cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Strategi Pengembangan Kerajinan Anyaman Purun di Desa Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin Nurul Fitriani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15128

Abstract

Masyarakat di Desa Sungai Rutas menggunakan purun sebagai bahan baku utama kerajinan anyaman menjadi sumber pendapatan. Produk kerajinan seperti tas, topi, tikar dan bakul dibuat dengan ketelitian dan keterampilan. Walaupun permintaan kerajinan anyaman purun tetap ada, produksi mengalami penurunan bertahap selama tiga bulan yaitu pada Mei, Juni dan Juli 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses produksi dan menganalisis strategi pengembangan kerajinan anyaman purun di Desa Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara dengan 20 responden yang terdiri dari pembeli, pemasok bahan baku, tengkulak, dinas terkait dan seluruh pengrajin anyaman purun di Desa Sungai Rutas. Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan proses produksi kerajinan anyaman purun dimulai dari pengumpulan bahan baku, pembersihan, pengeringan, penumbukan, pewarnaan dan pengayaman purun. Hasil analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama adalah harga yang cukup terjangkau dan untuk kelemahan utama adalah keterbatasan modal. Peluang terbesar yaitu meningkatnya minat pada produk ramah lingkungan dan ancaman terbesar adalah keterbatasan bahan baku serta persaingan dengan produk modern. Skor total matriks IFE sebesar 2,80 dan skor total matriks EFE sebesar 2,57 menunjukkan bahwa strategi yang tepat ada di sel V yakni Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara) dengan menerapkan strategi pengembangan pasar dan produk serta melakukan penetrasi pasar.
Pengukuran Kinerja Kelembagaan Ekonomi Petani Berkah Membangun Bersama di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Wahyudi Agustino; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15836

Abstract

Kelembagaan ekonomi petani (KEP) merupakan penggerak ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Pengukuran kinerja mengacu pada model pengukuran balanced scorecard. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggeneralisasi kinerja KEP Berkah Membangun Bersama dari perspektif keuangan; perspektif bisnis internal; perspektif pengguna; perspektif pembelajaran dan pertumbuhan serta mengidentifikasi dan menggeneralisasi kendala yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas usahanya. Pengambilan responden dilakukan dengan sensus. Teknik analisis yang digunakan distribusi frekuensi jawaban dan pengkategorian variabel. Hasil penelitian menunjukkan perspektif keuangan tergolong tinggi dengan tingkat kinerja 87,50%. Tiga  perspektif masuk dalam kategori sedang yaitu perspektif bisnis internal dengan angka 67,36%; perspektif pengguna menunjukkan hasil 62,04%; serta pembelajaran dan pertumbuhan memiliki angka 60,19%. Kendala yang dihadapi antara lain; tugas belum berjalan sesuai dengan struktur organisasi, pelaporan terhadap aktivitas usaha dilaporkan dengan interval waktu yang lama, fungsi pengawasan belum berjalan, belum terdapat gaji terhadap pengurus, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten, tidak terlaksananya rapat anggota tahunan, belum pernah melakukan pembaharuan struktur organisasi, dan tidak pernah melakukan penambahan anggota. Rendahnya peningkatan produksi dan tidak adanya garansi terhadap produk pada perspektif bisnis internal bisa mempengaruhi pertumbuhan kelembagaan. Penilaian kinerja yang tidak dilaksanakan menyebabkan sulitnya identifikasi terhadap masalah peningkatan jumlah produksi.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kedelai Menjadi Tahu pada Pabrik Tahu Supangat Della Thisia Putriani; Kamiliah Wilda; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16322

Abstract

Agroindustri tahu merupakan sektor penting yang berpotensi memberikan nilai tambah signifikan terhadap komoditas kedelai. Meskipun demikian, banyak pelaku usaha, termasuk Pabrik Tahu Supangat di Kota Banjarbaru, menghadapi tantangan dalam hal efisiensi dan pencatatan keuangan yang belum rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan besaran nilai tambah yang dihasilkan oleh Pabrik Tahu Supangat. Menggunakan metode studi kasus dengan data kuantitatif selama periode Januari 2025, penelitian ini menemukan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp278.071.465. Usaha ini berhasil mencatatkan total penerimaan sebesar Rp404.460.000 (terdiri dari penjualan tahu Rp393.120.000 dan ampas tahu Rp11.340.000), sehingga memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp126.388.535. Analisis nilai tambah menunjukkan hasil yang bervariasi antar produk: produk tahu bantet menghasilkan nilai tambah sebesar Rp116.492.273 dengan rasio 41,69% (kategori tinggi), sementara produk tahu pong menghasilkan nilai tambah Rp31.207.817 dengan rasio 24,96% (kategori sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun usaha ini sudah sangat menguntungkan, terdapat potensi besar untuk optimalisasi, khususnya pada lini produk tahu pong, guna meningkatkan nilai tambah secara keseluruhan.
Pengaruh Produksi Padi, Harga Gabah, Inflasi, Tingkat Suku Bunga, dan HET Pupuk Bersubsidi Terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) Padi di Provinsi Kalimantan Selatan Nida Musyarrofah MZ; Sadik Ikhsan; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15159

Abstract

Nilai tukar petani (NTP) adalah alat untuk mengukur kesejahteraan petani dengan batas nilai 100. Provinsi Kalimantan Selatan merupakan penghasil padi terbesar di Kalimantan sehingga mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani padi. Namun, pada periode 2018–2022, NTP padi cenderung menurun yang mencerminkan bahwa kesejahteraan petani mengalami penurunan akibat pendapatan petani dari usaha tani tidak mencukupi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan nilai tukar petani padi, produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Selatan dan juga menganalisis pengaruh produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsidi terhadap Nilai Tukar Petani Padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perkembangan NTP padi, produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Selatan secara keseluruhan mengalami fluktuasi pada periode tahun 2018 hingga tahun 2022. Kemudian, hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan secara simultan produksi padi, harga gabah, inflasi, tingkat suku bunga, dan HET pupuk bersubsdidi berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani (NTP) padi. Sedangkan, secara parsial pada taraf α = 0,05 produksi padi, harga gabah, inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tukar petani (NTP) padi sementara HET pupuk bersubsidi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tukar petani (NTP) padi.
Dampak Sekolah Lapang terhadap Tingkat Pengetahuan dan Penerapan Prosedur Budidaya Cabai oleh Petani di Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur Ayu Devi; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.15981

Abstract

Sekolah Lapang merupakan proses pembelajaran non formal yang digunakan dalam program Bertani Untuk Negeri (BUN) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Sekolah Lapang terhadap tingkat pengetahuan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya cabai oleh petani di Kecamatan Gekbrong, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan penerapan SOP budidaya setelah Sekolah Lapang. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Yayasan Edufarmers Internasional. Metode analisis deskriptif kuantitatif menggunakan total skor dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Lapang memberikan dampak positif terhadap tingkat pengetahuan dan penerapan SOP budidaya cabai. Sebelum mengikuti Sekolah Lapang 61,11% petani berada pada tingkat pengetahuan sedang meningkat menjadi 93,51% petani berada pada kategori tinggi setelah Sekolah Lapang. Demikian pula pada tingkat penerapan SOP budidaya meningkat dari 77,78% petani berada pada kategori sedang menjadi 100% petani dalam kategori tinggi. Ditemukan hubungan yang berlawanan arah antara tingkat pengetahuan petani dengan penerapan SOP budidaya, yang menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi implementasi di lapangan.
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Pemasaran Sayur Hidroponik di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pemasaran Sayur Hidroponik Pada Komunitas Hidroponik Banjarbaru) Fanesa Natasye Salendu; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.14787

Abstract

Pertanian adalah sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia. Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan untuk sebagian masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Petani-petani pada umumnya memakai tanah sebagai media tanam untuk mengembangkan hasil taninya. Hal ini bisa dikatakan sudah biasa dalam dunia pertanian. Melihat banyak lahan yang tidak didigunakan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian, oleh sebab itu sekarang ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk lahan sempit sebagai usaha dalam mengembangkan hasil pertanian, yaitu menggunakan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal pemasaran sayur hidroponik pada petani dalam komunitas Hidroponik Banjarbaru di daerah penelitian. Adapun jenis data yang dipakai yaitu data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dan wawancara pada responden. Responden yang dipilih meliputi internal yaitu anggota inti komunitas Hidroponik Banjarbaru dan eksternal yaitu konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor internal kekuatan yang lebih mempengaruhi pemasaran sayur hidroponik yaitu promosi dilakukan melalui media internet dengan skor pembobotan 0.2853, kelemahan tertinggi yaitu harga sayur hidroponik lebih mahal dibandingkan sayur yang dijual oleh petani konvensional dengan skor pembobotan 0.1739. Faktor eksternal peluang yang tertinggi adalah produk sayur hidroponik mudah ditemukan melalui media sosial dengan skor pembobotan 0.3069, ancaman tertinggi yaitu banyak pesaing yang sejenis bermunculan dengan skor pembobotan 0.1573. Kemudian berdasarkan hasil IFE diperoleh total skor 2,7469 dan EFE diperoleh total skor 2,6799.
Motivasi Petani Menanam Padi Unggul di Desa Panggung Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan Raudatul Madina; Hairi Firmansyah; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15610

Abstract

Motivasi merupakan faktor kunci dalam menentukan tingkat usaha dan keberhasilan petani dalam kegiatan pertanian, termasuk dalam budidaya padi unggul. Petani yang termotivasi akan menunjukkan ketekunan yang tinggi, mulai dari pemilihan benih hingga panen, demi mencapai hasil yang lebih produktif dan berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total rata-rata motivasi intrinsik dengan motivasi ekstrinsik sebesar 77% termasuk dalam kategori tinggi. Motivasi yang mendorong petani dalam menanam padi unggul yaitu motivasi ekstrinsik (78%) lebih besar dibandingkan dengan motivasi intrinsik (75%). Rata-rata biaya total usahatani padi unggul yang dikeluarkan petani sebesar Rp3.015.743 per musim tanam, dengan rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp2.098.100 per musim tanam dan rata-rata biaya implisit sebesar Rp450.000 per musim tanam. Sedangkan rata-rata luas lahan usahatani padi unggul di Desa Panggung adalah 9 borong , dengan penerimaan usahatani padi unggul di Desa Panggung rata-rata produksi sebesar 864 kg dengan harga gabah Rp6.500 per kg, maka rata-rata total penerimaan sebesar Rp5.616.000. Sehingga rata-rata pendapatan yang diperoleh petani dalam menanam padi unggul sebesar Rp2.600.257 per musim tanam.
Hubungan Antara Karakteristik Penerima Hibah Kompetitif Program YESS Dengan Tingkat Persepsi Tentang Wirausaha di Kabupaten Banjar Ummu Hani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16822

Abstract

Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian perdesaan di Indonesia, namun kewirausahaan di kalangan pemuda masih menghadapi hambatan seperti rendahnya adopsi teknologi dan keterbatasan akses pasar. Sebagai upaya mengatasinya, Program YESS menyediakan hibah kompetitif untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda pertanian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik penerima hibah, menilai tingkat persepsi mereka tentang kewirausahaan, serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, dengan melibatkan 50 responden yang dipilih secara sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dengan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden umumnya berada pada usia produktif dengan latar pendidikan menengah, pengalaman usaha relatif lama, dan keikutsertaan dalam beberapa pelatihan. Tingkat persepsi kewirausahaan berada pada kategori tinggi (81,92%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa hanya tingkat pendidikan yang berhubungan positif dan signifikan dengan persepsi kewirausahaan (r = 0,415; p = 0,003), sedangkan umur, pengalaman, dan jumlah pelatihan tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan formal memiliki peran penting dalam membentuk persepsi kewirausahaan, sementara pengalaman usaha dan pelatihan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas agar lebih berdampak.
Respons Petani terhadap Program Lumbung Pangan Berkah di Desa Anjir Pasar Kota II Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Raudatul Janah; Eka Radiah; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons petani terhadap Program Lumbung Pangan Berkah serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi terhadap Program Lumbung Pangan Berkah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Anjir Pasar Kota II. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei terhadap 30 responden yang dipilih secara acak. Untuk menjawab tujuan penelitian, digunakan skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons petani di Desa Anjir Pasar Kota II terhadap Program Lumbung Pangan Berkah menunjukkan respons yang netral atau tidak ada efek apa-apa dengan nilai sebesar 59,0%. Adapun Permasalahan dalam program Lumbung Pangan Berkah di Desa Anjir Pasar Kota II Kecamatan Anjir, Kabupaten Barito kuala, yaitu: a) kurangnya informasi dari Lembaga sekitar, b) pengalaman pada program sebelumnya dan c) kesesuaian program terhadap program. Serta solusi dalam pemasalahan pada program Lumbung Pangan berkah, yaitu: a) pemberian penyuluhan terkait informasi program, b) meningkatkan komunikasi yang yang efektif, c) melakukan perencanaan berikutnya yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Analisis Tingkat Konsumsi Buah pada Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Nor Asiah; Nina Budiwati; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16187

Abstract

Konsumsi buah di Indonesia yang belum memenuhi standar gizi seimbang menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat konsumsi buah dan faktor-faktor yang berhubungan pada mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Lambung Mangkurat, yang diharapkan menjadi teladan dalam pola konsumsi sehat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional pada 30 mahasiswa yang dipilih melalui Simple Random Sampling dari total populasi 396 orang. Data tingkat konsumsi buah dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Uji korelasi Rank Spearman dengan SPSS digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat konsumsi buah dengan variabel pengetahuan, preferensi, ketersediaan buah, dan konsumsi makanan cepat saji. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah mahasiswa tergolong tinggi, yaitu 216,48 gram/orang/hari. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan tingkat konsumsi buah (ρ=0,515), sebaliknya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat konsumsi buah (ρ=−0,445). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada variabel preferensi dan ketersediaan buah. Hasil ini mengimplikasikan bahwa peningkatan pengetahuan secara efektif mendorong konsumsi buah, sementara gaya hidup modern yang tercermin dari konsumsi makanan cepat saji menjadi penghambat utama.