cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 28 Documents clear
ANALISIS PENDAPATAN PETANI NANAS PARIGI DI DESA PARARAPAK KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Januar Khodari; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12261

Abstract

Nanas Parigi adalah varietas nanas madu unggulan yang dapat tumbuh baik di tanah gambut dengan pH 4 – 5 (sangat asam) di daerah Dusun Parigi dan Dusun Danau Jutuh, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Nanas parigi punya karakter khas, diantaranya tidak menimbulkan rasa gatal di lidah dan kadar gula yang lebih banyak. Uniknya, bila ditanam diluar Kabupaten Barito Selatan rasanya akan berubah, tidak semanis apabila ditanam di sekitaran Desa Pararapak padahal sama-sama ditanam di tanah gambut. Desa Pararapak merupakan salah satu penghasil produksi buah nanas di Kecamatan Dusun Selatan. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi yang pertama yaitu pada musim hujan dimana air melimpah sehingga tanaman nanas parigi yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik, tetapi disisi lain ketika curah hujan ekstrem lahan akan tergenang dan tanaman nanas rawan terserang hama penyakit yang berakibat produksi yang dihasilkan petani tidak optimal. Permasalahan kedua yaitu murahnya harga jual nanas parigi saat panen bersamaan yang menyebabkan penawaran melebihi permintaan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya, penerimaan, pendapatan usahatani nanas parigi yang diterima oleh petani dan mengetahui permasalah yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi
ANALISIS USAHATANI SEMANGKA DI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR Muhammad Rezani; Luthfi Fatah; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan, dan masalah apa saja yang dihadapi petani semangka di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar pada Maret 2023. Metode penarikan contoh yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel, hal ini dilakukan karena populasi kurang dari 30. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa usahatani semangka di kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar mengeluarkan rata-rata total biaya implisit sebesar Rp.9.596.826,00 dan biaya eksplisit sebesar Rp8.270.270,00. Secara keseluruhan, rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp17.867.270,00. Sedangkan rata-rata penerimaan yang dihasilkan oleh petani sebesar Rp31.875.000,00, dan rata-rata pendapatan yang dihasilkan oleh petani adalah sebesar Rp23.604.730,00. Keuntungan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, yaitu sebesar Rp14.007.903,96, sehingga usahatani semangka diKecamatan Mataraman Kabupaten Banjar dinilai layak dan menguntungkan dengan nilai kelayakan sebesar 1,78.
ANALISIS USAHATANI TANAMAN BAYAM DAN SAWI DI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUSAN HILIR KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Zulkar Hamidi; Hairi Firmansyah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan serta mengetahui permasalahan petani sayuran bayam dan sayuran sawi. Sebanyak 32 orang disurvei memakai metodologi sensus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budidaya bayam dan sawi memberikan hasil panen yang baik, dimulai dari penyiapan lahan dan dilanjutkan dengan penanaman dan pemeliharaan, serta mengikuti metode teknis yang tepat dalam menanam tanaman tersebut. Rata-rata biaya total yang harus dikeluarkan petani sebesar Rp944.992 per usahatani dengan rata-rata biaya variabel sebesar Rp773.063 per usahatani dan rata-rata biaya tetap sebesar Rp171.929 per usahatani. Rata-rata penerimaan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi diperoleh sebesar Rp2.846.250 per usahatani. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi Rp1.901.258 per usahatani. Hasil evaluasi menampilkan bahwa kelayakan usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu yakni sekitar 1,81. Nilai BCR lebih besar dari 1, yang mengindikasikan bahwa usahatani tersebut dapat dianggap sebagai usahatani layak untuk diteruskan. Pada usahatani sayuran bayam dan sayuran sawi mempunyai masalah pada hama dan harga jual. Hama ulat grayak dan ulat perusak daun yang menyerang pada tanaman sawi dan tanaman bayam, sedangkan untuk permasalahan harga jual dimana harga jual sayuran yang mengalami ketidakstabilan ketika adanya para pedagang sayuran dari luar daerah menjual hasil kebunnya di pasar daerah kusan hilir.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PARANG KAMPENG KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Robijul Yahdi Saputra; Luki Anjardiani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12257

Abstract

Indonesia merupakan negara pertanian, dimana pertanian berperan penting pada perekonomian nasional. Ini terlihat dengan banyaknya rakyat atau pekerja yang memilih mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui besaran biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara dan memahami masalah yang dihadapi petani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja, sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara yang telah disiapkan, kemudian hasil dari wawancara tersebut dianalisis untuk menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp10.643.896,800per usahatani per tahun (Rp4.985.383,00 per ha per tahun). Peneri-maan usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp50.435.512,00 perusaha tani per tahun (Rp23.458.377,67 per ha per tahun). Pendapatan bersih rata-rata usahatani kelapa sawit di Desa Parang Kampeng adalah sebesar Rp39.536.440,00 per usahatani per tahun (Rp18.389.041,86 per ha per tahun).
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN REFERENSI MAHASISWA DALAM MEMILIH CAFE DI KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Siti Sapnah; Kamiliah Wilda; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12280

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan begitu pesat, sehingga menyebabkan banyak perubahan-perubaha ndan berpengaruh nyata dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan media sosial Instagram dengan referensi dalam mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui instrumen kuesioner. Data sekunder diperoleh dari berbagai dinas atau instansi-instansi serta literatur-literatur, buku-buku dan internet. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 95 orang responden diketahui bahwa nilai Sig (2-Tailed) sebesar 0,038 dimana lebih kecil dari 0,05, sesuai dengan kaidah rank Spearman hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dimana terdapat hubungan media sosial Instagram dengan referensi mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru. Adapun nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,213 yang berada pada skala 0,20-0,39 yang berarti dapat dikatakan bahwa hubungan antara media sosial Instagram dengan referensi mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru adalah rendah atau lemah. Hubungan yang lemah tersebut disebabkan karena intensitas responden dalam mengunjungi cafe kebanyakan hanya 1 bulan sekali sehingga tidakterlalu sering dalam melakukan pencarian cafe-cafe yang ada di Kota Banjarbaru melalui Instagram. Adapun saran kepada pemilik akun cafe diharapkan lebih memanfaatkan penggunaan fitur-fitur instagram dalam memberikan informasi mengenai cafe mereka agar calon konsumen menjadi tertarik untuk datang mengunjungi cafe mereka.
ANALISIS SERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN TANAH LAUT Sarianah Sarianah; Muhammad Husaini; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12271

Abstract

Industri pertanian diperkirakan akan memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi di Kalimantan Selatan pada tahun 2020, karena menyerap sebagian besar angkatan kerja di wilayah tersebut. Sebagai akibatnya, ketergantungan Provinsi Kalimantan Selatan pada sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja menjadi sangat signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kecenderungan penyerapan tenaga kerja dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti PDRB, luas lahan, dan upah minimum, karena faktor-faktor ini memiliki dampak yang besar terhadap serapan tenaga kerja. Penelitian ini difokuskan di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan mempertimbangkan bagaimana upah minimum provinsi, luas lahan yang digunakan untuk pertanian, dan PDRB) sektor tersebut mempengaruhi lapangan kerja di industri pertanian. Data sekunder untuk penelitian ini, pada tahun 2010 hingga 2022, diberikan oleh BPS dan Departemen Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura. Berdasarkan penelitian, terdapat kecenderungan perubahan PDRB sektor pertanian, tingkat penyerapan tenaga kerja, luas lahan pertanian di Kabupaten Tanah Laut, dan upah minimum di provinsi Kalimantan Selatan terjadi secara cepat. PDB sektor pertanian adalah 6,20 persen, variabel rata-rata pengembangan tenaga kerja adalah 1,5 persen, area di bawah pertanian adalah 0,74 persen, dan upah minimum adalah 5,44 persen. Produktivitas Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kabupaten Tanah Laut, ukuran daerah pertanian Kabupaten Tanah Laut, dan upah minimum provinsi Kalimantan Selatan semuanya berdampak pada perekrutan tenaga kerja pada saat yang bersamaan., dengan demikian, PDB sektor pertanian memiliki dampak yang patut dicatat dan menguntungkan pada penyerapan tenaga kerja. Namun, upah minimum Kabupaten Tanah Laut dan luas lahan yang fluktuatif berdampak negatif pada kemampuan daerah untuk menyerap tenaga kerja dari industri pertanian
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK INDUSTRI RUMAH TANGGA RIO R.M DI KELURAHAN GUNTUNG PAIKAT KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Nor Latifah; Umi Salawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12262

Abstract

Pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang menjadi dasar bagi para pelaku bisnis untuk membuka dan mengembangkan usaha di bidang makanan. Industri pengolahan pangan merupakan salah satu produk industri pengolahan hasil pertanian yang banyak berkembang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor internal dan eksternal serta strategi pengembangan usaha Keripik Rio R.M. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menerapkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis faktor internal dapat diketahui kekuatan utama usaha Keripik Rio R.M adalah produk keripik yang enak dan berkualitas. Sedangkan kelemahan utamanya adalah manajemen usaha yang masih tergolong kurang. Analisis faktor eksternal peluang utama usaha Keripik Rio R.M adalah sudah adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha dari segi pembinaan, sedangkan ancaman utamanya adalah fluktuasi harga bahan baku dan produk yang mudah ditiru. Strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha Keripik Rio R.M berada dikuadran I yaitu menggunakan strategi agresif dimana sebuah usaha menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang.
ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ike Dewi Yuliani; Sadik Ikhsan; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12276

Abstract

Salah satu indikator yang digunakan sebagai dasar kebijakan untuk mengukur kesejahteraan petani di daerah pedesaan ialah Nilai Tukar Petani (NTP), Seiring berjalannya waktu, perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian ke industri mengakibatkan pendapatan petani lebih rendah, sehingga perubahan NTP lebih merugikan daripada menguntungkan petani. Disatu sisi, Kalimantan Selatan merupakan Provinsi yang masih mengandalkan perekonomiannya di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan menganalisis perbandingan antar NTP di subsektor tanaman pangan, peternakan, hortikultura, perikanan, dan perkebunan rakyat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, meliputi data bulanan selama 10 tahun (2013 – 2022) yang terdiri dari data NTP, indeks harga yang diterima petani (It), dan indeks harga yang di bayar petani (ib). Berdasarkan hasil pada penelitian ini, perkembangan NTP subsektor yang mengalami defisit adalah subsektor tanaman pangan (98,8855) dan subsektor perkebunan rakyat (94,7985), sedangkan subsektor yang mengalami surplus adalah subsektor peternakan (106,351), subsektor perikanan (105,14017), dan subsektor tanaman hortikultura (104,386). Subsektor peternakan nyatanya memiliki rerata paling tinggi dari kelima subsektor di Kalimantan Selatan, sehingga tingkat kesejahteraannya meningkat atau lebih baik, berbeda dengan subsektor perkebunan rakyat yang memiliki rerata paling rendah sehingga tingkat kesejahteraannya menurun.

Page 3 of 3 | Total Record : 28