cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2017)" : 10 Documents clear
ANALISIS KEGIATAN PENYULUH PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN BANUA LAWAS, KABUPATEN TABALONG Rabiatul Adawiah; Taufik Hidayat; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.635

Abstract

Keinginan akan adanya pengelolaan pelaksanaan kegiatan penyuluh pertanian merupakan suatu kewajiban, demi menciptakan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, kreatif, inovatif, dan berwawasan global dalam rangka meningkatkan produktivitas padi untuk kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan kegiatan yang diberikan oleh penyuluh pertanian lapangan dalam rangka meningkatkan produktivitas padi, mengetahui produktivitas padi, serta permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian lapangan untuk mendinamiskan program pelaksanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan produktivitas padi. Metode yang digunakan pada analisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian yang diberikan oleh penyuluh dilaksanakan penyuluh adalah pembekalan penggunaan bibit unggul yang bersertifikat, teknik budidaya, manfaat sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk berimbang, pengenalan alat pertanian, pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, dan cetak sawah. Dengan sasaran kunjungan kekelompok tani dengan menggunakan metode kelompok, dan massal serta menggunakan teknik anjangsana, demonstrasi, ceramah, film untuk menyampaikan materi secara langsung. Produktivitas padi di Kecamatan Banua Lawas untuk Desa Hapalah pada sawah rawa lebak diperoleh produktivitas sebesar 5,02 ton/ha, sedangkan Desa Purai pada sawah tadah hujan diperoleh produktivitas sebesar 4,97 ton/ha, sehingga diperoleh rata-rata produktivitas padi di Kecamatan Banua Lawas sebesar 4,99 ton/ha. Permasalahan yang dihadapi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan adalah kurangnya fasilitas penyuluhan, sarana dan prasarana penyuluhan, kurang nya pemahaman petani dan sulitnya untuk mengumpulkan petani/ketersediaan petani untuk meluangkan waktu pertemuan serta hama dan penyakit sulit dikendalikan, kurang nya pemahaman petani dan sulitnya petani untuk menerima teknologi baru. Kata kunci : kegiatan penyuluh pertanian, tingkat produktivitas padi.
DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) PT SAWIT GRAHA MANUNGGAL TERHADAP PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MURUTUWU KECAMATAN PAJU EPAT KABUPATEN BARITO TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Sela Karuniani; Mira Yulianti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.621

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu ingin melihat sejauh mana perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah masuknya perkebunan kelapa sawit PT. Sawit Graha Manunggal. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder didapat dari berbagai sumber baik cetak maupun elektronik, sedangkan data primer didapat dari informan yang dipilih secara sengaja (purpusive sampling) yakni informan kunci seperti sekretaris desa, tokoh adat/tokoh masyarakat, dan masyarakat biasa, dengan menggunakan teknik bola salju (snowball sampling). Serta analisis data yang digunakan merupakan analisis deskriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian terlihat bahwa masuknya perkebunan kelapa sawit membawa perubahan terhadap kondisi sosial masyarakat, seperti meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat dan tingkat kesehatan masyarakat, bertambah dan tersedianya sarana prasarana desa, kerjasama dan perilaku tolong menolong dalam kegiatan pertanian menjadi kurang, pola hidup masyarakat mampu dan mewah, sering terjadinya konflik antar masyarakat mengenai tumpang tindih lahan tetapi tidak menjadi masalah yang besar karena diselesaikan dengan baik. Masuknya perkebunan kelapa sawit juga membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, yaitu berubahnya mata pencaharian masyarakat dari petani ke perkebunan kelapa sawit, meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat yang awalnya kurang lebih Rp 1.000.000,- perbulan menjadi Rp 2.000.000,- - Rp 3.000.000,-, dan perubahan terhadap nilai tanah yang awalnya Rp 3.000.000,- menjadi Rp 20.000.000,-. Selain itu, berdampak juga terhadap lingkungan sehingga menimbulkan beberapa persepsi masyarakat, yaitu masyarakat mengalami kekeringan ketika musim kemarau dan ketika musim penghujan air sungai tidak bisa digunakan dan dikonsumsi serta masyarakat khawatir sewaktu-waktu akan menimbulkan masalah besar bagi lingkungan tempat mereka tinggal. Kata kunci: dampak, kelapa sawit, kondisi sosial ekonomi, masyarakat
ANALISIS PENDAPATAN KELUARGA PETANI PADI SAWAH DI DESA BANYU HIRANG KECAMATAN GAMBUT KABUPATEN BANJAR Irma Irma; Yusuf Azis; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.623

Abstract

Pertanian hanya diusahakan oleh keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bisa juga menambah pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan pertama mengetahui tingkat pendapatan usahatani padi sawah, kedua mengetahui total pendapatan keluarga petani yang berasal dari padi sawah dan luar padi sawah, ketiga untuk mengetahui perbandingan pendapatan perkapita keluarga padi sawah dalam satu tahun terhadap garis kemiskinan. Data yang diperlukan berupa primer dan sekunder. Jumlah sampel yang diambil 30 orang keluarga petani. Hasil penelitian ini menunjukan, penerimaan padi lokal Rp 27.785.000 per usahatani, total biaya yang dikeluarkan per usahatani Rp 17.525.956, pendapatan per usahatani Rp 19.413.211 dan keuntungan per usahatani Rp 10.259.044. Untuk penerimaan padi unggul per usahatani Rp 25.083.333, total biaya yang dikeluarkan per usahatani Rp 23.961.075, pendapatan per usahatani Rp 11.844.341 dan keuntungan per usahatni Rp 1.122.258. Total pendapatan keluarga petani padi sawah lokal berjumlah Rp 33.376.544/tahun sedangkan total pendapatan keluarga petani padi sawah unggul berjumlah Rp 27.540.592/tahun. Untuk pendapatan petani padi lokal per kapita per tahun Rp 11.125.514 dan petani padi unggul Rp 6.885.147, maka hasil tersebut berada jauh diatas garis kemiskinan yaitu Rp 2.804.880/tahun.Kata kunci: pendapatan, keluarga petani padi sawah.
KOMPARASI PENDAPATAN BERSIH USAHATANI PADI VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI DESA TAMBAK SARINAH KABUPATEN TANAH LAUT Ria Sartika; Nuri Dewi Yanti; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.632

Abstract

Padi varieats unggul diketahui mampu menghasilkan produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan padi varietas lokal sehingga diharapkan mampu unutk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan juga mampu meningkatkan pendapatan petani. Namun sebagian besar petani di Desa Tambak Sarinah masih enggan melaksanakan usahatani varietas unggul karena biaya yang lebih besar, serangan hama yang tinggi dan harga yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani dan perbandingan pendapatan usahatani padi vaietas lokal dan varietas unggul serta kendala apa saja yang dihadapi petani dalam melaksanakan usahatani padi varietas unggul. metode yang digunakan adalah hipotesis statistika dengan rumus Uji T. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa biaya ekplisist usahatani padi varietas lokal Rp. 5.117.178 dan Rp5.827.197 untuk padi vareitas unggul. Biaya implisit usahatani padi varietas lokal Rp. 4.578.212 dan Rp. 6.128.583 untuk varietas unggul. Rata – rata produksi untuk varietas lokal 1.526 kg dengan harga jual Rp. 7.500/kh dan untuk varietas unggul berjumlah 2.334 kg dengan harga jual Rp. 5.000/kg. adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitupendapaan petani varietas lokal Rp. 6.327.822/usahatani dan Rp. 5.842.803/usahatani. Untuk perbandingan pendapatan dengan uji T, diketahui bahwa Berdasarkan Kriteria pengambilan keputusannya dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05 maka diketahui bahwa ttabel memiliki nilai 2,042. Dengan analisis statistika Uji T berikut, diketahui bahwa thitung  = 1,227 dan ttabel = 2,042 sehingga thitung < ttabel  maka ditarik kesimpulan terima H1 dan H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani padi varietas lokal dan varietas unggul dimana varietas lokal memberikan nilai pendapatan yang lebih besar. Kendala yang dihadapi petani dalam melakasanakan usahatani padi varietas unggul yaitu minimnya tenaga kerja, serangaan hama yang sangat terutama burung dan tikus, biaya yang besar dan minimnya modal usahatani.Kata kunci: Komparasi, pendapatan, usahatani, varietas unggul, varietas lokal 
PEMASARAN HASIL TANAMAN KARET (LATEKS) DI DESA BIIH DAN DESA SUNGAI BESAR KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Novita Ariani; Emy Rahmawati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lembaga pemasaran dan saluran pemasaran yang terlibat dalam pemasaran hasil tanaman karet (lateks) dan mengetahui besarnya biaya, margin dan keuntungan pemasaran serta besarnya bagian (share) harga yang diterima oleh pelaku pemasaran hasil tanaman karet (lateks) di Desa Biih dan Desa Sungai Besar Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Waktu penelitian dari bulan Februari hingga Juli 2017. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata – rata biaya pemasaran terbesar adalah sebesar Rp 1.795/kg pada saluran I dipengumpul dengan produk slab. Untuk margin pemasaran terbesar terletak pada saluran III di UPH produk sheet sebesar Rp 10.500/kg. Keuntungan terbesar terletak pada saluran II di UPH produk sheet sebesar Rp 8.248/kg. Share harga tingkat petani terbesar terletak disaluran I dan II dengan produk lump sebesar 64,71%. Profit share terbesar terletak pada saluran III di UPH produk sheet sebesar 54,99%. Cost share terbesar terletak pada saluran I dipengumpul produk slab sebesar 51,89%.Kata kunci: tanaman karet, lateks, pemasaran, profit share, cost share 
DINAMIKA KELOMPOK TANI KARET DI DESA PELAJAU KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN Muhammad Adnan; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.625

Abstract

Hasil penilaian terhadap Peranan Kelompok Tani Teratai di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan berada pada katagori sedang hingga tinggi dengan persentase antara 71,80% sampai dengan 82,05%. Sehingga dapat dikatakan peranan Kelompok Tani Teratai telgolong cukup baik, hal ini dikarenakan Responden selaku anggota Kelompok Tani Teratai merasakan manfaat dari Kelompok Tani Teratai. Manfaat tersebut seperti pemberian informasi yang berkaitan dengan usaha tani anggota, baik teknologi maupun pengentahuan baru mengenai pertanian karet untuk kemajuan pertanian karet responden. Pemberian informasi ini membuat para responden merasa bahwa jika dengan kelompok tani mereka dapat mendapatkan banyak manfaat untuk kelangsungan usaha tani mereka. Hasil penilaian terhadap Dinamika Kelompok Tani Karet di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai menghasilkan nilai tinggi setiap indikator-indikator tersebut. Hal ini berarti bahwa Dinamika kelompok tani karet di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan Berada Pada kategori Tinggi. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh kelompok tani dalam meningkatkan dinamika kelompok tani karet adalah memperbaiki kekompakan antar kelompok, kerja sama antar kelompok, memperbaiki jadwal pertemuan dan jadwal kegiatan kelompok, mengadakan pertemuan rutin setiap minggu maupun setiap bulan. Adapun kendala yang dihadapi petani dalam berkelompok tani karet yaitu adanya ketidak aktifan antar anggota kelompok, adanya ketidak kompakannya sesama anggota, kurangnya kegiatan terhadap penyuluh pertanian untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan petani, sehingga mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan petani dalam berkelompok.Kata kunci: Manfaat, peranan kelompok tani, dinamika kelompok tan
ANALISIS SISTEM DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Siti Naimah; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem distribusi komoditas padi dan sistem pemasaran padi di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai September 2017 di kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian sistem distribusi komoditas padi yang ada di Kecamatan Astambul memiliki dua pola yaitu pertama dari petani kepedagang tengkulak kepedagang pengecer kepedagang besar kepedagang pengecer kekonsumen; kedua. Dari petani kepedagang tengkulak kepedagang pengecer ke konsumen. Sistem pemasaran yang terdiri dari biaya pemasaran yang tertinggi diantara dua saluran adalah biaya pada saluran II yaitu sebesar Rp 582,77/kg dan biaya terkecil ada pada saluran I yaitu sebesar Rp 15,01/kg. Margin terbesar pada saluran II yaitu sebesar Rp3500/kg. Sedangkan margin terkecil terdapat pada saluran I yaitu Rp833,33/kg. Keuntungan terbesar berada pada saluran II yaitu sebesar Rp 2917,23/kg, sedangkan keutungan terkecil berada pada saluran I yaitu Rp 818,32/kg. Share petani tertinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar 63,16% dan share petani terendah pada saluran I yaitu sebesar 50%. Saluran distribusi yang efisien adalah pada saluran II karena memiliki efisiensi teknis dan ekonomis yang baik dibandingkan dengan efisiensi pada saluran I.Kata Kunci: padi, sistem distribusi, sistem pemasaran 
TINGKAT PENGETAHUAN PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN NILAI JUAL KARET DI DESA HANTAKAN KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Ahmad Rayhan; Nuri Dewi Yanti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.629

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani dalam meningkatkan produksi dan nilai jual karet di Desa Hantakan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani dalam meningkatkan produksi dan nilai jual karet di Desa Hantakan Kecamatan Hantakan. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Dari 245 petani karet yang ada dilokasi penelitian dipilih secara acak sebanyak 40 petani karet yang dijadikan responden. Hasil wawancara di lapangan secara keseluruhan kemampuan petani dalam penanaman berada dalam kategori cukup dengan skor 65,83%. Tingkat pengetahuan petani secara umum dalam pemeliharaan tanaman karet berada pada kategori kurang yaitu 50,63%. Hal ini disebabkan keterbatasan informasi yang didapat serta masih banyaknya petani yang tidak menghiraukan tentang penyakit tanaman karet. Pengetahuan petani dalam pemanenan yaitu sebesar 72,32% dari keseluruhan responden, hasil ini berarti berada pada kategori cukup. Karena keterbatasan informasi yang didapat oleh petani yang menjadi faktor masih banyaknya petani yang tidak mengetahui cara memanen tanaman karet dengan baik. Ditambah lagi oleh kebiasaan petani yang menerapkan cara lama dan enggan mengikuti arahan dari penyuluh. Pengolahan hasil karet sudah banyaknya petani karet yang mengetahui yaitu sebanyak 86,56% berada dalam kategori baik. Pengetahuan petani tentang pemasaran hasil panen berada dalam kategori cukup yaitu sebesar 67,5%. Yang dimana artinya petani sudah mengetahui penjualan hasil panen yang baik di lakukan di koperasi atau di antar ke pabrik secara langsung. Waktu peremajaan karet sudah banyaknya petani karet yang mengetahui yaitu sebanyak 97,5% responden bahwa tanaman karet diremajakan saat usia tanaman karet sudah di atas 25 tahun. Total pengetahuan petani karet berada dalam kategori kurang yaitu 73,04% dari keseluruhan responden. Nilai tertinggi yaitu pengetahuan petani dalam peremajaan tanaman karet sebesar 97,5%. Kata kunci: pengetahuan, karet, produksi, nilai jual
TINGKAT KESESUAIAN MATERI, METODE DAN ALAT BANTU PENYULUHAN TERHADAP PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR Muhammad Alpianor; Artahnan Aid; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.637

Abstract

 Indonesia merupakan negara pertanian, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari jumlah penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja di sektor pertanian. Oleh karena itu pembangunan ekonomi suatu wilayah haruslah pula tidak mengesampingkan pembangunan pertanian terutama karena lebih dari 40% kesempatan kerja nasional berasal dari sektor ini. Mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan berdasarkan hubungan tingkat kesesuaian materi, metode dan alat bantu terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Hasil analisis data penelitian diketahui bahwa tingkat kesesuaian materi, metode dan alat bantu terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pada usaha tani padi di Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, dimana parisipasi petani termasuk dalam kategori sedang karena memperoleh nilai/skor rata-rata sebesar 71,11%. Sedangkan untuk hubungan tingkat kesesuaian materi terhadap partisipasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan karena rshitung (0,005)< rstabel (0,306), maka H1 ditolak  dan H0 di  terima, hubungan tingkat kesesuaian metode terhadap partisipasi petani menunjukkah bahwa terdapat hubungan yang signifikan karena rshitung (0,496) > rstabel (0,306), maka H0 ditolak  dan H1 di  terima. Sedangkan hubungan tingkat kesesuaian alat bantu dengan partisipasi petani juka menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan karena rshitung (0,252)< rstabel (0,306), maka H1 ditolak  dan H0 di  terima.Kata kunci: partisipasi, kesesuaian materi, metode, alat bantu
EFEKTIVITAS PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Nia Sarinastiti; Muzdalifah Muzdalifah; Taufik Hidayat
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.619

Abstract

 Lahan pekarangan mampu dimanfaatkan sebagai usaha tani skala rumah tangga dan mampu menciptakan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. KRPL merupakan suatu program pemanfaatan pekarangan melalui upaya pemberdayaan wanita. Awal pelaksanaan program KRPL disambut antusias oleh anggota KWT namun semakin lama berkurang dikarenakan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. Sehingga dalam penelitian ini seberapa besar tingkat ketercapaian tujuan dengan proses pelaksanaan program KRPL dapat diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas program KRPL, dan mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi program KRPL terhadap ketercapaian pelaksanaan program KRPL. Penelitian ini terlaksana dari bulan Maret sampai dengan bulan September 2017. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan wilayah penelitian secara purposive dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsional. Analisis data yang dipergunakan yaitu metode deskriptif dengan menggunakan rumus interval serta dipergunakan uji t untuk menguji tingkat signifikansinya dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis metode deskriptif menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program KRPL berada pada kategori sedang dengan hasil uji t adalah tidak signifikan. Hasil analisis uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor sumberdaya dan faktor sikap terhadap ketercapaian program KRPL dan terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor komunikasi dan koordinasi terhadap ketercapaian program KRPL.Kata Kunci: efektivitas, program KRPL, uji interval, korelasi Rank Spearman

Page 1 of 1 | Total Record : 10