cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 122 Documents
SIMULASI PEMBENTUKAN KURVA ISODOSIS BERKAS FOTON 6 MV UNTUK TEKNIK RADIOTERAPI VMAT DENGAN MENGGUNAKAN EGSNRC Dian Nuramdiani; Sitti Yani; M. Fadhillah; Freddy Haryanto
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.11082

Abstract

Radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam pengobatan kanker. VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy) merupakan salah satu teknik radioterapi yang memberikan seluruh fraksi dosis secara kontinyu pada saat gantry terus menerus berotasi dengan mengatur kecepatan rotasi gantry, bentuk penampang berkas (MLC leaf position), dan fraksi dosis yang diberikan. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi Monte Carlo VMAT dengan menggunakan EGSnrc code system untuk mengetahui distribusi dosis radiasi berkas foton 6 MV pada kasus kanker paru dengan data parameter berasal dari rtplan. Phantom yang digunakan berasal dari data CT scan thorax yang dibaca dengan ctcreate. Simulasi dilakukan dengan membagi jumlah control point VMAT ke dalam 38 kali simulasi dengan setiap simulasi terdiri dari 3 buah control point. Sebagai perbandingan dilakukan pula simulasi VMAT dengan seluruh control point sekaligus. Hasil menunjukkan bahwa distribusi dosis yang terbentuk dari kedua simulasi cenderung memiliki pola kurva isodosis yang hampir serupa, namun perbandingan jumlah history partikel yang digunakan untuk membentuk kurva isodosis yang sama antara kedua simulasi belum dapat diketahui secara pasti. Radiotherapy is one of major modalities in cancer treatment. VMAT (Volumetric Modulated Arc Therapy) is a radiotherapy technique, which provides a continuous full dose radiation as the gantry rotates (dynamic beam delivery) that manages gantry rotation speed, beam cross-sectional shape arranged by MLC leaf position, and fraction of the given dose simultaneously as the treatments take place. The aim of this study was to conduct Monte Carlo VMAT simulation using EGSnrc code system to determine dose distribution of radiation in lung cancer using parameters data deriving from the rtplan. The phantom used comes from data CT scans of thorax, which was then read by ctcreate. Simulation was done by dividing the number of control points of VMAT into 38 simulations in which each simulation consists of three pieces of control point. As a comparison, a VMAT simulation with all of control points was done simultaneously at a time. The results suggest that the dose distributions formed from the sum of data from all simulations with 3 control points tend to have a similar pattern to the dose distribution form of simulations involving all control points, but the comparison of the number of particles history used to form the same isodose curve between the two simulations can not be known for certain.Key words: Radioteraphy; VMAT; Monte Carlo; Control point; Isodose Curve
EVOLUSI DINAMIK SUN'S BIRTH CLUSTER DAN PENCARIAN SOLAR SIBLINGS DI BIMASAKTI Rendy Darma; Mochamad Ikbal Arifyanto
Wahana Fisika Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i1.15706

Abstract

Sebagian besar bintang-bintang di galaksi terbentuk di dalam gugus bintang, baik gugus terbuka maupun gugus bola. Begitu juga dengan Matahari, yang diperkirakan terbentuk pada 4,6 milyar tahun lalu di dalam sebuah gugus terbuka (sun’s birth cluster). Bintang-bintang yang terbentuk bersamaan dengan Matahari di dalam sun’s birth cluster, disebut sebagai solar siblings. Argumen ini didukung oleh penemuan radioisotop berumur pendek dan objek-objek Edgeworth-Kuiper yang memiliki inklinasi dan eksentrisitas tinggi di Tata Surya. Pekerjaan ini bertujuan untuk mempelajari evolusi dinamik sun’s birth cluster selama 4,6 milyar tahun dan mencari keberadaan solar siblings di Bimasakti dalam radius 1 kpc dari Matahari. Simulasi N-benda dilakukan untuk memahami evolusi dinamik sun’s birth cluster dan sebaran solar siblings saat ini dalam pengaruh potensial gravitasi Bimasakti. Sebanyak 2 juta bintang dari katalog GAIA DR2 digunakan untuk mencari solar siblings dalam radius 1 kpc dari Matahari. Hasil dari pekerjaan ini menunjukkan bahwa sun’s birth cluster mengalami kehancuran pada usia kurang dari 1 milyar tahun setelah pembentukannya, akibat adanya gangguan pasang surut Bimasakti yang menyebabkan solar siblings terlepas dari sun’s birth cluster dan menyebar di sekitar orbit Matahari saat ini. Semakin besar jumlah bintang sun’s birth cluster yang dimodelkan, semakin banyak solar siblings yang dapat ditemukan di sekitar Matahari. Analisis kinematika dan fotometri solar siblings menunjukkan setidaknya terdapat 14 hingga 19 kandidat solar siblings pada katalog GAIA DR2 dalam radius 1 kpc dari Matahari.
Arah Penyebaran Stress Coulomb pada Batuan akibat Gempabumi Kairatu 26 September 2019 Harti Umbu Mala; Juliany N. Mohamad
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.24500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arah penyebaran stress batuan yang diakibatkan oleh gempabumi Kairatu dan diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian gempabumi yang terjadi setelahnya. Penelitin ini menggunakan data kejadian gempabumi yang diperoleh dari katalog United State Geological Survey (USGS) dan Badan Meteorologi, Klimantologi, dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 26 September 2019 dan setelahnya. Adapun metode yang digunakan adalah metode perubahan Coulomb stress menggunakan software Coulomb 3.3. Hasil analisis, menunjukkan bahwa gempabumi Kairatu memiliki mekanisme sumber yakni sesar geser sedikit oblige ke arah barat laut, mengalami peningkatan perubahan stress batuan positif yang dominan ke empat arah yakni utara, timur, selatan dan barat dengan kisaran harga 0,4 – 1,0 bar. Kondisi dengan nilai perubahan stress yang tinggi ini, sangat berpotensi membangkitkan gempabumi susulan dengan kedalaman hiposenter berkisar ≤ 70 km. This research aims to study the direction of the coulomb stress change caused by the Kairatu earthquake and its influence with earthquake events that occur afterwards. This research uses earthquake event data obtained from the catalog of the United State Geological Survey (USGS) and Badan Meteorologi, Klimantologi dan Geofisika (BMKG) on September 26, 2019. The method used is the Stress Coulomb Change using Coulomb 3.3 software.The results of the analysis, showed that the Kairatu earthquake had a sourceof focal mechanism is shear fault oblige to northwestward. It has increasing positive stress changes that dominant to the north, east, south and west directions with the range 0.4 - 1.0 bar. This conditions that have high stress changes are very make possible to triggering earthquake after the main earthquake occurred with the hypocenter ≤ 70 km. Kata kunci: Earthquake; Coulomb Stress Change; Kairatu.
Penafsiran Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Pemodelan 2D Gaya Berat di Perairan Arafura Syifa Nurulsabila; Dadi Rusdiana; Yulinar Firdaus
Wahana Fisika Vol 6, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i1.19426

Abstract

Gambaran struktur dan stratigrafi bawah permukaan Perairan Arafura diperoleh dengan melakukan studi gaya berat untuk mengetahui adanya keberadaan cekungan sedimen. Delineasi cekungan diharapkan menjadi indikator kemungkinan potensi hidrokarbon daerah penelitian. Anomali Bouguer lengkap dihasilkan dari pengolahan data dengan koreksi gaya berat rutin, kemudian melakukan filter kontinuasi ke bawah dan menghasilkan anomali residual. Dilakukan pemodelan 2D dengan tujuh lintasan dan diperoleh empat lapisan batuan. Lapisan paling bawah ditafsirkan ke dalam litologi batuan dolomite dengan nilai densitas 2,6255 - 2,6369 mGal. Lapisan di atasnya dengan nilai densitas 2,4990 - 2,5100 mGal ditafsirkan sebagai limestone. Lapisan di atasnya lagi diinterpretasikan sebagai shale dengan nilai densitas 2,4375 - 2,4500 mGal. Dan lapisan paling atas dengan nilai densitas 1,9060 - 2,1730 mGal ditafsirkan sebagai sandstone. Keberadaan cekungan sedimen setelah dilakukan delineasi diduga terletak di sebelah utara mengarah ke barat daya. Berdasarkan kesebandingan hasil yang diperoleh dengan stratigrafi yang ada, diperkirakan bahwa dolomite dan limestone memiliki umur permian, yang terbentuk pada era paleozoikum dengan formasi Aifam group. Lapisan shale memiliki umur jurassic hingga cretaceous yang terbentuk pada era cenozoikum dengan formasi Tipuma group dan Klembengan group. Sedangkan sandstone memiliki umur tertiary dengan formasi Imskjn group. Kata kunci: gaya berat; struktur; stratigrafi; pemodelan 2D; Perairan Arafura
Pemanfaatan Sensor Load Cell Dalam Pembuatan Prototipe Alat Uji Tekan Portabel Reza Alfian; Rahadi Wirawan; L. Sahrul Hudha; Nurul Qomariyah; Susi Rahayu; Marzuki Marzuki
Wahana Fisika Vol 7, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v7i1.46990

Abstract

Alat uji tekan merupakan instrumen uji mekanik yang digunakan untuk menentukan batas maksimum suatu material menerima tekanan yang diberikan. Tekanan yang diberikan pada suatu material dapat mengakibatkan terjadinya deformasi pada material tersebut. Sensor load cell merupakan suatu piranti yang mengkonversi deformasi yang terjadi menjadi perubahan nilai hambatan listrik. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan alat uji tekan portabel yang memanfaatkan sensor load cell. Alat uji tekan ini menggunakan sensor load cell, modul mikrokontroler ATmega328, motor driver, dongkrak listrik, modul ADC HX7411, dan modul LCD. Pengujian sensor load cell dilakukan dengan memberikan gaya tekan pada sensor load cell pada 3 klasifikasi skala yaitu 10 N-100 N dengan kelipatan 10 N, 100 N-1000 N dengan kelipatan 100 N, dan skala 1000 N-5000 N dengan kelipatan 1000 N. Hasil pengujian unjuk kerja sensor menunjukkan tingkat akurasi sebesar 98,7%. Sementara itu, pengujian pengukuran uji tekan suatu sampel material menunjukkan deviasi nilai 1% terhadap hasil pengukuran menggunakan alat standar UTM-TENSILON.Kata Kunci :  load cel; tekanan; akurasi; ATmega328; HX7411.
Hubungan Parameter Sifat Magnetik Dan Sifat Keteknikan Tanah Pada Tanah Residual Vulkanik Mela Faridlah; Adrin Tohari; Mimin Iryanti
Wahana Fisika Vol 1, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v1i1.4532

Abstract

Penelitian mengenai karakteristik tanah residual vulkanik menggunakan metode magnetik dan metode geoteknik telah dilakukan pada lereng stabil dan lereng longsor yang berada di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran karakteristik suseptibilitas magnetik dan parameter keteknikan tanah residual vulkanik. Karakteristik geoteknik ditentukan melalui uji fisik berupa uji bobot isi, berat isi tanah basah, berat isi tanah kering, kadar air, derajat kejenuhan dan porositas, uji batas atterberg serta uji ukuran butir tanah.. Karakteristik magnetik  ditentukan melalui uji suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2B (Magnetic Suseptibility System sensor B) dual frekuensi yaitu 470 Hz dan 4,7 kHz. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai-nilai χLF (suseptibilitas frekuensi rendah)  dan χFD% (suseptibilitas bergantung frekuensi) kearah horizon bagian atas profil tanah residual. Peningkatan nilai-nilai χLF dan χFD% ke arah horizon bagian atas merupakan karakteristik dari suseptibilitas magnetik.Dari hasil penelitian geoteknik dan magnetik didapatkan hasil jenis tanah residual vulkanik tersebut merupakan tanah lempung dengan mineral dominan yaitu Ilmenit. Hubungan antara parameter magnetik dan keteknikan tanah yaitu beberapa parameter keteknikan yang mempengaruhi sifat kemagnetan diantaranya berat isi tanah basah dan kadar air. 
PENENTUAN ZONASI GEMPA BERDASARKAN POLA PENYEBARAN GEMPA BUMI DI DAERAH PROVINSI JAWA BARAT Siti Azizah Sutisna; Mimin Iryanti; Judhistira Aria Utama
Wahana Fisika Vol 3, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v3i1.10968

Abstract

Provinsi Jawa Barat dibatasi oleh 5°50’ sampai 7°50’ Lintang Selatan dan 104°48’ sampai 108°48’ Bujur Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seismisitas dan zonasi di daerah Provinsi Jawa Barat. Seismisitas dapat di ketahui dari peta seismisitas berdasarkan kedalaman dan magnitudo, untuk memperoleh peta seismisitas di daerah Provinsi Jawa Barat yaitu dengan menggunakan data gempa bumi tektonik harian atau realtime dengan periode terjadinya gempa bumi pada tahun 2000-2015, yang bersumber dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Klas 1 Bandung. Data gempa terdiri dari tanggal, waktu  terjadinya gempa, lintang, bujur, kedalaman dan magnitudo (M ≥ 4.5 SR), data yang ada di proses dengan menggunakan Software Arcgis 10.3 sehingga menjadi peta seismisitas yang telah di klasifikasikan berdasarkan kedalaman dan magnitudo gempa bumi. Zonasi di daerah Provinsi Jawa Barat di peroleh dengan menentukan nilai Percepatan Tanah Maksimum (Peak Ground Acceleration) yang terbagi kedalam 18 kabupaten, dan menentukan nilai PGA dan intensitas gempa di setiap Kabupaten, adapun cara untuk memperoleh nilai PGA dan intensitas gempa yaitu dengan melakukan proses perhitungan data gempa yang ada, dengan menggunakan metode Gutenberg Richter. Sehingga di peroleh kesimpulan berdasarkan peta seismisitas di dapatkan distrubusi gempa bumi berjumlah 792 gempa bumi, serta zonasi gempa bumi di daerah Provinsi Jawa Barat berdasarkan nilai PGA sebesar 25-29 gal, dan nilai intensitas gempa bumi sebesar V.West Java province bounded by 5 ° 50 'and 7 ° 50' south latitude and 104 ° 48 'to 108 ° 48' east longitude. This study aims to determine the seismicity and zoning in the area of West Java Province. Seismicity can be in the know of seismicity map based on the depth and magnitude, to obtain the map of seismicity in the area of West Java province is by using daily tectonic earthquake data or realtime with the period of the earthquake in the year 2000-2015, which is sourced from BMKG (Meteorology and Geophysics) Class 1 Bandung. Seismic data consists of the date, the time of the earthquake, latitude, longitude, depth and magnitude (M ≥ 4.5 SR), the data that is in the process of using ArcGIS 10.3 software so that a map of seismicity which has been classified based on the depth and magnitude of the earthquake. Zoning in the area of West Java province was obtained by determining the value of the Acceleration of Land Maximum (Peak Ground Acceleration), divided into 18 districts, and determine the value of PGA and intensity of earthquakes in each district, as for how to obtain the value of PGA and earthquake intensity by performing the calculation process existing seismic data, using Gutenberg Richter. Thus obtained conclusions based on maps of seismicity in distrubusi get earthquakes amounted to 792 earthquakes, and earthquake zoning in the area of West Java Province based on the value of the PGA of 25-29 gal and earthquake intensity value of V.Keywords: Zoning earthquake, seismicity , Software ArcGIS 10.3., Methods Gutenberg Richter earthquake intensity.
ANALISIS KARAKTERISTIK SISTEM KONTROL TEMPERATUR BERBASIS AUTONICS TK4S-14RN UNTUK PROTOTIPE PENGERING BAHAN PAKAIAN Desi Silvia Astuti; Ahmad Aminudin; Waslaluddin Waslaluddin
Wahana Fisika Vol 4, No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v4i1.15053

Abstract

Penelitian tentang analisis karakteristik sistem dari sistem kontrol temperatur berbasis Autonics TK4S-14RN yang berbasis Autonics TK4S-14RN.
Study of Surface Tension Properties looked on Contact Angle Value on 100% Nylon Textile Fabric Using Corona Discharge Plasma Technology Valentinus Galih Vidia Putra; Juliany Ningsih Mohamad; Yusril Yusuf
Wahana Fisika Vol 5, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v5i1.22382

Abstract

This paper provides an explanation of the application of corona discharge plasma in textile field specially for modification  of surface properties and wet ability of nylon 100% fabric. In this research, we have found that the properties of  wet ability of nylon 100% fabric with 70 / inch of weft density and 60/inch of warp density  is influenced by  corona discharged plasma analyzed by the contact angle of the fabric on capillarity phenomena under same test time for contact angle test.       Artikel ini menjabarkan  pemanfaatan aplikasi teknologi plasma pijar korona pada bidang tekstil dalam modifikasi sifat pembasahan pada permukaan kain nilon 100% ditinjau dari sifat fenomena kapilaritas. Hasil riset memperlihatkan bahwa dengan perlakuan plasma pada kain nilon 100% dengan tetal pakan dan lusi masing-masing 70 helai/inci dan 60 helai/inci didapatkan  bahwa terdapat perubahan sifat hidrofilik (dapat lebih mudah menyerap) kain melalui perubahan sudut kontak pada fenomena kapilaritas untuk waktu uji sudut kontak yang sama.
Pemodelan Distribusi Temperatur Penyerapan Radiasi Terahertz Dalam Jaringan Biologis Sapi Menggunakan Model Simulink-Matlab Dewi Kurnia; Muhammad Hamdi; Juandi M
Wahana Fisika Vol 6, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v6i1.28989

Abstract

Radiasi Terahertz (THz) memiliki sifat yang membuatnya lebih menarik dan efektif dalam bidang teknik pencitraan biomedis. Hal ini dikarenakan radiasi THz memiliki energi foton yang relatif lebih rendah dibandingkan radiasi sinar x sehingga tidak mengionisasi dan merusak jaringan. Radiasi THz juga memiliki rentang frekuensi yang hampir setara dengan frekuensi air yang membuatnya lebih mudah berinteraksi dengan jaringan biologis. Penelitian ini menggunakan sampel jaringan biologis sapi yaitu  jaringan kulit, lemak, tumor dan otot. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh kerapatan daya radiasi THz terhadap distribusi temperatur sekaligus produksi panas pada jaringan melalui hasil pemodelan. Hal ini ditunjukkan dari perubahan medan elektromagnetik yang disertai dengan transfer panas dari penyerapan radiasi dalam jaringan sapi yang diturunkan dengan persamaan konduksi biopanas. Penelitian ini menggunakan teknik komputasi biofisik dengan medel simulink-matlab dan rentang frekuensi radiasi THz 0,1 - 1 THz, daya 50 – 150 mW dan kerapatan daya 5 - 25 mW/mm3. Pemodelan distribusi temperatur dilakukan dengan dua cara yaitu dengan kerapatan daya yang berbeda dan variasi diameter lingkar sumber radiasi THz. Diakhir penelitian akan dilakukan perbandingan data hasil distribusi temperatur secara eksperimen dan pemodelan sebagai validasi dari keakuratan model yang digunakan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakain tinggi kerapatan daya yang digunakan maka energi radiasi yang terserap akan semakin besar dengan temperatur yang semakin meningkat. Hal ini menyebabkan distribusi temperatur pada jaringan biologis akan semakin luas dan produksi panas pada jaringan semakin besar. Hasil analisis pencitraan distribusri temperatur terhadap kedalaman jaringan kulit, lemak, tumor dan otot pada sapi menunjukkan bahwa jaringan lemak memiliki produksi panas yang lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Hal ini dikarenakan jaringan lemak memiliki kadar air yang lebih tinggi dengan konsentrasi yang lebih encer sehingga radiasi THz akan mudah diserap diawal penetrasi yang menyebabkan energi radiasi semakin berkurang sesuai dengan penetrasi kedalaman. Perbandingan data hasil eksperimen dan pemodelan menunjukkan bahwa persentase kesalahan adalah 1,09 %.       

Page 6 of 13 | Total Record : 122