cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
Analisis Usahatani Komoditas Jeruk di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala Widya Harsa; Hairi Firmansyah; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola usahatani jeruk, mengetahui besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani serta mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam penyelenggaraan usahatani jeruk. Pengambilan contoh dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang. Hasil penelitian menyatakan pola tanam yang dilakukan petani di Desa karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten barito Kuala yaitu sistem surjan yang ditanami padi dan jeruk. Sistem surjan merupakan penanaman yang bercirikan bedanya tinggi bidang permukaan tanam yang terdapat pada luasan lahan usahatani. Biaya total usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 21.757.248 perusahatani dan Rp 10.878.623 perhektare. Penerimaan usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 81.500.000 perusahatani dan Rp 40.750.000 perhektare. Pendapatan usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 68.282.058 perusahatani dan Rp 34.141.029 perhektare. Serta keuntungan usahatani jeruk siam rata-rata sebesar Rp 59.742.752 perusahatani dan Rp 29.871.376 perhektare. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu dari masalah hama dan penyakit diplodia basah dan kering.Kata kunci: usahatani, pendapatan, jeruk siam, pola usahatani, permasalahan petani
Analisis Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin (Studi Kasus Usaha Sambal Acan Raja Banjar) Ariyati Ariyati; Rifiana Rifiana; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan umum, menganalisa biaya, penerimaan, keuntungan, dan mengetahui permasalahan dari usaha pengolahan sambal acan raja banjar milik ibu Gina. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan tabulasi dengan teknik wawancara dan pengamatan langsung dengan pihak perusahaan. Batasan masalah dalam penelitian ini dispesifikasikan pada usaha pengolahan sambal acan raja banjar milik ibu Gina. Periode penelitian yang digunakan adalah periode satu bulan produksi pada tanggal 1-31 Mei 2017, karena pencatatan keuangannya direkap dalam satu bulan sekali, dan analisis usaha yang dilakukan difokuskan untuk biaya, penerimaan, dan keuntungan. Analisis data yang digunakan adalah biaya tetap dan biaya variabel. Hasil dari penelitian ini yaitu perhitungan biaya-biaya selama 1 bulan adalah biaya tetap sebesar Rp 10.142.621, biaya variabel sebesar Rp 135.765.500 dan biaya total sebesar Rp 145.908.121. Penerimaan yang diperoleh selama 1 bulan adalah sebesar Rp 173.295.000. Keuntungan yang diperoleh selama 1 bulan sebesar Rp. 27.386.829. Permasalahan yang di hadapi usaha ini adalah pada ketersediaan bahan baku cabai rawit, buah ramania dan buah binjai tidak selalu tersedia selama produksi.Kata kunci: biaya tetap, biaya variabel, industri rumah tangga
Peranan Program Peningkatan Hasil Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) dalam Penerapan Teknologi Pertanian di Desa Simpang Lima Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar Muhammad Zainal; Usamah Hanafie; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.769

Abstract

Saat ini pertanian diindonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan didalam Negeri.apalagi dalam hal kebutuhan makanan pokok seperti padi, jagung dan kedelai. Maka dari itu pemerintah membuat suatu program untuk meningkatkan ketiga sektor tersebut dengan program peningkatan hasil produksi padi, jagung dan kedelai (PAJALE) dengan pemberian bantuan dana tunai dan teknologi demi mendukung swasembada. Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui peranan program peningkatan hasil produksi pada sektor padi, kedelai serta jagung  dalam penerapan teknologi  pertanian, kedua untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dalam program tersebut dalam usahatani padi. Data yang digunakan adalah data skunder dan primer. Jumlah sampel responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 35 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan program PAJALE di Desa Simpang Lima  memperoleh skor rata-rata 83,42% angka tersebut tergolong tinggi, berdasarkan pelaksanaan program program PAJALE tersebut petani mengerti bagaimana proses pemberian bantuan dana dan seluruh penggunaan dana tersebut yang dalam hal ini kelompok tani semua terlibat dalam pelaksanaannya, Pembelian peralatan pendukung pertanian sesuai dengan kebutuhan serta adanya peran aktif dari kelompok tani, babisa, penyuluh, mahasiswa dan lembaga pemerintah, walaupun ada sedikit masalah dalam pembelian peralatan khususnya mesin penyedot air sebanyak 27 responden (71%) dari 35 responden kurang sesuainya mesin yang dibeli tetapi tetap dapat diatasi dan tidak menjadi masalah yang berarti.Kata kunci : peningkatan hasil produksi padi, penerapanteknologi pertanian, PAJALE.
Manajemen Usaha Penggilingan Padi Skala Kecil di Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut Daniel Destian S; Abdussamad Abdussamad; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.776

Abstract

Usaha jasa penggilingan padi umumnya tidak berjalan terus sepanjang tahun bisa disebut bersifat musiman, sebab gabah tidak tersedia sepanjang tahun. Kegiatan usaha jasa penggilingan padi berjalan hanya pada musim panen dan beberapa bulan setelahnya, tergantung pada besarnya hasil panen di wilayah sekitar penggilingan padi berada. Di Kecamatan Kurau ada 18 penggilingan padi yang melakukan aktivitas jasa dan penjualan ada juga yang hanya melakukan aktivitas jasa saja, penggilingan padi yang ada di Kecamatan Kurau merupakan Penggilingan padi skala kecil. Tujuan dari penelitian ini mendiskripsikan manajemen dan aktivitas usaha penggilingan, menganalisis keuntungan pengusaha penggilingan dan hambatan apa saja yang dihadapi oleh pelaku usaha penggilingan padi yang ada di Kecamatan Kurau. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2016 sampai Juli 2017 dimulai dari persiapan, pengumpulan data sampai pembuatan laporan. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Purposive sampling adalah salah satu teknik sampling non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Maka dari itu dari jumlah populasi sebanyak 18 penggilingan padi, diambil 6 penggilingan padi sebagai sampel berdasarkan aktivitas dan kapasitas penggilingan padi.Aktivitas yang dilakukan dalam  melakukan  usaha  penggilingan padi yang ada di Kecamatan kurau meliputi pengadaan input,penjemuran,penggilingan,pengolahan beras dan manajemen usaha penggilingan padi yang ada di Kecamatan Kurau meliputi perencanaan, Pengorganisasian,pengarahan,pengawasan. Biaya yang dikeluarkan oleh penggilingan padi (jasa dan jual) lebih besar terutama untuk membeli gabah, sedangkan biaya yang dikeluarkan oleh penggilingan padi (jasa) relatif kecil karena tidak ada aktivitas pembelian gabah. Penggilingan padi memperoleh keuntungan sebesar Rp 35.519.859,- dari penjulan beras Sedangkan dari jasa penggilingan keuntungan   sebesar Rp 880.932,-.dalam satu minggu. Untuk penggilingan padi mengeluarkan biaya terbesar pada pembelian gabah. Dan untuk penggilingan padi (jasa) memperoleh keuntungan yang sangat minim, namun para pemilik memiliki pekerjaan lain yaitu sebagai petani.Kata kunci: manajemen, penggilingan padi, aktivitas, keuntungan, kecil
Strategi Pengembangan Usaha Industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Siti Rahmah; Luthfi Fatah; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.772

Abstract

Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam  pembangunan ekonomi negara Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya pemberdayaan UMKM melalui strategi pengembangan usaha industri tahu yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan berdaya saing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal industri, mengetahui peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri, serta merumuskan strategi pengembangan usaha industri Tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Data diambil dengan observasi, wawancara, kuisioner serta metode pengambilan sampel dengan metode sensus untuk pemilihan industri, metode proportionate random sampling untuk karyawan perusahaan, dan metode purposive untuk responden konsumen dengan total keseluruhan responden 42 orang. Kondisi internal dan eksternal usaha industri tahu diperoleh melalui metode deskriptif sedangkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri diringkas ke dalam matriks Evaluasi Faktor Internal (IFAS) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFAS). Nilai tertimbang pada matriks tersebut dijadikan acuan untuk menentukan posisi perusahaan pada matriks Internal-Eksternal (IE) dan diagram kartesius SWOT. Berdasarkan posisi perusahaan pada matriks IE, usaha industri tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok growth and build (Tahu Langgeng, Tahu Harapan Jaya, Tahu Sukatmo, Tahu Adi Karya, Tahu Berkat sekumpul) dan kelompok hold and maintain (Tahu Karya Bersama Narso dan Tahu Karya Bersama Setu) sedangkan berdasarkan diagram kartesisus SWOT terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kuadran II (strategi ST) yaitu Tahu Langgeng, Tahu Adi Karya, dan Tahu Berkat Sekumpul dan kelompok kuadran IV (strategi WT) yaitu Tahu Harapan Jaya, Tahu Karya Bersama Narso, Tahu Karya Bersama Setu, dan Tahu Sukatmo.Kata kunci: UMKM, industri tahu, strategi pengembangan, matriks SWOT
Tingkat Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Novia Grace Kristina Rezkillah; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.773

Abstract

Tingkat partisipasi pada petani mendukung jalannya program penyuluhan pertanian dalam kelompok tani padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui tingkat partisipasi petani, faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan, masalah-masalah yang dihadapi petani dalam melakukan partisipasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan September 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey.Penentuan wilayah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Selanjutnya, pengambilan sample menggunakan multistage random sampling yaitu dari 11 kelompok tani dipilih secara acak 3 kelompok tani, kemudian dari 3 kelompok tani secara proporsi diambil sampel dengan jumlah 30 orang. Analisis yang digunakan yaitu statistik non parametik, uji korelasi dan analisis deskriptif dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil yang didapat menunjukkan Tingkat partisipasi petani dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan pertanian petani padi dikategorikan tinggi (76,8%). Kemudian pada faktor internal Terdapat hubungan antara Pendidikan Non Formal, sedangkanpada Usia dan Pendidikan Formal dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada faktor internal tidak terdapat hubungannyata. Pada faktor eksternal (Luas Lahan) tidak terdapat hubungan dengan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Sedangkan jarak rumah yang tidak jauh maupun jauh tidak memiliki hubungan dengan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan.Dari hasil penelitian para petani padi cenderung lebih banyak menaman bibit lokal daripada bibit unggul yang dianjurkan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan modal dan hasil yang tidak sesuai yang didapatkan oleh petani padi.Kata kunci:tingkat partisipasi, faktor internal dan eksternal, usahatani
Analisis Titik Impas (Break Event Point) dan Kelayakan Usaha Industri Pengolahan Kelepon Buntut Bukhari di Desa Keraton Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Nuraidah Nuraidah; Luki Anjardiani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, titik impas, kelayakan usaha dan permasalahan apa saja yang dihadapi menyangkut usaha kelepon Buntut Bukhari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode diskriptif dengan teknik pelaksanaan berupa studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Keraton Kabupaten Banjar. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2017.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh biaya total selama satu bulan sebesar Rp. 35.224.917, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 42.496.000, keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 7.271.083, titik impas dalam satuan unit adalah sebesar 681 kotak dan dalam satuan rupiah adalah sebesar Rp. 2. 726.122. Untuk kelayakan usaha sendiri dilihat dari beberapa aspek usaha ini layak untuk diteruskan. Permasalahan yang dihadapi usaha kelepon Buntut Bukhari adalah semakin meningkatnya persaingan pasar, harga bahan baku dan bahan yang berfluktuasi, serta sulitnya mencari tenaga kerja yang masih belum memiliki keluarga (anak/suami). Kata kunci:Analisis Titik Impas, kelayakan usaha, industri pengolahan,kelepon Buntut Bukhari
Sikap dan Persepsi Pedagang Pengumpul Terhadap Keberadaan Sub Terminal Agribisnis Muara Taniran (Studi Kasus : Muara Taniran Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Muhammad Zaki Yamani; Taufik Hidayat; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.774

Abstract

Dampak keberadaan Subterminal Agribisnis  di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan menitik beratkan pada produksi komoditas yang dominan yaitu tanaman sayur-sayuran, dan STA sendiri menjadi salah satu fungsi infarastruktur sentral bagi petani dan pedagang bertemu dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, Apakah dampak keberadaan Subterminal ini bisa menunjang dan menjadi salah satu kemudahan petani dalam memasarkan hasil pertaniannya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap, persepsi dan harapan dari para pedagang dan pengumpul yang melakukan kegiatan di lingkungan Subterminal Agribisnis. Metode yang digunakn dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap dari pedagang dan pengumpul adalah setuju dapat disimpulkan bahwa hasil dari perhitungan Thit tentang rentang skor individu responden mengasilkan nilai 17, dan melebihi dari skor rentang batasan antara positif dan negatif adalah 3, maka skor skala sikap dari responden menghasilkan skor sikap positif. Persepsi pedagang dan pengumpul menghasilkan hasil positif dan penilaian kebermanfaatannya dengan rata-rata rentang jawaban sangat setuju dan setuju dari 3 kategori pernyataan yaitu situasional, pengetahuan dan kepribadian. Harapan dari pedagang dan pengumpul yang berada dilingkungan Subterminal Agribisnis adalah mengharapkan instansi-instansi terkait agar mengambil peran masing-masing dalam pengembangan dan perbaikan SubTerminal Agrbisnis Muara Taniran.Kata kunci: subterminal agribisnis, sikap, persepsi

Page 1 of 1 | Total Record : 8