cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2019)" : 33 Documents clear
Analisis Tataniaga Buah Durian di Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Rivaldo Rivaldo; Djoko Santoso; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1288

Abstract

Abstrak. Desa Bi’ih merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Desa Bi’ih merupakan desa yang dikenal dengan sebutan desa wisata buah durian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lembaga, fungsi, saluran tataniaga serta menganalisis margin, farmer’s share, rasio keuntungan dan biaya serta efisiensi tataniaga pada setiap saluran tataniaga buah durian Desa Bi’ih di pasar buah sekitar bundaran (simpang empat) Kota Banjarbaru. Jumlah sampel responden yang diambil berjumlah 48 sampel, terdiri dari 31 orang petani, 9 pedagang pengumpul, 3 pedagang besar dan 5 pedagang pengecer. Metode pengambilan sampel petani durian dilakukan menggunakan (Simple Random Sampling), dari 346 populasi petani kemudian pengambilan sampel dilakukan sebanyak 31  sampel. Metode penarikan contoh untuk pedagang pengumpul dan pedagang pengecer yang bergerak pada pemasaran buah durian dari Desa Bi’ih adalah dengan menggunakan metode Snowball Sampling. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 3 saluran tataniaga buah durian dari desa Bi’ih, Kecamatan Karanng Intan, Kabupaten Banjar menuju pasar buah sekitar bundaran (simpang empat) Kota Banjarbaru. Total margin tataniaga saluran I, saluran II serta saluran III sebesar Rp 6.822-/kg, Rp 9.910-/kg, serta Rp 9.910-/kg. Nilai Farmer’s share saluran I, saluran II dan saluran III sebesar 53,97 persen, 33,73 persen, dan 33,73 persen. Total rasio keuntungan terhadap biaya saluran I, II dan saluran III adalah Rp 5,83; 4,26 dan 2,88. Dari pada saluran II dan saluran III, saluran I lebih efisien karena memiliki margin terkecil, farmer’s share yang diterima oleh petani terbesar serta ratio keuntungan dan biaya merata untuk masing-masing lembaga.Kata kunci: saluran tataniaga, margin, farmer’s share, keuntungan, biaya
Analisis Komparatif Keuntungan Padi Unggul (Vub) Inpari 30 Menggunakan Hand Tractor dan Non Hand Tractor pada Persawahan Pasang Surut Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah Ferry Julianandra; Muhammad Fauzi; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1271

Abstract

Abstrak. Padi merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia, sehingga dari tahun ke tahun kebutuhan akan padi semakin meningkat sehingga usahatani padi juga berkembang agar memenuhi kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui perbedaan produktivitas, keuntungan dan pendapatan, serta mengetahui hasil produktivitas padi dan keuntungan menggunakan uji T usahatani petani padi hand tractor dan non hand tractor di Kelurahan Selat Dalam. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2018 sampai dengan Februari 2019 di Kecamatan Selat. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden sebanyak 30 orang petani padi hand tractor dan 30 orang petani padi non hand tractor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas usahatani padi hand tractor adalah 4.760 kg/usahatani dan 4.644 kg/ha, sedangkan produktivitas usahatani padi non hand tractor adalah 3.448 kg/usahatani dan 2.893 kg/ha. Rata-rata pendapatan petani padi hand tractor adalah sebesar Rp 15.775.773,-/usahatani dan Rp 15.390.998,-/ha. Rata-rata pendapatan petani padi non hand tractor adalah sebesar Rp 11.281.240,-/usahatani dan Rp 9.466.775,-/ha. Rata-rata keuntungan petani padi hand tractor adalah sebesar Rp 10.893.040,-/usahatani dan Rp 10.627.356,-/ha. Sedangkan untuk keuntungan petani padi non hand tractor sebesar Rp 5.908.907,-/usahatani dan Rp 4.958.523,-/ha. Berdasarkan pengujian untuk hasil produktivitas padi menunjukkan bahwa nilai T hitung (16,814) lebih besar dibandingkan  dengan nilai T tabel (2,002), dan untuk keuntungan menunjukkan bahwa nilai T hitung (4,062) lebih besar dari pada T tabel (2,002). Sehingga secara uji statistik produtivitas dan  keuntungan per usahatani maupun per hektar yang diterima petani padi hand tractor signifikan lebih besar dibandingkan dengan petani padi non hand tractor.Kata kunci: Komparatif, keuntungan, pendapatan, produktivitas, uji T
Tingkat Kecemasan Komunikasi dan Kepuasan Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kabupaten Balangan Ade Perdana; Yudi Ferrianta; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1314

Abstract

Abstrak. Indonesia merupakan negara agraris, dimana sebagian besar penduduknya merupakan petani. Penyuluhan pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan pertanian, yaitu sebagai agen pengubah (agent of change). Terdapat hubungan antara penyuluhan pertanian dan faktor psikologis. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja antara lain pendidikan formal dan faktor psikologis yaitu harga diri, kecemasan berkomunikasi, kepuasan kerja, dan motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan komunikasi yang dimiliki oleh penyuluh pertanian lapangan di kabupaten Balangan, mengetahui tingkat kepuasan kerja yang dimiliki oleh penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Balangan. Populasi penelitian ini adalah seluruh penyuluh yang ada di Kabupaten Balangan yang berjumlah 51 orang. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak proporsional dengan jumlah sampel yang diinginkan sebanyak 25 orang. Hasil analisis bahwa tingkat kecemasan komunikasi responden penyuluh di Kabupaten Balangan berada pada skor 50% yang masuk pada kategori rendah. Artinya kecemasan komunikasi tidak begitu dirasakan penyuluh. Tingkat kepuasan kerja responden penyuluh di Kabupaten Balangan berada pada skor 78,00% (tinggi). Artinya kepuasan kerja yang dirasakan penyuluh sudah dalam kategori baik.Kata kunci: kecemasan komunikasi, kepuasan kerja 
Analisis Finansial Usahatani Padi Sawah Varietas Mekongga di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong Nor Misbah; Abdurrahman Abdurrahman; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1303

Abstract

Abstrak. Padi merupakan tanaman yang paling banyak ditanam di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan. Berusahatani padi memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman lain, baik dari harga panen maupun gangguan alam seperti kekeringan serta serangan hama dan penyakit. Lahan yang ada di Kabupaten Tabalong ini rata-rata lahan rawa lebak dan tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani padi sawah varietas mekongga, mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani padi varietas mekongga serta mengetahui tingkat kelayakan usahatani padi sawah varietas mekongga di Desa Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2019. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang petani padi, diambil dengan menggunakanmetode simple random sampling. Luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 0,81 hektar. Rata-rata total biaya usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 10.416.997,- per usahatani atau Rp 12.860.492,- per hektar. Rata-rata penerimaan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 16.620.450,- per usahatani atau  Rp 20.518.850,- per hektar. Rata-rata pendapatan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 13.813.436,- per usahatani atau Rp 17.053.399,- per hektar. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 6.203.453,- per usahatani atau Rp 7.658.358,- per hektar. Berdasarkan hasil penelitian usahatani padi varietas mekongga layak di usahakan, karena nilai rata-rata Revenue Cost Ratio adalah 1,56.Kata kunci: analisis finansial, biaya, keuntungan, kelayakan
Persepsi Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik dan Pemupukan Berimbang pada Tanaman Padi Gogo di Desa Artain, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar Muhammad Isfan Wahyudi; Yusuf Azis; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1276

Abstract

Abstrak. Desa Artain adalah desa yang terletak di Kecamatan Aranio dengan luas wilayah 70,00 km2 (7.000 ha). Dari data Desa Artain yang paling luas lahannya adalah tanaman padi gogo sebesar 250 ha dibandingkan lahan pertanian yang lain. Namun produktivitas padi gogo di Desa Artain masih rendah yang pertama disebabkan oleh kurangnya minat petani dalam menggunakan pupuk organik. Penyebab yang kedua yaitu petani kurang berminat untuk melakukan pemupukan berimbang pada tanaman padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Artain selama lebih kurang enam bulan dari bulan Februari sampai dengan bulan Juli 2018. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling, yaitu sebanyak 34 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 persepsi petani yaitu : persepsi petani terhadap pupuk organik pada tanaman padi gogo tergolong sangat buruk dan persepsi petani terhadap pemupukan berimbang tergolong buruk. Oleh karena itu, ditingkatkan untuk dilakukan penyuluhan atau pelatihan tentang pupuk organik dan pemupukan berimbang. Kata kunci: petani, tanaman padi gogo, persepsi, pupuk organik, pemupukan berimbang
Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Rabiatul Adawiah; Masyhudah Rosni; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1299

Abstract

Abstrak. Kinerja penyuluh pertanian merupakan hasil kerja yang dicapai penyuluh pertanian sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan penyuluhan pertanian yang telah di tetapkan. Kinerja penyuluh pertanian menjadi faktor penentu keberhasilan suatu program, dalam suatu program mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan penyuluhan sehingga tinggi rendahnya kinerja penyuluh pertanian akan berdampak pada tingkat keberhasilan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan April 2019. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kinerja penyuluh pertanian dengan menggunakan skoring dan persentase kemudian untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat kinerja penyuluh pertanian diperoleh persentase sebesar 79,2%. Menurut kriteria yang telah ditetapkan maka tingkat kinerja penyuluh pertanian tergolong tinggi. Permasalahan yang dihadapi penyuluh petanian yaitu tingkat pemahaman petani dalam menerima informasi berbeda-beda, pemikiran petani yang menganggap bahwa penyuluh adalah sebagai pihak yang memberikan bantuan seperti bibit atau benih tanaman dan sulitnya mengubah perilaku petani yang masih kerap menggunakan pestisida yang berlebihan.Kata kunci: kinerja, penyuluh pertanian, kegiatan penyuluhan
Analisis Tataniaga Benih Jagung Manis “Sweet Lady” Pada PT BISI International Tbk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dan Hulu Sungai Selatan Muhammad Lutfi Hapiz; Nina Budiwati; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1309

Abstract

Abstrak. Penggunaan benih unggul bermutu mutlak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas hasil jagung manis. Benih unggul jagung manis dihasilkan melalui kegiatan pemuliaan tanaman. PT BISI International Tbk adalah perusahaan penanaman modal asing yang bergerak dalam bidang produksi benih pertanian. Salah satu produk benih jagung manis yang banyak dicari oleh kalangan petani jagung di Kalimantan Selatan adalah Sweet Lady. Penjualan Sweet Lady pada PT BISI International Tbk selalu mengalami peningkatan di 3 tahun terakhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran tataniaga, biaya, marjin, keuntungan dan share yang diterima oleh setiap lembaga tataniaga yang menjual produk Sweet Lady di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil berjumlah 19 sampel, terdiri dari 2 lembaga R1 (pedagang besar), 9 lembaga R2 (pedagang pengecer) dan 8 lembaga R3 (pedagang pengecer kedua). Pengumpulan data dilakukan dengan metode sensus dan wawancara langsung. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 saluran tataniaga produk Sweet Lady di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan hulu Sungai Selatan. Perbedaan biaya rata-rata di 5 saluran tataniaga Sweet Lady adalah Rp2.437,50 /250 gram untuk lembaga R1, Rp800,00 /250 gram untuk lembaga R2 dan Rp500,00 /250 gram untuk lembaga R3. Marjin tataniaga yang diterima oleh setiap lembaga memiliki perbedaan yaitu pada lembaga R1 marjin tataniaga yang diterima sebesar Rp7.500,00 /250 gram, pada lembaga R2 sebesar Rp3.000,00 /250 gram dan pada lembaga R3 sebesar Rp2.000,00 /250 gram. Keuntungan yang diterima dari lembaga R1, R2 dan R3 yaitu sebesar Rp5.062,50 /250 gram, Rp2.200,00 /250 gram dan Rp1.500,00 /250 gram. Bagian (share) yang diterima oleh setiap lembaga tataniaga R1, R2 dan R3 pada 5 saluran tataniaga adalah 90%, 96% dan 90%.Kata kunci: benih jagung manis Sweet Lady , saluran tataniaga, biaya, marjin, keuntungan
Analisis Penerapan Prinsip Good Agricultural Practice (Gap) Untuk Pertanian Berkelanjutan pada Usahatani Sawi (Brassica juncea L.) di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Fauziah Fauziah; Umi Salawati; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1324

Abstract

Abstrak. Eratperdagangan globalipangan tidak lagi mengandalkann hambatanntarif, tetapi lebih menekankani pada persyaratan mutu dan keamanan pangan. Kondisilini menuntut negara-negara produsen untuk meningkatkan dayalsaing produk antara lain buah dan sayur. Menghadapi tuntutan persyaratann tersebuti dan dalamm rangka menghasilkan produki buah dan sayur yang aman konsumsi, bermutu dan diproduksilsecara ramah lingkungann maka perlu diterapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). GAPPmencakup kegiatan pertanaman  hingga penanganan pascapanen dalam upaya menghasilkan produk buah dan sayur segar yang aman dikonsumsi, bermutuLbaik, ramah lingkungan, berkelanjutanidan berdayalsaing. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui tingkat penerapan  prinsip GAP pada usahatani sawi dan untuk mengetahui kendala  yang dihadapi petani dalam penerapan prinsip GAP. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2018 sampai bulan Maret 2019. Tempat penelitian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang yang merupakan sentra penghasil hortikultura terbesar di Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan metode survey, Pemilihan responden petani sawi secara  proportionated  simple random sampling. Data dianalisis deskriptif, dengan menggunakan pedoman Peraturan Menteri Pertanian  Tahun 2009 tentang GAP.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan  prinsip GAP usahatani sawi tergolong tinggi, yaitu sebesar 89,02% pada aspek persiapan  lahan & teknik pengolahan, penggunaan benih dan varietasitanaman, penanaman, pupuk, perlindungan tanaman, pengairan, panen, serta penanganan panen dan pascapanen. Kendala yang dihadapi petani dalam usahatani sawi, adalah sikap petani yang ingin cepat mendapatkan hasil dalam budidaya, teknis produksi, modal, harga dan kemitraan penjualan sayur organik.Kata kunci: Good Agricultural Practice, pertanian berkelanjutan, tingkat penerapan.
Prospek Pengembangan Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) di Kota Banjarbaru Seli Andriani; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1272

Abstract

Abstrak. Prospek pengembangan jamur tiram di Indonesia cukup menjanjikan. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat dalam mengonsumsi jamur juga semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memilih gaya hidup sehat secara vegetarian. Jamur tiram merupakan sayuran yang pada saat ini sangat digemari oleh masyarakat Kota Banjarbaru karena kandungan gizi yang tinggi serta rasanya yang lezat, hal ini dapat dilihat dari menu pilihan di restoran, cafe dan makanan penjual dipinggir jalan yang menyediakan menu ini.Berdasarkan hasil wawancara pada petani, usahatani jamur tiram di Kelurahan Landasan Ulin Timur tumbuh danberkembang pada tahun 2016 hingga saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis budidaya jamur tiram dan penerapan GAP, analisis finasial jamur tiram, perkembangan usahatani jamur tiram, dan permasalahan-permasalahan dalam usahatani budidaya jamur tiram. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat Kegiatan usahatani budidaya jamur tiram ini secara teknis dapat dijalankandan tergolong cukup mudah tetapi petani belum mengetahui bagaimana menerapkan GAP. Panen jamur tiram dilakukan setiap hari pada pagi hari dan petani mengganti baglog kurang lebih 3 bulan sekali.Secara finansial usaha budidaya jamur tiram putih ini memiliki nilai RCR pada strata I sebesar 3,87 dan pada strata II sebesar 3,28. Ini berarti usaha budidaya jamur tiram putih dapat dikatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Usahatani budidaya jamur tiram putih ini pada umumnya masih dalam skala usaha kecil dan masih dalam tahap pengembangan, banyaknya permintaan dipasaran dapat menjadi motivasi petani dalam mengembangkan usahanya. Permasalahanyang dihadapi oleh petani adalah cuaca yang terkadang tidak stabil, dan cenderung panas yang berkepanjangan setiap hari hal ini dapat menurunkan hasil panen petani. Kata kunci:jamur tiram putih, prospek, analisis finansial
Analisis Pemasaran Jagung Manis (Zea Mays L.) di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Gugun Aditama; Muzdalifah Muzdalifah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1306

Abstract

Abstrak. Salah satu kendala yang dihadapi petani jagung di Kelurahan Landasan Ulin Utara adalah melakukan pemasaran, dimana petani masih kurangnya informasi tentang pemasaran. Tetapi kebutuhan jagung terus meningkat sehingga perlu adanya penelitian pemasaran agar pendapatan petani dan keuntungan lebih meningkat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling, yaitu sebanyak 42 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang ada di Kelurahan Landasan Ulin Utara memiliki empat pola. Total biaya pemasaran yang tertinggi pada empat saluran adalah pada saluran IV yaitu tujuan Pasar Banjarbaru sebeesar Rp. 791,91 dan biaya terkecil pada saluran I sebesar Rp. 191,27 yaitu petani menjual langsung ke konsumen akhir. Margin total terbesar Rp. 1.100,00 terdapat pada saluran IV yaitu tujuan pemasaran di Pasar  Banjarbaru, sedangkan margin total terkecil pada saluran II tujuan pemasaran di Pasar Ulin Raya yaitu sebesar Rp. 400,00. Farmer’s share tertinggi tertinggi terdapat pada saluran I yaitu pada tingkat petani sebagai pedagang pengecer sebesar 100%, sedangkan farmer’s share rendah terdapat pada saluran IV tujuan pemasaran di Pasar Banjarbaru yaitu sebesar 63,33%. Berdasarkan hasil anaisis penelitian, maka saluran I lebih efisien dari sisi efisiensi ekonomis, sedangkan dari sisi efisiensi teknis adalah saluran II tujuan Pasar  Banjarbaru. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani adalah sering tanaman jagung terkena penyakit kuning pada daunnya dan mahal harga obat-obatan. Permasalahan yang sering dihadapi pedagang adalah kualitas jagung kurang bagus. Kata kunci: pemasaran, jagung manis, Zea Mays L

Page 1 of 4 | Total Record : 33