cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
Analisis Pengaruh Kelembapan Sebagai Salah Satu Faktor Penentu Kualitas Beras Berbasis GUI Matlab Wiwis Sasmitaninghidayah; Moh Hanif Mubarok
Wahana Fisika Vol 6, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i1.32574

Abstract

Pengukuran mutu beras sebagian besar menggunakan cara manual yang rawan dalam mengakibatkan terjadinya kesalahan karena keterbatasan penglihatan manusia dan subjektivitas penguji. Sehingga pengolahan citra digital dengan memanfaatkan metode Laser Speckle Contrast Imaging (LSCI) dapat menjadi salah satu alternatif. Citra spekel diamati dengan melihat perubahan nilai kontras pada software MATLAB. Dilakukan pengambilan data penelitian berupa kadar air, persentase beras kuning, nilai kontras, dan lama waktu penyimpanan pada beberapa merek beras serta kadar air beras yang berbeda. Data persentase beras kuning dan kontras beras dikarakterisasi berdasarkan nilai kadar airnya untuk menentukan nilai minimum dan maksimum. Diperoleh data karakterisasi kadar air beras baik yaitu 12,5 % - 13 % dengan persentase beras kuning ≤ 0,89 % dan nilai kontras ≤ 1,3183 a.u, pada beras sedang yaitu 13,5 % - 14 % dan 15 % dengan persentase beras kuning 0,9 % - 1,1 % dan nilai kontras 1,1698 a.u - 1,2542 a.u, dan pada beras buruk yaitu 14,5 % - 15 % dengan persentase beras kuning 0,95 % - 1,186 % dan nilai kontras 1,1818 a.u - 1,259 a.u. Hasil tersebut digunakan dalam pembuatan aplikasi analisis kontras spekel beras berbasis GUI MATLAB Most of the measurement of rice quality uses manual methods which are susceptible to causing errors due to limited human vision and subjectivity of testers. So that digital image processing using the Laser Speckle Contrast Imaging (LSCI) method can be an alternative. Speckle image was observed by looking at the change in contrast value in MATLAB software. The research data were collected in the form of water content, percentage of yellow rice, contrast value, and storage time for different rice brands also different rice moisture content. Data on the percentage of yellow rice and rice contrast were characterized based on their water content values to determine the minimum and maximum values. Obtained water content characterization data of good rice that are 12.5 % - 13 % with a percentage of yellow rice ≤ 0.89 % and a contrast value ≤ 1.3183 a.u, on medium rice, that are 13.5 % - 14 % and 15 % with a percentage of rice yellow 0.9 % - 1.1 % and a contrast value 1.1698 a.u - 1.2542 a.u, and bad rice is 14.5 % - 15 % with a percentage of yellow rice 0.95 % - 1.186 % and a contrast 1.1818 a.u - 1.259 a.u. These results were used in making an application of contrast analysis of rice speckle GUI MATLAB.@font-face {font-family:"MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-alt:"MS 明朝"; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:-536870145 1791491579 134217746 0 131231 0;}@font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536869121 1107305727 33554432 0 415 0;}@font-face {font-family:"\@MS Mincho"; panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; mso-font-charset:128; mso-generic-font-family:modern; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; mso-ansi-language:IN;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
Analisis Perubahan Suhu Pada Proses Fermentasi Tape Singkong (Manihot esculenta) Sherly Laili; Sudarti Sudarti; Trapsilo Prihandono
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.40198

Abstract

Masyarakat Indonesia menjadikan produk tape singkong  selain  sumber nafkah sebagai bahan pangan setiap hari sehingga mengharuskan produksi tape singkong yang berkualitas untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan suhu yang terjadi pada proses fermentasi tape singkong. Metode yang digunakan adalah metode interpretasi data. Ada dua kelompok dalam penelitian ini yakni kelompok kontrol dan eksperimen. Kelompok kontrol tanpa perlakuan medan magnet ELF, sedangkan kelompok eksperimen dengan diberi paparan medan magnet ELF dengan intensitas  200 µT dan 300 µT dengan lama paparan 15 menit. Dari penelitian diperoleh suhu tertinggi 30°C pada sample tape singkong besek 2 hari kedua jam 15.00 WIB dan suhu terendah tercapai pada tape singkong besek 1 sample kontrol dengan suhu 27°C  jam 15.00 WIB. Berdasarkan analisa tekstur maka diketahui bahwa tape singkong dengan perlakuan intensitas 200 µT tekstur tetap baik dan tidak lembek. Sedangkan pada intensitas 300 µT tekstur sangat lembek. Hasil penelitian menunjukkan paparan medan magnet ELF intensitas 300 µT nilai tekanan suhu lebih tinggi dari pada kelompok kontrol sehingga proses fermentasi tape singkong lebih cepat.  Dengan demikian ,data penelittian medan magnet ELF intensitas 300 µT lebih berpengaruh terhadap perubahan suhu pada proses fermentasi tape singkong dan intensitas 200 µT paling optimal terhadap perubahan suhu dan kualitas tape singkong ( Manihot esculenta).
Pengaruh angin darat dan angin laut terhadap terjadinya hujan di Jakarta Giarno Arno; Achmad Fahruddin Rais; Didi Didiharyono; Nurtiti Sunusi; Ahmad Fadlan
Wahana Fisika Vol 8, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v8i1.54145

Abstract

Identifikasi angin darat-laut sangat penting, sebab fenomena ini sudah sejak lama digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama para nelayan. Daerah Jakarta dan sekitarnya yang berada di pesisir merupakan pusat perekonomian Indonesia selalu dibayang-bayangi banjir. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh angin darat0laut terhadap peningkatan curah hujan dengan menggunakan waktu kejadian. Statistik sederhana menggunakan mean, median dan kuantile serta grafik windrose digunakan untuk menggambarkan pengaruh angin darat-laut terhadap curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh arah angin darat-laut sangat bervariasi terhadap lokasi. Pada daerah yang berada di tepi pantai seperti Tanjung Priok, transisi angin darat laut sangat jelas,namun demikian daerah Citeko yang jauh transisinya juga masih terlihat. Hanya pengaruh terhadap intensitas curah hujan tinggi di daerah yang jauh dari laut sangat berkurang. Berdasarkan grafik windrose angin laut teridentifikasi dari timur laut, sementara angin darat dari tenggara. Posisi laut terhadap lokasi menjadikan angin darat-laut sebagai arah angin dominan dapat berubah sebagaimana daerah Cengkareng. Sementara itu, lokasi pengamatan yang tidak ideal, menjadikan arah angin darat-laut kurang terlihat sebagaimana Stasiun Kemayoran yang dikelilingi gedung-gedung tinggi.
Analisis Jangkauan Dan Baud Rate Transmisi Data Pada Sistem Telemetri Temperatur Berbasis Mikrokontroler Nurjannah Nurjannah; Lilik Hasanah; Ahmad Aminudin
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4523

Abstract

Pengujian jangkauan dan boud rate transmisi data pada sistem telemetri temperatur dilakukan untuk menganalisis pengaruhnya terhadap data yang ditransmisikan.. Alat-alat yang digunakan untuk menganalisisnya adalah sensor temperatur LM35, perangkat transmitter, perangkat receiver dan PC. Adapun metode yang dilakukan untuk pengujian jangkauan transmisi data adalah dengan cara mentransmisikan data pada jangkauan 1 meter sampai dengan 10 meter. Sedangkan untuk melakukan pengujian pengaruh boud rate terhadap data yang ditransmisikan dilakukan dengan cara memvariasikan boud rate perangkat receiver pada setiap transmisi data.
Rancang Bangun Sistem Pengukur Kecepatan Kendaraan Menggunakan Sensor Magnetik Aris Ramdhani; Ahmad Aminudin; Agus Danawan
Wahana Fisika Vol 2, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v2i1.7021

Abstract

Data kecepatan kendaran di jalan raya sangat berpengaruh bagi keamanan dan keselamatan pengguna jalan raya. Kemajuan tekhnologi sensor sangat membantu dalam mengukur kecepatan kendaraan dengan otomatis. Metode yang umum dipakai ialah metode dengan menggunakan dua buah rangkaian sensor yang sudah diatur pada jarak tertentu. Sensor digunakan sebagai pendeteksi keberadaan kendaraan. Data kecepatan kendaraan didapatkan dengan mencari selang waktu yang dibutuhkan kendaraan melaju dari sensor pertama menuju sensor kedua. Saat kendaraan melaju melewati sensor maka sinyal keluaran sensor menjadi acuan perhitungan waktu start dan stop. Berbagai jenis sensor yang sudah digunakan ialah sensor LDR, sensor ultrasonic, sensor laser, sensor loop induktif dan sensor kamera. Setiap sensor yang sudah dipergunakan memiliki berbagai jenis kekurangan dalam mendeteksi kendaraan pada jalan raya. Oleh karena itu penulis memunculkan ide baru dengan menggunakan sensor magnetik yang memiliki faktor gangguan eksternal yang rendah. Sensor magnetik yang digunakan ialah sensor Giant MagnetoResistance (GMR). Perancangan sistem pengukur kecepatan kendaraan yang penulis lakukan berupa sebuah prototype. Hasil pengujian sistem pengukur kecepatan kendaraan menggunakan sensor magnetik GMR menunjukan respon yang bagus saat pengujian dilakukan pada jarak 30cm dan 70cm antara dua buah sensor GMR.Data speed of vehicles on the highway are very influential to the security and safety of users of the highway. Advances in sensor technology is very helpful in measuring the speed of vehicles with automatic. A common method used is the method by using two sensor circuit which is set at a certain distance. The sensor is used as a detector for the exixtance of the vehicle. Vehicle speed data obtained by finding the time required vehicles drove from the first sensor to the second sensor. When the vehicle drove past the sensor, the sensor output signal to be a reference calculation start and stop time. Many types of sensors that have been used are LDR sensors, ultrasonic sensors, laser sensors, inductive loop sensors and camera sensors. Each of the sensor is already used to have various types of shortcomings in detecting vehicles on highways. Therefore, the authors bring up new ideas by using a magnetic sensor that has a low external noise factor. The type of sensor used magnetic sensor is giant magnetoresistance (GMR). Measuring system design vehicle speed that the author did such a prototype. The results of testing measuring vehicle speed using the GMR sensor showed a good response when testing is done at a distance of 30cm and 70cm between the two GMR sensors.
PENENTUAN SUHU NOL MUTLAK MELALUI PRAKTIKUM TERMODINAMIKA MENGGUNAKAN HUKUM CHARLES Defrianto Pratama; Ratu Fenny Muldiani; Kunlestiowati Hadiningrum
Wahana Fisika Vol 3, No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i2.13944

Abstract

Praktikum Hukum Charles dirancang untuk mendapatkan nilai suhu nol mutlak yang menjadi konstanta fundamental di Termodinamika. Hukum Charles menyatakan bahwa pada tekanan tetap dan ruang tertutup, volume gas ideal berbanding lurus terhadap suhu mutlaknya. Hasil praktikum hukum Charles dengan mengunakan metode kuadrat terkecil, menunjukkan bahwa grafik volume terhadap suhu memiliki nilai koefisien determinasi rata-rata (R2) = 0,9986, hal ini menunjukkan bahwa volume dan suhu memiliki hubungan linier yang tinggi. Nilai suhu nol mutlak terbaik diperoleh sebesar -273,45 0C, sedangkan nilai suhu nol mutlak rata-rata diperoleh sebesar -275,90 0C dengan ketidakpastian relatif kurang dari 2 %.      Kata Kunci : Termodinamika; Hukum Charles; Suhu Nol MutlakThermodynamics is one of the basic concepts that must be mastered by engineering students at Politeknik Negeri Bandung, because it’s used to recognize how industrial engineering tools work. Laboratory activities can help students to understand a difficult thermodynamic concept. The purpose of this study was to design and optimize a Charles’s Law experiment device. Charles's Law experiment was designed to determine absolute zero temperature as a fundamental constant in thermodynamics. The experiment results show average of determination coefficient (R2) = 0,9986 on the V-T graph, it’s shows that the volume and temperature have a high linear relationship. The best absolute zero temperature was obtained at -273,450 C, while the average absolute zero temperature was obtained at -275,900 C with relative error of less than 2%.           Keywords :  Thermodynamics; Charles’s Law; Absolute Zero Temperature
VERIFIKASI GEOMETRI DAN INDEKS GAMMA PADA PESAWAT LINAC TIPE CLINAC CX TERINTEGRASI EPID DI RS UNIVERSITAS ANDALAS Dian Milvita; Bagus Sidik Waskito Hadi
Wahana Fisika Vol 4, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i2.15587

Abstract

Telah dilakukan verifikasi geometri dan indeks gamma pada pesawat Linac tipe Clinac CX yang terintegrasi Electronic Portal Imaging Device (EPID) di Rumah Sakit Universitas Andalas. Verifikasi bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat Linac. Pesawat Linac adalah alat terapi radiasi eksternal yang digunakan untuk mengobati kanker. EPID adalah perangkat tambahan yang diintegrasikan pada pesawat Linac. Verifikasi  dosis radiasi meliputi  respon linearitas, luas lapangan dan indeks gamma. Verifikasi geometri dilakukan dengan melihat status ketepatan penyinaran lapangan radiasi. Pada penelitian ini verifikasi dosis radiasi dibatasi pada verifikasi indeks gamma. Penelitian menggunakan teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan multi cube sebagai pengganti tubuh pasien. Variasi yang digunakan pada penelitian terdiri dari variasi luas lapangan radiasi dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verifikasi geometri penyinaran Linac memiliki status sangat baik dengan nilai verifikasi geometri setiap lapangan di sumbu Y dan X tidak melebihi batas toleransi yang ditetapkan yaitu £ 0,3 cm. Verifikasi nilai indeks gamma memiliki status berhasil dengan rata-rata keberhasilan di atas 99 % dengan nilai indeks gamma 0,24. Pesawat Linac tipe Clinac CX milik rumah sakit Universitas Andalas berada dalam kondisi baik sesuai ketetapan IAEA Human Health Series No.31 dan dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker pada pasien. Kata Kunci:  EPID; IMRT; Linac; verifikasi indeks gamma; verifikasi geometri
Pengaruh Temperatur Sintesis Terhadap Karakteristik Polydimethylsiloxane Siti Nur Kholifiyah; Anisa Tri Rahayu; Wiendartun Wiendartun; Waslaluddin Waslaluddin
Wahana Fisika Vol 5, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i2.26447

Abstract

Dalam bidang medis, material polydimethylsiloxane (PDMS) memiliki peranan yang sangat penting. Dikarenakan sifat  polydimethylsiloxane  yang biokompatibilitas unggul, toksisitas rendah, oksidatif dan temperatur stabil. Selain itu PDMS juga bersifat tidak beracun sehingga aman digunakan untuk tubuh manusia. Salah satu penggunaannya adalah sebagai cairan pengganti vitreous humor. Untuk itu, diperlukan PDMS yang memiliki karakteristik menyerupai karakteristik vitreous humor. Pada penelitian ini, PDMS disintesis menggunakan teknik ring-opening polymerization. Temperatur sintesisnya divariasikan sebesar 140 0C, 150 0C, dan 170 0C. PDMS ynag terbentuk dikarakterisasi menggunakan viskometer, refraktometer, tensiometer dan FTIR. Nilai viskositas masing-masing PDMS terukur sebesar 0,088 Pa.s, 0,332 Pa.s, dan 1,210 Pa.s. Untuk nilai indeks bias masing-masing PDMS diperoleh sebesar 1,4001, 1,4014, dan 1,4032. Adapun nilai tegangan permukaan masing-masing PDMS yang terukur adalah sebesar 21,5 mN/m, 21,8 mN/m, dan 22,0 mN/m. Ketiga data PDMS memiliki gugus fungsi serapan yang sama dengan PDMS standar, yaitu terdapat getaran deformasi CH3 aromatik, ikatan Si-O-Si, Si-CH3, Si-CH3 dan kelompok metilen.Kata kunci : Temperature, Polydimethylsiloxane, Teknik Ring Opening Polymerization
Pengaruh Variasi Karbon Aktif dari TKKS Pada TiO2 Terhadap Efisiensi Sel Surya DSSC Menggunakan Dye Kulit Jengkol (Pitchellobium Lobatum Benth) Rika Rosmalinda; Rahmawati Rahmawati; Teuku Andi Fadlly
Wahana Fisika Vol 6, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i2.39222

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi karbon aktif dari TKKS pada TiO2 terhadap efisiensi sel surya DSSC menggunakan dye kulit jengkol (pitchellobium lobatum benth) menggunakan penyinaran matahari langsung. Karbon aktif dari TKKS diaktivasi menggunakan metode aktivasi fisika dan kimia. Aktivasi fisika dilakukan dengan furnace sampel pada temperatur 400 ºC selama 1 jam. Aktivasi kimia dilakukan dengan perendaman pada larutan H3PO4 95% selama 2 hari. Sel surya dibuat dengan variasi komposit karbon aktif dari TKKS sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20%. Dye dibuat menggunakan kulit jengkol dengan pelarut kimia etanol 95% dan HCl 1 M, dengan waktu perendaman 48 jam. Elektrolit iodida digunakan dengan mencampurkan KI dan yodium pada pelarut asetonitril. Analisis energi gap dengan menggunakan metode four-point probe dan karakteristik I-V pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif. Hasil analisis energi gap menunjukkan nilai tertinggi 2.9 eV pada sampel TiO2-C 5% dan terendah 2.3 eV pada sampel TiO2-C 20%. Hasil karakteristik I-V menunjukkan nilai Voc dan Isc semakin meningkat seiring penambahan persentase karbon pada komposit TiO2/karbon aktif dari TKKS, yaitu 383 mV dan 0.2 mA. Efisiensi sel surya tertinggi terdapat pada sampel TiO2-C 20% sebesar 0.00304%.Kata Kunci: Komposit; TiO2; Karbon Aktif TKKS; Four-Point Probe; Karakteristik I-V
Struktur Kecepatan Gelombang Geser dan Ground Shear Strain Daerah Rawan Abrasi Bengkulu Utara, Indonesia Nanang Sugianto; Refrizon Refrizon; Irkhos Irkhos; Muhammad Muhsin Al-hakim
Wahana Fisika Vol 7, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i2.51893

Abstract

Abrasi telah menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat di pesisir Pantai Kabupaten Bengkulu Utara. Berbagai parameter yang menyebabkan laju abrasi signifikan, salah satunya adalah kondisi geologi batuan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geologi di sepanjang daerah rawan abrasi Kabupaten Bengkulu Utara yang didasari oleh distribusi nilai kecepatan gelombang geser (Vs) dan Ground Shear Strain (GSS) yang diperoleh dari hasil inversi HVSR seratus delapan puluh data mikrotremor. Hasil analisis mendapatkan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi batuan keras dari permukaan hingga kedalaman 30 meter. Material penyusun batuan diperkirakan adalah endapan pasir, lempung, kerikil, dan alluvium. Batuan cenderung berstruktur lunak, kaku hingga sedang yang berubah kepadatannya terhadap kedalaman dan memiliki gaya kohesi yang lemah. Dampaknya, sejalan dengan hasil analisis GSS, batuan ini sangat mudah mengalami deformasi seperti merekah, runtuh, amblas, dan jenis deformasi batuan lainnya. Perubahan garis pantai tidak hanya terjadi akibat pengikisan langsung dinding tanah oleh air laut tetapi juga akibat air laut mengangkut tanah atau batuan yang telah longsor dan runtuh ke bibir pantai sebelumnya.

Page 9 of 13 | Total Record : 122