cover
Contact Name
Rigel Sampelolo
Contact Email
rigelsampelolo@gmail.com
Phone
+6281355901918
Journal Mail Official
rigelsampelolo@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia Toraja Kampus II UKI Toraja, Kakondongan Jln. Poros Sa’dan Tallunglipu, Toraja Utara Sulawesi Selatan- Indonesia
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AgroSainT: Jurnal Ilmiah
ISSN : 20862237     EISSN : 27154521     DOI : https://doi.org/10.47178/nkqt4j63
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah AgroSainT diterbitkan sejak tahun 2010 dengan nomor ISSN 2086-2237 dan E-ISSN 2715-4521 adalah salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia Toraja. Jurnal ini mulai diterbitkan secara online melalui Online Journal System (OJS) pada tahun 2019. Untuk memuat artikel pada Jurnal AgroSainT, penulis dapat menyampaikan naskah artikel secara langsung maupun mengirimkan artikel secara daring kepada alamat dewan redaksi. Fokus dan Scope Jurnal ini adalah Pertanian, Ilmu Petanian, Agroteknologi
Articles 261 Documents
Analisis Kalimat Berdasarkan Tata Bahasa Struktural Yakub Tangdibiri'
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.704

Abstract

Penelitian ini mengajukan masalah bagaimana analisis kalimat dengan berpedoman pada pandangan Tata Bahasa Struktural. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara analisis kalimat berdasarkan Tata Bahasa Struktural. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, menggambarkan hasil penelitian apa adanya. Tiap kalimat diidentifikasi kemudian ditentukan klausanya/ frasenya sampai pada satuan terkecil/ kata-kata tunggal. Hasil penelitian dapat menunjukkan kepada pembaca/ kita jumlah dan jenis klausa dalam sebuah kalimat; jenis dan jumlah frase yang mendukung suatu klausa; dan jenis atau kategori yang mengisi setiap unsur yang terdapat dalam suatu kalimat.
Analisis Penetapan Harga Jual Kokon Pada Perum Perhutani Sutera Alam Di Kecamatan Alla’, Kabupaten Enrekang Dina Ramba
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga suatu kokon per kg-nya, bisa melalui perhitungan penetapan harga jual dengan Metode Penetapan Harga ditambah Biaya (Cost Plus Pricing Method). Dari hasil perhitungan analisis tersebut, Perum Perhutani Sutera Alam dan para petani Sutera, dapat mengetahui tingkat harga yang harus ditentukan dalam penjualan kokon per kg. Faktor-faktor yang diperhitungkan dalam penelitian ini adalah biaya tetap, biaya variabel, dan tingkat laba yang diinginkan oleh perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Biaya Tetap Rp. 6,599,000, Biaya Variabel Rp. 2,070,000-, tingkat laba yang diinginkan sebesar 30%, dan total produksi 450 kg kokon per tahun dengan harga Rp. 28.000,- per kg. Pendapatan dari hasil penjualan kokon bisa mencapai Rp. 12.600.000,- per tahun.
Respon Mahasiswa Terhadap Pelayanan Pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UKI Toraja Elisabet Pali'
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.706

Abstract

Respon Mahasiswa terhadap pelayanan pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UKI Toraja. Melalui judul ini, penulis mengangkat suatu persoalan yang perlu dijawab dari hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode distribusi frekwensi dan analisis kualitatif. Satuan Analisis dalam penelitian ini adalah BAAK UKI Toraja, sedangkan satuan pengamatan adalah Respon Mahasiswa terhadap pelayanan pada Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UKI Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tanggapan mahasiswa Terhadap Pelayanan di BAAK UKI Toraja. Dari hasil penelitian dilapangan menyatakan bahwa dari 150 orang responden 45% memberikan penilaian kurang memuaskan karena dalam memberikan pelayanan pada mahasiswa seakan kurang bisa berjalan dengan baik bahkan sering membuat mahasiswa tidak ingin berhubungan dengan BAAK. Karena dirasa paling rumit, berbelit-belit dan sering membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan 42 % responden memberikan tanggapan memuaskan karena mahasiswa sudah mengetahui pasti tentang kegiatan pelayanan BAAK UKI Toraja. 2,5% responden mengatakan bahwa pelayanan BAAK UKI Toraja tidak memuaskan.
Referensi Sebagai Penanda Kohesi dalam Surat Kabar Kareba Edisi Oktober 2011 Daud Rodi Palimbong
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.707

Abstract

Bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa tidak dirinci dalam bentuk bunyi, frasa, ataupun kalimat secara terpisah-pisah, melainkan bahasa dipakai dalam wujud kalimat yang saling berkaitan. Rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain itu membentuk kesatuan yang dinamakan wacana. Untuk dapat menyusun sebuah wacana yang apik, yang kohesif dan koheren diperlukan berbagai alat wacana, baik yang berupa aspek gramatikal maupun aspek leksikal. Menurut Tarigan (1987:70), wacana yang ideal adalah wacana yang mengandung seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan kepaduan atau kohesi. Di samping itu, juga dibutuhkan keteraturan susunan yang menimbulkan koherensi. Dalam kenyataannya tidak semua penutur bahasa dapat memahami aspek-aspek tersebut sehingga tidak jarang dijumpai wacana yang kurang kohesif. Suatu teks atau wacana benar-benar bersifat kohesif apabila terdapat kesesuaian secara bentuk bahasa (Language form) terhadap ko-teks (situasi dalam bahasa). keseluruhan kohesi dibedakan menjadi dua, yaitu kohesi gramatikal (grammatical cohesion) dan kohesi leksikal (lexical cohesion). Kohesi gramatikal meliputi penunjukkan (reference), penggantian (substitution), dan pelesapan (ellipsis). Kohesi leksikal meliputi perpaduan leksikal. Sementara itu, penghubung atau perangkaian (conjunction) terletak antara kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Referensi yang bersifat penunjukkan merupakan kata ganti persona.
Indeks Keputusan Masyarakat Terhadap Pelayanan Frans Salo
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.709

Abstract

Aparatur pemerintah di Kabupaten Tana Toraja sebagai agen pembangunan sangat diharapkan oleh masyarakatnya untuk mengemban tugas-tugasnya demi menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggali sejumlah informasi balikan dari masyarakat, dengan berbagai indikator. Pada kegiatan ini difokuskan pada empat Dinas Pelayanan yang banyak berhubungan dengan pelayanan publik, dan satu Badan. Kelima instansi yang dimaksud adalah Dinas Kependudukan, Dinas Perhubungan, Dinas Pemukiman dan Tata Ruang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Badan Pengelola Keuangan Daerah. Model perampungan informasi dilakukan melalui kuesioner (angket) dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang dipandang layak dijadikan sebagai indikator untuk mengukur indeks kepuasaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Kepuasan Masyarakat tentang pelayanan yang dilakukan oleh lima instansi pemerintah secara rata-rata masih kurang, meskipun ada dua instansi yang menunjukkan mutu pelayanannya B dengan kinerja pelayanan sudah baik. Penilaian responden terhadap pelayanan pemerintah, khususnya pada lima instansi yang dijadikan objek pengukuran masih rendah, hal ini ditunjukkan oleh ekspresi mereka pada jawaan yang diberikan, rata-rata memberi jawaban (memilih kategori jawaban) yang diberi bobot nilai yang lebih rendah. Pembobotan setiap indikator didasarkan pada tingkat pelayanan yang diberikan oleh setiap lembaga yang diukur. Artinya jika tingkat pelayanan yang diterima masyarakat baik atau sangat baik, maka bobot diberikan tinggi.
Studi Perbandingan Kuat Tekan Beton yang Menggunakan Terak Nikel dengan Beton yang Menggunakan Batu Pecah Sebagai Agregat Kasar Henrianto Masiku
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.710

Abstract

Beton adalah campuran dari semen, agregat, air dan bahan tambahan dalam perbandingan tertentu. Beton merupakan bahan bangunan yang umumnya dipakai dalam pembangunan fisik karena mudah dibentuk dan biaya pemeliharaan yang relatif murah dibandingkan dengan material lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi beton memungkinkan penggunaan limbah menjadi bahan dasar pembentuk beton, sehingga di satu sisi penggunaan bahan alam yang merusak lingkungan dapat diatasi dan di sisi lain bahan limbah dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk bahan dasar pembentuk beton. Penelitian ini menggunakan limbah terak nikel sebagai bahan perbandingan kuat tekan beton dengan batu pecah sebagai agregat kasar dengan tujuan hasil yang didapatkan dapat memberi informasi tentang penggunaan terak nikel sebagai agregat kasar dalam pembuatan beton normal sekaligus juga bertujuan sebagai langkah untuk penanganan pembuangan limbah dari pabrik pengolahan nikel. Metode perancangan campuran yang dipakai dalam penelitian ini metode SNI dengan kuat tekan rencana = 20 Mpa, ukuran agregat kasar maksimal 40 mm, dan sampel pengujian digunakan beton yang berbentuk kubus. Proporsi campuran penelitian ini menggunakan proporsi campuran yang didapatkan dari perencanaan campuran beton yang menggunakan agregat kasar batu pecah dengan ukuran proporsi yang sama untuk pembuatan sampel beton yang menggunakanan agregat kasar terak nikel. Untuk pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 3,7,14,dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kuat tekan beton dengan menggunakan terak nikel sebagai agregat kasar lebih tinggi dibanding beton yang menggunakan batu pecah. Dimana kuat tekan beton pada umur 28 hari yang menggunakan terak nikel sebesar 25,7 Mpa sedangkan beton yang menggunakan batu pecah sebesar 20,5 Mpa. Hal ini disebabkan karena nilai abrasi terak nikel lebih rendah yaitu 12% dibandingkan nilai abrasi batu pecah 33,7%.
Analisis Kontribusi Pajak Reklame Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Toraja Utara Althon K Pongtuluran
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.711

Abstract

Penelitian ini menggunakan teknik deskritif yakni mengumpulkan berbagai dokumen dan data pendukung yang relevan dan terkait. Sedangkan satuan analisis adalah Kantor Dinas PPKAD serta satuan pengamatan adalah kontibusi pajak reklame terhadap PAD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui kontribusi pajak reklame terhadap PAD di Kabuaten Toraja Utara pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah Toraja Utara raata-rata sebesar 1,84%. Hal ini menunjukkan bahwa penerimaan dari pajak reklame masih tergolong rendah namun sangat berarti dalam penambahan kas daerah. Sehingga, dapat di simpulkan bahwa naik turunnya kontribusi pajak reklame dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksterrnal dalam pemungutan pajak.
Study Eksperimen Savonius dengan Tiga Pelat Lengkung Petrus Sampelawang
AgroSainT Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i1.712

Abstract

Hingga saat ini, sumber energy utama masih didominasi oleh energy yang berasal dari fossil fuel. Peningkatan konsumsi energi berdampak pada ketersedian energi yang semakin langka, sehingga hampir semua negara berupaya mendapatkan energi dari sumber-sumber energi baru dan terbarukan. Salah satu sumber energy terbarukan yang cukup potensial untuk dikembangkan adalah pemanfaatan energi angin sebagai subtitusi energi fossil fuel. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetehui karakteristik kincir angin tipe savonius dengan tiga sudu lengkung dari material pipa paralon diameter 9 cm dengan panjang masing-masing 15 cm yang dibelah dan direkatkan pada pipa paralon yang berukuran 1 inci arah vertikal sebagai prototype yang diuji pada wind tunnel sederhana dari seng plat dengan panjang 120 cm dan diameter 28 cm. Fluida kerja adalah udara dengan variasi kecepatan terbatas sesuai kemampuan fan yang digunakan yaitu 1.2 m/s 1.4 m/s 1.8 m/s. Daya maksimum yang dihasilkan sesuai urutan peningkatan kecepatan tersebut adalah 0.04173 watt, 0.12519 watt dan 0.31296 watt. Sedangkan Torsi maksimum untuk masing-masing urutan peningkatan kecepatan angin adalah 0.00498 Nm, 0.00997 Nm, dan 0.01993 Nm. Efisiensi yaitu perbandingan output yaitu daya kincir (P) dengan input Kincir angin yaitu daya ideal angin (W) untuk savonius dengan tiga sudu pelat lengkung sesuai prototype dapat menghasilkan efisiensi sebesar 22,34 % hingga 44,10 %.
Efektivitas Seleksi Generasi F2 Hasil Persilangan Padi Unggul Lokal Toraja dengan Padi Tipe Baru Impari 7 Yusuf L. Limbongan
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.713

Abstract

Seleksi akan memberikan respon yang optimal bila menggunakan kriteria seleksi yang tepat. Seleksi berdasarkan daya hasil biasanya kurang memberikan hasil optimal bila tidak didukung oleh kriteria seleksi lain berupa komponen pertumbuhan dan komponen hasil yang berkorelasi kuat dengan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menduga efektifitas seleksi pada lokasi target berdasarkan daya hasil dan indeks terboboti. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan yang berada pada ketinggian tempat 750 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 hingga Februari 2013. Material genetik diperoleh dari persilangan antara 3 tetua lokal dan 1 padi unggul tipe baru yang dilakukan di Tikala pada bulan November 2011. Generasi F1 ditanam dan diseleksi sejak Januari 2012 hingga Agustus 2012. Sejumlah besar generasi F2 dan 3 genotipe tetua sebagai genotipe cek (Pare Bau’, Pare Lallodo, Pare Lea dan Inpari-7) ditanam dalam barisan yang diantarai oleh 4 barisan genotipe cek. Seleksi langsung dan seleksi tidak langsung berdasarkan hasil dan indeks seleksi tidak terboboti (UNWINDEX) dan indeks seleksi terboboti (WINDEX), di mana pembobot disesuaikan dengan nilai korelasi genotipik dan besarnya sumbangan pengaruh langsung dan tidak langsung tiap komponen terhadap hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur F2 terpilih melalui seleksi tanpa pembobotan yaitu galur UKIT-C-01-01, UKIT-C-03-32, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-46, UKIT-C-03-38, UKIT-C-03-25, UKIT-C- 03-26, UKIT-C-03-30, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-24, UKIT-C-03-33, dan UKIT-C-03-42. Galur F2 terpilih melalui seleksi dengan pembobotan yaitu galur UKIT-C-01-01, UKIT-C-03-43, UKIT-C-03-24, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-26, UKIT-C-03-32, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-42, UKIT-C-01-06, UKIT-C- 03-47, UKIT-C-02-12, dan UKIT-C-03-25. Galur F2 terpilih melalui seleksi dengan karakter bobot gabah per malai yaitu galur UKIT-C-02-11, UKIT-C-03-39, UKIT-C-03-37, UKIT-C-03-43, UKIT-C-01-01, UKIT-C-01-06, UKIT-C-03-28, UKIT-C-03-42, UKIT-C-02-18, UKIT-C-02-20, UKIT-C-02-22, dan UKIT- C-03-24. Karakter ciri 16 (jumlah gabah per malai), ciri 18 (panjang malai), ciri 22 (ekor pada bulir), ciri 29 (waktu pemasakan gabah) dan ciri 38 (warna beras) memberikan sumbangan pengaruh yang signifikan terhadap hasil.
Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan di Kota Rantepao Parea Rangan
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.714

Abstract

Dalam dunia jasa konstruksi, produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan. Dalam mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja ada berbagai macam cara, misalnya dengan meneliti dengan metode SNI, yaitu meneliti durasi pekerjaan dan volume pekerjan dalam bekerja, dan dengan meneliti besarnya tingkat LUR (Labour Utilitation Rate) masing-masing pekerja, yaitu meneliti sampai seberapa tingkat efektivitas pekerja dalam bekerja. Besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor umur atau usia pekerja, kondisi lapangan dan sarana bantu, keahlian pekerja, pengalaman kerja, kesesuaian upah, kesehatan pekerja, keselamatan kerja, koordinasi dan perencanaan, pengawasan, manajerial atau manajemen lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan di proyek pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Kristen Harapan Rantepao, penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas 6 tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Pengamatan tingkat produktivitas (LUR) dilakukan selama 5 hari pada masing-masing pekerja. Dari hasil pengumpulan data, baik data produktivitas dan kuesioner dilakukan proses pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat produktivitas tenaga kerja dengan metode/cara SNI total sebesar 0,125 m2/menit. Sedangkan tingkat produktivitas (LUR) pekerja rata-rata sebesar 72,25%, berarti cukup produktif karena lebih dari 50 %. Variabel yang telah ditentukan ternyata signifikasinya 0,075 > 0,05 (sig yang disyaratkan) maka secara simulatan tidak berpengaruh terhadap besarnya tingkat produktivitas. Secara parsial variabel yamg mempunyai pengaruh signifikan adalah pengalaman kerja dengan sig = 0,010 < 0,05 , kesehatan pekerja dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , keselamatan kerja dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , koordinasi dan perencanaan dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , pengawasan dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , dan manajerial dengan sig.t = 0,041 < 0,05. Pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang dominan dengan nilai beta 0,917.