cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
Kajian Perbaikan Pakan Pada Induk Sapi Bali Menyusui, Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Pedet Pra Sapih Daniel Pasambe
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.670

Abstract

Kebutuhan pakan bagi ternak ada dua jenis yaitu kebutuhan hidup pokok dan kebutuhan untuk produksi. Pengertian kebutuhan hidup pokok secara sederhana dan mudah diukur adalah kebutuhan untuk mempertahankan bobot badan hidup. Artinya, apabila seekor sapi tersebut tidak naik dan juga tidak turun serta tidak mengasilkan susu Jika sapi diberi lebih dari kebutuhan hidup pokoknya maka kelebihan itu akan dirubah menjadi bentuk produksi misalnya susu, daging, tenaga kerja dan pertumbuhan embrio atau fetus dalam masa kebuntingan. Kajian telah diilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Gowa, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan, dengan tujuan mengetahui pengaruh perbaikan pada induk sapi Bali menyusui terhadap perkembangan pedet pra sapih. Materi yang digunakan adalah 9 ekor induk sapi Bali yang yang baru melahirkan yang dibagi menjadi 3 perlakuan perbaikan pakan yaitu (A) Hijauan secara ad libitum sebagai kontrol, (B) Hijauan + dedak + Ampas tahu dan (C) Hijauan + dedak + bungkil kelapa. Pakan tambahan yang diberikan pagi dan sore hari sebanyak 2 kg/ekor/hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan pertambahan bobot badan harian pada induk menyusui pada perlakuan A, B dan C masing-masing (0,005) kg/ekor/hari; 0186 kg/ekor/hari dan 0,236 kg/ekor/hari. Sedangkan pertambahan bobot badan harian pada pedet masing-masing A (0,015 kg/ekor.gari); B (0,127 kg/ekor/hari) dan dan C 0,101 kg/ekor/hari. Analisa usahatani menunjukkan perlakuan B dan C memberi keuntungan yang lebih besar dibanding perlakuan A yaitu masing-masing Rp. 493.320., Rp. 328.680 kg/ekor/hari dan Rp. 239.400 kg/ekor/hari. Kesimpulan yang dapat ditarik perlakuan perbaikan pakan pada induk sapi Bali menyusui dengan memberikan pakan tambahan ampas tahu dan bungkil kelapa mampu meningkatkan bobot hidup induk maupun pedet sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan mencegah kematian pedet.
ANALISIS PENGARUH QUENCH DAN TEMPER TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA ST 42 Yafet Bontong
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.671

Abstract

Analisis pengaruh Quench dan Temper terhadap sifat mekanik baja ST 42. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Quench dan Temper terhadap sifat mekanik baja karbon ST 42. Proses Quench dilakukan dengan suhu 8200C dan Temper 6500C,dengan waktu penahanan 1 jam pada proses pemanasan. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah baja ST 42 dalam bentuk balok dan plat dipotong masing- masing 5 batang. Peralatan yang digunakan adalah dapur pemanas, jangka sorong, gergaji, dan bak pencelupan. dalam pengujian kekerasan metode pengambilan data yang digunakan adalah kekerasan Rockwell C. Sedangkan dalam pengujian tarik metode yang digunakan adalah alat uji tarik ( tensile test).Kekerasan Rockwell C rata-rata pada bahan normal sebesar 56 kg/mm2, sedangkan spesimen Temper sebesar 56,33 kg/mm2 kemudian mengalami kenaikan pada Quench sebesar 60 kg/mm2. Kekuatan tarik baja ST 42 pada tiap spesimen uji adalah pada bahan normal nilai tarik rata-ratanya adalah 86,20 kg/mm2, dan mengalami kenaikan pada spesimen Quench sebesar 92,77 kg/mm2 dan kemudian mengalami penurunan pada Temper sebesar 92,55 kg/mm2.
STUDI KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK KAYU LOKAL DI TORAJA Marthen Bidangan
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.672

Abstract

Kayu merupakan bahan konstruksi yang banyak dipakai dalam pembangunan rumah, gedung-gedung dan pembuatan furniture. Kayu banyak dipilih karena memiliki bentuk dan warna alami yang lembut serta artistik. Pentingnya pengetahuan akan pembagian kelas-kelas kayu dilihat dari kuat tekan dan kuat tarik kayu seharusnya mendorong pemerintah untuk melaksanakan program pengkajian ulang kelas kayu yang ada di Toraja sebagai bagian dari peningkatan mutu konstruksi bangunan masyarakat Toraja. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat memungkinkan untuk diadakannya penelitian pengujian kayu di laboratorium tentang kuat tekan dan kuat tarik kayu lokal di Toraja sehingga bisa di kelompokkan kedalam kelas masing-masing kayu yang di teliti. Kemudian dapat dikategorikan bahwa di tinjau dari kuat tekan dan tariknya, kayu dikatakan sudah sesuai dengan kelasnya masing-masing dan kebutuhannya di dunia konstruksi. Pengujian kuat tarik dan kuat tekan kayu di lakukan di laboratorium dengan menggunakan metode langsung yakni dengan mengumpulkan sampel kayu lokal di Toraja kemudian di analisa secara ilmiah di laboratorium fakultas kehutanan Unhas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kayu Sengon Putih (Ranni Busa) termasuk kelas IV, Sengon Merah (Ranni’ Rarang) kelas IV, Huru kelas III, Pinus kelas IV, Durian kelas IV, Cemara kelas III, Asa kelas III, Jati Merah kelas III,Jati Putih Kelas IV dan Betau kelas II, hal ini menunjukkan bahwa sesuai dengan hasil penelitian maka kayu lokal Toraja yang di uji telah memenuhi/sudah sesuai dengan kelas masing-masing kayu yang ada dalam PKKI dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI BARIUM KARBONAT DENGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KEKERASAN MIKRO BAJA KARBON Yafet Bontong
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.673

Abstract

Proses perlakuan panas merupakan salah satu proses pengerasan permukaan baja karbon dengan proses difusi atom karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi Barium Karbonat (BaCO3) sebagai energizer pada perlakuan panas dengan metode karburasi padat (Pack Carburizing Method) terhadap kekerasan mikro baja karbon. Komposisi serbuk arang tempurung kelapa dengan barium karbonat sebagai energizer yang digunakan sebagai media penambah unsur karbon pada sampel dengan komposisi 0:0, 10:90, 15:85, dan 20:80% berat. Pada penelitian ini menggunakan spesimen baja karbon yang memiliki komposisi: 99,04% Fe; 0,082% C; 0,067% Si; 0,475% Mn; 0,016% P; 0,018% S; 0,134% Ni; 0,004% Mo; 0,027% Cu; 0,01% Nb; 0,01% V dan 0,06% W. Proses karburasi dilakukan pada suhu 850, 900, dan 9500C, dengan holding time 3 jam. Pengerasan permukaan dilakukan dengan memanaskan kembali spesimen pada suhu 4500C di tahan selama 30 menit dan di-quenching pada media air sumur. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa penambahan 20% BaCO3 memberikan tebal lapisan keras yang signifikan dan optimal. Pada proses karburasi dengan suhu pemanasan 9500C dan holding time 3 jam, kekerasan mikro permukaan dapat mencapai 800 VHN atau sekitar 8 kali kekerasan awalnya.
AN ANALYSIS OF TRANSLATION PROCEDURES OF DIALOGUES IN THE NOVEL “HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE” Rachel Rachel
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.674

Abstract

The objective of the study are to find out what translation procedure and to find out which procedure is mostly applied in translating the dialogues in the Novel “Harry Potter and the Half-Blood Prince”. This research is a kind of literary research, where there writer used descriptive-qualitative method to analyze the novel. The writer selected 100 dialogues in the original novel “Harry Potter and the Half-Blood Prince” and the translated one “Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran” to be analyzed the translation procedures used in translating those dialogues. The result of the data analyzed from the novel, showed that: (a) the translator used nine translation procedure which are based on Newmark’s theory of translation procedures. (b) the procedure that mostly applied in translating the dialogues in the Novel “Harry Potter and the Half-Blood Prince” is through-translation procedure. The total numbers of this classification are 28 items (28%). In line with the result, the writer concludes that through-translation procedure is often found in the Novel “Harry Potter and the Half-Blood Prince”. Basically, thhrough-translation procedure is the appropriate translation procedure since it is not reducing the meaning of the dialogue. This procedure is also holding out the stylistic and syntactical form of source language. The translator upheld the structure of the original text and did not change the meaning of the dialogue. The essence meaning of the text is transferred perfectly.
PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN EKSTRAK CACING TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum sp.) Driyunitha Driyunitha
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.675

Abstract

Belakangan ini banyak penelitian yang menggunakan bahan organik khususnya pupuk kandang dan penambahan Zat Pengatur Tumbuh. Cacing tanah mengandung Zat Pengatur Tumbuh yaitu auksin tetapi belum banyak digunakan dalam budidaya tanaman. Percobaan ini dilaksanakan di green house fak. Pertanian UKI Toraja yang terletak di Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara dari bulan Mei hingga akhir bulan Agustus 2013 yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pupuk kandang dan ekstrak cacing tanah terhadap pertumbuhan tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pupuk kandang sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 (tiga) jenis pupuk kandang yaitu pupuk kandang babi, pupuk kandang kerbau, dan pupuk kandang ayam. Sedangkan faktor kedua adalah pemberian ekstrak cacing tanah yang terdiri dari lima taraf yaitu 0 gr/petak, 10 gr/petak, 15 gr/petak, 20 gr/petak, dan 25 gr/petak. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang yang dikombinasikan dengan perlakuan ekstrak cacing tidak memberikan pengaruh yang nyata sesuai hasil sidik ragam, namun dari grafik rata-rata pertambahan tinggi tanaman pupuk kandang kerbau yang dikombinasikan dengan pemberian ekstrak cacing dosis 20 gr/150 ml air memberikan hasil yang terbaik untuk komponen tinggi tanaman. Untuk komponen jumlah daun dari grafik rata-rata pertambahan jumlah daun perlakuan pupuk kandang babi yang dikombinasikan dengan pemberian ekstrak cacing 20 gr/150 ml air memberikan hasil terbaik untuk jumlah daun. Untuk komponen jumlah tangkai bunga pertanaman dan jumlah pucuk bunga pertanaman grafiknya menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam yang dikombinasikan dengan perlakuan ekstrak cacing 25 gr/150 ml air memberikan hasil jumlah tangkai bunga pertanaman dan jumlah pucuk bunga pertanaman yang terbaik.
UJI ADAPTASI DAN DAYA HASIL GALUR HARAPAN DATARAN TINGGI DI KABUPATEN TORAJA UTARA SULAWESI SELATAN Suhardi Suhardi
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.676

Abstract

Uji Adaptasi dan Daya Hasil Galur Harapan Padi Tipe Baru pada dataran tinggi di Kabupaten Tana Toraja Utara Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi dan daya hasil galur harapan mutan padi tipe baru pada wilayah dataran tinggi di Kabupaten Tana Toraja Utara Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlansung dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dimana setiap perlakuan di ulang 4 kali. 7 (tujuh) galur harapan mutan padi tipe baru (PTB) yang di uji dan 3 varietas unggul baru (VUB) sebagai pembanding. Galur-Galur tersebut ditanam pada petak percobaan berukuran 4 m X 5 m. Jarak tanam 25 cm X 25 cm. Galur harapan yang di uji yaitu; BIO-MF115, BIO-MF116, BIO-MF125, BIO-MF 130, BIO-MF 133, BIO-MF 151, dan BIO-MF 153, sedangkan VUB pembanding adalah Inpari 14, Inpari 15 dan Inpari 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur harapan mutan dihaploid BIO-MF115 dan BIO-MF 125 memberikan daya adaptasi dan daya hasil yang tertinggi. Hasil yang diperoleh masing-masing 5,1 dan 5,8 ton/ha (GKG).
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP KATOLIK RANTEPAO DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN BULAT Perdy Karuru
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.677

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ditakuti oleh siswa pada setiap jenjang pendidikan termasuk materi bilangan bulat di SMP. Atas dasar itu peneliti terdorong melakukan penyelidikan di SMP Katolik Rantepao (SMP Swasta pavorit di Kabupaten Toraja Utara) untuk mengetahui tentang tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat. Bilangan bulat sangat penting dikuasai oleh siapapun khususnya para siswa karena bilangan bulat memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari misalnya untuk mengukur suhu, dalam dunia keuangan, pada saat uang ditransfer kedalam rekening bank pastilah dalam bentuk bilangan positif dan negatif, bukan berupa lembaran atau koin, dan masih banyak lagi masalah-masalah sehari-hari yang dapat dinyatakan dengan menggunakan konsep bilangan bulat khususnya operasi bilangan bulat. Atas dasar tersebut, maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana tingkat kemampuan siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao sebanyak 109 orang, sedangkan sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data hasil penelitian yaitu tes hasil belajar berbentuk essey atau uraian dengan jumlah 5 butir soal dimana setiap butir soal terdiri atas dua bagian. Tes diberikan kepada siswa untuk dikerjakan dan selanjutnya hasil pekerjaan siswa diperiksa, diberi skor dan dianalisis cara kerja siswa terhadap soal-soal operasi bilangan bulat. Skor atau nilai yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif berupa skor rata-rata, skor terendah, skor tertinggi, dan persentase. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan kedalam nilai pengkategorian untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat. Hasil analisis data ditemukan bahwa; (1) siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao masih kesulitan dalam menjawab soal-soal operasi bilangan bulat. Kesulitan ini terlihat dari ketidakmampuan siswa mengoperasikan perkalian dan pembagian tanda suatu bilangan, dan (2) kemampuan siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat tergolong sangat rendah dengan skor rata 45,00.
ANALISIS PROFITABILITAS PADA MITRA USAHA DI KELURAHAN TALLUNGLIPU MATALLO KABUPATEN TORAJA UTARA Althon K Pongtuluran
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat profitabilitas pada Mitra Usaha di Kelurahan Tallunglipu Matallo Kabupaten Toraja Utara tahun 2010-2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu menghitung dan menjelaskan tentang tingkat profitabilitas Mitra Usaha di Kelurahan Tallunglipu Matallo Kabupaten Toraja Utara. Berdasarkan hasil analisis Mitra Usaha memperoleh Gross Profit Margin(GPM) untuk penjualan 2010 sebesar 40,90%, tahun 2011 sebesar 42,75% dan tahun 2012 sebesar 45,44%. Net Profit Margin (NPM) digunakan untuk membandingkan antara laba bersih setelah bunga dan pajak dan penjualan, berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada tahun 2010 menghasilkan laba sebesar 16,03%, tahun 2011 menghasilkan laba sebesar 17,39% dan tahun 2012 menghasilkan laba sebesar 17,92%. Return On Investment (ROI) menunjukkan tingkat pengembalian investasi pada tahun 2010 sebesar33,33%, tahun 2011 sebesar 33,22% dan tahun 2012 sebesar 32,62%. Return On Equity (ROE) menunjukkan efisiensi penggunaan modal pada tahun 2010 sebesar 64,02%, tahun 2011 sebesar 64,56%, dan tahun 2012 sebesar 67,64%. Berdasarkan hasil analisis data, profitabilitas Mitra Usaha di Kelurahan Tallunglipu Matallo Kabupaten Toraja Utara mengalami peningkatan laba selama tiga tahun terakhir.
ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) PADA SETIAP KOMBINASI PEMUPUKAN NITROGEN, POSPOR DAN KALIUM Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kakao dan mengetahui pola hubungan antara pertumbuhan dan umur bibit kakao pada berbagai komposisi pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan dengan ketinggian tempat 750 m/dpl. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 9 taraf perlakuan, yaitu: tanpa perlakuan (P0), 5:5:5 (P1), 5:10:5 (P2), 5:5:10 (P3), 5:10:10 (P4), 10:5:5 (P5), 10:10:5 (P6),10:5:10 (P8), 10:10:10 Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 27 petak percobaan yang terdiri atas 6 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 162 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N-P-K dengan (P4) 10 :5 :10 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan bibit kakao. Laju pertumbuhan tinggi tanaman terbesar dicapai pada pemberian pupuk NPK dengan dosis NPK 10:5:10 dengan persamaan regresi y = 0,201x + 11,01 dan R² = 0,822. Laju pertumbuhan jumlah daun terbesar yaitu 3,5 daun per 2 minggu dicapai pada pemberian pupuk NPK dengan dosis 10:5:10 dengan persamaan regresi Y= 0,116x + 1,307 R² = 0,98.