu metode yang paling efektif yaitu eksplorasi geofisika dengan menggunakan metode geomagnet. Proses pengolahan data pada metode geomagnet dilakukan dengan menghitung nilai anomali magnetik dari medan magnetik total yang telah dilakukan koreksi terhadap koreksi harian dan koreksi IGRF. Kemudian dengan metode inversi data yang telah didapat dijadikan sebuah model. Selain itu dilakukan juga interpretasi kualitatif dan interpretasi kuantitatif. Interperetasi kualitatif dilakukan pada data yang telah dimodelkan menggunakan software surfer 11, apabila data tersebut terdapat anomali magnetik bernilai sangat tinggi yang berdekatan dengan nilai anomali magnetik bernilai rendah atau perubahan nilai anomali terjadi secara signifikan kemudian dilakukan proses interpretasi secara kuantitatif. Interpretasi kuantitatif pada penelitian ini dengan dilakukan deliniasi berupa proses sayatan pada perbedaan nilai anomali magnetik yang terjadi perubahan secara signifikan. Tahap selanjutnya data dari proses sayatan tersebut kemudian dilakukanlah pemodelan menggunakan software mag2dc untuk mengetahui sebaran mineral logam dapa daerah tersebut. Berdasarkan data yang telah diolah pada daerah Kertajadi, Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan koordinat 698283 easting - 757162 easting dan 9180169 northing - 9171050 northing memiliki rentang nilai anomali magnetik -5 nT – 145 nT. Sedangkan nilai anomali magnetik pada daerah yang telah dilakukan proses sayatan memiliki rentang nilai 84.18 nT - 119.69 nT dengan nilai susptibilitas -0.041000 – 0.050001. Dari rentang nilai suseptibilitas tersebut diduga sebaran mineral yang yang memiliki nilai suseptibilitas positif merupakan bijih besi sedangkan yang bernilai negatif merupakan lempung dan endapan pasir. Dari hasil dari penelitian ini diharapkan data tersebut dapat dijadikan informasi dan referensi bagi masyarakat, peneliti lain dan pengusaha tambang dalam eksplorasi mineral logam.Cidaun is one of the coastal areas of the southern coast located in the district of West Java province Cinajur. One of the advantages of the southern coastal areas of Java is that there are many ferrous metal mineral producer widespread along the coast. Therefore, the exploration was undertaken to map the distribution of metallic minerals in the area Cidaun. In conducting metal mineral exploration required a most effective method is a geophysical exploration using geomagnetic methods. Data processing on geomagnetic method is done by calculating the value of the magnetic anomalies of the total magnetic field has a daily correction of correction and correction IGRF. Then, with the inversion method of data has been obtained serve as a model. The researcher also interpretation of qualitative and quantitative interpretation. Qualitative Interperetasi performed on the data that has been modeled using software surfer 11, when the inputs are very high-value magnetic anomalies adjacent to the value of the magnetic anomalies of low value or change in value of the anomaly occurred significantly later performed quantitative interpretation process. Quantitative interpretation in this study conducted a process of delineation of the incision on the difference in magnetic anomaly change significantly. The next stage of the data are then perform the incision process modeling using software mag2dc to determine the distribution of metallic minerals onshore areas. Based on the data that has been processed in the region Kertajadi, Cidaun, Cianjur, West Java coordinate 698283 easting - 757162 easting and 9180169 northing - 917105 northing and has a value range of magnetic anomaly -5 nT - 145 nT. While the value of magnetic anomalies in the area that has been carried out the process of incisions have a range of values 84.18 nT - 119.69 nT with susptibilitas value -0.041000 - 0.050001. Of the value range susceptibility is suspected distribution of minerals that have a positive susceptibility value is the iron ore which is negative while the clay and sand deposits. From the results of this study are expected data can be made of information and reference for the community, other researchers and mining company in mineral exploration.
PENYIMPANGAN TITIK PUSAT OPTIK LENSA (OC) DENGAN JARAK PUPIL PEMAKAI KACAMATA (PD) Hanna Nurul Husna; Fidiawati Bambang; Dian Laela Sari
Wahana Fisika Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i2.13505

Abstract

Untuk kenyamanan penglihatan pengguna kacamata, maka diperlukan pemeriksaan penglihatan dan pelaksanaan prosedur dispensing kacamata yang baik dan benar. Pengukuran kesesuaian frame kacamata dengan wajah pemakai merupakan hal yang sangat penting, salah satunya adalah kesesuaian titik pusat optik/optical centre (OC) lensa dengan pupil distance (PD) pemakai. Penyimpangan OC lensa dengan PD pemakai dapat menyebabkan ketidaknyamanan penglihatan seperti asthenopia, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan OC lensa dengan PD pemakai pada kacamata di optik serta menyelidiki penyebab jika terjadi kejadian penyimpangan OC lensa dengan PD pemakai. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif cross sectional dengan melibatkan 100 buah sampel kacamata di Optik Z Tasikmalaya. Data OC lensa diperoleh dari hasil pengukuran lensometer, dan data PD pemakai diperoleh dari lembar ordering. Data-data tersebut direkam dalam lembar observasi dan kemudian dianalisis. Hasil penelitian pada periode April – Juni 2018 diketahui bahwa terdapat 49 buah kacamata (49 %) yang memiliki kesesuaian antara titik OC lensa dengan PD pemakai, dan terdapat 51 buah kacamata (51%) yang mengalami penyimpangan titik OC lensa dengan PD pemakai. Berdasarkan observasi yang dilakukan, dapat diketahui bahwa tingginya persentase penyimpangan titik OC lensa dengan PD pemakai disebabkan oleh kurangnya perhatian petugas optik pada pentingnya proses dispensing seperti tidak dilakukannya pengukuran jarak pupil, pengukuran pada maklon, pembuatan lay out dan pengukuran titik OC lensa.To provide the best vision for spectacle wearers, optometry or practitioners had to carry out visual examination and dispensing procedure thoroughly. Ensuring proper frame of spectacle with the wearer’s facial shape was important parts of dispensing process; one of which is the suitability of lens optical center with the wearers’ pupil distace. Displacement of lens optical center and the wearers’ pupil distance would cause visual discomforts such as asthenopia, blur vision, and headache. This research was aimed to find out the precision of lens optical center and the wearers’ pupil distance of spectacle sold by an optic, and also to investigate the reasons of lens optical center displacement. This research was conducted using descriptive cross sectional methodology, and involved 100 spectacles at Z Optic in Tasikmalaya. The data of lens optical center was obtained from lensometer measurement, while the data of pupil distance was obtained from the optic’s ordering forms. These data were noted in an observation form. The result of data analysis indicates that in the period April-June 2018, there were 49 spectacles (49%) who had precision of lens optical center and pupil distance, and there were 51 spectacles (51%) who had the displacement. Based on the observation, it was found out that high percentage of displacement of lens optical center and the wearer’s pupil distance was caused by optometry or pratitioner’s lack of attention to the importance of dispensing processes; for examples, not taking measurement of pupil distance, makloon measurement, lay out making, and lens optical center measurement.
PEMODELAN 2D DAN 3D GEOLISTRIK TOMOGRAFI UNTUK INTERPRETASI BIDANG GELINCIR DAN ARAH ALIRAN AIR PADA STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN REL KERETA API DI BATURAJA, SUMATERA SELATAN Ahmad Zaenudin; Ilham Dani
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.20327

Abstract

Monitoring kondisi bawah permukaan rel kereta api merupakan bagian penting dalam operasional perkeretaapian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeliniasi lapisan bawah permukaan rel kereta api yang sering terjadi pergeseran dan longsoran dengan metode geolistrik dipole-dipole secara tomografi. Pemodelan 2D dan 3D geolistrik diterapkan untuk menginterpretasi bidang gelincir dan arah aliran air.  Model 2D dapat mengidentifikasi 3 lapisan utama, yaitu lapisan perkerasan tanah di bagian atas, lapisan dengan resistivitas rendah (4-60 Ohm.meter) dan lapisan badrock (100-500 Ohm.meter). Lapisan dengan reistivitas rendah diduga mengandung air sebagai penyebab tanah longsor, dimana bidang batas lapisan ini dialasi oleh bedrock yang berada pada kedalaman antara 5-17 meter yang diduga sebagai bidang gelincir. Model 3D dapat mendeliniasi arah aliran air di bawah permukaan rel kereta api, yaitu berarah Timur Laut – Barat Daya melintasi bagian bawah rel kereta api.
Rekomendasi Teknik Analisis Citra SEM Dengan Menggunakan Free Software ImageJ Neng Nenden Mulyaningsih; Fita Widiyatun; Sri Endang Wahyuni
Wahana Fisika Vol 5, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i2.28021

Abstract

Citra scanning electron microscope (SEM) telah diketahui dapat menghasilkan informasi data morfologi baik secara kualitatif maupun kuantitatif dari suatu sampel dalam skala mikro. Oleh karena itu diperlukan teknik analisis yang tepat dalam mengolah citra SEM untuk mendapatkan data yang akurat. Tujuan dari penelitian yang sudah dilakukan yaitu untuk mendapatkan teknik analisis citra SEM dengan menggunakan free software ImageJ. Citra SEM dari serat agave yang sudah diberi perlakuan dengan perendaman dalam larutan natrium hidroksida (NaOH) 5% selama 30 menit diambil tiga variasi perbesaran yaitu 250x, 500x dan 1000x. Parameter yang dianalisis berupa bentuk dan ukuran region of interest (ROI), nilai rata-rata dan penyimpangan pixel. Bentuk ROI yang dipilih yaitu rectangular, elliptical dan freehand, sementara ukuran ROI-nya masing-masing 100.000, 50.000 dan 25.000 pixel. Hasil analisis menunjukkan bahwa citra SEM dengan perbesaran 1000x pada ROI model freehand dengan ukuran 25.000 pixel mempunyai persentase standar deviasi yang paling rendah (9,325%). Kesimpulannya dalam menganalisis citra SEM dengan menggunakan aplikasi free software ImageJ direkomendasikan memilih gambar dengan perbesaran paling tinggi, bentuk ROI freehand dan ukuran ROI paling kecil.
Kunci Sepeda Motor Dengan RFID RC522 Menggunakan e-SIM dan e-KTP Sebagai Tag Berbasis Mikrokontroller Parwanto Parwanto; Mukhlis Rohmadi; Nur Inayah Syar
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.39158

Abstract

Kejahatan di indonesia marak terjadi salah satunya pencurian sepeda motor yang hanya mengandalkan keamanan bawaan dari pabrik berupa kunci bahu, namun demikian masih marak pencurian yang terjadi. Meskipun menggunakan jasa pengaman baik satpam maupun petugas parkir tidak jarak pencurian sepeda motor masih marak terjadi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancang rancang bangun kunci sepeda motor e-SIM dan e-KTP, mengetahui kelayakan dan efektivitas sebagai kunci sepeda motor menggunakan kartu. Sistem keamanan ini dilengkapi alarm peringatan berupa klakson dan sein aktif saat terjadi pembobolan. Metode pengembangan yang digunakan yaitu Research and Development model 4-D, teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket, wawancara dan lembar pengamatan. Hasil dari rancang bangun kunci pada penelitian ini menggunakan e-SIM maupun  e-KTP sebagai Tag berbasis mikrokontroller, RFID RC522 sebagai sensor baca Tag, LCD 16x2, klakson dan sein sebagai indikator. Dari segi kelayakan menunjukkan desain 83,333% sangat layak digunakan, 94,230% dari ahli IT dan 85,256 dari teknisi mesin. Efektivitas menunjukkan hasil pengukuran maksimal jarak pembacaan e-SIM 3 cm dari sensor dan e-KTP 2 cm dari sensor serta alat dapat membedakan e-SIM dan e-KTP terdaftar dan tidak terdaftar yang diprogram pada mikrokontroller. Kunci sepeda motor e-SIM dan e-KTP tidak melanggar undang-undang lalu lintas dan layak jalan.Kata kunci     : Kunci sepeda motor; RFID; e-SIM; e-KTP; Mikrokontroller
Analisis Sifat Elektronik LaFeO3 co-doping Gd dan Co menggunakan Density Functional Theory dengan Generalized Gradient Approximation-Perdew--Burkew--Ernzerhof revised for solids untuk Aplikasi Sensor Gas Aseton Hendi Haryadi; Edi Suprayoga; Endi Suhendi
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.51439

Abstract

An analysis of the electronic properties of the LaFeO3 couple doping Gd and Co for acetone gas sensors has been carried out using Density Functional Theory with Generalized Gradient Approximation-Perdew-Burkew-Ernzerhof revised for solids (GGA-PBEsol). Changes in the electronic properties resulting from the adsorption mechanism are discussed here. The simulation results show that the band gap energy for LaFeO3 co-doped Gd and Co before and when exposed to acetone gas molecules are ± 0.501 eV and ± 0.103 eV respectively, with adsorption energy of 0.458 eV. This change in band gap energy indicates that an adsorption-oxidation mechanism has occurred in the system, which is supported by the adsorption energy data. This mechanism is the basic mechanism for gas sensors to work. With this mechanism, LaFeO3 co-doping Gd and Co can be used as candidates for gas sensor applications, especially for acetone gas.

Page 7 of 13 | Total Record : 122