cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 726 Documents
Analisis Pengaruh ROA, ROE, EPS, dan NPM terhadap Harga Saham Perusahaan Pertanian yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Ciko Bonny Johanda; Sadik Ikhsan; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18316

Abstract

Harga saham perusahaan pertanian tidak selalu bergerak mengikuti pola rasio profitabilitas seperti pada sektor lain. Volatilitas harga komoditas, ketergantungan pada aset produksi, dan margin operasional yang naik turun membuat indikator seperti ROA atau ROE bisa memberi sinyal yang berbeda dari yang biasa dijumpai di industri manufaktur atau jasa. Penelitian ini menguji pengaruh Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Earnings per Share (EPS), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap harga saham perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, periode Januari 2021 hingga Agustus 2025. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda terhadap data sekunder dari laporan keuangan dan harga saham perusahaan. Hasilnya, keempat rasio secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan koefisien determinasi 0,687. Secara parsial, ROA dan EPS berpengaruh positif dan signifikan, ROE tidak signifikan, sedangkan NPM justru berpengaruh negatif dan signifikan. Pola ini menunjukkan investor di sektor pertanian lebih memperhatikan seberapa efisien perusahaan memakai asetnya dan seberapa besar laba per saham yang dihasilkan, ketimbang tingkat pengembalian ekuitas atau besarnya margin laba. Temuan ini mengarah pada satu kesimpulan praktis yaitu perusahaan pertanian yang ingin mendorong nilai sahamnya akan lebih diuntungkan dengan menjaga produktivitas aset dan stabilitas laba jangka panjang, bukan sekadar mengejar margin laba yang bersifat sementara. 
Analisis Marjin Pemasaran Tomat di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Dhea Ananda Ibnati Salamah; Petrus Suse Kobesi
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.17430

Abstract

Kecamatan Landasan Ulin menjadi wilayah penghasil tomat terbesar di Kota Banjarbaru, meskipun produksi mengalami fluktuasi tiap tahun. Namun, tingginya produksi tidak selalu diiringi oleh sistem pemasaran yang optimal. Dengan demikian perlu dilakukan analisis mengenai efisiensi saluran. Penelitian ini bertujuan menganalisis saluran, marjin, farmer’s share, dan kendala pemasaran tomat pada berbagai saluran distribusi di Kecamatan Landasan Ulin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling untuk petani dan snowball sampling untuk pedagang, didapatkan total sampel sebanyak 13 orang sebagai key informan. Analisis data mencakup pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga saluran pemasaran tomat: (1) langsung dari petani ke konsumen, (2) melalui satu perantara yaitu pengecer, dan (3) melalui dua perantara yakni pengepul dan pengecer. Marjin pemasaran bervariasi antara Rp2.667 hingga Rp6.200, dengan farmer’s share tertinggi pada saluran I (100%), diikuti saluran II (82%) dan saluran III (64%). Ketiga saluran tergolong efisien (FS>40%) dan berdasarkan perhitungan farmer’s share petani paling diuntungkan pada saluran pemasaran I. Meskipun efisien secara farmer's share, saluran yang lebih panjang menimbulkan kendala berupa tingginya biaya kerusakan dan lemahnya posisi tawar petani.
Analisis Kelayakan Usaha Pada Industri Rumah Tangga Rio R.M di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru Assyfha Adya Putri; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18053

Abstract

Industri rumah tangga pengolahan pangan skala kecil kerap menghadapi ketidakstabilan pasokan bahan baku dan fluktuasi harga akibat kondisi musiman, sebagaimana dialami Industri Rumah Tangga Rio R.M di Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, yang juga menghadapi kenaikan harga bahan penolong, persaingan pasar yang ketat, keterbatasan jangkauan pemasaran, serta kesulitan menentukan harga jual. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan usaha, serta mengidentifikasi kendala utama dalam produksi. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada Oktober–Desember 2024 di rumah industri milik Ibu Yuliantin. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner terstruktur, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi tiga jenis keripik (pare, pisang, keladi) selama periode tersebut sebesar Rp3.272.900, dengan total penerimaan Rp8.970.000 dan keuntungan Rp5.697.100 dari 696 pcs terjual. Keripik pare memberikan kontribusi penerimaan dan keuntungan tertinggi karena volume penjualannya terus meningkat, sementara biaya bahan penolong seperti minyak goreng menjadi komponen biaya produksi terbesar. Nilai rata-rata Revenue Cost Ratio (RCR) sebesar 2,74 (>1) menunjukkan bahwa usaha ini efisien dan layak dikembangkan. Temuan ini menegaskan bahwa Industri Rumah Tangga Rio R.M layak dipertahankan sebagai usaha yang menguntungkan secara ekonomi, dengan pengembangan keripik pare sebagai produk unggulan dan efisiensi biaya bahan penolong sebagai strategi menjaga keberlanjutan usaha.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Siap Minum di Banjarbaru (Studi Kasus Mahasiswa S1 Prodi Agribisnis Faperta ULM) Fadhli Nurrahman; Hamdani Hamdani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.17908

Abstract

Perkembangan gaya hidup praktis di kalangan mahasiswa mendorong meningkatnya konsumsi kopi siap minum sebagai minuman yang mudah dan efisien. Perbedaan preferensi terhadap atribut produk menjadikan pemahaman perilaku konsumen penting bagi pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi mahasiswa serta mengidentifikasi atribut kopi siap minum yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan pada 100 mahasiswa S1 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan model multiatribut Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih menyukai kopi susu dengan kisaran harga Rp4.000–Rp8.000, kemasan botol berukuran 200 ml, serta promosi yang diperoleh di tempat pembelian. Atribut varian rasa dan harga merupakan faktor paling dominan dalam membentuk sikap konsumen, sedangkan atribut ukuran, bentuk kemasan, dan informasi promosi berperan sebagai faktor pendukung. Disimpulkan bahwa produsen kopi siap minum perlu memprioritaskan inovasi rasa dan penetapan harga yang terjangkau untuk meningkatkan daya saing produk.
Keselarasan Prinsip Maqashid Syariah dengan Pertanian Berkelanjutan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Indonesia Abdil Fadhil Ridho; Hery Irawan
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.19277

Abstract

Ketahanan pangan Indonesia masih menghadapi tantangan besar, sementara penerapan ekonomi syariah di sektor pertanian masih minim. Sektor ini menyerap 27% tenaga kerja nasional, namun terus bergulat dengan kerusakan lahan, dampak perubahan iklim, rendahnya akses pembiayaan syariah yang baru mencapai 2,58%, serta praktik riba dan ketidakadilan dalam rantai pasok. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis keselarasan prinsip Maqashid Syariah dengan praktik pertanian berkelanjutan sebagai kerangka solusi bagi ketahanan pangan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan Scoping Review terhadap 22 dokumen, mencakup jurnal ilmiah, laporan resmi BPS, Badan Pangan Nasional, BSI, OJK, dan dokumen kebijakan terkait periode 2015–2025. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui coding tematik berbasis prinsip Maqashid Syariah. Hasil Scoping Review menunjukkan keselarasan konseptual yang kuat antara lima prinsip Maqashid Syariah, termasuk dimensi hifz al-bi'ah, dengan praktik pertanian berkelanjutan. Pemetaan tematik mengungkap bahwa prinsip-prinsip tersebut dapat diwujudkan melalui pertanian organik, pembiayaan syariah yang berkeadilan, dan rantai pasok yang transparan. Skema salam, mudharabah, musyarakah, dan wakaf produktif berpotensi memperluas akses modal petani kecil, meskipun literasi fikih muamalah yang masih rendah menjadi kendala utama. Penelitian ini menghasilkan kerangka integrasi Maqashid Syariah yang aplikatif beserta rekomendasi kebijakan praktis. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia berpeluang menjadikan kerangka ini sebagai model pertanian yang produktif, adil, dan lestari untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Analisis Finansial Serbuk Jahe Merah Instan di Desa Asam Randah Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin (Studi Kasus Usaha Serbuk Jahe Merah Tamban) Noor Aulia Maghfirah; Masyhudah Rosni; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18090

Abstract

Jahe merah adalah tanaman herbal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan melalui aktivitas agroindustri, terutama dalam bentuk produk instan yang bernilai tambah. Kabupaten Tapin terkenal sebagai salah satu penghasil jahe merah berkualitas tinggi di Kalimantan Selatan, sehingga pengembangan usaha pembuatan bubuk jahe merah instan menjadi peluang yang sangat menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan usaha, dan titik impas (BEP) dari perusahaan pengolahan bubuk jahe merah instan "TAMBAN," yang berlokasi di Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2024 hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi serta wawancara langsung dengan pemilik usaha, sedangkan data sekunder diambil dari sumber-sumber yang relevan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan dengan mengitung total biaya, pendapatan, lab, rasio penjualan terhadap biaya (RCR), dan titik impas (BEP). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa total biaya produksi dalam satu siklus mencapai Rp 14. 613. 539, dengan pendapatan sebesar Rp 30. 780. 000 dan laba sebesar Rp 16. 166. 461. Nilai RCR yang mencapai 2,11 menunjukkan bahwa produksi bubuk jahe merah instan "TAMBAN" adalah layak secara finansial dan efisien. Titik impas dapat dicapai dengan jumlah produksi minimal 91 kemasan setiap siklus, sedangkan produksi aktual yang dilakukan adalah 468 kemasan.