cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
ANALISA PERENCANAAN WAKTU RUKO BOLU GREEN TORAJA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD Parea Rangan
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.680

Abstract

Suatu pekerjaan proyek konstruksi sangatlah dibutuhkan adanya penjadwalan yang di dalamnya menguraikan berbagai rangkaian aktivitas-aktivitas yang saling terkait satu sama lain. Penjadwalan proyek memudahkan untuk mengontrol jalannya suatu pekerjaan proyek sehingga proyek dapat terselesaikan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan penjadwalan proyek. Pengolahan data yang dilakukan untuk perencanaan waktu pada penelitian ini adalah menggunakan metode Critical Path Method (CPM) Hasil perencanaan memperoleh waktu pelaksanaan selama 139 hari per unit ruko start pada awal Desember dengan pemakaian jumlah tenaga kerja 15 orang per hari, sehingga waktu penyelesaian pembangunan ruko pada tahap I adalah selama 903 hari.
ANALISIS KINERJA RODA AIR ARUS BAWAH 8 SUDU PLAT BENGKOK UJI TORSI Srivan Palelleng
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.681

Abstract

Tenaga air (Hydropower) adalah energi yang diperoleh dari air yang mengalir. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau turbin air yang memanfaatkan adanya suatu air terjun atau aliran air di sungai. Pengujian roda air arus bawah pada instalasi pengujian, dilakukan dengan variasi beban, tinggi saluran, untuk sudu 8, di Malango’. Dari hasil penelitian diperoleh data dari setiap variasi beban dan tinggi saluran antara lain : Torsi maksimum yang dihasilkan oleh roda air arus bawah plat bengkok pada tinggi saluran 0,02 meter dengan jumlah sudu 8 adalah sebesar 0.5886 Nm dengan daya roda air maksimum terdapat pada tinggi saluran 0,03 meter dengan jumlah sudu 8 sebesar 1,10892 Watt, dan Efisiensi atau kinerja maksimum yang dihasilkan oleh roda air pada sudu plat bengkok terjadi pada tinggi saluran 0,02 meter dengan jumlah sudu 8 sebesar 49,546 %.
PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK KAMBING DAN JERAMI PADI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Daniel Pasambe
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.682

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Energi Alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain reaktor, mengidentifikasi kandungan gas, menguji nyala, menentukan suhu dan pH optimum yang dibutuhkan untuk pembentukan biogas serta menghitung kalor dan volume gas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu, pH dan komposisi perbandingan bahan sangat mempengaruhi pembentukan biogas. Kandungan gas CO, CO2 dan H2S berbeda setiap perbandingan. Perbandingan massa limbah pertanian yaitu jerami dan kotoran ternak dengan volume air (kg:liter) yang digunakan adalah P1 = 1:0:1, P2 = 1:1:2, P3 = 2:1:3 dan P4 = 3:1:4, semua perlakuan menghasilkan gas yang dapat menyala.
ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS INPARA PADA LAHAN SUB-OPTIMAL DI DESA DEBOWAE, KABUPATEN BURU M P Sirappa
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.683

Abstract

Pengkajian adaptasi terhadap enam varietas Inpara (inhibrida padi rawa) di desa Debowae, kecamatan Waeapo, kabupaten Buru dilaksanakan dari bulan September sampai Desember 2011.Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan 1 sampai 2 varietas adaptif dan produktivitas tinggi pada lahan sub-optimal.Luas lahan yang digunakan 1 ha.Sebanyak enam varietas yang dikaji, yaitu (1) Inpara 1 (V-1), (2) Inpara 2 (V-2), (3) Inpara 3 (V-3), (4) Inpara 4 (V-4), (5) Inpara 5 (V-5) dan (6) Indragiri (V-6).Menggunakan rancangan acak kelompok dengan ulangan sebanyak 3 kali (petani sebagai ulangan).Pupuk yang digunakan adalah 300 kg NPK Phonska, 200 kg urea dan 3 t pupuk kandang per hektar.Budidaya padi dilakukan dengan model pengelolaan tanaman terpadu (PTT).Seluruh pupuk NPK Phonska dan setengah pupuk urea diberikan pada saat umur tanaman 7 hari setelah tanam (hst), dan sisa urea diberikan pada umur 21 dan 35 hst, sedangkan pupuk kandang disebar di petakan sebelum tanam.Parameter yang diukur adalah sifat fisik dan kimia tanah, komponen pertumbuhan dan hasil tanaman.Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis tanah pada lokasi kajian termasuk Endoaquepts dengan status kesuburan tanah rendah.Keenam varietas Inpara tersebut rata-rata memberikan produktivitas yang lebih tinggi (4,87 – 7,95 t ha-1) dibandingkan dengan rata-rata produktivitas sebelumnya (1 – 2 t ha-1) atau hasil gabah yang diperoleh petani yang menanam varietas unggul untuk lahan sawah (2,60 – 2,90 t ha-1). Dari enam varietas yang dikaji, 4 varietas diantaranya memberikan hasil di atas 7 t ha-1, yaitu Inpara 4 (7,95 t ha-1), Indragiri (7,75 t ha-1), Inpara 1 (7,44 t ha-1), dan Inpara 2 (7,10 t ha-1), sehingga berpeluang untuk dikembangkan pada lahan sub-optimal di Maluku, khususnya di dataran Waeapo Buru.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 5 MENGKENDEK Ranak Lince
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.698

Abstract

Kecerdasan emosional (Emotional Quotient atau EQ) merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola segala emosi yang ada pada dirinya dengan baik. Kecerdasan emosional menuntut diri untuk belajar mengakui dan menghargai perasaan diri sendiri dan orang lain dan untuk menanggapinya dengan tepat, menerapkan dengan efektif energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Tiga unsur penting kecerdasan emosional yaitu: kecakapan pribadi (mengelola diri sendiri), kecakapan sosial (menangani suatu hubungan), dan keterampilan sosial (kepandaian menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain).Kecerdasan emosional bukan merupakan lawan kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan IQ, namun keduanya berinteraksi secara dinamis. Hasil belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum siswa yang diukur oleh IQ, IQ yang tinggi meramalkan sukses terhadap hasil belajar. Namun kesuksesan seseorang dalam hidup yang disumbangkan oleh IQ paling banyak 20%, sedangkan 80% ditentukan oleh faktor EQ. Dengan kecerdasan emosional siswa akan tekun, konsentrasi, tenang, teliti, dan sabar dalam menggunakan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian, siswa yang mampu mengatur emosinya secara baik dalam proses belajar mengajar akan diharapkan memperoleh hasil belajar yang baik pula.Berawal dari asumsi di atas penulis termotivasi untuk menyelidiki tentang hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa. Dalam penyeledikan ini populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 5 Mengkendek. Data hasil penelitian diperoleh dengan teknik kuesioner untuk mengumpulkan data kecerdasan emosional dan teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh nilai rapor. Hasil analisis data ditemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Mengkendek. Hal ini terlihat dari nilai thitung = 4,097%, dan ttabel = 2,06 pada taraf signifikan 5% sebesar 2,060. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosional siswa, semakin tinggi pula hasil belajar matematika yang dimiliki siswa.
Pengkajian Polatanam IP-300 Padi Di Sulawesi Selatan Jermia Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.699

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah ialah melalui pelaksanaan IP padi 300. Keberhasilan pelaksanaan IP300 padi harus didukung oleh ketersediaan varietas unggul genjah, pembuatan pesemaian yang dapat menghasilkan bibit yang baik, pemupukan berimbang, penerapan pengendalian orgamisme penggannggu tanaman (OPT) secara terpadu, penggunaan sistem tanam dan pengolahan tanah yang sesuai. Pengkajian dilaksanakan bulan Maret sampai Desember 2010 di lahan sawah irigasi semi teknis di KP. Luwu, kabupaten Luwu Utara. Kegiatan ini dirancang dengan menggunakan kombinasi metode survey, kegiatan lapang dan metode diseminasi. Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan paket teknologi spesifik lokasi yang efisien dan efektif serta dapat diadopsi petani melalui Pengkajian polatanam IP-300 padi pada Lahan Sawah Irigasi Semi Teknis di Sulawesi Selatan. Hasil yang dicapai dari pengujian beberapa komponen teknologi ialah bahwa pertumbuhan varietas Impari 1 pada MT2dan Inpari 7 pada MT3 cukup baik. Penanaman MT1 menggunakan pola petani, sedangkan MT2 dan MT3 dilakukan introduksi teknologi. Produksi yang dicapai pada MT1, MT2, dan MT3 berturut-turut 4,48 ; 5,20, dan 7,29 ton GKP per ha . Selama tiga kali penanaman terjadi peningkatan biaya input pada MT2 dibanding MT1 namun terjadi penurunan 5,4% (target 10%) pada MT3 dibanding MT2. Walaupun hasil gabah yang diperoleh dari tiga musim tanam hanya sebesar 16,97 ton per ha, namun diperkirakan target sebesar 21 ton per ha dapat dicapai pada tahun kedua atau ketiga. Perkiraan ini didasarkan pada hasil gabah sebesar 7,29 ton/ha yang dicapai pada MT3, yang kalau angka tersebut dianggap rata-rata, maka produksi setahun dapat mencapai 21,78 ton/ha.
SISTEM INTEGRASI TERNAK TANAMAN BERBASIS PADI DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Matheus Sariubang
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.700

Abstract

Pengkajian Sistem Integrasi Ternak Tanaman (SITT) berbasis padi di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone dan di Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang tahun anggaran 2002-2003 melalui program P3T (Peningkatan Produktivitas Padi Terpadu) dimonitoring perkembangannya sampai tahun 2006. Tujuan pengkajian adalah untuk mensinergikan pembibitan sapi potong dan tanaman padi pada lahan sawah irigasi. Teknologi fermentasi jerami padi sebagai pakan utama induk sapi dan teknologi pengomposan kotoran sapi menjadi pupuk organik yang berkualitas dikerjakan sendiri oleh petani.
Pengaruh Pemupukan Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman padi di Lahan Sawah Semi Intensif, Sulawesi Selatan Jermia Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.701

Abstract

Sulawesi Selatan yang merupakan lumbung pangan nasional tetap berupaya untuk meningkatkan produksi beras sehingga bisa mencapai surplus sebesar 2 juta ton tahun 2012 mendatang. Untuk mencapai rencana tersebut maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah penggunaan pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkan produksi padi. Pengkajian pemupukan organik dan anorganik telah dilakukan di KP. Luwu, Bone-Bone, Sulawesi Selatan mulai Oktober – Desember 2010 dengan menguji lima perlakuan yaitu : A= kompos (4 t/ha) + pupuk cair 4 liter/ha, B= Kompos (4 t/ha) + Setengah dosis rekomendasi pupuk anorganik, C= Kompos (4 t/ha) + Dosis rekomendasi pupuk anorganik , D= Dosis Rekomendasi Pupuk Anorganik (200 kg/ha Urea + 100 kg/ha Ponska) dan diulangi empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik dalam bentuk kompos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi khususnya tinggi tanaman pada umur 2 bulan, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah anakan. Selanjutnya hasil pengamatan produksi gabah menunjukkan penggunaan pupuk organik dapat secara nyata meningkatkan hasil padi menjadi 7,29 ton GKG per hektar dengan perolehan pendapatan sebesar Rp. 9.067.000,- per hektar.
Pengujian 83 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) untuk Sifat Toleransi Terhadap Cekaman Suhu Rendah Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 2 No 3 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i3.702

Abstract

Seleksi akan memberikan respon yang optimal bila menggunakan kriteria seleksi yang tepat. Seleksi berdasarkan daya hasil biasanya kurang memberikan hasil optimal bila tidak didukung oleh kriteria seleksi lain berupa komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang berkorelasi kuat dengan daya hasil. Selain itu, seleksi yang dilakukan di lokasi target akan memberikan daya adaptasi dan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan di lingkungan non-target, baik dengan menggunakan indeks seleksi maupun produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilih galur dengan sifat-sifat yang lebih baik dan menduga efektifitas seleksi berdasarkan daya hasil dan indeks terboboti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tikala, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 750 m dpl. dengan tipe iklim A menurut klasifikasi iklim Schmidt & Fergusson.Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah galur-galur padi F6 hasil seleksi dari 3 kombinasi persilangan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Perbesaran (Augmented Design). Sebagai perlakuan adalah 83 galur F6 hasil seleksi dari F5 dan 6 genotipe tetua sebagai genotipe cek (Pulu’ Mandoti, Lambau, Pinjan, Fatmawati, Gilirang dan Sintanur). Galur-galur yang diuji tidak diulang sedangkan genotipe cek diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diuji menampilkan keragaman yang besar untuk semua karakter seleksi. Galur-galur yang terpilih dari kedua lingkungan seleksi (Bogor dan Toraja) memperlihatkan bahwa baik yang diseleksi berdasarkan produksi ataupun seleksi berdasarkan indeks seleksi, memiliki perbedaan dari segi superioritasnya. Galur yang terpilih pada lingkungan target (Toraja) didominasi oleh galur-galur yang berasal dari persilangan tetua toleran suhu rendah Pinjan dengan tetua rentan Fatmawati yaitu galur-galur IPB117, sedangkan galur-galur yang terpilih pada lingkungan non target (Bogor) didominasi oleh zuriat hasil persilangan dari Lambau dan Fatmawati (IPB149). Komponen pertumbuhan berkorelasi negatif, sedangkan komponen hasil berkorelasi positif terhadap hasil gabah per petak. Nilai heritabilitas dalam arti luas berkisar antara rendah sampai sedang.
Studi Rantai Tata Niaga Kopi Toraja Aris Tanan
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.703

Abstract

Sistem tata niaga kopi akan memungkinkan produsen memperoleh pendapatan melebihi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses produksinya, serta memberikan keuntungan lebih baik dibanding usahatani komoditas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang akurat dan konprehensif mengenai sistem tataniaga kopi Toraja. Penelitian ini bersifat ekploratif yang dilaksanakan di dua Kabupaten yaitu Tana Toraja dan Toraja Utara khususnya pada sentra produksi kopi seperti Bittuang, Baruppu’, dan Parandangan, sentra pemasaran kopi yang terdekat dengan sentra produksi, serta Rantepao dan Makale sebagai pasar terbesar di Tana Toraja dan Toraja Utara. Lama studi berlangsung selama 4 bulan (Juli – Oktober 2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani sebagai produsen kopi Toraja belum termasuk dalam kategori yang menikmati manfaat ekonomi kopi Toraja, sebagai akibat harga yang diterima ditetapkan secara sepihak oleh pedagang kopi. Rendahnya harga yang diterima petani kopi disamping karena kurangnya informasi mengenai pasar dan tataniaga kopi, juga karena kurangnya informasi mengenai persyaratan kualitas produk yang disyaratkan pedagang besar, eksportir, pengusaha kopi olahan maupun end user. Rendahnya harga kopi berbanding lurus dengan keinginan petani dalam memelihara dan mengembangkan usahatani kopi (intensifikasi diabaikan dan enggan melakukan ekstensifikasi). Kondisi ini juga berbanding lurus dengan produktivitas yang jauh dibawah produktivitas nasional (0,44 ton/ha/tahun untuk kopi arabika dan 0,46 ton/ha/tahun untuk kopi robusta, sementara secara nasional 0,734 ton/ha/tahun).