Frontier Agribisnis
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles
53 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 3 (2023)"
:
53 Documents
clear
Analisis Faktor Produksi Usahatani Selada Sistem Hidroponik pada Komunitas Petani Hidroponik Kalimantan Selatan
Lalan Suprila;
Yusuf Azis;
Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10316
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana penyelenggaraan usahatani selada sistem hidroponik pada KOPHIKALSEL, menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh dalam budidaya usahatani selada sistem hidroponik yaitu lahan, modal usaha, tenaga kerja, benih dan nutrisi. mengetahui masalah yang dihadapi petani dalam usahatani selada sistem hidroponik di KOPHIKALSEL. Penelitian ini dilaksanakan di Komunitas Petani Hidroponik Kalimantan Selatan (KOPHIKALSEL) cabang Banjarmasin dan Banjarbaru dengan jumlah responden sebanyak 44 petani yang diambil dengan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan usahatani selada yang dalam satu kali musim tanam selama 40-50 hari ialah mencakup persiapan lahan, penyemaian benih, penanaman, perawatan dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta panen dan pascapanen. Pengaruh penggunaan faktor produksi yang digunakan meliputi lahan, modal usaha, tenaga kerja, benih dan nutrisi menyumbang 82 % . Secara simultan pada tingkat kepercayaan 95% lahan, modal, tenaga kerja, benih dan nutrisi secara bersama-sama berpengaruh secara nyata terhada pproduksi sayur selada hidroponik. Secara parsial pada tingkat kepercayaan 95% lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi selada sistem hidroponik sedangkan modal, benih dan nutrisi tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi selada sistem hidroponik. Permasalahan yang dihadapi petani dalam melakukan usahatani meliputi ketersediaan benih yang tidak selalu ada, pemadaman listrik yang mengakibatkan tanaman rusak atau mati dan Kurangnya pasokan selada yang berkelanjutan.
Analisis Keuntungan dan Kelayakan Usaha Pengolahan Tahu di Kelurahan Keraton Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Industri Tahu Adi Karya)
Wahyu Setyaningsih;
Luki Anjardiani;
Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10348
Penelitian ini bertujuan untuk: ((1) Menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan pada industri tahu Adi Karya. (2) Menganalisis tingkat kelayakan pada industri tahu Adi karya. (3) Menganalisis tingkat sensitivitas pada industri tahu Adi Karya (4) Menganalisis titik impas atau Break Even Point (BEP) pada industri tahu Adi Karya. (5) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh industri tahu Adi Karya. Jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh industri tahu Adi Karya pada bulan Maret 2023 sebesar Rp256.635.209 dengan jumlah biaya tetap Rp2.016.209 dan biaya variabel Rp254.619.000. Penerimaan yang diperoleh dari penjualan tahu dan ampas tahu yaitu sebesar Rp279.450.000 dan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp22.814.791. Kelayakan pada industri tahu Adi Karya pada bulan Maret 2023 yaitu sebesar Rp1,09. Hal ini menunjukan bahwa industri tahu Adi Karya menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Dari hasil analisis sensitivitas Industri tahu Adi Karya tidak sensitif terhadap kenaikan biaya bahan baku (kedelai) pada 5%, namun sensitif terhadap kenaikan biaya bahan baku (kedelai) pada 10% dan 15%. Titik impas pada tahu goreng yaitu sebanyak dengan jumlah sebanyak 1.418,16Kg dengan jumlah penjualan Rp22.690.560. Permasalahan yang dihadapi industri tahu Adi Karya adalah berkurangnya jumlah produksi dikarenakan kurangnya tenaga kerja, limbah cair yang masih dibuang kesungai dan izin usaha yang sudah mati karena tidak diperpanjang.
Analisis Usahatani Melon di Kota Banjarbaru
Budi Setiawan;
Hamdani Hamdani;
Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10306
Kota Banjarbaru merupakan Kabupaten atau Kota yang memiliki produksi tanaman buah melon terbesar di Kalimantan Selatan pada tahun 2019 jumlah produksi melon sebesar 1.807,00 ton dan untuk tahun 2020 yaitu 991,00 ton dimana pada tahun 2019 merupakan hasil terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani melon, biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani, dan kelayakan usahatani melon di Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru dengan total populasi 89 petani usahatani melon, sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada sebanyak 30 responden petani usahatani melon dari yang diambil menggunakan teknik acak bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani melon di Kota Banjarbaru diselenggarakan selama 4 bulan (1 periode tanam) dari pengolahan tanah, penyemaian benih, penanaman bibit melon, perawatan hingga panen. Pada umumnya petani menggunakan air sumur untuk sistem pengairannya. Biaya usahatani melon yang dikeluarkan dalam satu periode tanam yaitu 4 bulan adalah Rp Rp 12.115.796,39/usahatani dan untuk penerimaan yang didapatkan petani melon rata-rata sebesar Rp23.651.653,85 per usahatani. Adapun rata-rata pendapatan dari usahatani melon setiap usahatani memperoleh Rp 14.586.042, kemudian keuntungan rata-rata dari usahatani melon ini mencapai Rp 11.535.857,46 per usahatani. Keuntungan rata-rata yang diperoleh oleh petani melon sangat menguntungkan dengan perbandingan biaya yang dikeluarkan. Nilai RCR yang diperoleh senilai 1,95 yang artinya nilai tersebut lebih besar dari 1, maka dapat dikatakan usahatani melon tersebut layak untuk diusahakan dengan baik.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Produk Minuman Traktiran Teman di Kota Banjarbaru
Obed Yunus Hasan Purba;
Nuri Dewi Yanti;
Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10339
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelanggan mengambil keputusan untuk membeli minuman dari Traktiran Teman atau tidak dan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan terhadap minuman tersebut. Eksplorasi ini diarahkan pada dua outlet, yakni Sungai Besar dan Balitan, mulai Maret hingga Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisis deskriptif dan analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index) digunakan untuk menguji kepuasan konsumen dan perilaku konsumen selama proses pengambilan keputusan pembelian. Sikap konsumen terungkap dalam lima tahap pengambilan keputusan pembelian, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian, menurut penelitian tentang perilaku konsumen. Indeks kepuasan pelanggan memiliki nilai 82%, yang menempatkannya dalam kategori "sangat puas", menurut penelitian tentang kepuasan konsumen. Ada satu atribut di kuadran A, lima di kuadran B, delapan di kuadran C, dan dua di kuadran D
Analisis Faktor-Faktor Produksi yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Cabai Rawit Tiung di Kecamatan Bintang Ara Kabupaten Tabalong
Baiti Mukaromah;
Ahmad Yousuf Kurniawan;
Ana Fauziatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10330
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pendapatan rata- rata petani cabai rawit tiung dan pengaruh faktor-faktor produksi terhadap pendapatan petani cabai rawit tiung di Kecamatan Bintang Ara. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer didapat dari pengamatan dan wawancara langsung dengan petani responden, data sekunder diambil dari dinas pertanian dan BPP Kecamatan Bintang Ara. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang dari total populasi sebanyak 128 orang dengan teknik sampel acak sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh biaya total rata-rata petani sebesar Rp 4.509.690/usahatani atau Rp7.888.671/Ha. Penerimaan usahatani sebesar Rp.8.587.800/usahatani atau Rp 15.022.391/Ha dan pendapatan rata-rata sebesar Rp 5.572.033/usahatani atau Rp 9.746.997/Ha. Faktor-faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani cabai rawit tiung adalah biaya pupuk, biaya pestisida dan tenaga kerja. Sementara harga produk, pengalaman berusahatani dan tingkat pendidikan petani tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani usahatani cabai rawit tiung di Kecamatan Bintang Ara.
Persepsi Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap Usaha Tani Padi
Siti Fatimah;
Eka Radiah;
Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10321
Tujuan dari penelitian ini mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap usaha tani padi dan mengetahui permasalahan yang dihadapi jika bekerja pada usaha tani padi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 78 orang diambil menggunakan metode simple random sampling, dimana pengambilan sampel secara acak. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa persepsi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap usaha tani padi menjanjikan dengan nilai presentase (69,23%). Hal ini dilihat dari faktor-faktor penentu persepsi kepemilikan lahan orang tua (25,64%), mempunyai pengetahuan dan keterampilan (19,23%), pekerjaan orang tua (15,38%, serta keberlanjutan usaha tani padi (8,97%). Adapun permasalahan yang dihadapi mahasiswa jika bekerja pada usaha tani padi adalah cuaca atau iklim yang berubah-ubah (37%), permasalahan kedua mengenai teknologi yang tidak memadai (alat pertanian usahatani padi yang mahal) (21%), harga hasil panen yang tidak menentu dengan presentase (19%), besarnya modal untuk berusaha tani dengan presentase (18%), serta kurangnya kesuburan lahan sebanyak (5%).
Analisis Strategi Pemasaran Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) pada Usaha CV. EEP di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru
Brillian Sanubari;
Ahmad Yousuf Kurniawan;
Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10353
Ada berbagai macam jenis jamur konsumsi di Indonesia. Namun, produksinya mengalami fluktuasi, termasuk di wilayah Kalimantan Selatan. Produsen di Kota Banjarbaru merupakan wilayah yang mengalami penurunan produksi paling tinggi pada tahun 2021, yang pusatnya berada di Kecamatan Landasan Ulin. CV. EEP Jamur memiliki tempat usaha jamur paling luas dibandingkan dengan pemilik usaha lain. Namun, industri rumah tangga ini masih mengandalkan pemasaran produksi secara tradisional. Banyak permasalahan yang dihadapi untuk dapat bertahan dengan usaha ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan, serta menganalisis strategi pemasaran yang tepat untuk diterapkan pada usaha CV. EEP Jamur di Kecamatan Landasan Ulin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif dan menerapkan analisis SWOT. Peneliti melakukan wawancara kepada pemilik CV. EEP Jamur untuk menggali data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang tepat digunakan untuk CV. EEP Jamur adalah strategi menjaga dan mempertahankan. Hasil juga menemukan bahwa CV. EEP Jamur perlu menerapkan strategi konsolidasi untuk menghindari kehilangan profit dan penjualan. CV. EEP Jamur dapat memperluas pasar, fasilitas produksi, dan teknologi melalui cara pengembangan faktor internal maupun eksternal dengan akuisisi dengan perusahaan lain dalam usaha yang sama
Pengaruh Marketing Public Relations dan Brand Image Terhadap Loyalitas Pelanggan “Terjebak Kopi”
Anita Anita;
Ahmad Yousuf Kurniawan;
Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10312
Pola Konsumsi mengubah masyarakat dan prospek industri makanan dan minuman dapat menyebabkan munculnya perusahaan di industri makanan dan minuman semakin kompetitif. Budaya baru meminum kopi membuat bisnis kedai kopi menjadi salah satu pilihan usaha yang sangat menjanjikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh langsung atau tidak langsung variabel marketing public relations dan brand image terhadap loyalitas pelanggan “Terjebak Kopi”. Menggunakan metode penarikan contoh non probability sampling dengan jumlah sample yaitu sebesar 100 responden. Analisis data yang dipakai yaitu Structural Equation Modeling (SEM) melalui program IBM SPSS AMOS 24. Adapun hasil dalam penelitian menyatakan : 1) Marketing public relation tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut hanya mampu menarik pelanggan pada saat kegiatan dilaksanakan saja, bukan dalam jangka panjang. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara brand image terhadap loyalitas pelanggan. Pelanggan cenderung akan mengembangkan keterikatan emosional mereka terhadap merek yang mereka anggap positif, sehingga dapat dikatakan bahwa Terjebak Kopi mampu menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan. 3) Ada pengaruh secara tidak langsung antara marketing public relations terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variable intervening. Kegiatan marketing public relations dapat dikatakan mampu membentuk rasa puas pada pelanggan sehingga akhirnya loyal terhadap Terjebak Kopi. 4) Tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan antara brand image terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening. Citra yang dimiliki oleh Terjebak Kopi masih belum memadai untuk memenuhi kepuasan pelanggan sepenuhnya hingga pada akhirnya memutuskan loyal terhadap Terjebak Kopi. Disarankan bagi Terjebak Kopi agar meningkatkan lebih kegiatan marketing public relations serta kepuasan pelanggan. Selain itu bagi Terjebak Kopi agar dapat meningkatkan interaksi dengan masyarakat dengan kegiatan marketing public relations yang berbeda dari sebelumnya.
Analisis Kinerja Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (Uppb) Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan
Syafiq Nurfahuda;
Mira Yulianti;
Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10344
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun laporan laba/rugi UPPB bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan, menganalisis kinerja keuangan UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan berdasarkan Net Profit Margin, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam operasional UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan, dan mendeskripsikan respon petani terhadap adanya UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Penelitian berlangsung dari bulan Mei 2022 yang dimulai dari penyusunan proposal sampai dengan April 2023 pengolahan hasil penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini Non-Probability Sampling dengan teknik accidental sampling. Teknik dan analisis data yang ditempuh adalah dengan menggunakan rumus Net Profit Margin. Hasil penelitian menunjukan bahwa laba UPPB Bangun Sahabat mengalami penurunan signifikan dari tahun 2021 ke 2022 sebesar Rp72.100.097. Berdasarkan perhitungan untuk mengetahui kinerja keuangan UPPB Bangun Sahabat diperoleh NPM pada tahun 2021 sebesar 3,3% dan 2% pada tahun 2022. Rendahnya nilai NPM ini menunjukkan bahwa UPPB Bangun Sahabat mengalami kesulitan dalam menghasilkan laba dari penjualan produk atau jasa. Harapan petani terhadap UPPB adalah agar harga karet dapat meningkat lebih lanjut mengingat kenaikan harga kebutuhan pokok, serta harapan akan lebih banyak bantuan yang diterima, terutama dalam hal pupuk yang harganya semakin tidak terjangkau.
Tingkat Pengetahuan Petani Terhadap Budidaya Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta) di Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Rahman Aulia;
Mira Yulianti;
Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10335
Upaya adopsi budidaya ubi kayu dengan tingkat pengetahuan petani di tingkat yang nantinya besar harapan pendapatan petani dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu, hubungan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu dengan pengalaman berusahatani, luas tanam dan penerimaan serta mengidentifikasi permasalahan petani penyelenggaraan tanam ubi kayu. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif serta analisis korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu berada pada tingkat kategori tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama pengalaman berusahatani, luas tanam dan penerimaan penjualan ubi kayu dengan tingkat pengetahuan petani terhadap budidaya tanaman ubi kayu. Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh para petani ubi kayu yakni pengendalian gulma dan pemupukan.