cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023)" : 36 Documents clear
Kajian Ekonomi Pengolahan Makanan Gorengan pada Usaha Pisang Kipas Bati-Bati di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Sandy Angga Saputra; Luki Anjardiani; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan yang dihadapi dari Usaha Pisang Kipas Bati-bati Di Desa Nusa Indah Kabupaten Tanah Laut (Study Kasus Pisang Kipas Bati-bati). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2022 mulai persiapan, pengumpulan data, pengolahan data sampai dengan tahap penyusunan laporan. Perhitungan analisis adalah selama satu bulan produksi dimana produksi dilakukan setiap hari. Terdapat lima produk olahan yaitu pisang kipas Bati-bati, gorengan tahu dan gorengan tempe, gorengan jalabi dan gorengan bakwan. Biaya total yang dikeluarkan selama sebulan adalah sebesar 108.180.020. Penerimaan yang diperoleh sebulan adalah sebesar 213.750.000. Keuntungan yang diperoleh selama sebulan sebesar 105.569.980. Titik impas (Break Even Point) pada usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati yaitu titik impas pada satuan rupiah adalah sebesar 7.948.745 untuk pisang kipas dengan jumlah 3.179 unit dan untuk tahu sebesar 1.766.388 dengan jumlah 707 unit, untuk tempe sebesar 1.324.791 atau sebesar 530 unit, untuk gorengan jalabi sebesar 1.103.992 sebesar 442 unit, dan gorengan bakwan sebesar 441.597 atau sebesar 177 unit. Usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati memberikan keuntungan yang besar, disarankan pelaku usaha lebih mengoptimalkan promosi penjualan online yang tadinya hanya menggunakan media facebook dan whatsApp bisa menggunakan menambahkan media promosinya dengan Instagram.
Analisis Usaha Pemasaran Produk Pertanian (Studi Kasus di Toko Botani Market) Lingga Ciha Putra; Hairi Firmansyah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9409

Abstract

Perkembangan usaha pertanian yang menerapkan media online dalam pemasaran dan penjualan produknya mulai banyak berkembang salah satunya Toko botani market yang sudah berjalan 4 tahun 8 bulan sejak Februari tahun 2018. Pengelolaan Toko Botani Market dilakukan di tempat tinggal milik pribadi dan dipasarkan melalui media sosial. Berbagai macam produk segar dijual di Toko Botani Market dari jenis saayuran hingga produk bumbu dapur. Upaya pengembangan usaha dan memaksimalkan pengelolaan Toko botani market maka dilakukanlah penelitian untuk dapat menganalisis secara umum finansial dan permasalahan serta solusi yang dilakukan untuk dapat mempertahankan dan memperbaiki strategi untuk menunjang Toko Botani Market. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menjawab gambaran umum dan permasalahan usaha serta analisis finansial untuk menjawab permasalahan penerimaan, biaya, keuntungan dan pemasaran. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dan data skunder dimana data primer diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan daftar pernyataan yang sudah disediakan sedangkan data sekunder diperoleh melalui instansi atau lembaga terkait. Penerimaan yang diperoleh Toko Botani Market dalam waktu satu tahun adalah senilai Rp 1.526.160.800. Jumlah biaya yang dikeluarkan oleh Toko Botani Market selama satu tahun adalah seninal Rp 1.436.035.380 dengan biaya rata-rata perbulan adalah senilai Rp 119.671.240. Biaya tetap menyumbangkan sebanyak 8.9% atau senilai Rp 128,887,500 per tahun sedangkan biaya variabel menyumbangkan sebanyak 91.1% atau senilai Rp 1.307.147.880 per tahun. keuntungan yang diperoleh oleh Toko Botani Market adalah senilai Rp 90,125,420 per tahunnya dengan keuntungan rata-rata per bulan senilai Rp 7,508,827 .Persentase kenaikan harga atau margin produk rata-rata senilai 20% dari harga jualnya. Permasalahan yang dialami oleh Toko Botani Market dalam menjalankan usahanya diantaranya produk sayuran dan buah yang mudah busuk dan harga sayuran dan buah yang berfluktuatif pada saat hari besar keagamaan dan hari libur Nasional.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Siti Normilahayani; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9477

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga dapat diartikan kemampuan keluarga dalam mengakses pangan dengan baik untuk mencukupi kehidupan anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan pangan dan indikator aksesibilitas keterjangkauan rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilakukan sejak bulan Februari 2023 sampai dengan April 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan Simple Random Sampling, yaitu dengan 91 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan dilihat dari rata-rata proporsi pengeluaran pangan terhadap pengeluaran total tergolong tahan pangan dengan persentase 55%. Indikator keterjangkauan pangan diukur dari kemudahan suatu rumah tangga dalam memperoleh pangan yang diukur dengan daya beli. Indikator aksesibilitas rumah tangga yang dilihat dari kemampuan daya beli petani padi sawah di Kecamatan Padang Batung tergolong tinggi (>1) dengan rata-rata daya beli terhadap pangan sebesar 1,08 yang menunjukkan bahwa keadaan pangan rumah tangga dalam kategori tinggi namun untuk disimpan/ditabung masih rendah karena daya beli mendekati kategori sedang sehingga perlu waspada terhadap stok pangan dikemudian hari.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Bawang Daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Frendi Kurniawan; Hamdani Hamdani; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida terhadap produksi bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan dari Bulan Juli 2022 sampai selesai. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sample acak sederhana (Simple Random Sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cobb-Douglas dan menggunakan metode kuadrat terkecil (OLS = Ordinary Least Squares) pada pendugaan parameter dari fungsi produksi. Hasil penelitian menggunakan faktor variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida, secara bersama-sama signifikan mempengaruhi produksi bawang daun. Peningkatan faktor variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida, secara bersama-sama signifikan mempengaruhi produksi bawang daun sedangkan secara parsial peningkatan variabel benih dengan nilai t hitung sebesar 2.156 dan pupuk nilai t hitung sebesar 3.201 berpengaruh secara nyata (signifikan), sedangkan variable luas lahan, tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh secara nyata (signifikan). Adapun permasalahan yang dihadapi petani bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara yaitu hama penyakit dan ketersedian pupuk subsidi., adapun permasalahan yang dihadapi petani bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara yaitu hama penyakit dan ketersedian pupuk subsidi.
Analisis Usahatani Semangka Merah Non Biji di Desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan Aulia Rahmah; Mira Yulianti; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9415

Abstract

Semangka merupakan salah satu buah yang diusahakan oleh petani di Desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang merupakan salah satu desa penghasil buah semangka terbanyak. Permasalahan yang dihadapi petani yaitu pengaturan pola tanam, manajemen modal, dan anjloknya harga jual semangka merah non biji pada saat panen bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan menganalisis masalah apa saja yang dihadapi petani semangka merah non biji di daerah penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara porpusive (sengaja) sebanyak 30 orang petani semangka merah non biji di daerah penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan analisis deskriptif. Berdasarkan dari hasil penelitian di desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut, rata-rata biaya total semangka merah non biji yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp8.981.580 per usahatani, rata- rata penerimaan usahatani semangka merah non biji yang diterima adalah sebesar Rp21.662.275 per usahatani, kemudian jumlah keuntungan yang didapat petani lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp12.680.695 per usahatani per satu kali musim tanam.
Analisis Finansial Usahatani Jamur Tiram di Kelurahan Liang Anggang Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada “Usahatani Agripolit”) Hery Padli Ariani; Muhammad Fauzi; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9404

Abstract

Jamur merupakan salah satu hasil tanaman hortikultura, yang mempunyai banyak kandungan gizi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik dalam bentuk segar atau olahan siap saji. Tingginya akan kebutuhan jamur tiram membuka peluang bisnis jamur tiram. salah satunya yaitu usaha Tani Agripolit di Liang Anggang Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa biaya yang digunakan, penerimaan, keuntungan dalam usahatani jamur tiram pada studi kasus “USAHATANI AGRIPOLIT” di Kelurahan Liang Anggang Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru dan untuk mengetahui kapan terjadinya Titik Impas (Break Event Point) serta mengetahui permasalahn yang dihadapi di usahatani Agripolit. Penelitian ini dilakukan bertempat di Liang Anggang Kota Banjarbaru, pada bulan Januari 2023 hingga selesai. Penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pemilik usahatani jamur tiram “AGRIPOLIT”. hasil penelitian dalam satu kali memproduksi dihasilkan biaya produksi sebanyak Rp 2.192.856, Penerimaan sebanyak Rp 12.400.000, keuntungan sebesar Rp 10.207.144. Titik impas (Break Event Point) dalam unit sebanyak 56.737 Kilo Gram dan pada rupiah senilai Rp 1.418.426. permasalahan yang dihadapi usahatani Agripolit yaitu beberapa baglog gagal tumbuh akibat proses pembibitan tercemar atau adanya hama pengganggu gurem, maka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses sterilisasi ulang serta pembibitan ulang. Adapun saran saat proses pembibitan supaya lebih berhati-hati serta mempastikan semua dalam keadaan higienis dan steril Bila tidak maka dalam proses nanti akan mengakibatkan terkontaminasinya baglog dan membuat gagal tumbuhnya jamur tiram.
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Nanas di Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala Riantoni Riantoni; Abdurrahman Abdurrahman; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9482

Abstract

Komoditas nanas di Kecamatan Mekarsari berkembang cukup baik jenis nanas yang dibudidayakan di Kecamatan Mekarsari yaitu nanas tamban. Dari segi budidayanya dan segi permintaan nanas tamban sangat tepat dan dapat berkembang dengan baik. Menganalisis usahatani diperlukan sebagai alat pemeriksan usahatani yaitu agar mengetahui sampai dimana keberhasikan yang telah dicapai selama usaha bahwa pekerjaan berlangsung. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi penyelenggaraan usahatani nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. 2) Mengetahui Berapa biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diterima oleh petani nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. 3) Mengetahui tingkat kelayakan usahatani nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. 4) Mengetahui gambaran umum pemasaran nanas Tamban di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan data primer data sekunder. Data primer dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data sekunder diambil dari studi pustaka kelembagaan dan instansi terkait. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berdasarkan survey dan pengamatan yang dilakukan dan perhitungan biaya, pendapatan dan keuntungan usahatani nanas tamban di Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan rata - rata total biaya yang dikeluarkan dalam 1 periode tanam (33 bulan) adalah sebesar Rp 66.099.783,-. Rata-rata total penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 162.594.000,-. Pendapatan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp.203.753.118,- dan Keuntungan rata-rata yang diperoleh adalah sebesar Rp 96.496.317. Tingkat kelayakan Usahatani Nanas di Kecamatan Mekarsari dapat dilihat dari nilai Revenue Cost Ratio (RCR). Nilai RCR yang didapat adalah sebesar 2,45. Dengan nilai RCR >1 maka Usahatani Nanas di Kecamatan Mekarsari merupakan jenis usaha yang layak. Metode pemasaran yang dilakukan para petani responden adalah dengan cara melakukan pemanenan saat terdapat permintaan oleh para pengepul buah. Para pengepul buah kemudian membeli nanas perbijinya dengan harga dan kriteria yang sudah disepakati sebelumnya. Kemudian para pengepul akan memasarkan nanas ke Banjarmasin, Banjarbaru, dan kota sekitarnya.
Analisis Finansial Usahatani Cabai Besar di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Muhammad Syaifuddin; Rifiana Rifiana; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9429

Abstract

Kelurahan Landasan Ulin Utara memiliki potensi serta memiliki sumberdaya yang menunjang untuk melaksanakan usahatani cabai besar. Namun akibat masih rendahnya produksi cabai sehingga memunculkan anggapan bahwa petani tidak mendapatkan keuntungan. Melakukan analisis terhadap usahatani cabai besar merupakan awal dalam menentukan sikap untuk melakukan budidaya cabai besar agar mengetahui sampai dimana keberhasikan yang telah dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan, serta kelayakan usahatani cabai besar di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan data primer data sekunder. Data primer dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data sekunder diambil dari studi pustaka kelembagaan dan instansi terkait. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berdasarkan survey dan pengamatan yang dilakukan dan perhitungan penerimaan, keuntungan dan kelayakan usahatani cabai besar di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Hasil penelitian menunjukkan biaya, penerimaan, dan keuntungan pada Usahatani cabai besar di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang pada 1 musim tanam untuk rata-rata biaya total Rp 28.873.076. rata – rata total penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 49.559.500. Keuntungan rata - rata yang diperoleh adalah sebesar Rp 20.686.424. Tingkat kelayakan Usahatani Cabai Besar di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang dapat dilihat dari nilai Revenue Cost Ratio (RCR). Nilai RCR yang didapat adalah sebesar 1,72. Dengan nilai RCR >1 maka Usahatani Cabai Besar di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang merupakan jenis usaha yang layak.
Elastisitas Produksi Faktor – Faktor Dalam Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Nurhalisa Nurhalisa; Djoko Santoso; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9420

Abstract

Penggunaan faktor produksi sangat mempengaruhi hasil dari produksi usahatani padi sawah yang memerlukan perhatian lebih dalam budidayanya. Elastisitas produksi mencerminkan pengaruh produksi, sehingga dari besaran elastisitas produksi tersebut diketahui persentase perubahan dari output sebagai akibat dari persentase perubahan dari input. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpengaruh tidaknya penggunaan faktor-faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) terhadap produksi padi sawah di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, serta menganalisis elastisitas produksi dalam usahatani padi sawah di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru pada bulan Juni 2022 sampai dengan November 2022. Penentuan metode penarikan contoh yang digunakan adalah multistage random sampling berdasarkan pembagian administratif suatu daerah secara bertingkat kemudian diambil secara acak. Dipilih 2 kelurahan secara acak dari 4 kelurahan yaitu Kelurahan Bangkal dan Kelurahan Cempaka. Total seluruh sampel yang diambil dari 2 kelurahan sebanyak 40 orang petani secara acak. Analisis data menggunakan analisis regresi fungsi produksi Cobb-Douglas dengan metode pendekatan kuadrat terkecil Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan faktor variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja secara bersama-sama signifikan mempengaruhi produksi padi sawah. Secara parsial peningkatan variabel luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi sawah. Peningkatan variabel benih dan pestisida tidak mempengaruhi produksi padi sawah, sedangkan peningkatan variabel pupuk dapat menurunkan produksi padi sawah, namun tidak berpengaruh secara nyata. Semua penggunaan variabel luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja bersifat inelastis.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Jamu Tradisional Pada Kampung Pejabat Kota Banjarbaru Nur Anisah; Nina Budiwati; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9410

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran usaha jamu tradisional di Kampung Pejabat Kota Banjarbaru, serta menyusun dan menganalisis strategi pengembangan pemasaran pada Kampung Pejabat Kota Banjarbaru dengan menggunakan purposive sampling untuk mengetahui faktor internal dan accidental sampling untuk mengetahui faktor eksternal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif dengan matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan matriks QSPM. Faktor internal terdiri dari kekuatan dan kelemahan. Kekuatan utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah harga jamu yang ramah dikantong. Kelemahan utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah kekurangan modal dan sistem manajemen keuangan yang kurang baik. Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman. Peluang utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah adalah Banjarbaru sebagai Ibu Kota Kalimantan Selatan. Ancaman utama Cafe Jamu Kampung Pejabat adalah adanya kedai jamu serupa di daerah Kota Banjarbaru. Terdapat 3 alternatif prioritas strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan pada usaha jamu tradisional di Kampung Pejabat Kota Banjarbaru yaitu mempertahankan reputasi perusahaan untuk meningkatkan potensi pasar, mengikuti kegiatan pameran produk lokal yang diadakan oleh dinas ataupun pemerintah kota sebagai ajang promosi produk, serta mempertahankan citra atau image perusahaan dan memberikan layanan lebih kepada pelanggan.

Page 1 of 4 | Total Record : 36